The Flame's Daughter

The Flame's Daughter (烈火如歌)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Episode 07
A Commentary by novi mustika
Timing Sesuai dengan DrakorMaksNity.org yang ada Iklannya

Tags

other
Published on: 2018-03-26
Downloads: 37
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 199 lines.

Putri Titisan Api

Mari. Mari. Belakangan ini udaranya kering. Minum lebih banyak air, ya?

Baik. Baik.

Sungguh sulit untuk bertahan hidup di dunia persilatan belakangan ini.

- Benar. - Para pejabat sangat ketat menangkapi orang.

Benar.

Nona ini lumayan juga.

Mari. Mari. Teruskan minum.

Sini, biar kutuangkan untukmu.

Mari. Mari.

Ini... Ini...

Ini berubah jadi es.

- Apa yang terjadi? Sungguh? - Apa yang terjadi?

- Ayo pergi! - Pergi. Pergi.

Mi kalian.

Kalau mereka tak mau, kami yang makan.

Baik. Baik. Baik.

Terima kasih.

Apa kalian akan ke Kota Ping'an?

Tidak. Cuma lewat saja.

Lebih baik kalian ambil jalan memutar.

Barang-barang di sana dua kali lebih mahal dibanding wilayah lain.

Apakah singgah untuk makan atau bermalam di penginapan, lebih baik kalian melewati rute lain.

Kenapa?

Kota Ping'an dahulu merupakan wilayah netral.

Tidak banyak konflik dunia persilatan. Kota itu bisa dianggap sebagai surga yang terkenal.

Tapi beberapa tahun lalu, tiba-tiba satu kelompok dunia persilatan mulai mengumpulkan pajak pribadi.

Pajak itu harus dibayar sebulan sekali dan lebih berat ketimbang pajak pemerintah.

Karena lebih banyak pajak yang dibayarkan, harga barang-barang otomatis melonjak.

Kelompok dunia persilatan?

Apa mereka sekelompok orang biasa atau dari sekte resmi?

Aku kurang jelas tentang itu. Aku hanya tahu bahwa hari pertama setiap bulan,

tiap rumah harus mematuhi peraturan dan menaruh uang di luar rumah mereka.

Akan ada orang yang mengumpulkannya. Jika mereka tidak lakukan,

keluarga itu tidak akan menjalani hidup dengan tenang.

Keluarga itu akan ditimpa musibah terus-menerus.

Bagiku, aku benar-benar tak bisa memberikan uang sebanyak itu, jadi aku pindah ke sini.

- Kalian nikmati saja makanan kalian, ya? - Ya.

Aku tahu ke mana kita akan pergi berikutnya.

- Kota Ping'an. - Ya.

Kau tidak mau mewarisi Bukit Membara, tapi ingin turut campur dalam urusan dunia persilatan.

Itu adalah peraturan dunia persilatan. Tak peduli berasal dari sekte mana, kau tidak boleh menarik pajak pribadi dari warga.

Aku ingin melihat jika memang ada hal semacam itu.

Jika ada, aku harus mengabari ayahku agar dia menyelidiki urusan ini.

Bagaimana kau bisa menemukan sesuatu yang salah dengan pemahaman dangkalmu dari pengamatan sepintas?

Pokoknya, kita pergi dulu ke Kota Ping'an dan cari tempat untuk tinggal.

Apa yang bisa kau lakukan?

Coba lihat nanti.

Mari dilihat-lihat!

Arak yang bagus!

Cepat... pergi...

Cepat.

Bos, bisakah aku mencobanya lagi?

Nona, lebih baik kau mencari pekerjaan lain.

Hei, Bos, aku benar-benar bisa melakukan apa saja.

Usaha kami sudah berjalan susah payah.

Mana mungkin aku punya uang lebih untuk menambah pegawai?

Nona, lebih baik kau pergi saja dari Kota Ping'an.

Cari kota lain untuk mencari penghidupan.

