The first 200 lines.
"Semua tokoh, organisasi, tempat, kasus, dan insiden"
"Dalam drama ini hanyalah fiktif"
Sudah ditangani.
Kini giliranmu menepati janjimu.
Beri Jang Hae Ryong tugas.
Cukup
suruh dia membunuhku.
Kamu pasti salah paham.
Jika bisa dibereskan dengan uang, kami tidak mau repot turun tangan.
Walau turun tangan pun, kami tidak akan melibatkan polisi
karena risikonya besar.
Setelah ditangani, Anda malah mundur?
Akan kubayar. Tenang saja.
Tapi ada beberapa hal yang tidak dapat dilakukan.
Bukankah Anda meminta bantuan Pak Jang
saat Oh Sang Do mencuri catatan suap itu?
Itu keputusan Han Wook sepenuhnya.
Dialah yang menyeret orang lain demi menemukan catatan itu.
Aku sudah menegurnya.
Berarti putra Anda bisa membantuku, ya?
Putra Anda datang.
Pak Park.
Rumornya, Oh Sang Do sudah mati.
Cek kebenarannya dengan Pengacara Han.
Setelah itu,
kita bisa berbincang.
Apa Ayah menyuruhnya berbuat sesuatu?
Mereka bersekongkol.
"Episode 6"
"Unit Perawatan Intensif"
"Bangsal 1"
Dia sedang koma.
Suatu mukjizat jika dia siuman.
Kamu tidak percaya dengan mukjizat, bukan?
Hubungi dia.
Perlu kupastikan dengan mata kepalaku sendiri.
Untuk itu, aku dibayar.
Boleh saja.
Tapi bagaimana caramu masuk?
Aku sudah menanyakan imbalan yang perawat minta
jika aku masuk sepuluh menit.
Anda tidak ikut?
Dia belum membayarku. Kamu saja.
"Unit Perawatan Intensif"
Apa Oh Sang Do baik-baik saja?
Ya, berkat kamu.
Sungguh nyaris.
Dia harus ditikam agar boleh dilarikan ke rumah sakit.
Apa Muil mengabulkan permintaanmu?
Tahan Park Si Young selama mungkin.
Jika dia keluar lagi, dia bisa menyulitkan kita berdua.
Ya, memang begitu niatku.
Ya. Hanya sedikit orang yang kamu percaya, bukan?
Aku sudah membantu Oh Sang Do keluar.
Kuharap kamu tidak mengusikku lagi.
Baik, Bu.
Apakah ada caranya?
Masukkan ini ke mulutmu dan pura-pura muntah.
Pegang ini dan remaslah seakan lukamu terbuka.
Kenakan ini juga.
Rasanya tetap sakit. Jadi, bersiaplah.
Aku sudah menunggu lama.
Seharusnya kamu bergegas.
Aku datang karena mencemaskan Pak Oh.
- Apa itu salah? - Ya.
"Unit Perawatan Intensif"
Si Young.
Katanya kamu menyuap perawat.
Hanya agar aku diizinkan masuk.
Sambil membawa ini?
Itu bukan milikku.
Mau memeriksa sidik jarinya?
Buka tanganmu.
Buka, Bedebah.
Sial!
Lepaskan.
Kini ada sidik jarimu di sini.
"Rumah Sakit Hanil"
Dia mau dibawa ke mana?
Liburan. Kenapa?
Tidak biasanya kamu memalsukan barang bukti.
Aku memang begitu.
Di mana Lee Kyung Ae?
Aku tidak pernah melakukan hal berisiko begitu.
Setelah Kim Jae Myung yang berpengaruh pun ditangkap,
aku tidak pernah melanggar hukum.
Benarkah?
Tapi kamu tetap harus ditahan.
Semua ini muslihat Kim Jae Myung.
Kamu terjebak permainannya.
Tidak apa-apa.
Putranya ada di tanganku.
Dia pasti akan menurutiku.
Jangan khawatir.
Kami sedang mencari istrimu.
Kalian akan segera bertemu kembali.
Tegarlah.
Akan kubantu mendapatkan uang dari Muil.
Mencuri uang dari para orang tamak itu bukanlah dosa.
Jadi, setelah bertemu dengan istrimu kembali,
makan enak yang banyak dan kunjungi tempat-tempat indah.
Bahagiakan dia.
