The first 200 lines.
=== Indonesian subtitle by chocomochilatte ===
Dengan membangun pemandian umum
yang disebut "thermae",
Kaisar Romawi ke-14 , Hadrianus,
berhasil mencuri hati rakyatnya.
Dia mengakhiri kebijakan perluasan wilayah Romawi yang agresif
supaya bisa hidup damai dengan negara-negara tetangga.
Dengan mengembalikan tanah jajahan,
dia mendirikan perbatasan baru bagi kerajaannya.
Tapi para Senat Romawi yang menginginkan dominasi dunia,
menampilkan militerisme Roma yang kuat di mata publik
dan bersekongkol untuk menggulingkan Kaisar Hadrianus yang cinta damai.
Dominasi dunia dengan kekuatan militer
atau kehidupan bertetangga yang stabil dan damai.
Sebuah titik balik yang dramatis
bagi Kekaisaran Romawi.
THERMAE ROMAE 2 === Indonesian subtitle by chocomochilatte ===
Tempat pelaksanaan rencana mereka
adalah Colosseum yang menjadi simbol Roma.
Pertarungan gladiator yang sengit
adalah hiburan
yang membuat rakyat mendukung Kaisar Hadrianus.
Tingkat kebrutalan pertandingan ini
jauh lebih barbar dibanding biasanya.
Mereka semua datang untuk bersenang-senang.
Seperti medan pertempuran saja.
Aku dengar kau dipanggil oleh para Senat. Semuanya baik-baik saja?
Marcus, kau mengkhawatirkanku.
Aku bersyukur atas persahabatan kita, meskipun kau tidur dengan istriku.
Kenapa kau membuka luka lama?
Akebonius!
Lihatlah, kekuatan Roma! Roma akan menaklukkan dunia!
Lucius.
Terima kasih sudah datang.
Kenapa wajahmu suram begitu?
Sifat barbar bertentangan dengan manifesto Kaisar tentang perdamaian.
Kekerasan itu menyenangkan, terutama di masa damai seperti ini.
Lihat mereka!
Semakin keras sorakan mereka, semakin besar dukungan mereka pada Kaisar.
- Tuan Ceionius? - Ada apa?
Bukankah dia diutus ke Pannonia untuk misi kekaisaran?
Ia dipanggil untuk melaporkan keadaan.
Dia tetap seorang playboy.
Langsung berparade dengan para wanita begitu tiba.
Tuan Ceionius.
Siapa kau?
Anda sudah lupa. Saya Lucius, arsitek thermae.
Cukup berani untuk seorang rakyat jelata.
Atau kau sedang berusaha menggodaku?
Apa?
Apa wanita saja tidak cukup untukmu?
Orang seperti itu yang akan jadi kaisar selanjutnya...
Omong-omong, Lucius,
aku membutuhkan kemampuanmu.
Aku ingin kau membangun kembali pemandian di Colosseum
untuk memulihkan tubuh para gladiator yang babak belur.
Thermae untuk pada gladiator?
Demi mendapat dukungan rakyat. Demi Kaisar Hadrianus.
Demi Kaisar, saya akan melakukannya.
Para gladiator harus melawan binatang buas juga.
Hidup yang sulit.
Ini mengerikan.
Aku harus membangun thermae untuk meringankan rasa sakit mereka.
Thermae ini tidak berguna.
Kalau hanya air panas saja tidak akan menyembuhkan.
Tapi tanpa pemandian air panas alami di sekitar sini...
Aku harus membantu Kaisar Hadrianus
tapi aku butuh inspirasi!
Apa yang harus aku lakukan?
Thermae untuk para gladiator...
Thermae untuk para gladiator...
Thermae untuk para gladiator...
Aku terhisap!
Wajah mereka
rata!
Aku kembali ke negeri klan muka-rata!
Tapi orang-orang klan ini
gemuk sekali.
Apa?
Apa itu timun hitam yang ada di kepala mereka?
Hei, Orang Asing.
Kalau mau menonton sumo, di luar!
Ya! Keluarlah!
Lepaskan aku, muka-rata!
Lepaskan aku!
Sedihnya. Ini hari terakhir tur sumo provinsi.
Ya!
Kita harus menutup penginapan kita
dan memulai lagi di kota baru ini. Mau bagaimana lagi.
Manga pemandian Mami juga tidak berhasil.
Memalukan sekali,
putri seorang pemilik penginapan pemandian air panas
tidak bisa menggambar pemandian dengan benar.
Karena itu aku melanjutkan studiku dengan menulis untuk majalah pemandian.
Apa ini
semacam ritual?
