Release info

정신병동에도아침이와요-DailyDoseofSunshine-E11-WEBRip-NF
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-11-03
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bu, sudah kubilang tak usah keluar!

Seharusnya kau bangun lima menit lebih awal.

- Sudah pakai baju lapis? - Sudah, sudah!

- Sudah makan? - Kubilang sudah!

Seharusnya kau pakai parka.

- Ah, aku berangkat. - Dah.

Ah, kacaunya!

Dia tampak seperti anak kecil dengan sepatu itu.

Aku memuji diriku, karena memutuskan untuk menjadi perawat lagi.

- Aku mengantuk. - Apa kau tidak tidur nyenyak?

Aku mimpi ada pasien bertingkah,

dan ada pasien baru.

Dalam mimpi pun aku bekerja.

Rasanya mau mati.

- Halo. - Oh?

Selamat pagi.

Da-eun!

Akhirnya kau kembali bekerja?

Ya. Kalian pasti sudah kesulitan karena aku. Maaf.

- Lama tak jumpa. Aku sangat rindu! - Benar.

Seharusnya kau bilang.

- Kalian… - Oh.

Tak mau mulai bekerja?

- Halo. - Ya.

Nanti saja saling menyapa. Bekerjalah.

- Baik. - Baik.

Nanti kita bicara.

POLI KESEHATAN JIWA JUNG DA-EUN

- Park Byeong-hui, pasien usia 18 tahun. - Ya.

Dia tak bisa beradaptasi di sekolah dan tidak akur dengan teman-temannya.

Tensimu normal.

Hai.

Kapan aku dapat makanan?

Byeong-hui, panggil beliau Ibu Perawat.

Bu Perawat, kapan aku dapat makanan?

Dokter akan datang untuk memeriksamu.

Sebelum itu, kau bisa makan.

Tak boleh makan sekarang?

Byeong-hui.

Tunggu sebentar.

Aku permisi.

Ae-sin, tensimu normal.

Kau senang, pindah ke bangsal terbuka sebelum pulang?

PRIA/40, KIM*SIK

Jangan takut dan ciut terlebih dahulu.

Mulai besok, bekerjalah dengan percaya diri. Mengerti?

Halo.

Kim Sung-sik, bagaimana kabarmu?

Aku kembali bekerja.

Bagus sekali.

Melihat catatanmu, sepertinya kau mengidap insomnia.

Apa kau tidur nyenyak semalam?

Mungkin karena aku pernah di sini, jadi tidurku cukup nyenyak.

Ah, syukurlah.

Aku akan memeriksa tensimu.

Tak perlu dinaikkan.

Halo, Pak. Lama tidak bertemu.

Sedang apa kau?

Memeriksa tensinya.

Hentikan.

- Apa? - Aku akan minta perawat lain.

Kau cuti sakit begitu lama, kukira kau akan kembali dengan wajah baru.

Katanya, turun berat badan itu bedah plastik terbaik.

Ya. Kau tampak cantik.

Kurasa, aku tak akan pernah jadi cantik. Aku tak pernah sakit.

Tidak sakit adalah anugerah terbesar.

Itu benar.

Kau sakit apa?

Ah…

Akan kuberi tahu saat semua orang berkumpul.

Kalau tak nyaman, tidak perlu.

Tidak.

Aku mau beli kopi, kau mau minum apa?

Kau yang traktir?

Tentu saja.

Dua gelas es amerikano,

dan tiga gelas amerikano hangat.

Dan untukku, salah satu teh herbal…

Dua gelas teh kamomil.

Oh, Dokter!

Minumlah teh bebas kafein.

Terima kasih.

Apa kabar?

Baik.

Bagaimana kondisimu?

Sudah jauh lebih baik. Aku minum obat secara teratur.

Bagaimana rasanya kembali bekerja?

Ah, aku senang.

- Namun, hatiku sedikit tak nyaman. - Kenapa?

Aku belum memberi tahu para perawat bahwa aku dirawat di rumah sakit.

Namun, aku akan memberi tahu dengan jujur.

Sekarang,

yang penting adalah tidak menimbulkan kecemasan.

Buatlah keputusan yang membuatmu merasa nyaman.

Baiklah.

- Sampaikan padaku. - Tidak, aku akan bicara sendiri.

- Permisi. - Ya, Bu?

Aku wali dari Park Byeong-hui.

Tolong ganti perawatnya.

Apa?

Bu, tenanglah dahulu.

Apa aku terlihat tenang?

