Aharen-san wa Hakarenai

Aharen-san wa Hakarenai

Download Indonesian Subtitle

Release info

Aharen-san wa Hakarenai S01E08 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-05-21
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Momo.

Bu Miyahira.

Tolong panggil aku Bu Tobaru saat di sekolah.

Baiklah. Bu Tobaru.

Hei, sesekali mau makan di atap?

Momo.

Kenapa bekalmu sedikit sekali?

Ya, porsiku biasanya seperti ini.

Kamu harus makan banyak supaya enggak gampang ambruk.

Kuberikan lauk untukmu.

Terima kasih.

Ah.

Bu Miyahira dan Bu Tobaru.

Selamat siang.

Wah, selamat siang.

Raidou dan Aharen.

Dua orang yang begitu mengharukan!

- Permisi, kami duduk di depan Anda. - Tidak kuduga mereka muncul di sini.

Tapi, tenang saja.

Demi mencegah hal-hal yang membuatku tak fokus mengajar,

tiap hari aku sudah membayangkan mereka dalam berbagai situasi!

Ini penanggulangan yang wajar sebagai pendidik.

Nah.

Mau panah, pistol,

tukar-tukaran lauk, ataupun menyuapi, maju sini!

Itu...

Oshiro dari kelas 2?

Ah.

Oshiro.

Kenapa dia ada di situ?

Jangan-jangan...

Perasaan rahasia yang tak bisa dikatakan.

Rasa haru yang tidak terduga!

Ini rasa haru yang tidak bisa diprediksi!

Bu Momo, kamu baik-baik saja?

Ya, aku baik-baik saja.

Aku hanya dihantam rasa haru yang datang dari arah tak terduga.

Tapi,

sebenarnya kamu ingin duduk dan makan di sebelahnya, 'kan?

Dia berkali-kali mengurungkan niat untuk mengajaknya bicara.

Aku jadi ingin memujinya.

Kalau begini, rasa harunya akan melebihi dosis mematikan!

Oshiro, ketemu.

Se-Selamat siang.

Dia tepergok oleh Aharen.

Aku berhasil lolos dari maut.

Jangan berlega hati.

Aku harus siap untuk rasa haru berikutnya.

Oshiro...

akan duduk di sebelahnya.

Hipotesis selesai.

Eh?

Apa ini?!

Saking malu, dia bahkan tak sanggup duduk di sebelah Aharen!

Rasa haru yang anggun!

Bu Momo.

Ini, airnya.

Terima kasih.

Rasa haru menyangkut di tenggorokanku.

Tapi, syukurlah.

Kalau sejauh ini, situasi suap-suapan yang kusukai takkan terjadi.

Suap-suapan!

Terjadi juga!

Kamu baik-baik saja?

Ini, kantong plastik.

Terima kasih.

Aku menghirup terlalu banyak keindahan

sampai konsentrasi haru dalam darahku meningkat!

Meski begitu, sumpit panjang itu...

muncul dari mana?

Anak-anak ini terlalu berbahaya.

Mereka melampaui semua hipotesisku.

Ah!

Dia duduk di sebelah Aharen!

Begitu mengharukan.

Tapi, ini sudah kuduga.

Jika mereka selesai makan dengan normal,

kadar harunya masih bisa kutangani.

Reina, biar kulap noda di bibirmu.

Me-Mereka bertiga...

Rasa aman yang melampaui berbagai emosi dan hubungan.

Ini...

keluarga!

Keluarga nuklir rasa haru...

Momo!

Ini, oksigen!

Kamu baik-baik saja, Momo?

- Bu Tobaru... - Bertahanlah!

- Kondisinya kelihatan tidak baik. - Momo, kamu baik-baik saja?

Momo!

Hari ini bahaya sekali.

Konsentrasi rasa haru di udara sangat tinggi,

sampai aku nyaris kehabisan oksigen.

Hipotesisku terlalu naif.

Aku harus membayangkan lebih banyak

situasi antara Raidou dan Aharen supaya terbiasa.

Woi!

Eh?

Raidou, kamu bolos lagi!

Oh, Reina.

Kenapa kamu selalu menggangguku, sih?

Karena kita teman sejak kecil!

Ah, padahal belum jam istirahat siang!

Berisik!

Aku suka, tahu!

Pisang.

Dasar.

Ah!

Yang barusan bahaya banget.

Aku harus kira-kira.

Situasi berikutnya...

Itu...

cowok yang sangat tampan, genius, dan penerus juragan minyak.

Idola sekolah, Raidou.

Halo.

Hari ini juga dia keren sekali.

Tapi...

bagi cewek sepertiku, dia orang yang di luar jangkauan.

Mustahil dia menyapaku.

Aku pulang.

Hei, Reina.

Selamat datang kembali.

Eh?!

Ra-Raidou?!

Kenapa kamu di rumahku?!

Oh, kamu belum dengar?

Permintaan terakhir ayahku adalah

agar aku tinggal bersamamu yang adalah penyelamat hidupku.

Demi menjadikanmu istriku.

Istri?! Meski kamu tiba-tiba berkata begitu...

Kenapa? Kamu tidak mau?

Kalau begitu...

Mulai sekarang aku akan berusaha membuatmu menjadi milikku.

Ini bahaya.

Kayaknya aku berlebihan.

Kesadaranku...

Eh?

Miyahira?

Ah.

Momo, kamu sudah bangun?

Siang tadi kondisimu terlihat buruk,

jadi aku kirim pesan menanyakan keadaanmu, tapi kamu tidak balas.

Aku datang karena cemas dan menemukanmu pingsan bersimbah darah.

Aku kaget sekali.

Syukurlah, aku meminjam kuncimu.

Maafkan aku.

Aku kewalahan membersihkannya.

Ini, silakan.

Makanlah yang banyak.

Apa ini?

Kamu sudah mengluarkan banyak darah, jadi kamu harus makan yang banyak.

Pasti kamu belum makan malam, 'kan?

Tubuhmu itu lemah.

Jangan terlalu memaksakan diri.

Ya, aku tahu.

Terima kasih.

Ayo.

Makanlah ini sebelum dingin.

Kalau begitu, selamat makan.

Enak.

Terima kasih.

Aku cemas dan hari sudah larut.

Boleh aku menginap saja?

Lagi pula, besok libur. Temani aku belanja, ya.

Ya, boleh saja.

Mau minum sesuatu?

Enggak boleh. Kamu harus cepat tidur.

Baik.

Hei, Raidou.

Aharen.

Apa besok kalian berdua ada rencana?

Enggak, aku luang.

Kalau begitu, mau ke festival bareng?

Ayo nonton kembang api!

Aku mau saja.

Aharen Bagaimana?

Ah.

Apa Oshiro juga boleh ikut?

Ya, tentu saja.

Kalau begitu, kita ketemu jam 6 di tempat festival, ya.

Festival, ya.

- Ini kali pertama aku pergi - Aku enggak sabar main bareng Oshiro.

- bareng Aharen di hari libur. - Enggak sabar.

Hei, maaf lama.

Oh, Ishikawa.

Mana yang lain?

Sudah mau datang.

Ah, itu mereka.

Keren.

Kamu pakai yukata.

Oshiro yang memakaikannya padaku.

Oshiro memang hebat.

Kamu juga bisa melakukan itu.

Yukata Oshiro dan Sato juga cocok untuk kalian.

Te-Terima kasih.

Oke, ayo pergi.

Tunggu sebentar.

Tenanglah, Aharen.

Aku tahu kamu tidak sabar,

tapi stannya takkan kabur.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left