Release info

블루버스데이-Blue-Birthday-E02-WEB-DL-WeTV
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
HD
Published on: 2021-07-24
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 183 lines.

Aku bermimpi.

Ini pertama kalinya aku memimpikanmu...

setelah kau meninggal.

Turun.

=Ulang Tahun Kesedihan=

=Episode 2. Kau Muncul Dalam Mimpiku=

Aduh.

(Selamat datang di Klub Fotografi SMA Seoyeon)

Jika aku bisa memimpikanmu,

aku selalu ingin melakukan satu hal.

Hei, Ha Rin Oh, kau terlambat lagi.

Kenapa kau baru muncul?

Apa kau tahu, betapa aku merindukanmu?

Hei.

Kenapa... Kenapa ini?

Apa yang sedang kalian lakukan?

Kenapa?

Kalian berdua sudah berpacaran?

Sungguh? Apa sungguh berpacaran?

Bagaimana? Aku sudah katakan, mereka kemungkinan akan berpacaran.

Eh, kau berdarah.

Hei, Ha Rin Oh, kau berdarah.

Iya, darah.

Tidak apa-apa, bagaimanapun ini di dalam mimpi.

Namun, kau sudah mengeluarkan banyak darah.

Guru di ruang kesehatan juga tidak terlihat setiap hari.

Perkiraanku pergi bersembunyi dan merokok lagi.

Tidak peduli kesehatan sedikit pun, dan tidak khawatir akan kematian dini.

Sampai sekarang, masih hidup dengan baik-baik saja.

Sekarang masih hidup dengan baik, namun, 10 tahun kemudian?

Pada saat itu...

Kau tidak sakit?

Iya, sedikit pun tidak sakit.

Bagaimanapun ini di dalam mimpi.

Kau tidak terjatuh dan terbentur kepala, ‘kan?

Kau tidak apa-apa, ‘kan?

Sudah kukatakan tidak apa-apa.

Baguslah jika begitu.

Kau yang membawanya datang,

masalah mengantar pulang, serahkan saja padaku.

Sebenarnya, tidak apa-apa.

- Aku bisa pulang sendiri. - Baik, boleh.

Saat datang ke klub, kau jangan terlambat.

Jalan.

Iya, baik.

Sudah kembali?

Iya.

Apakah lukanya sudah diobati?

Sudah diobati.

Mengapa ekspresimu seperti ini? Apakah sangat sakit?

Tidak, suasana hatiku sangat baik.

Super.

Apakah sudah gila?

Mengapa suasana hati bisa sebaik itu?

Siapa yang tahu?

Hari ini, lauk pauk di kantin itu sup taoge yang tidak enak.

Bagaimana jika pergi ke toko kecil untuk membeli roti?

Apa?

Ke mana?

Boleh belajar dari masa lalu, tapi, jangan hidup di masa lalu.

Boleh belajar dari masa lalu, tapi, jangan hidup di masa lalu.

Maka, selanjutnya...

Seo Jun Ji, giliranmu.

Mari, cepat berdiri. Giliranmu.

Aku tidak memikirkan masa lalu,

yang terpenting bagiku, keabadian saat ini,

William Somerset Maugham.

Setelah melalui instruksi guru, pengucapanmu lebih tepat.

Apa?

- Ada apa? - Di sana. - Apa yang dia lakukan?

Ada apa?

Kenapa begitu ribut?

Aduh, sungguh!

Seo Jun Ji.

- Dia kenapa? - Apa?

Dia sudah aneh sejak tadi.

Apa karena jatuh dan merusak otaknya?

Siapa yang tahu?

Gadis bodoh.

Cepat jalan.

Hei, kau kelas berapa?

Gadis bodoh, sungguh.

Mari kita lanjutkan kelasnya.

Sungguh, kelas masih belum selesai.

Mari kita lanjutkan di kelas berikutnya.

Sudah, selamat makan.

Guru, selamat makan untuk Anda juga.

Ah, jalan.

Jalan, kita pergi makan.

Tidak bisakah kau melihat kami?

Jika itu kalian, kita bisa bertemu kapan saja.

Bagaimana dengan dia?

Jika tidak makan bersama sekarang, tidak tahu kapan akan bertemu dia lagi.

Ah, ha ha ha. Benar.

Sakitnya sepertinya tidak ringan.

Kalian pergi makan.

Kenapa?

Aku ada urusan, harus pergi dulu.

Kau mau ke mana?

Kita pergi bersama.

Aku katakan...

Kau sebenarnya mau ke mana?

Apakah mau bolos dari sekolah?

Kau kira aku itu kau?

Aku juga mau pergi.

Aku ingin mengikutimu.

Maka, baiklah.

Jika mampu, kejarlah.

Hei!

Cepat berangkat.

Ha.

Ini...

Bahkan, jika aku tidak membiarkanmu ikut masuk,

kau juga akan ikut masuk, ‘kan?

Cih.

Kau anggap aku apa?

Tentu saja akan...

ikut masuk.

Masuklah.

Selamat datang.

Mimpi dan kenyataan...

sama persis, ‘kan?

Apa?

Bos, gulungan film.

Ah, kau memesan tiga gulung film,

dan meminta toko untuk mencuci foto, ‘kan?

Iya.

Namanya siapa?

Seo Jun Ji.

Ah, Seo Jun Ji.

Punya Seo Jun Ji di mana? Seo Jun Ji...

Di sini. Untukmu.

Apa? Apa yang kau potret?

Hanya memotret beberapa, tidak ada hubungannya denganmu.

Kenapa? Perlihatkan padaku.

Tidak.

Film ada di laci kedua di sana.

Baik.

Sangat senang bertemu kau langsung.

Apa?

Ah, ha ha ha.

Saat aku mencuci foto, selalu bisa melihatmu.

Ah, benarkah?

Hmm.

Berapa harganya?

Tiga rol film ditambah mencuci foto,

totalnya 270 juta Won.

Untuk Anda.

Kembaliannya 30 juta Won, untukmu.

-Selamat datang. -Baik.

Kau harus hati-hati.

Apa yang Anda katakan?

Jika menyentuh masa lalu sesuka hati, hal-hal besar akan terjadi.

Akan menjadi tidak beruntung.

Akan segera terlambat, cepat.

Terima kasih.

Kita cepat kembali.

Kau keluar tanpa menulis slip absen, kau akan dimarahi.

Kau bilang sayang dengan gulungan film, itu membohongiku, ‘kan?

Apa?

Tidak... Tidak apa-apa.

Tidak duduk di atas?

Tunggu dulu.

Ah, apa yang kau lakukan?

Aku hanya ingin memotretmu.

Kau aneh sepanjang hari ini.

Cepat, jalan, Bukankah kau bilang akan dimarahi?

Pegang erat.

Ah, Seo Jun Ji.

Kenapa?

Cuaca hari ini sungguh bagus, benar tidak?

Benar.

Berharap,

tidak bangun dari mimpi ini.

Namun, mimpi…

akan selalu bangun.

Eh…

Apa ini?

Aduh…

Ternyata itu ada?

Pusing.

Akan terlambat.

(Pusat Kesehatan Hewan Revan, Pos Penyelamatan Hewan)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left