Bos...

Kau lapar?

Tunggu aku.

Hati-hati.

Apa itu?

Ini.

Apa kau pergi untuk membeli kue biji wijen?

Ini hadiah.

- Hadiah? - Ya.

Hanya demi kue biji wijen, kau telah mengorbankan penampilanmu.

Jika kau ingin membuka kedai di sini,

kau harus membangun hubungan baik dengan tetangga.

Aku cuma pergi ke sana untuk mengobrol sedikit.

Masa itu dibilang mengorbankan penampilanku?

Aku tanya ke sekeliling. Kue biji wijen ini dua kali lebih mahal dibanding di Kota Luoyang.

Pemilik kedai mi tidak berbohong.

Bahkan pemilik Rumah Bordil Mencicipi Bunga sepertimu, mengatakan itu mahal,

sepertinya itu sungguh konyol.

Bagaimana ini?

Kita tak bisa menemukan pekerjaan. Maka kita tak bisa tinggal di sini.

Aku sudah membuat pengaturan.

Bos, kau sungguh murah hati.

Mulai hari ini, kedai ini milikmu.

Dan semua benda di sini juga milikmu, ya?

Terima kasih.

Tak perlu berterima kasih. Akulah yang seharusnya berterima kasih padamu.

Kapan kau membeli ini?

- Sejam yang lalu. - Apa?

Mulai sekarang, kau akan membuat kue biji wijen di dalam,

sementara aku menjualnya di luar sini.

Aku yakin bisnis kita akan berjalan sangat baik.

Bukankah ada Ratu Tahu Xishi sebelumnya?

Kau bisa memanggilku Tuan Kue Biji Wijen.

Tapi bagaimana bisa aku melakukan ini?

Akulah yang ingin keluar dari vila, tapi aku malah memakai uangmu.

Apa kau punya uang untuk membeli toko?

Baiklah kalau begitu.

Aku menyediakan uangnya, jadi akulah bosnya.

Kau adalah koki kue biji wijenku.

Sama seperti di Rumah Bordil Mencicipi Bunga, aku bosnya dan kau Nyonya Hua.

Baiklah, Bos.

Apa yang akan kita lakukan berikutnya?

Sepertinya benda yang kita perlukan sudah lengkap.

Hanya kurang satu benda.

Benda apa?

Papan nama kedai.

Mari kita membuat papan nama dan membuka kedai besok.

- Susun itu. - Baik. Aku mengerti.

Ini.

Ini, beberapa kabar terbaru. Bagus.

- Sudah kau tuliskan? - Sudah.

Berikan padaku.

Ini.

Kau harus menandai ini dengan baik.

Kepala Balai.

Kota Ping'an.

Balai Naga Biru sudah menyampaikan pesan bahwa Nona sudah sampai di Kota Ping'an.

Kau pergilah secara pribadi dan temui Xie Houyou dari Guntur Menggelegar.

Agar dia menjaganya dengan baik secara diam-diam.

Ya.

Tuan sebelumnya menyelamatkan nyawaku dan juga Bukit Membara.

Dia orang yang bisa dipercayai.

Aku mengerti.

Aku akan mengirim pengawal yang menemaniku untuk pulang menyampaikan pesan lisan

agar Pangeran merasa tenang.

Baik.

Perjalananku kali ini adalah untuk melaksanakan perintah Pangeran untuk menjaga Nona Pertama.

Berhubung Nona Pertama berada di Kota Ping'an, aku takkan membuang waktu lagi.

Ketua Partai Lie,

aku mohon diri.

Terima kasih.

Kue Biji Wijen Xue.

Orang di peringkat atas Rumah Bordil Mencicipi Bunga datang ke Kota Ping'an untuk membuka kedai kue biji wijen.

Jika para wanita cantik itu mengetahui tentang ini, tidakkah menurutmu mereka akan

merasa tindakan mereka dalam memperebutkan peringkat teratas setiap bulan itu begitu kekanakan?

