Release info

香ㅡㅡ하나뿐인 내편 My Only OneㅡㅡE31-32 NEXT VIU
香ㅡㅡ하나뿐인 내편 My Only OneㅡㅡE31-32 NEXT VIU [IKLAN]
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-11-05
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

Aku tidak mau berpamitan.

Hati-hati berkendara.

Serta hati-hati dalam perjalanan dinas besok.

Baik.

Aku bersenang-senang denganmu hari ini.

Sampai jumpa Senin.

Baik.

Semoga tidur nyenyak, Do Ran.

Pak Kang.

Sedang apa di sini?

Alzheimer Nyonya Park makin parah hari ini.

Aku menunggu di sini

karena tidak bisa menghubungimu.

Ponselku mati.

Kenapa tidak menghubungi perawat?

Itu makin parah sejak perawat datang.

Aku baru saja ditelepon.

Dokter Kim datang

dan untungnya Nyonya Park sudah baik-baik saja sekarang.

Aku lega mengetahui ada perawat baru.

Omong-omong,

apa kamu bersama Direktur Wang seharian?

Ya.

Apa kamu menyukai Direktur Wang?

Apa kalian berdua memutuskan berpacaran?

Bukan seperti itu.

Hanya terjadi hari ini.

Aku masuk dahulu sekarang. Sampai jumpa.

Aku tidak mau berpamitan.

Sampai jumpa Senin.

Semoga tidurmu nyenyak, Do Ran.

Do Ran sudah jelas menyukai Direktur Wang.

Apa yang dia pikirkan dengan Direktur Wang?

Apa?

Dapat.

Asyik!

Aku dapat.

Ini untukmu.

Untukku? Terima kasih.

Ini lucu.

Apa kamu

menyukai Direktur Wang?

Apa kalian berdua memutuskan berpacaran?

Bukan begitu.

Bagaimana bisa aku bersama Direktur Wang?

- Ayah. - Keluar dari rumah ini!

Pergilah sekarang juga!

- Ayah, tenanglah. - Sayang.

Sayang. Aku... Kami...

Aku tidak butuh kamu.

Sayang, kami harus ke mana?

- Ayah. - Keluar sekarang juga!

Kenapa Ayah seperti ini?

Tenanglah dahulu, Ayah, ya?

Apa aku pergi sepekan? Atau sebulan?

Aku hanya pergi sehari.

Tapi bagaimana bisa kamu melakukan ini?

Kamu pasti akan menelantarkan Nenek

jika aku tidak di rumah.

Ayah, aku tahu Ayah kesal,

tapi bagaimana bisa Ayah bilang begitu?

Aku hanya pernah melihat hal sekonyol itu di berita.

Bagaimana bisa kamu memberikan obat tidur

kepada ibuku di rumahku sendiri?

Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi padanya?

Sayang, kami tidak tahu.

Aku bersumpah aku tidak tahu.

Kami hanya mengkhawatirkan Ibu.

Kukira perawat adalah yang terbaik untuknya.

Jika kamu amat memedulikannya,

bagaimana mungkin kamu tidak tahu

padahal dia tidur seharian?

Ibu tidak sengaja melakukan ini.

Dia bilang dia tidak tahu!

Kamu berani membentak ayah?

Benar. Ayah tidak mau melihat satu pun dari kalian.

Keluar dari rumah ini dengan ibumu sekarang juga.

Ayah, ada apa?

Wang Dae Ryook. Apa yang kamu lakukan?

Ayah.

Kalian semua keterlaluan.

Ayah.

Kita harus bagaimana sekarang?

Bi Yeoju.

Aku hanya takut pada Pimpinan Wang.

Aku belum pernah melihatnya semarah itu.

Aku sudah bekerja di rumah ini hampir 30 tahun.

Aku belum pernah melihat Pimpinan Wang semarah itu.

Astaga.

Siapa yang memperkenalkan perawat sampah seperti itu?

Teman.

Apa gunanya mengetahui itu sekarang?

Ibu diyakinkan bahwa perawat itu berpengalaman.

Bagaimana bisa dia memberikan obat tidur kepada Nenek?

Siapa perawat itu?

Aku tidak akan membiarkan dia lolos.

Ibu sudah melaporkannya atas perbuatannya.

Dia tidak akan bisa melakukan itu lagi.

Da Ya, kamu tidak sadar sama sekali?

Ada begitu banyak orang di rumah.

