Our Time Will Come

Our Time Will Come (明月幾時有)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Оur Time Will Come 2017 All BLURAY by Lebah Jelek
A Commentary by Lebah Jelek
Subtitel ini direquest oleh www.3gpbluray.com dan telah diizinkan untuk diupload ke Subscene. Terima kasih kepada www.3gpbluray.com yang telah memesan subtitel berbayar dari Lebah Jelek. Selamat menikmati! Untuk request subtitel berbayar, silakan hubungi

Tags

BluRay
Published on: 2017-10-26
Downloads: 52
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diterjemahkan oleh: Lebah Jelek

Saat itu, sebelum Jepang menduduki Cina Selatan...

...Kapten tim kami, Zeng Sheng, berada di Dongguan.

Dia mengirimkan pasukan gerilya ke Hong Kong.

Misi pertama mereka adalah untuk menyelamatkan...

...para orang terpelajar dan cendekiawan yang lari dari daerah yang telah diduduki.

Banyak yang terdampar di Hong Kong saat tempat itu jatuh ke tangan Jepang.

Dia yang mengatur penyelamatan mereka.

Ini adalah misi yang sangat mendesak.

Kami telah merancang dua jalur pelarian.

Para cendekiawan dikelompokkan berdasarkan umur, tingkat kesehatan,

...dan kecenderungan mereka untuk dikenali.

Jalur timur dimulai dari Ngau Chi Wan dan Sai Kung,

...Teluk Mires, Da Meisha dan Xiao Meisha sampai ke Teluk Pasir Putih.

Jalur barat dimulai dari Kowloon.

Lalu berlanjut ke Jalan Puncak Kastil dan Tsuen Wan melalui Tai Mo Shan...

...dan Yuen Long, serta sepanjang Sungai Shenzhen sampai ke Bao An.

Untuk keselamatan, pengangkutan, makanan dan penginapan mereka...

...kita semua berbagi tanggung jawab untuk itu.

Siapa yang sebenarnya kita selamatkan?

Para agen dari Nanjing membawa daftar nama...

...pada Wong Kau-Tin, wali Kowloon.

Dia akan menyerahkannya pada Jepang. Kami berencana untuk mencegat pembawa daftar itu.

Kenapa Nanjing tega melakukan itu? / Karena mereka diberi imbalan.

Orang-orang sialan!

Misi ini akan jadi berbahaya dan makan biaya.

Perintah kita dari atas adalah untuk memastikan agar para pelarian itu...

...dapat makan dua kali sehari dan satu tael untuk membeli minyak.

Jatah harian kita akan dipotong hingga 75 sen, dan setengah tael untuk minyak.

Sekarang ini Hong Kong penuh bandit.

Jalur darat akan melintasi wilayah mereka.

Misalnya jalur di Tai Mo Shan yang dikendalikan oleh Siu Tin-Loi dan Si Mata Besar.

Jika kita tak hati-hati, bisa timbul korban jiwa.

Kakak Tsang. Kau mengendalikan Meizhou.

Kita harus gunakan pengaruhmu sekarang.

Tentu.

Tuan-tuan sekalian, aku Blackie Lau.

Kakak Tsang menyuruh kalian bertemu kami karena kami memerlukan bantuan kalian.

Apa pengaruh Tsang kini juga mencakup daerah kami? Dia harus menghormati batas-batas!

Kami tahu aturannya.

Tapi kami perlu jalur yang aman. Kami cuma perlu melalui daerah kalian. Tak ada yang akan berubah.

Jalur aman?

Kita tak pernah mengizinkan hal itu, bukan? / Tak pernah!

Kalian tak mempercayai Kakak Tsang? / Siapa yang akan bayar uang keamanan?

Perang sedang berkecamuk, Kakak. Kami juga miskin.

Kami juga punya orang-orang kami. Beberapa.

Aku bisa membantunya. Tapi kuharap dia juga membantu kami kelak.

Atas nama Kakak Tsang, aku berterima kasih.

MASA (KEMENANGAN) KITA AKAN DATANG

HONG KONG TAHUN 1942 SAAT PENDUDUKAN JEPANG

Ny. Shen!

Ny. Shen!

Biar aku saja.

Terima kasih.

Ini apa?

Semacam biskuit.

Silakan diminum, Tn. Shen.

Terima kasih.

