Secret Sessions

Secret Sessions

Download Indonesian Subtitle

Release info

Secret Sessions 2024 WEBRip id
A Commentary by Kudalumping
Durasi: 01:05:33

Tags

webdl
Published on: 2024-12-18
Downloads: 453
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Calo akan berusia delapan tahun. Aku bahkan tidak sempat menghadiri ulang tahunnya tahun lalu.

Kau merasa bersalah atas ketidakhadiranmu?

Bisakah aku merasa bersalah? Dia bahkan bukan anakku.

Kau selalu ada untuknya selama lebih dari separuh hidupnya.

Kau menyayangi Calo, dan kita tahu dia juga menyayangimu.

Aku yakin dia tahu kau dan ibunya tidak mungkin berada di ruangan yang sama.

Dia pintar, pasti dia mengerti.

Kau benar, Dok.

Panggil saja aku Eric.

Eric, kau membiarkanku menang karena kasihan.

Tidak. Jika aku menang, apa itu membuatmu merasa lebih baik?

Jika kau menang. Aku akan pergi sekarang.

- Terima kasih. Sampai jumpa. - Oke.

Sayang?

Aku juga sudah selesai. Sampai jumpa di rumah.

Oke.

Aku mencintaimu.

Tunggu.

Bisa kau ambilkanku vas itu?

Aku sangat beruntung calon suamiku sepertimu...

Tampan...

manis, dan mudah diatur.

Aku lebih beruntung dengan tunanganku,

dia berjanji akan membongkar semuanya sebelum aku pulang.

Hmm?

Aku banyak pekerjaan di kantor.

Aku harus mengawasi tim TI dan karyawan baru.

Oh! Aku belum masak...

Itu sebabnya aku membawakan makan malam. Aku tahu itu akan terjadi.

Benarkah?

Pahlawanku!

Jadi, maksudmu? Kau stres kerja?

Itu bisa diatur... tentu saja, yang kita bicarakan itu aku.

- Aku lebih beruntung dibanding orang lain. - Oh?

Kami punya karyawan baru,

Cara…

Cara... Aku pernah merokok dengannya sebelumnya.

Dia sedang mencari konseling jadi aku menyebutmu.

Oke?

Ada begitu banyak barang.. dia putus dengan bosnya baru-baru ini.

- Putus dari Bosnya baru-baru ini. - Bosnya?

Benar? Gila kan.

Tapi dia tidak kacau atau apa pun.

Dia sebenarnya manis,

- dia mengajariku main Playtime. - Oh, Playtime...

Bukan seperti yang kau pikirkan. Ini, Playtime.

Playtime, kau tahu

hampir semua orang di kantor memainkan ini.

Ada berbagai macam permainan di dalamnya.

Ada banyak pilihan, kan?

Ayo kita coba ini, Scatter.

Oh, jadi ini Scatter? Mereka menyebutkan ini di klinik.

Katanya mainnya mudah, cukup melalui E-wallet.

Ya benar?

- Kita menang Scatter! - Hebat, kau menang!

Kau tahu, ini bisa menambah keuangan kita.

Uhm... jadi, tentang Cara...

Aku sedang memikirkan itu.

- Aku tahu kemana arahnya. - Ya, aku menyebutkanmu.

Ayolah, Kate. Kau tahu jadwalku padat untuk beberapa minggu ke depan.

Selain itu, kita sedang mempersiapkan pernikahan, ingat?

Kita punya waktu. Dua bulan.

Ayolah, kau tahu aku berhati lembut dalam hal seperti ini.

Kumohon?

Aku punya pilihan?

Oke, oke, aku akan melakukannya.

Sekarang bisa kita melakukan waktu bermain lainnya?

Oh ya!

Oh ya!

Panas sekali. Biar aku mandi dulu.

Sampai jumpa di atas.

Oke.

- Aku akan terus main Playtime. - Oke, oke.

Aku akan cepat.

Aku akan main saja.

Ya!

Bro,

aku akan mengurus reservasi hotelnya.

Yang lain sebaiknya ikut.

Bahkan mereka tidak membalas. Biarkan saja.

Kaulah yang bersikeras mengadakan pesta bujangan. Bukan aku.

- Yang kuinginkan hanyalah... - Dua gelas bir.

- Ya. - Dua gelas bir. Aku pernah mendengarnya sebelumnya.

Kau tidak bisa mengadakan pesta bujangan hanya dengan dua gelas bir.

Hanya menjalin ikatan dengan teman. Apa yang salah?

Apa yang salah? Semuanya, kawan!

Kau meninggalkan masa lajang... bujangan .

Bukannya itu punya nilai sentimental?

- Tidak. - Tidak? Aku tahu apa yang akan kau katakan.

Aku mengenalmu. Biar aku melakukan ini...

Itu peranku dalam hidupmu sebagai sahabatmu.

Biarkan aku memainkan peranku. Meski hanya penari, oke?

Kau tahu aku sedang dalam masa pemulihan dari kecanduan seks, kan?

Aku tidak bisa mengambil risiko lagi.

- Kau, dari semua orang, harus tahu itu. - Kau harus tahu itu.

Eric, tidak ada yang menyuruhmu tidur dengan perempuan di sana. Kau gila.

- Dan selain itu... - Ssst.

Hai, B!

Hei, B... pantatmu tampak bagus!

Dan selain itu, jangan egois.

Pesta ini untuk kami, bukan untukmu.

- Kau playboy... - Pensiunan.