Jangan-jangan ini Colosseum para muka-rata?
Apa orang-orang gemuk dari pemandian itu adalah gladiator para muka-rata?
Tapi Colosseum mereka lusuh sekali...
Yah, mereka bukan orang Romawi, sih.
Budaya thermae mereka adalah satu-satunya hal yang bisa dibanggakan.
Pertarungan tinju?
Barbar sekali.
Bukan tinju!
Telapak tangan!
Meminimalisir luka pada lawan!
Sekarang pertandingan saling dorong.
Kenapa mereka berhenti?
Apa itu artinya dia menang?
Aku tidak mengerti.
Pertarungan yang damai tanpa pertumpahan darah.
Tapi para penonton menjadi liar!
Empuk.
Mereka melemparkan kain kotak, bukan batu.
Jauh lebih aman.
Jangan-jangan
tempat itu adalah thermae untuk menyembuhkan para gladiator muka rata!
Apa yang kau lakukan di sini?
Awas!
Minggir!
Ada yang harus aku pelajari!
Lucius!
Dia datang untuk menemuiku. Aku tidak percaya!
Sakit, tapi enak!
Nikmat!
Rahasianya ada pada tonjolan-tonjolan ini.
Tidak mungkin alat menyakitkan seperti ini terasa nikmat!
Ini adalah alat latihan untuk menahan rasa sakit!
Mereka menertawakanku.
Sial!
Aku harus pura-pura tidak merasa sakit. Harga diriku sebagai orang Romawi taruhannya.
Tidak sakit sama sekali!
Ini surga.
Ini juga...
Kursi ini pasti juga alat latihan.
Mau mencobanya, Orang Asing?
Seperti kursi biasa.
Apa ini pertama kalinya kau mencoba kursi pijat?
Aku hanya sedikit terkejut.
Ini bukan apa-apa. Aku seorang Romawi.
Maaf! Tadi aku pasang yang paling tinggi.
Medium harusnya sudah cukup.
Ini
getarannya berirama!
Gerakkan jari yang cepat.
Budak-budak ini terlatih dengan sangat baik.
Jadi begini para gladiator menyegarkan tubuh mereka!
Dengan ini, air mandi pun akan terasa lebih segar!
Masukkan!
Bubuk orange apa itu?
Bodoh. Mereka akan membuat airnya keruh.
Warnanya berubah?!
Apa yang terjadi?
Ini...
Air mandi ini terasa lebih lembut di kulit.
Mereka membuat campuran bubuk tanaman obat
yang larut dalam air untuk meningkatkan efeknya!
Larutan ini memperlancar peredaran darah dan menyembuhkan rasa sakit dan nyeri!
Menyegarkan sekali.
Klan muka-rata yang cerdik!
Apa yang kau campurkan dalam bubuk ini? - Apa yang dia katakan?
Kalian tidak mau memberitahuku, ya.
Meski bertubuh besar, pikiran kalian sempit.
Aku berasal dari Kekaisaran Romawi!
Aku tidak mengerti kalau kau tidak bicara bahasa Jepang.
Aku bahkan tidak mengerti bahasa Jepangmu.
Kau benar!
Mereka mengolok-olokku!
Sial! Aku dipermalukan!
Baiklah, hadap sini.
Kau, ke sini!
Kau ke sana!
Kau! Ke sana!
Duduk di sini.
Baiklah, mulai!
Jangan berhenti!
Bubuk herbal ini menciptakan keajaiban pada lututku!
Bahkan luka-luka lama pun ikut sembuh.
Para gladiator kembali bersemangat berkat dirimu.
Ini bukan apa-apa.
Bubuk mereka lebih terang dan bahkan bisa berubah warna!
Jangan merendah.
Kau tidak hanya menghidupkan kembali thermae, tapi juga Colosseum itu sendiri!
Kotooshunus! Kotooshunus!
Tidak sakit sama sekali.
Omong-omong, Lucius,
aku punya permintaan lain.
Apapun bagi Anda, Tuan Antoninus.
Di masa damai seperti ini, banyak anak terlahir di Roma,
orang dewasa jadi tidak punya waktu bersantai.
Tapi anak-anak berkembang melalui aktivitas fisik.
Apa yang bisa aku lakukan?
Bagaimana dengan thermae untuk anak-anak?
Thermae untuk anak-anak?
Thermae dan anak-anak sama-sama berharga bagi Roma.
Apa kau mau melakukannya?
Aku bilang aku akan melakukannya,
tapi aku benci anak-anak!
Anak-anak tidak peka sama sekali.
Apa yang harus aku lakukan?
No comments yet. Be the first to leave one.