Be Melodramatic

Be Melodramatic (멜로가 체질)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

멜로가체질 Be Melodramatic E13 NEXT VIU
멜로가체질 Be Melodramatic E14 NEXT VIU
멜로가체질 Be Melodramatic E13 720p-Unknow VIU
멜로가체질 Be Melodramatic E14 720p-Unknow VIU
멜로가체질 Be Melodramatic E13 WEB-DL VIU
멜로가체질 Be Melodramatic E14 WEB-DL VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

720p
720
Published on: 2019-09-22
Downloads: 27
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 13"

Bagaimana kalau kita mengatur waktu kapan mulai dan selesai bekerja?

Kurasa itu mustahil dalam membuat drama.

- Mari tetap melakukannya. - Kenapa?

Aku ingin jam kerjaku

ditentukan dengan pasti

agar bisa melakukan sesuatu yang manis

dari saat aku pulang kerja sampai aku kembali bekerja.

Akan bagus jika ada jam kerja yang jelas.

Apakah sesuatu yang manis itu

ada hubungannya denganku?

Itu hanya ada hubungannya denganmu.

Kita tidak sedang bekerja, bukan?

Ya.

Saat dia memegang tanganku,

entah bagaimana aku menjadi tenang.

Aku merasa bisa memeluknya

dan tidak akan menyesalinya.

Tapi pacaran adalah proses perusakan kepercayaan semacam itu.

Kamu akan menjadi pesimis lagi.

Ada juga proses untuk mengembalikan kepercayaan.

Itu juga bagian dari pacaran.

Rupanya kamu memikirkan hubungan jangka panjang dengannya.

Aku

hanya ingin melakukan hal-hal manis saat ini,

tapi sesuatu yang tidak terduga terjadi.

Kurasa bagus jika berangkat kerja di pagi hari.

Rasanya menyenangkan jika berjalan di pagi hari.

Aku juga sedang berjalan.

- Aku akan ke studio. - Baiklah.

- Kamu sudah menyarap? - Belum.

Aku membawa tomat ceri.

Kalau begitu, aku akan membeli roti dan susu dalam perjalanan.

Kamu suka roti apa?

Roti tawar.

Kalau begitu, aku juga akan membeli telur.

- Sampai jumpa di studio. - Dah.

Roti tawar, aku menyukainya.

Susu, aku menyukainya.

Telur, aku juga menyukainya.

Protein dan kalsium yang lezat.

Tapi jika makan terlalu banyak, kita akan buang angin.

Bagaimana? Seperti ini.

Di saat seperti itu, hidupkan pemurni udara.

Kenapa kamu muncul dari situ?

Aku hanya ingin mengejutkanmu.

Tapi ternyata itu ide buruk.

Dan aku tidak mendengar apa pun.

Jangan berbohong.

Bahkan tetangga sebelah pasti mendengarnya.

Ini hal sepele. Ini bukan masalah besar.

Aku juga pernah buang angin saat bersamamu.

- Tidak apa-apa. - Jangan mendekat.

Ini hal sepele.

Itu hanya suara. Aku bahkan tidak bisa mengendusnya.

Tidak mungkin. Pemurni udaranya tiba-tiba hidup?

Sudah kubilang jangan mendekat.

Kita masih punya lima menit sebelum jam kerja dimulai.

Aku akan kembali pukul 09.00. Semua akan baik-baik saja.

Itu terlalu cepat,

tapi itu sesuatu yang harus dialami pasangan kekasih.

Gunakan kesempatan ini untuk saling buang angin.

Aku tidak suka itu.

Tidak baik buang angin keras-keras di dekat orang yang kita cintai.

Tidak ada salahnya menyembunyikan hal yang bisa kita sembunyikan.

Aku juga tidak suka itu. Itulah maksudku.

Tapi dia memergokiku.

Apa harus seserius ini?

Ya. Aku sangat benci itu.

Lantas kenapa kamu buang angin saat memasukkan telur ke kulkas?

Tunggu.

Kamu yakin suaranya seperti ini?

Jujurlah kepada kami.

Mungkin tidak selucu ini,

tapi agak kotor.

Bisa-bisanya kamu buang angin tadi?

Itu agak sulit diekspresikan

dengan mulut.

Aku tidak mengerti kenapa kamu sangat serius soal ini.

Dia bilang itu sulit diekspresikan dengan mulut.

Itu mengubah segalanya.

Itu hanya getaran otot sfingter.

Baik terdengar seperti ini maupun seperti itu...

Ya, seperti itu suaranya. Bagaimana kamu tahu?

Apa? Bagaimana suaranya?

Tidak, bukan ini.

Lakukan lagi.

Masa bodoh. Ini sama sekali tidak penting.

Tapi kamu buang angin. Kenapa kamu harus buang angin?

Lalu Sutradara Son bilang apa?

Peri kentut adalah sesuatu yang tidak terelakkan

dalam proses pencernaan.

Itu memang harus dilepaskan.

- Diam. - Jika kamu menahannya,

itu akan terakumulasi di dalam perutmu.

- Lalu perutmu akan mengembang. - Kubilang diam.

Sebagian akan diserap kembali ke darahmu

dan dilepaskan lewat napasmu.

- Lalu kenapa? - Mari kita bersikap tenang.

