The first 96 lines.
Mahabharat episode 265: Brahmastra Aswatama mencederai kandungan Uttara
Kakak
Panggil, Panggil Kakak - Ibu
Panggil Kakak Krishna
Kakak - Uttara
Uttara Uttara
Uttara - Kakak
Uttara
Subhadra Uttara, - Tolong
Kakak - Uttara - Uttara
Govind
Ashwatthama kau Orang Keji
kau selalu me-nyalahgunakan kekuatanmu
perbuatan keji yang kau lakukan
belum pernah dilakukan oleh siapapun di dunia ini
Duryodana, Dusshasana, Raja Gandhara Shakuni
Kansa, Rahwana, Hiranyakasipu
kau akan dihukum lebih parah daripada mereka
Ashwatama, kau tidak takut akan kematian bukan?
Aku menghilangkan kematianmu
Aku mengutukmu, kau akan hidup abadi
dengan seluruh bagian tubuhmu yang membusuk
setiap pori-pori tubuhmu akan mengeluarkan cairan darah dan empedu
tak seorangpun akan mau mendekatimu, Ashwatama
kau akan mengembara sendirian di setiap sudut bumi ini
sampai akhir jaman
kau akan berdoa setiap waktu supaya mati
tetapi kau tidak akan mendapatkan kematian
kau akan hidup dalam kebohohan
kau akan hidup dalam kegelapan
seluruh masyarakat akan mengutukmu
tetapi kau akan tetap bernafas, Ashwatama
kau akan terus bernafas
Ibu - Uttara - Uttara
Ibu - Uttara - Uttara
Ibu - Uttara
Uttara, bertahanlah
- Ibu Uttara, Bertahanlah !
- tidak kau akan baik-baik saja
Bertahanlah -Ibu
Uttara - Uttara
Tidak akan terjadi apa-apa denganmu
Tidak akan terjadi apapun pada kandunganmu
Uttara, masadepan pandawa ada di kandunganmu
kau tidak boleh membiarkan kandunganmu mati
Ashwatama telah menyerang kandungannya dengan 'Bramhastra', Panchali
Masa depan kita telah di musnahkan
Tidak Tidak
tidak, ini tidak boleh terjadi
Pewaris dari Abhimanyu ku, tidak boleh mati
ini tidak boleh terjadi, Kakak
Ketidakadilan apakah ini, Govind?
kau pernah bilang kalau akan ada penghancuran.
tetapi penghancuran ini
bahkan pewaris dari dinasti kami yang belum lahir telah di musnahkan
Kakak, Aku adalah titisan 'Yoga Maya'
Aku telah menyelamatkan hidupmu
saat melindungi kakak Balarama
aku telah memindahkan janinnya dari kandungan Ibu Devaki
dan menaruhnya ke dalam kandungan Ibu Rohini
Mohon bantulah aku ini
mohon selamatkanlah pewaris terakhir dari keluarga kami
Kakak
Tenanglah, Subhadra!
Masa depan Pandawa adalah masadepan dunia ini
dan aku tidak akan membiarkannya musnah
Aku telah memberitahu Drupadi
bahwa untuk menyempurnakan reformasi
akan ada penghancuran menyeluruh
tetapi sampai berakhirnya waktu
masadepan tidak boleh dimusnahkan, Subhadra
ini tidak boleh
Aku, Vasudev Krishna
dengan buah perbuatan muliaku dalam kehidupanku
menghidupkan kembali kandungan Uttara
kembali hidup setelah sekali kematian
di sebut 'Dvija' (kelahiran kedua)
ini adalah prosesi pemurnian
Hari ini anak Abhimanyu telah mati dalam kandungan ibunya
dan dirinya menjadi "Dvija'
karena itu, dia telah disucikan
Tuhan telah memberinya Ujian bahkan sebelum kelahirannya
oleh karena itu anak ini
akan dikenal dengan nama 'Parikshit'
Anak-anak Pandu, Tahap akhir dari perang ini berakhir hari ini
ini waktunya melaksanakan upacara terakhir untuk anak-anakmu
kau telah mengatakan, Govind
kalau perang ini membutuhkan banyak pengorbanan
aku harus mengorbankan semua anak-anakku
Apakah kau sedih, Drupadi?
akibat dari perang ini
bagaimana aku menjawabnya, Govind?
penderitaan tubuh lebih jelas diungkapkan dalam imajinasi
dibandingkan dengan kata-kata
tetapi kalau di hati ini
penderitaan di hati kurang jelas untuk dibayangkan
No comments yet. Be the first to leave one.