The first 200 lines.
Akademi Wanita St. Lucia.
Disini, setiap siswinya,
memiliki seorang pelayan pribadi, sungguh akademi yang aneh!
Ukuran sekolah ini 1/3 luas Tokyo.
Kendaraan yang digunakan adalah helikopter.
Uang sekolah di tempat ini adalah 100 juta yen per bulan!
Peraturan paling tinggi di sekolah ini adalah
larangan hubungan asmara antara seorang lady dan pelayannya.
Meski begitu, Mameshiba tiba-tiba berkata begini padaku...
Aku menyukaimu.
Apa?
Lalu, saat kami berada di Rumah Abadi...
Tami?
Maaf, aku berbohong padamu.
Semuanya untuk Lucia-sama.
Rihito-sama!
Apakah kau melihat Mei?
Tidak.
Apa maksudmu, Tami?
Maksudku,
semuanya adalah untuk Lucia-sama, jadi aku akan membereskanmu.
Jangan bercanda seperti itu.
Aku serius.
Aku selalu mengawasimu selama ini.
Aku serius waktu menyerangmu saat itu.
Orang yang menghasut empat orang itu, adalah aku.
Selama duel, akulah orang dibalik penyerangan di hutan.
Juga, akulah yang mengambil foto itu dan menyebarkannya.
Tidak mungkin...
Kau masih belum mempercayaiku?
Kalau begitu, bagaimana dengan ini?
Krisis besar.
Lagipula kemana dia pergi?
Aku juga tak melihat si pelayan baru.
Shinonome-sama berada dalam bahaya!
Bisakah kau merasakannya? Dimana dia?
Wilayah ini terlalu luas...
Kurasa kau hanya bisa sampai disini.
Aku akan mengambil alih mulai dari sini.
Radar dengan teknologi tinggi ini dapat mencari seseorang.
Radar ini bisa mendeteksi makhluk hidup apapun, dalam radius 100 km.
Radar pasti akan menemukannya.
Inilah Miruku-sama saya. Ayo kita cari dia.
Pertama-tama, kita harus memasukkan data.
Siapkan 100 gram rambut Mei,
200 gram kuku Mei dan 2 liter darah Mei, oke?
Semuanya, ayo kita berpencar mencari mereka.
Ya!
Ini sempurna secara teori!
Disana di hutan!
Kau menemukannya?
Dendam 400 tahun!
Ini adalah tempat dimana seorang lady dan pelayannya bunuh diri.
Rumah Abadi berarti
waktu mereka berakhir disini.
Bukankah ini tempat yang cocok untuk menghabiskan sisa hidupmu?
Sebenarnya saat kita bertukar pelayan,
aku ingin lebih menasihati hubunganmu.
Biarkan aku menjadi Cupid-mu.
Kau tak perlu malu.
Mei, keluar lewat jendela itu!
Apa?
Keluar lewat jendela itu!
- Cepat, Mameshiba! - Jangan perdulikan aku! Lari!
Aku tak bisa terlalu lama menahannya!
- Tapi... - Lari!
Mameshiba.
Sebelum aku mendapatkan jawaban darimu,
aku tak akan mati.
Mei!
Wanita Udon!
Mei!
Mameshiba...
Mameshiba!
Kau ini bodoh sekali, Mei.
Jika kau tak datang ke sekolah ini,
dia ataupun kau takkan terluka.
Semua orang juga tak perlu menderita.
Izumi, yang dipaksa berduel karenamu.
Miruku, yang menghadapi situasi sulit karena dekat denganmu.
Semua teman sekelasmu.
Semuanya kesalahanmu.
Karena kau mencoba mengambil apa yang paling penting bagi Lucia-sama.
Shibata Rihito pun sama. Dia menderita karenamu.
Aku...
Itu cukup.
Sudah terlambat untuk mengatakan apapun.
Mei-sama!
Untuk melakukan perintah St. Lucia.
Mizushima Hiro sebagai Shibata Rihito
Eikura Nana sebagai Shinonome Mei
Sato Takeru sebagai Shibata Kento
Mei-chan no Shitsuji
Episode 7 Aku Akan Berada Di Sisimu
Mei-chan no Shitsuji by Islandsubs Indonesian Subtitle Land
Credit Kai200X
Tempat ini...
