The first 200 lines.
- Bagaimana, Riccardo? - Apa?
Tentang yang kita bicarakan semalam.
Ya. Mari kita putuskan.
Aku sudah memutuskan.
- Aku pergi, Riccardo. - Ke suatu tempat?
Untuk terakhir kalinya.
- Jangan, Riccardo. Tolong jangan. - Aku harus bagaimana?
Katakan dan akan kulakukan.
Aku janji. Akan kulakukan sesuai permintaanmu.
Carikan kesibukan untukku saat kau pergi.
Aku ingin membahagiakanmu.
Saat pertama kali kita bertemu, usiaku baru 20 tahun.
Saat itu aku bahagia.
Dengar.
Aku membawakan terjemahan untuk artikel bahasa Jerman itu.
Maaf aku tak bisa lagi melakukan pekerjaan ini.
Tapi aku kenal seseorang.
Jika kau mau, akan kuminta dia.
Lagi pula, aku tak ingin meneruskan pekerjaan ini.
Meski kalau kau mau, aku bisa melanjutkannya.
Hanya itu yang ingin kau sampaikan?
- Aku pergi. - Tunggu.
- Ada apa lagi? - Tunggu sebentar.
Kita selalu menghindari percakapan ini, kenapa baru sekarang?
Ada hal-hal yang tak pernah kau sampaikan.
- Kau bukan orang kejam. - Aku kejam padamu.
Mungkin, Vittoria,..
..tapi itu tak penting.
Katakan satu hal padaku.
Kau tak mencintaiku lagi? Atau hanya tak ingin menikahiku?
Entahlah.
Kapan kau berhenti mencintaiku?
Entahlah.
Kau yakin?
Pasti ada alasannya.
Aku bisa memahaminya.
Aku yakin kau paham, tapi aku tak tahu.
- Aku ingin... - Membahagiakanku. Kau sudah bilang.
Tapi untuk melanjutkannya, aku juga harus bahagia.
Kumohon, jangan memulainya lagi.
Ada orang lain?
Tidak, sudah sering kukatakan.
Boleh aku meneleponmu?
Aku berpikir...
Maaf karena tak menawari untuk mengantarmu.
Riccardo, biarkan aku pergi sendiri.
Jalan kaki? Akan kutemani.
Kenapa kau ingin menemaniku?
Aku selalu menemanimu. Kenapa hari ini tidak?
Pernahkah kita berjalan-jalan...
..sepagi ini?
Itu buka. Mau sarapan?
Aku tak lapar, Riccardo.
Aku tak lapar.
Ini juga malam yang buruk untukku.
Maaf.
Selamat tinggal. Tidak, maksudku...
Bukan selamat tinggal. Kita akan berhubungan.
Tidak, tak akan berhubungan.
Jaga dirimu.
1.413.
Ya, 2.700.
- Berapa? - 10.000, setuju?
Tidak, Fiat dibuka pada 2.930, ditutup pada 3.053.
Maaf, Nona. Kau punya informasi?
Sebentar.
Aku baru tahu Finsider akan naik. Belikan 50.000.
Aku mau 20.000 Finsider pada 20!
Aku jual 5.000!
Aku beli 30.000 Finsider pada 20!
- Apa yang kau lakukan? - Berspekulasi.
- Aku menghasilkan sejuta. - Bravo.
Proietti, bisa izinkan aku masuk?
Untuk kali ini saja.
Kenapa kau ada di sini?
Aku...
Menurutmu kita beli?
- Aku akan membeli. - Tak ada yang tahu?
Aku membeli Finsider pada 20. Lihat sekarang.
- Aku dapat 2.000. - Simpan saja. Harganya akan naik.
Kau tak mengenalku, tapi aku mengenalmu. Apa kabar?
Aku mempunyai kabar duka.
Rekan kita, Tn. Domenico, meninggal karena serangan jantung.
Perasaan yang kita alami sekarang...
..sulit untuk diungkapkan lewat kata-kata.
Mari kita mengenangnya dengan mengheningkan cipta sejenak.
Seperti mengheningkan cipta untuk atlit.
Kau mengenalnya?
Ya. Tapi satu menit di sini nilainya sangat berharga.
- Mau ke mana? - Tunggu di luar.
Sebentar lagi Ibu akan menyusul.
Mau tahu berapa yang Ibu dapatkan?
- Ibu, aku ingin bicara. - Sebentar.
- Buahnya masih segar? - Masih.
Aku beli dua pon.
- Dua pon satu ons. 190 lira. - Yang satu ons harus dibayar juga?
Ayolah. Jangan menawar hanya untuk 20 lira.
Ingat, jutaan itu kumpulan dari satu lira.
Kau makan bersama Riccardo hari ini?
Ya, bersama Riccardo.