Biar aku saja.

Menemukan kamar sewaan sekarang ini sangatlah sulit, Ny. Shen.

Pamanku baru saja menyewakan kamar dan para gengster selalu saja minta uang keamanan.

Dia jadi sulit tidur, dia ketakutan. Dan kita sudah seperti keluarga.

Sewa kamarku yang paling murah di sini.

Aku tahu, Ny. Fong, tapi bukan itu alasannya. Kami sangat nyaman berada di sini.

Kami sungguh tak ingin pergi. Tapi...

Tak ada makanan, tak ada bahan bakar, kadang bahkan tak ada air...

Suamiku sedang sakit. Sedangkan aku tak bekerja.

Jika kami tinggal dengan teman kami, kami bisa berbagi beban dan saling membantu.

Kami tak akan merepotkanmu lagi. / Aku tak mau dengar itu.

Kita di sini sudah seperti keluarga.

Jangan khawatirkan uang sewa bulan depan. Aku tak akan kenakan bunga jika telat membayar.

Uang sewa itu bukan masalahnya, Ny. Fong. Kami sungguh harus pindah.

Tolong pertimbangkan lagi.

Kau tak mau biskuit ini? Biar kubawa lagi.

Tolong pertimbangkan lagi. / Terima kasih.

Tak ada yang perlu tahu bahwa kita akan pergi.

Kelinci kecilku.

Ayo kita cari rumput untukmu.

Kau kembali ke alam liar, ya.

Jika ibumu tahu kau melepaskannya, dia pasti marah.

Kami memang lapar, tapi ini tak akan mengubah keadaan. / Tapi kelinci itu bisa dimasak jadi gulai.

Lee Gam-Wing!

Andai saja kita punya mentega, aku bisa buatkan untukmu hors d'oeuvre .

Bekicot dengan bawang putih dan kue goreng.

Dalam keadaan begini, kau masih memikirkan masakan Prancis?

Dia mengeluarkan busa. Buang saja.

Selamat ulang tahun.

Buatlah permintaan. / Tanpa lilin? / Tak harus.

Sudah.

Terima kasih.

Kue.

Ayo kita menikah.

Kita adakan acaranya dengan pesta sederhana.

Lalu, selama kita hidup, aku akan memasak untukmu setiap hari.

Kenapa menikah sekarang?

Bisa hidup saja aku sudah senang.

Aku harus pergi.

Sekolah sudah ditutup.

Kerabatku sudah kembali ke Cina. / Kau mau ke mana?

Lee Gam-Wing, ada apa denganmu?

Kau baru saja melamar dan kini kau mau pergi?

Jika kau menerimaku, kita bisa adakan upacara pernikahan lebih dulu.

Kau bisa tinggal dengan ibumu untuk saat ini atau pindah ke Cina dengannya, dan akan kususul kau nanti.

Apa gunanya menikah jika kau pergi?

Pergilah jika kau mau, untuk apa mengkhawatirkan pernikahan?

Aku tak khawatir. Mungkin terucap begitu saja.

Kalau begitu berpikirlah sebelum bicara.

Tahun baru membawa fajar baru.

Dengan panduan Yang Mulia Kaisar, di tahun 2602 yang baik ini...

...pasukan kekaisaran kita mengguncang benua ini sampai ke selatan.

Parade sudah usai. Jenderal Nakamura Kotaro telah mengisyaratkan dengan pedangnya.

Dua puluh ribu orang terpilih ditempatkan di ibukota, dipimpin oleh pasukan pejalan kaki...

...berbaris diiringi dengan musik militer.

Di atas kudanya, Salju, Yang Mulia...

...mengirim mereka dengan penuh khidmat.

Mati demi Sang Kaisar! Tak ada kata menyerah!

Pasukan kita yang setia dan tak terkalahkan.

Pasukan Kekaisaran Jepang mengundang...

Tn. Mao Dun, Tn. Zou Taofen Tn. Mei Lanfang...

...Tn. Situ Huimin dan Tn. Xia Yan untuk menghadiri pertemuan penting di Hotel Semenanjung.

Keadaan kacau, semua orang ingin pergi.

Dan ada saja orang yang memanfaatkan keadaan.

Jika kau bertemu dengan gengster, mereka akan membunuhmu dan mengambil uangmu.

Para pengkhianat akan melaporkanmu.