Pensiunan, ya. Kau menyenangkan sebelum bertemu dengan Kate.

Sekarang kau membosankan. Kau tidak menarik lagi.

Membosankan? Baiklah, aku akan memberikannya pada orang lain

- karena aku sangat membosankan. - Aku hanya bercanda. Ayolah.

- Kita berteman baik, kan? - Ya, ya.

Dengar, aku akan menjadi anti-wingmanmu.

Jika seorang perempuan mendatangimu, aku akan segera memblokirnya.

- Aku akan melakukan blokiran. - Bagus. Bagus.

Satu hal lagi, kawan,

setiap kali kau bawa makanan untuk Kate dan dia tidak memakannya

biarkan aku yang menghabiskan, oke? Aku tidak pernah bisa makan makanan seperti ini...

Seperti yang kalian tahu, aku praktis, selalu sarden.

- Hei! - Maaf.

Siapa yang kurang tidur, kau atau aku?

Akulah yang berpesta tadi malam, kan?

Kita cari tahu jadwalnya, aku mau meluangkan waktuku.

Uhh... Meg?

Oh!

Doc?

Ini Cara, dia yang janji jam 3 sore. Dia bilang kau menunggunya?

Hai, Dok. Aku Cara. Kate sudah bilang?

Ah ya. Kate…

Benar, dia sudah bilang. Eh, silakan duduk.

Jadi... ceritakan padaku tentang...

Jadi, Kate menyebutkan alasanku mencari konseling?

Ya. Dia bilang kau mengalami perpisahan yang buruk?

- Itu hanya puncak gunung es, Dok. - Panggil saja aku Eric.

Jangan khawatir, ini tempat yang aman.

Baiklah jika kau mengatakan itu… Eric.

Bagaimana cara mengatakannya? Ada banyak hal yang perlu dibongkar.

Kau bisa mengatakannya. Ini tempat yang aman, ingat?

Aku menikmati seks dengan orang yang sudah menikah.

Terlalu detail... Eric?

- Baiklah... - Haruskah kujelaskan, Eric?

Tentu saja, jangan ragu.

Perpisahan terakhirku, kami tidak pernah benar-benar bersama.

- Dia lebih tua. Sudah menikah. - Kau jatuh cinta pada orang yang sudah menikah?

Jatuh cinta? Tidak.

Aku hanya menikmati seks dengan orang yang sudah berpasangan.

Oh baiklah. Jadi, ini bukan kasus yang terisolasi?

Tidak. Ini lebih… seperti fetish.

Kenapa kau mengatakan itu?

Ini menarik. Kau tidak merasakannya, Eric?

Merasakan apa?

Kerahasiaan. Ini lebih menggairahkan, kan?

- Membangkitkan gairah? - Membangkitkan.

Itu bahayanya. Aspek terlarangnya.

Tapi bukannya kau berpikir kau menggoyahkan pernikahan saat itu?

Jika lelaki beristri menginginkanku,

menurutmu mereka setia sejak awal?

- Tapi kau bisa menjadi bagian dari itu. - Secara hipotetis.

Katakanlah aku memintamu ngeseks denganku sekarang.

- Secara hipotetis. - Kau tidak terangsang?

Kupikir kau bisa ngaceng juga.

Apalagi karena dilarang.

Itu lebih menyenangkan.

Lebih menggiurkan, karena tidak boleh.

Kau mungkin sudah memikirkannya.

Tentang apa?

Jika kau ngeseks denganku.

Dan aku mengisap penismu.

Secara hipotetis.

Secara hipotetis.

Aku benar-benar tidak menyukainya, maaf.

- Aku tidak menyukainya. - Benarkah?

Apa pun yang kau katakan, aku harus mengatakan tidak.

- Hai teman-teman. - Eric!

Itu dia.

Eric, akulah yang mendapat hukuman di pernikahan ini, kan?

Dia memasangkanku dengan sepupunya!

Kalian masih membicarakan itu?

Mana ciumanku?

Kenapa, ada apa dengan Erika? Dia cantik.

Dia tidak cantik. Kau bias karena dia sepupumu.

- Gila! Seolah-olah kau tampan sekali! - Aku menerimanya...

Aku bernilai tujuh. Maksimal.

Tapi ayolah, Kate. Sepupumu seperti… bernilai empat.

Kau tahu, di usiamu,

kau seharusnya mulai serius, tenang.

Bicaralah dengan temanmu. Otaknya selalu penuh nafsu.

Katanya otakmu penuh nafsu, bro.

Jangan biarkan aku mendengar pesta bujanganmu akan meriah, oke?

Tentu saja tidak, kami hanya akan minum kopi.

Ya, kalau kami hanya kue-kue dan permainan papan.

Wah kedengarannya seru, itu pembaptisan?

- Aku akan ke atas. - Baiklah, sampai jumpa.

Percayalahu, bro.

- Kita juga akan mengadakan permainan. - Kau akan membuatku mendapat masalah.

Ngomong-ngomong, reuninya besok.

Kau harus datang... aku menjodohkanmu dengan seseorang di Bumbler.

Siapa kali ini?

Bung, dia seorang pemenang.

Itu sebenarnya yang kuatur.

Kau laki-laki terbaik, oke?

- Dia mungkin palsu. - Tidak mungkin. Kami sudah melakukan panggilan video.

- Besok, aku akan menyelesaikan kesepakatannya. - Terserah padamu.

Akui saja bro, kau timpang sekarang.

Jadi, sudah berapa lama kau jadi terapis?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left