- Permisi. - Ada apa, Anita?
Bukan apa-apa, tapi ketokan palunya terdengar berisik.
Giorgio mengeluh...
..karena temanku begadang.
Maaf. Masuklah.
Besok dia pergi mengirimkan pesawat.
Selama tiga hari hanya pesawat yang dibicarakannya.
Astaga, aku tambah gemuk.
Seandainya aku bisa berhenti makan camilan.
Kau tambah kurus. Entah bagaimana kau melakukannya.
Ya, tapi dari dalam.
Aku tak tidur semalam,..
..tapi tak merasa letih.
Apa yang terjadi?
Kami bicara semalam suntuk.
Dan apa hasilnya?
Aku sangat lelah dan sedih.
Muak dan bingung.
Mau bagaimana lagi?
Ada waktunya saat memiliki jarum dan benang atau buku,..
..atau seorang lelaki, rasanya sama.
Mau aku yang angkat?
Bilang aku tak ada.
Halo.
Dia tanya apa kita mau menemaninya.
Aku tak mengenalnya.
Baiklah.
Kami akan ke sana.
- Selamat malam. - Apa kabar?
Ini Marta.
Hari ini aku selalu bertemu orang baru.
Kau beruntung.
Kenapa kau masih bangun?
Saat suamiku pergi, aku tak bisa tidur.
Dan cuaca sepanas ini...
Kau seharusnya sudah terbiasa.
- Bukannya di Kenya panas? - Tidak sepanas ini.
Setidaknya di tempat asalku.
Aku tidur lebih nyenyak saat suamiku pergi.
Kasurnya bagus, rendah dan besar.
Danau apa itu?
Danau dekat Nairobi. Namanya Naivasha.
Ada satu lagi di sana. Lihat?
Kami punya peternakan di sana. Di sebelah kiri.
- Di sini? - Tidak, lebih ke kiri.
- Di sini? - Ya.
Banyak burung-burung tropis dan kuda nil.
Kuda nil tak mengganggumu?
Tidak. Mereka datang saat malam dan makan bersama sapi.
Seekor kuda nil bisa makan rumput seluas setengah hektare dalam semalam.
Kadang-kadang kami harus membunuhnya.
- Kau menembak gajah yang ini? - Ayahku, tapi aku ada di sana.
Kau tak takut?
Tidak, aku lahir di sana. Apa kau takut dengan mobil?
Lihat buku-buku ini.
Itu Kilimanjaro.
Salju di Kilimanjaro.
Tingginya 5.900 meter.
Ini Air Terjun Zambesi.
Kenya salah satu negara terindah di Afrika.
Melebihi Kongo, Rhodesia, Somalia,..
..Afrika Selatan.
Ada pohon setinggi 70 meter.
Ini pohon baobab.
Kenya punya segalanya: hutan, salju, sabana.
Mirip tidak?
Mirip!
Sebentar!
Cukup. Jangan bermain menjadi negro.
Kenapa ayahmu belum kembali?
Dia punya perkebunan dan kuda di Kenya.
Dia menanam bunga.
Tapi aku khawatir akan terjadi sesuatu.
Jangan pakai bahasa Inggris. Aku tak mengerti.
Aku bilang mereka semua akan menenteng senjata lagi.
Sungguh?
Enam juta negro ingin menyingkirkan 60.000 orang kulit putih.
Untung mereka masih tinggal di pohon dan baru saja kehilangan ekornya,..
..kalau tidak mereka sudah menyingkirkan kami.
Sudah waktunya.
Itu hanya pendapatku.
Ada sekitar sepuluh orang yang belajar di Oxford.
Sisanya hanya monyet, enam juta monyet.
Tapi jika kau senang di sana, mereka pasti monyet yang menawan.
Contohnya, lihat Kongo.
Setelah lulus SD, mereka merasa jadi pemimpin.
Kalau begitu, biarkan mereka lulus SMP.
Kenapa kau kembali ke Kenya untuk melahirkan?
Itu rumahku. Lagi pula, rumah sakitnya modern.
- Anjingnya lari keluar! - Kok bisa?
Jika pintunya tak dirantai, anjing itu bisa membukanya.
Suamiku akan marah jika mereka tak ada di rumah.
Kurasa aku tak akan kembali ke Kenya.
Suamiku tak suka tinggal di sana.
Kami sedekat ini.
Tapi ada pembatasnya.
Di sini kegiatanku hanya berbelanja. Memangnya mau ke mana lagi?
- Kau suka sendirian? - Tak berarti aku menyukainya.
- Tapi aku tak bersama kaumku. - Maksudmu monyet-monyet itu?
Mungkin di sana kau tak banyak memikirkan kebahagiaan.
No comments yet. Be the first to leave one.