Bagaimana bisa tidak ada yang menyadarinya?

Kami hanya mengira Nenek tidur dengan nyenyak

karena perawat itu amat berpengalaman.

Seperti kata Ayah.

Nenek bisa mengalami hal buruk.

Aku seharusnya mengurusnya.

Aku tidak percaya ini.

Wajar saja Ayah marah.

Ayah.

Saat Ayah pergi

aku seharusnya mengurus rumah.

Aku seharusnya tahu itu. Maaf, Ayah.

Aku sudah bicara dengan Ibu.

Kedengarannya Ibu berbuat salah

ketika berusaha melakukan yang terbaik untuk Nenek.

Tolong jangan marah, Ayah.

Ayah paham. Kamu boleh keluar.

Aku mau ke Pulau Jeju besok pagi-pagi sekali

untuk seminar dengan para pemilik toko.

Aku tiba di rumah malamnya.

Baik, hati-hati dalam perjalanan.

Ya, istirahatlah, Ayah.

Bagaimana bisa dia menyuruhku meninggalkan rumah ini?

Apa dia sungguh ingin mengakhiri hubungannya denganku?

Kenapa dia tidak memahamiku?

Yang benar saja. Andai ibuku masih hidup.

Aku pasti sudah kabur ke rumahnya sekarang.

Yang benar saja.

- Ibu. - Apa?

Minumlah air hangat ini.

Aku sudah mendinginkannya.

Air hangat sungguh menenangkanku.

Ibu merasa hangat dan lebih baik sekarang.

Ibu, aku akan memberi tahu Ayah

bahwa kita mempekerjakan perawat karena aku.

Aku tidak tahan melihat Ayah memarahi Ibu

karena aku.

Da Ya, jangan ikut campur.

Itu hanya akan membuatnya makin parah.

Dae Ryook dan Yi Ryook akan mengamuk juga.

Serta ayah mertuamu tidak akan memaafkanmu.

Lebih baik ibu saja yang disalahkan.

Kamu bisa tetap diam.

Ibu...

Bagaimana bisa aku meminta Sekretaris Kim kembali?

Ini amat membuat stres.

Aku harus bagaimana? Bagaimana cara mengatasi ini?

Aku tidak tahu harus berbuat apa.

Ibu.

Ya,

Jin Gook.

Ibu,

apa Ibu kesulitan karena Ayah tidak ada?

Tidak.

Ibu punya kamu. Ibu baik-baik saja.

Ibu sungguh baik-baik saja.

Aku akan dewasa

agar bisa mengurus Ibu dengan lebih baik.

Tidak.

Ibu tidak kesulitan sama sekali.

Tetaplah seperti dirimu sekarang.

Ada yang ingin kamu sampaikan?

Aku hanya mau memeriksa keadaan semua orang.

Apa semuanya masih sedih karena Nyonya Park?

Tidak, semuanya sudah lebih tenang sekarang.

Begitukah? Baguslah.

Kamu bisa keluar, seharusnya tidak masalah.

Kamu sungguh berpikir semua akan baik-baik saja?

Direktur juga tidak di rumah.

Yang lain di rumah.

Kamu sebaiknya beristirahat karena ini hari liburmu.

Lantas, tolong beri tahu aku

jika ada keadaan darurat. Aku bisa kemari kapan pun.

- Baik. - Terima kasih.

Sampai jumpa.

"Kim Dong Chul"

Dong Chul,

apa menurutmu Do Ran akan baik-baik saja?

Aku tidak berhak bertingkah seperti seorang ayah kepadanya.

Aku tidak bisa mencegah atau menahannya.

Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi diriku?

Tidak ada orang tua yang bisa meraih hati anaknya.

Haruskah kubiarkan dia?

Aku hanya khawatir dia akan terluka.

Minumlah kopi ini, Bu.

Terima kasih.

Ibu menunggu telepon Da Ya?

- Ada yang tidak beres? - Tidak.

Orang tua Da Ya punya perawat baru.

Ibu hanya mengkhawatirkan kondisi mereka.

Ibu sungguh khawatir dengan perawat mereka?

Da Ya sudah menikah. Kenapa Ibu amat khawatir?

Kamu tidak bisa berhenti mengkhawatirkan anakmu.

Ibu, tidak ada kabar itu kabar baik.

Kamu benar, tidak ada kabar itu kabar baik.

Ibu paham.

Aku pergi dahulu.

Kamu ke mana sepagi ini?

My Only One subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left