Minta maaflah karena melibatkan dia.
Suruh dia menjalani pengobatan kanker dan...
Kamu tidak suka ucapanku?
Maaf.
Jika ada solusi lain, pasti aku memilihnya.
Dari mana senjata ini?
Jae Myung yang memberikannya.
Dia memang tidak bisa dipercaya.
"Pak Do"
Giring dia.
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
- Pak Do. - Ya?
Aku memeriksa rekaman CCTV di penjara
dari sudut lain. Ternyata itu bukan kecelakaan.
Coba kulihat.
"Kim Young Goon"
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Young Goon tidak bisa dihubungi.
Ayo cari dia.
Baiklah.
Apa lagi?
Borgol tangan kananmu dengan kemudi.
Kamu pikir aku bercanda? Cepat.
Jangan begini. Kita harus menemukan istrimu.
Jika ditangkap, kamu tidak bisa bebas lagi.
Juga tidak bisa menebus perbuatanmu.
Toh aku sudah tidak bisa menebus perbuatanku terhadap istriku.
Kukira dia akan terus mendampingiku jika kuberi obat.
Tapi pertimbanganku salah.
Aku tidak mampu membantunya.
Hanya ada satu hal
yang kini bisa kulakukan.
Aku berjanji tidak akan melukaimu kepada Jae Myung.
Jangan bertindak bodoh dan tunggu di sini. Paham?
Sial.
Jangan. Nanti mobil ini juga disita.
Aku sudah susah payah mendapatkannya.
Permisi!
Di sini!
Boleh pinjam ponselmu?
Aku melihat videomu menyerang Oh Sang Do.
Masih saja bengis.
Aku juga kehilangan istriku.
Dia ingin bebas dan menemukan istrinya.
Dia ingin koneksi, jadi, aku membantunya.
Kudengar kamu ingin bebas?
Kamu pun jadi punya alasan untuk mengusut.
Maka harapanmu terkabul.
Oh Sang Do kabur tadi.
Dia memakai pisau yang disimpan di perbannya
untuk mengancam Young Goon.
Kamu tidak penasaran dengan kondisi Young Goon?
Toh kamu akan bilang jika dia terluka.
Tentu.
Kamu pasti sedang mencemaskan hal lain.
Young Goon bisa dipecat dari kepolisian
atau dimutasi ke Divisi Lalu Lintas lagi.
Lebih baik begitu daripada dibunuh.
Kenapa sikapmu begini?
Aku dipenjara dan tidak memercayaimu.
Aku harus apa lagi untuk melindungi Young Goon?
Han Tae Joo paham itu.
Tapi kamu seperti menduga aku merencanakan sesuatu.
Kamu bersekongkol dengan Pengacara Han
untuk membebaskan Oh Sang Do?
Kami saling bantu.
Han Tae Joo bilang
kamu akan mengeluarkannya dari penjara
jika aku pura-pura membunuhnya.
Katanya dia bisa dibebaskan dengan cara itu.
Otak Han Tae Joo lebih encer darimu.
Dia tidak memikirkan konsekuensinya.
Pokoknya, kamu pasti akan dihukum karena ini.
Apa lagi yang bisa kualami?
Lagi pula, aku akan dipenjara seumur hidup di sini.
Lee Kyung Ae bagaimana?
Kamu tidak peduli dengan nyawanya?
Dahulu aku juga ingin melindungi istriku.
Aku membantu Oh Sang Do
karena dia mengingatkanku pada masa laluku.
Astaga, tidak bisa dibuka.
Padahal kamu bisa mengklakson, kenapa melontarkan tembakan?
Benar juga.
Tapi pistol memang lebih keras.
Bersyukurlah kamu tidak dibunuh.
Kamu tidak melaporkan ini ke petinggi, bukan?
Sudah kubilang, aku segera ke sini setelah dihubungi.
Katanya Pak Do sedang menemui Kim Jae Myung.
Kita semua bisa dipecat jika terus memakai cara ini.
Berhasil.
Maka kita harus segera pergi sebelum dipecat.
- Ke mana? - Rumah Lee Kyung Ae.
Hanya ada satu hal
yang kini bisa kulakukan.
Ada yang luput dari kita.
Cepat naik.
Dilarang masuk tanpa izin, bukan?
Kenapa kamu terus membandel?
No comments yet. Be the first to leave one.