Mameshiba!
Dimana mereka?
Tunggu.
Mameshiba, jangan.
Mei-sama...
Bukan begitu! Ini...
Tunggu. Tunggu!
Lepaskan aku, Mameshiba!
Lepaskan aku. Lepaskan!
TIDAK!
Mei-sama!
Mei-sama.
Tempat ini...
Tempat ini adalah kamarmu.
Jangan memaksakan dirimu.
Tidak terlalu serius.
Jika kau beristirahat, takkan ada masalah apapun.
Bagaimana dengan Mameshiba?
Jangan khawatir. Kento baik-baik saja.
Dimana dia? Bagaimana keadaannya?
Jangan terlalu khawatir. Apakah kau ingin minum sesuatu?
Mameshiba!
Mei-sama!
Sa...!
Mameshiba.
Mei, kau...
SAKIT!
Selesai.
Kenapa kau...?
Aku mempunyai surat ijin dokter.
Jadi tentu sudah menjadi tugasku untuk merawat pasien.
Kau bercanda. Aku terluka karena kalian!
Lukamu akan terbuka jika kau terus bergerak.
Orang ini...
Yang penting kalian berdua selamat.
Apa maksudmu?
Untunglah, tak ada masalah serius yang terjadi, Mei-sama.
Saat ini.
Permisi.
Maafkan saya, Mei-sama.
Saya... tak berada di sisimu...
Tidak apa. Kau datang tepat pada waktunya, bukan?
Tapi seharusnya kau datang lebih cepat jika kau ingin menyelamatkan kami!
Seharusnya aku tak perlu terluka.
Ada apa denganmu? Kau terlihat lelah.
Jika orang-orang itu berani mencoba lagi lain kali, aku...
Kento!
Mei!
Apa kau baik-baik saja?
Kami semua mengkhawatirkanmu.
Yotsuya mendoakanmu semalaman.
Sepertinya saya berhasil.
Tapi itu tak terlihat seperti kencan biasa, bukan?
Apa yang terjadi?
Hey, Pelayan Baru! Jelaskan.
Jelaskan? Kau akan kaget.
Selama ini, kita mengira hanya kepalanya yang aneh, tapi ternyata dia benar-benar...
Siapa yang kau bicarakan?
Kau!
Ada apa?
Apa maksudmu dengan ada apa?
Dia ini...
- Aduh! - Diam.
Kau!
Jangan.
- Kak, orang ini... - Jangan bicara.
Jika kau tak datang ke sekolah ini,
kau dan dia tak perlu terluka.
Semuanya juga tak perlu menderita.
Ini semua salahmu.
Karena kau mencoba merebut apa yang paling penting bagi Lucia-sama.
Shibata Rihito pun sama. Dia menderita karenamu.
Tidak ada urusannya dengan siapapun.
Aku akan pergi.
Apa?
Aku akan keluar dari sekolah ini.
Kenapa kau tak menghentikannya?!
Minggir!
Apa kau benar-benar ingin dia keluar?
Dia tak perlu menyalahkan dirinya untuk lukaku.
- Kak, kau ini... - Bukan aku.
Orang yang menyelamatkanmu...
bukan aku.
Sebagai seorang pelayan...
aku tak melindungi Mei-sama...
Kakak...
Shinonome Mei telah memutuskan untuk keluar dari sekolah ini.
Kita akan mengurus prosedurnya sekarang.
Shibata Rihito akan datang kesini seperti rencana kita.
Shinobu.
Ya.
Kenapa kita tidak menghabisinya?
Maafkan saya.
Sayang sekali.
Tidak apa. Aku bisa melakukannya sendiri.
Akan cepat selesai jika kau membantuku.
Jadi aku akan melakukannya sendiri.
Tentu saja.
Kau takkan membujuknya untuk tetap tinggal?
Ini bukan keinginannya sendiri.
Rose-sama!
Bukunya terbalik.
Aduh!
No comments yet. Be the first to leave one.