The first 200 lines.
(Memuji dan mengagumi talenta Chatthong Monkolthong)
(Film ini bukanlah gambaran dari kehidupan aktor tersebut)
(Misteri cinta lebih dalam daripada misteri kematian)
Bulan April telah tiba
Seorang pemuda dengan impian yang hancur
Menunggu seorang kekasih, cinta yang terpisah
Kau meninggalkanku di akhir Festival Songkran begitu saja
Kenapa kau meninggalkanku, sendirian di panggung?
Menantikan cinta, tersesat
Hatiku yang sepi gemetar, bersama setiap tetes hujan
Seorang pemuda dengan hati yang beku
Hujan di bulan Juni, selagi burung-burung beterbangan
Bagaimana bisa kau melupakan rumah kita?
Bulan Juli telah tiba, tetapi kau tak di sini
Inilah alasan kenapa hujan membuat hatiku sedih
Burung Myna menyanyikan nada yang sedih
Burung Myna menyanyikan nada yang sedih
Aku hanya berdiri di sana, menatap dari bawah pohon
Hujan telah berhenti
Seorang pemuda dengan hati yang sedih
Menatap ke aliran sungai yang cepat dan kuat
Angin menusuk ke dalam hatiku
Aku hanya bisa bermimpi
Melihat sekilas pohon palem, mencari cinta sejatiku
Astaga, Ting.
Kenapa istrimu memilih tinggal di gubuk seperti itu?
Tidak. Itu memang rumahnya.
Kau memang bodoh.
Ting. Kau tak tahu pepatah lama?
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Kau sudah pernah bertemu ibu mertuamu?
- Belum. - Gawat!
Kenapa kau menikah tanpa bertemu dengan ibu mertuamu?
- Bos. - Pria tua, sedang apa kau?
Cepatlah kemari.
Menantumu menunggu. Kenapa lama sekali?
Lupakan saja. Ini salahmu. Kemarilah, cium bajuku.
Bau, 'kan? Sungguh memalukan.
Bos, apakah sudah terlambat untuk berubah pikiran?
Ya, kau sudah terlanjur basah.
Sudah kukatakan jangan terburu-buru.
Setelah upacara ini selesai, aku akan menghukummu.
Yok. Jaga toko.
Aku akan pergi. Jadi, kali ini jangan ke mana-mana.
Ya, Nyonya.
Ini.
Jauh lebih baik.
- Cantik sekali. - Ya.
Cantik sekali. Kembali lagi, ya?
Tentu saja.
Bapak-bapak dan ibu-ibu. Para pria dan wanita.
Datang dan lihatlah band terhebat sepanjang masa.
- Tuan! - Beri tahu semua teman-temanmu.
Tuan!
Ajak saudari, pacar, anak-anak dan cucu.
Halo...
Tes...
Para hadirin sekalian.
Sambutlah dengan meriah Chatthong Monkolthong.
Datanglah kemari gadis-gadis cantik
Cepatlah kemari Cepatlah, gadis-gadis cantik
Bergabunglah dan bersenang-senang Ayo menari
Menari...
Cepatlah kemari
Buat lingkaran
Apakah kau menungguku untuk pamitan?
Aku di sini bersama seluruh band
Para tetangga dan penggemar
Jangan merasa terganggu, Sayang
Aku berdiri di dekat pagarmu
Para temanku mengintip ke dalam, mencari tahu apa kau ada di dalam
Jika anjing-anjing menyalak, cepatlah mengurusnya, Sayang
Jangan biarkan anjing-anjing itu menggigit kakiku
Cakarnya yang tajam, langsung mengejarku
Aku mencolok matanya
Anjing-anjing telah pergi
Apa yang kau lakukan?
Tidak ada. Aku akan pergi.
Baiklah, Teman-teman dan para tetangga.
Penyanyi lagu balada kita baru saja selesai.
Tn. Chatthong Monkolthong.
Aku ingin memperkenalkan penyanyi hebat lainnya.
Si cantik dan seksi, Nn. Ratree Srithong.
Kau mengajakku pergi ke bioskop
Apakah kau punya uang?
Kau mengajakku pergi mendengarkan musik
Jika kau yang bayar, aku pergi
Jika kau yang bayar, aku tak akan menolak
Jika kau punya emas, aku tak akan mengecewakanmu
Berikan saja aku cincin
Aku akan bersiap
Aku akan bersiap
- Sanoh. - Ya, Tuan.
Berapa keuntungan kita?
Bahkan tak cukup untuk bayar sewa.
Kurasa kau harus memotong bayaran mereka, Bos.
Apa? Teganya kau?
Tak perlu teriak. Tenanglah.
Aku akan potong hari ini, tetapi akan membayarmu lebih besok.
Jangan terlalu berlebihan, Songkram.
Sudah cukup, Noi.
Bos, aku butuh uang untuk bayar tagihanku.