Semua kesombongan

akhirnya akan sia-sia.

Merekalah yang menganggapnya terlalu serius.

Sementara kita tetap bisa melihat segalanya dengan enteng.

Kita membuka kedai kue biji wijen di sebuah kota kecil seperti surga dan saling menemani setiap hari.

Ini sungguh "Aku lebih suka iri pada sepasang bebek mandarin yang bisa bersama sampai mati, daripada iri pada dewa-dewi."

Mengapa kau selalu saja bergurau?

Aku mau tanya.

Apa kau tahu cara membuat kue biji wijen?

Mungkin tidak begitu sulit.

- Jadi artinya, kau tidak tahu, kan? - Tidak tahu.

Aku sudah mengaturnya untukmu.

Kau sudah membuat pengaturan lagi?

Mereka datang.

- Tuan. - Tuan.

Aku akan memercayakan sepupuku pada kalian berdua.

Tuan, jangan khawatir. Kami pasti akan mengajarinya dengan baik, ya?

- Tuan, tenang saja. - Terima kasih.

Tidak terlalu sulit.

Harap Ketua Partai Lao Lie tidak cemas.

Aku pasti akan menjaga Nona Pertama dengan baik.

Kalau begitu terima kasih banyak, Kepala Desa Lao Xie.

Kepala Pelayan Yi tak perlu begitu sopan.

Maksud ayah angkat adalah...

cukup hanya dengan melindunginya secara rahasia.

Ketua Desa Lao Xie juga tak perlu terlalu gelisah.

Aku mengerti.

Kalau begitu aku, Yi Lang, akan pergi dulu.

Silakan.

Kakek!

Feng'er.

Ayah mertua, apakah itu tadi Ketua Pelayan Yi?

Ya. Dia benar-benar seorang berbakat muda yang langka.

Dia datang kemari karena--

Dia bilang Nona Pertama mau berkeliling dunia persilatan. Aku pikir tak semudah itu.

Tapi tak peduli apapun alasan dia di sini, kita harus memberikan keramahtamahan sepenuhnya.

Feng'er, bisakah aku memintamu melakukan sesuatu untukku?

Baik. Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk memenuhinya.

Dengan umur mudamu, apa maksudmu mempertaruhkan nyawamu?

Itu pertanda buruk.

Kakek, apa itu? Apakah menyenangkan?

Kau akan menyukainya.

Aku mengizinkanmu diam-diam melindungi seorang kakak perempuan.

Apa? Apakah kakak itu dalam bahaya?

Tidak. Tidak.

Kakak ini datang ke kota Ping'an untuk berjalan-jalan.

Kau hanya perlu mengenal dan berteman dengannya.

Biar aku dan ayahmu tahu apa yang terjadi padanya setiap hari.

Hanya dengan melakukan ini sudah akan memenuhi tugasmu.

Baik.

Aku akan mematuhi perintahmu.

Tambahkan tepungnya.

Jangan anggap ini hanya seperti meremas adonan.

Ada banyak rincian yang harus diperhatikan.

Menjadi terlalu kering atau terlalu basah itu tidak bagus.

Kekuatan pergelangan tanganmu juga harus tepat.

Dalam pembuatan kue biji wijen, pertama kau harus belajar bagaimana cara membuat adonan kue.

Adonan kue adalah...

Gadis, kau bahkan tak tahu apa itu adonan kue.

Bagaimana kau akan membantu sepupumu membuat kue biji wijen?

Belajarlah baik-baik.

Jika kau tak bisa belajar dengan baik, aku akan mengurangi bayaranmu.

Hei Tuan, mengapa kau datang ke kota Ping'an?

Kami dengar dari orang-orang bahwa tempat ini adalah nirwana.

Tak seorangpun memiliki kuasa hukum atasnya dan tempat yang sangat cocok untuk tinggal.

The Flame's Daughter subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Flame's Daughter

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left