Bisakah kau memberi tahu alasannya?

Kau pasti sudah tahu.

Kudengar, Perawat Jung Da-eun sempat dirawat di rumah sakit jiwa!

Apa?

Diam bukanlah sebuah kebohongan.

Namun, jika terlambat bicara,

itu menjadi kebohongan.

DAILY DOSE OF SUNSHINE

Maaf karena tidak memberi tahu sebelumnya.

Sebenarnya, aku sempat dirawat di Rumah Sakit Hayan.

Aku kesulitan karena masalah Kim Seo-wan.

Sekarang bagaimana?

Bagaimana keadaanmu? Apa kata doktermu?

Jika minum obat teratur, tak ada masalah dalam keseharian.

- Kalau begitu tak masalah. - Seharusnya kau bilang padaku.

Seharusnya aku bisa mengunjungimu.

Bukankah Rumah Sakit Hayan jauh?

Seharusnya dirawat di Myungshin saja.

Maaf,

dan terima kasih.

Tak apa-apa.

Kau sudah berjuang.

Kenapa menangis?

Maafkan aku.

Tak perlu.

Minumlah. Kau pasti terkejut.

Maaf, Bu.

Aku tak ingin mereka tahu dengan cara ini.

Ini semua salahku.

Aku yang menyuruhmu tidak bicara.

Jika mungkin, aku ingin mereka tak tahu selamanya.

Bolehkah aku bertanya alasannya?

Aku tahu, karena aku sudah mengalami.

Mata dan tatapan tajam orang-orang saat melihat orang dengan gangguan jiwa,

aku tidak ingin kau mengalaminya.

Song Ae-sin yang dirawat di bangsal terbuka karena skizofrenia

adalah adikku.

Oh…

Orang-orang memandang pengidap skizofrenia

seperti calon penjahat.

Memang kenapa?

Tak ada yang ingin sakit.

Kau tak berbuat kejahatan atau menyakiti orang lain.

Kenapa harus memikirkan orang lain?

Meski orang lain berpikir begitu,

jangan anggap dirimu sendiri penjahat seperti itu.

Kau hanya sakit. Kau tidak melakukan kejahatan.

Aku pun takut Ae-sin berpikir seperti itu. Hatiku hancur.

Maaf, Bu.

Hentikan.

Apa di mulutmu penuh dengan kata maaf?

Kubilang, jangan menciut.

Tegakkan bahumu dan bekerjalah dengan percaya diri.

Kau tak melakukan kesalahan.

Meski orang lain tak tahu, para perawat pasti tahu.

Mengerti?

Ya.

Bolehkah aku berhenti minum obat?

Tidak boleh.

Ini, telanlah obatnya.

Coba buka mulutmu.

Konyol sekali.

Buka mulutmu.

Bagus sekali.

Bu Perawat. Apa kau sungguh baik-baik saja?

Apa kau boleh bekerja begini?

Ya.

Bagaimana aku bisa percaya?

Apa maksudnya?

Kudengar kau sampai masuk ke unit tertutup.

Unit tertutup?

Bukankah kau lebih parah daripada anakku?

Mungkin dia akan mengantuk karena minum obat.

Tolong jangan biarkan dia tidur.

Jika tidur sekarang, nanti malam akan sulit.

Byeong-hui, jika bisa, datanglah ke terapi nanti sore.

Kau tidak mau menjawabku?

Apakah yang kau katakan itu benar?

Ya.

Ya, Ibu.

Katanya, perawat di sini masuk rumah sakit jiwa karena depresi.

Perawat yang itu, 'kan?

Betul, pantas saja dia terlihat suram.

Dia menyembunyikan fakta penting seperti itu.

- Haruskah kita protes ke rumah sakit? - Apa yang akan kita katakan?

- Itu belum dikonfirmasi. - Itu fakta.

Adikku dirawat di Rumah Sakit Hayan dan melihatnya jadi pasien di sana.

Menurutku, dia kelihatan baik-baik saja.

Karena pernah sakit,

kurasa ia bisa lebih memahami pasien.

Dokter yang mengobati kanker tidak mengidap kanker.

Lebih baik, keluargaku dirawat oleh orang yang sehat.

Song Yu-chan, lama tidak bertemu.

Bagaimana kabarmu?

Baik.

Tetapi, Dokter,

kapan aku bisa berhenti minum obat?

Kenapa ingin berhenti?

More Indonesian subtitles for Daily Dose of Sunshine

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left