Aku juga, Bos.
"Aku ingin ini, itu Bos. Beli ponsel."
- Cobalah berhemat, Nang. - Sial.
Pergi dan duduk di sana.
Bos, sudah berbulan-bulan aku belum dibayar.
Sudah berbulan-bulan kau belum dibayar.
Sudah dibayar...
...lebih baik daripada tidak, Ngaw. Paham?
Lain kali potong sedikit tangannya lebih lebar, paham?
- Bos, lihat baju ini. - Ada apa?
Sudah robek dan usang. Bagaimana aku bisa memakainya?
Aku harus dapat yang baru. Ini sangat bau.
Lalu kenapa kau tak mencucinya, Waew?
Bukan tugasku, itu tugas Ngaw.
Dia menyuruhmu mencucinya. Kenapa tak kau lakukan?
Berhenti bertengkar!
Astaga. Aku pergi.
- Kau yang cuci, itu tugasmu. - Dia benar juga, Bos.
Aku pakai baju ini.
Namun, terlalu ketat. Sungguh memalukan.
Lihat, kau bisa melihat bokongku.
Pergi dan duduk di sana.
Ngaw, cari sesuatu untuk menambalnya.
Kuberi tahu...
Kami boleh menari telanjang? Bagaimana menurutmu?
Maka kita tak perlu membuat kostum baru, Bos.
Kita tak akan membuat baju baru.
Bajumu itu bahkan tak menutupi tubuhmu, Tan.
- Paham? - Itu tak benar. Sama sekali tidak.
Hei, Buem...
Kau bodoh. Kau juga Nid Noy.
Kalian membiarkan dua orang mabuk di panggung setelah acara dimulai?
Aku sudah melarang mereka.
"Aku sudah melarang mereka!"
Kalian bodoh. Kalian harus mengusir mereka.
Jika mereka menyentuhku, maka akan masuk berita.
Seharusnya aku menghajarmu.
Kalian paham?
Ngaw, kau menginjak kakiku.
Tuhan, aku mohon kepada-Mu.
Kumohon, jangan hujan.
Kumohon, jangan ada badai malam ini.
Tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, tendang, dua, tiga, empat...
Tan, sedang apa kau?
Cintaku kepadamu seluas langit
Mackin, gerakan apa itu?
Kau tak bisa mengangkat kakimu lebih tinggi lagi?
Angkat dan tendang.
Rasanya sakit.
Jika sakit, maka kau harus sering latihan.
Dahulu aku juga merasa sakit. Namun, tidak lagi.
Perhatikan aku.
Kini aku cukup hebat.
Latihan lagi.
Kita miskin, sangat miskin...
Hai, Tuan.
Namaku Yok Keaw.
Aku ingin menjadi muridmu, Tuan.
Aku suka menyanyi.
Kumohon jadikan aku sebagai muridmu.
Itu sulit.
Kenapa?
Jika kau ingin menjadi penyanyi...
...pertama-tama, jadilah dirimu sendiri.
Jangan coba meniru orang lain.
Saat kau sudah menemukan jati dirimu, temui aku lagi.
Baik. Aku pasti akan menemukan jati diriku.
Aku cukup yakin, Tuan.
Setelah lagu-laguku diproduksi, pasti akan laris.
Namun, aku tak punya uang.
Jadi, bisakah kau memberiku uang?
Menurutmu hanya butuh sedikit uang, Chatthong?
Jika aku memberimu uang...
Apa yang menjadi jaminannya?
Satu-satunya yang kupunya adalah bandku, Tuan.
Band?
Kesedihan di dalam hatiku tak pernah hilang
Bunga kembojaku Pin di rambutmu yang indah
Kau memberikannya kepadaku sebagai tanda cinta kita
Selamat datang. Kaset bajakan, Tuan.
Semuanya bajakan, Tuan. Dijamin. Tidak berlisensi.
Tak ada kaset Chatthong Monkolthong yang asli di sini, hanya bajakan.
Hei, wajahmu mirip seperti di sampul kaset.
- Apakah aku sungguh mirip? - Ya.
- Sama persis? - Cukup untuk membuatku takut.
- Sama seperti yang palsu ini? - Ya.
Namun, aku yang asli!
Kami bekerja keras dan kau hanya membajak karya kami. Dasar berengsek.
Sial, aku bekerja keras.
Berengsek. Begini saja.
Cari toko baru, dan mulai membagikan kepada semuanya.
Singkirkan yang asli, paham?
Baiklah, Semuanya.
Beberapa dari kalian datang dari jauh hari ini.
Jadi, mari jangan buang waktu lagi.
Tn. Chatthong Monkolthong akan tampil singkat di panggung.
Kepuasan selama 120 menit, kalian bisa mencicipi mi, pangsit...
...dan bihun yang lezat di depan panggung.
No comments yet. Be the first to leave one.