- Aku tidak mau. - Menyembunyikan buang angin

adalah kebohongan, bukan?

Semua orang mengetahuinya,

tapi kamu menyembunyikannya, melepaskannya diam-diam,

dan terkadang terpergok sampai malu seperti hari ini.

Kita tidak perlu bersikap seperti ini.

Hari ini terjadi kecelakaan.

Wajar jika orang kesal sehabis mengalami kecelakaan!

Baiklah. Jangan marah.

Contoh yang tepat untuk situasi ini adalah pepatah,

"Melampiaskan kesalahan kepada orang lain."

Apa katamu?

Tidak ada.

Dia benar-benar pria.

Dia menyikapi masalah secara rasional.

Maksudku,

pasti canggung jika mengatakan, "Jin Joo, menurutku kentutmu lucu."

Aku juga tidak mau ini diselesaikan dengan cara emosional.

Pasti akan menyebalkan jika kentutku bau.

Hei, kenapa kamu melamun lagi?

Aku tahu saat menyukai seseorang,

kita cenderung menyukai semua hal tentang orang yang kita sukai.

Tapi masih ada hal yang membuat kita tidak nyaman.

Dan kita harus berhati-hati dengan hal itu.

Ada saatnya kita berdebat sengit,

lalu kita tidak ingat

apa yang kita debatkan.

Biasanya, kita kurang berhati-hati

dengan hal yang membuat orang lain tidak nyaman.

Benar. Secara rasional,

rata-rata manusia buang angin delapan kali sehari.

Lakukan secara diam-diam 4 kali, dan secara terbuka 4 kali. Mengerti?

Awalnya terdengar masuk akal, tapi...

Buang angin bagaikan kiper dalam sepak bola.

Kiper bisa menepis tujuh bola, tapi sekali kebobolan, timnya kalah.

Lalu? Apa kesimpulannya?

Ya. Aku menghapus ingatannya saat kami berjalan-jalan

- sehabis makan malam. - Apa?

Mari hapus kenangan itu dan mulai lembaran baru.

Apa itu perlu? Aku sudah mendengar dan mengendusnya.

Berhenti mengatakan itu.

Bagaimana kalau begini saja? Kapan pun kita mau buang angin,

kita saling berpelukan dan mengeluarkannya dengan hangat.

Berhentilah bersikap konyol.

Aku tidak mau kamu penasaran apa aku akan buang angin tiap memelukmu.

Kamu benar.

Baiklah.

Mari hapus kenangan itu dan mulai lembaran baru.

Tapi...

Yang benar saja.

- Hei. Ingatanku sudah hilang. - Apa?

- Buang anginmu. - Belum.

Sakit.

- Tepat di pelipis. - Apa ini manjur

untuk menghapus ingatan?

"Sewaktu kita bertengkar dan kamu sakit"

"Kamu ke kamar mandi dan mengeluarkan suara"

- Kamu sedang menulis lagu? - Ya. Aku bosan.

- Kamu sudah membuat judulnya? - Aku menonton film pendek,

dan itu benar-benar menginspirasiku. Itu judul filmnya.

Film apa yang membuatmu terinspirasi?

Bisnis seorang pria gagal,

dan dia bertengkar dengan istrinya sehari sebelum mereka pindahan.

Dia buang air besar di WC dan mereka berbaikan sambil mengendusnya.

Apa? Itu film humor di toilet?

Tidak. Itu kisah cinta yang indah.

Ada apa dengan liriknya?

"Sewaktu kita bertengkar dan kamu sakit,"

"Kamu ke kamar mandi dan mengeluarkan suara."

- Apa ini? - Apa? Kenapa?

Liriknya manis sekali.

Ini mengingatkanku pada mantanku.

Kami bertengkar hebat gara-gara aku buang angin.

- Apakah mantanmu itu... - Ya.

Dia.

Begitu rupanya. Kurasa dia sangat benci itu.

Dia benci itu, seperti bagaimana kamu tidak memercayai ceritaku.

Itu tidak penting lagi.

Aku ingin mengiriminya pesan dengan lagu ini.

Kuharap baunya akan hilang...

Aku mau dengar saat lagunya sudah jadi.

Santai saja. Nanti kamu sakit.

Aku berhenti tepat waktu di jam pulang kerja. Tenang saja.

Dan aku jarang makan di sini.

Aku sering membuang makanan. Jadi, jangan isi kulkasnya.

Berhentilah memesan makanan. Kamu hanya perlu membuat nasi.

Aku dan Sutradara Son memutuskan untuk menjalin hubungan serius.

Apa?

Apa maksudmu?

Selagi bekerja, dia sutradaraku. Seusai bekerja, dia pacarku.

Bisa-bisanya kamu menyampaikan hal serius sesantai itu?

Kenapa Ibu menganggap ini serius?

Dia pasti kesulitan dalam memberikan kepastian.

Apa yang dia lihat darimu?

Kurasa dia menilai wanita dari penampilannya.

- Itu mustahil. - Tidak, itu mungkin.

Ajak dia ke rumah.

Ibu merasa tidak enak. Setidaknya ibu harus memberinya makan.

- Ibu merasa tidak enak? - Ya.

Ibu tidak pernah buang angin.

Benar. Kenapa tidak pernah? Selama bertahun-tahun?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left