The first 114 lines.
Terjemahan Indonesia oleh Sasha_Kelana
Tunggulah di sini, nak.
Ini tidak akan lama.
Ingat aku, nomor satu?
Aku sudah menunggu lama untuk ini.
Aku tahu.
Tapi...
Semuanya akan berakhir di sini ...
Akhirnya, gelar nomor satu menjadi milikku.
Aaarrghh ...
Dengan ikat kepala ini di dahiku.
Aku akan memerintah dunia ini layaknya Dewa.
Sangat disayangkan kau harus melihat semua ini anak kecil.
Kejadian ini akan selalu menghantuimu.
Kau akan dipenuhi dengan rasa kebencian terhadapku.
Lawanlah aku...
... saat kau siap berduel dengan dewa.
Sudah sampai di ujung jalan.
Afro Samurai ...!
Jumlah kami dua puluh orang dan semua bersenjata lengkap.
Kamu telah terkepung.
Kami tidak pernah bilang kalau tidak akan bermain curang.
Aku tidak tahu mengapa, tetapi ada orang kaya yang mau membayar tinggi untuk kain itu.
Mengapa kau tidak ..
... Menyerah saja, Nak.
Kita semua cukup tangguh...
Baiklah kalau begitu, terserah kau saja.
Bersiaplah, semua!
Aku akan memegang pedang dengan dua tangan Jika jadi kamu.
Dasar tidak berguna!
Apa?!
Ini tidak mungkin!
Dasar anak pelacur, akan kucincang kau, akan kucincang kau!
Aku menerima tawaran ini karena kupikir kau hanyalah Legenda belaka.
Hanya sebuah cerita.
Sebuah cerita untuk menakut-nakuti anak kecil.
Tapi ternyata kau memang ada. Seorang Iblis yang berani menantang dewa.
Apa sebenarnya yang kau inginkan?!
Jangan katakan padaku kalau kau mau membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik.
Mengapa kau membunuh anak buahku? Kenapa kau membunuhku?
Bukan urusan pribadi ...
Ini hanyalah balas dendam ...
Yo Yo Yo Yo Yo Yo Afro!
Tadi seperti kilat!
Kau bajingan Berdarah dingin!
Maaf kalau banyak tanya, mengapa kau kembali lagi ke sana, apa memang harus?
Aku bertanya-tanya, apa rasa kemanusiaan masih ada dalam dirimu!
Hey, hey, hey! Jika terus mengabaikanku, Aku tidak akan mengikutimu lagi!
Siapa yang akan menjagamu.
Oh iya,
Aku tadi melihat ada beberapa pertapa berkepala gundul
duduk di pohon menontonmu membunuh orang-orang itu.
Apa itu tidak mengganggumu?
Itu sangat mengganggu sekali buatku.
Yo!
Yo!
Tunggu, tunggu!
Afro!
Yo, Yo, Yo!
Aku mendengar Berita yang menakutkan!
Hah? Apa?
Tenang, nak.
Kau mendengar berita apa?
Itu dia, dia ada di sini! Dia ada di sini!
Apa yang kau bicarakan!?
Tidak salah lagi!
Ini, minumlah.
Rambutnya ikal. Kau tahu maksutku, kan?
Warnanya kehijauan dilihat dari dekat!
Dia mengenakan ikat kepala.
yang bertuliskan nomor dua tepat di dahinya.
Apa kau bilang rambut ikal? berwarna kehijauan?
Ikat Kepala bertuliskan nomor dua?
Idak salah lagi!
Itu pasti dia. Si nomor dua.
Afro Samurai.
Afro Samurai?!
Orang yang membunuh para assasin dari Barat?
Jago pedang nomor 2 terbaik di dunia?
Dia berdarah dingin, ia membunuh Osara bersaudara hanya dalam 5 langkah.
Jadi, jangan berpikir dua kali jika beradu pedang dengan orang itu.
Mereka hanya sekelompok banci. Sekrup itu, pengecut!
Kalian akan melihatku mengambil ikat kepala Nomor 2 darinya.
Omong kosong, Kalian akan melihat akulah yang mengalahkannya.
Itu akan menjadi milikku!
Biarkan aku yang mengatasinya. Dia milikku!
Tidak, akulah yang menjadi Nomor 2!
Semuanya diam! Jika ada dari kalian yang terus mengoceh, tombakku akan membelah kepalanya jadi dua.
Sama seperti ini!
Hei, Man!
Bisakah sampah berkarat itu enyah dari wajahku, man!
Nyonya?
Ya?
Mengapa semua orang mengingikannya? Afro Samurai?
Anda tidak tahu?
Anda pasti berasal dari luar kota.
Kita punya sebuah Legenda.
Legenda?
Tentang dua ikat Kepala Kuno. Nomor Satu dan Nomor Dua.
Jika Anda memilikinya Nomor Satu, Anda akan seperti dewa.
Tidak ada yang bisa menyentuh Anda.
Kecuali, anda memakai Nomor Dua.
- Masalahnya adalah ... - Masalahnya adalah ...
...semua orang di dunia dapat menantangmu.
Benar sekali, Anda tertarik?
Hidup dari Nomor Dua? Selalu bertarung?
Pada akhirnya, jalan hidup petarung akan mengantarkannya menjadi dewa.
Ya, mereka bilang kalau Nomor satu selalu menunggu di puncak Gunung Shune.
Anda tidak boleh melewatkannya, Pertarungan Dua jago pedang.
Enyahlah dari jalanku!
Tenaglah, Mack!
Kau bukanlah satu-satunya yang ingin mengalahkannya.
Aaagghhh mataku!
Dasar sialan ...
No comments yet. Be the first to leave one.