Kita tak bisa berkeliaran mencari jalan keluar.

Temukan orang terpercaya yang bisa membantu.

Tetap di rumah, jika ada kabar, istriku akan memberitahumu.

Jangan tampil mencolok. Kita berpencar, tapi tetap lewat jalan rahasia.

Tn. Shen. / Ya. / Wah, Tn. Shen sudah datang.

Bukumu sudah datang. / Terima kasih, Tn. Tang.

Rencana melarikan diri ada di sini. Tuliskan alamatmu. Tulis dengan rinci.

Silakan duduk.

Jangan pergi ke luar besok sore.

Seseorang akan datang menjemputmu dan istrimu. / Zou Taofen juga akan bersama kami.

Ya.

Aku tak tahu siapa orang yang menjemput kami. / Tenang, ada sandinya.

Ikuti sandinya dan tak akan ada masalah.

Sandinya adalah, "Di mana orang dari Jiangxi?"

Dan jawabannya, "Di rumahku".

Bawalah barang sesedikit mungkin. Perjalanan jauh, dan tak ada tukang angkat.

Kau tak bisa pakai pakaian itu.

Hei, kau. Tukar pakaianmu dengan Tn. Shen.

Tinggalkan topi itu.

"Angin yang membawa sinar matahari tenggelam, telah bertiup semilir..."

"Seolah ia mencair..."

"Gemerlap puncak-puncak ombak di lautan..."

"...kini telah rata menjadi kumpulan hijau yang memudar..."

"Dari kejauhan, terdengarlah suara terompet yang menenteramkan..."

"Tirai malam yang pekat telah membentang, tapi kerlip redup cahaya tetap berpendar..."

"Angin yang seolah telah membisikkan kata-kata terakhirnya, tiba-tiba kembali..."

"Kini ia terdengar seperti suara genderang yang teredam..."

"Dum tum tum, dum tum tum..."

"Tidak, bukan hanya suara angin tapi guntur!"

"Angin membawa suara guntur!"

"Lautan berkecamuk, ombak membubung tinggi!

"Menghempas!"

"Menuju lautan di gelapnya malam, badai menerjang..."

Kau sangat menghayatinya.

Aku sangat suka karya Anda sejak aku masih pelajar. Kini aku memperkenalkannya pada murid-muridku.

Berapa usia mereka? / Usia siswa kelas empat.

Apa mereka mengerti? / Ya.

Ibu bilang Anda akan pergi.

Aku tak pernah menyangka kita akan tinggal di satu atap.

Apa di sini tidak nyaman? Atau terlalu mahal?

Tidak, bukan seperti itu.

Ny. Shen. / Ny. Fong.

Lan, Sayang. Tolong bawakan termos Ny. Shen untuk diisi.

Baiklah.

Halo, Ny. Shen. / Halo, Nona Fong.

Akan kubawakan air panas.

Kau dari mana saja? / Mempersiapkan keperluan untuk perjalanan.

Di luar sana kacau. / Ayo jemput Zou. Dia mungkin tak menemukan tempat ini.

Kau mencari siapa?

Seseorang.

Namanya? / Shen.

Tn. Mao Dun?

Kau yang... / Ya.

Siap untuk pergi? Jangan bawa terlalu banyak barang.

Perjalanan kita jauh, jangan bawa banyak barang. Silakan berkemas, akan kutunggu.

Tak perlu buru-buru.

Ny. Shen.

Halo.

Seseorang yang tak kukenal bersama suamimu.

Jangan masuk dulu, bersembunyilah sementara.

Kita bisa berangkat, setelah istrimu pulang. Kita juga bisa membawa lebih banyak orang.

Apa masih ada orang lagi di sekitar sini?

Biar kupikirkan dulu.

Baiklah, apa Tn. Tang mengatakan padamu...

...di mana orang dari Jiangxi?

Di mana orang dari Jiangxi?

Orang dari Jiangxi. Siapa itu?

Aku ingat siapa kau!

Hari itu yang di...

Oh, aku lupa, kau tak ingat?

Kafe Leung Yau! Kafe Leung Yau!

Aku ingat sekarang! Kau ingat? Kau memesan teh...

Bernapas! Bernapaslah!

Bernapaslah, tak masalah jika kau merasa pusing.

Di mana orang dari Jiangxi?

Apa?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left