Where Hands Touch

Where Hands Touch

Download Indonesian Subtitle

Release info

Where Hands Touch 2018 720p WEBRip x264-[YTS AM]
A Commentary by BernadX
Request dari fans Amandla Stenberg^^

Tags

webrip
web
x264
720p
720
BRip
TS
YTS
Published on: 2019-01-11
Downloads: 90
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

ADA HARI DIMANA KAU BERTANYA APA PERANMU UNTUK NEGARA INI

DAN BAGAIMANA MASA DEPANMU DI NEGARA TERSEBUT

JAMES BALDWIN

Minggir!

Kami mencari seorang gadis.

Mana si darah campuran itu?

Yang kau cari sudah kembali ke Lübeck 2 hari yang lalu.

Kau Ny. Schlegel?

Apa dia anakmu?

Ya, tapi dia tidak tinggal disini.

Dia tinggal dengan bibinya di Lübeck.

Kau melakukan kesalahan.

Wanita sepertimu...

Sudah tercemar.

Jika dia seperti ibunya, maka peluangnya sangat besar...

...untuk tercemar juga dari dalam.

Kau tak akan menemukannya.

Karena dia tidak tinggal disini.

TERINSPIRASI DARI PERISTIWA BERSEJARAH

Leyna, naiklah.

Mereka sudah pergi.

RUDESHEIM, RHINELAND 1944

Musim semi di tahun 1944.

Itu tahun saat aku menginjak umur 16 tahun.

Anak-anak seperti aku dari Rhineland dikenal sebagai,

"Anak haram dari Rhineland"

Atau "Problema Hitler".

Karena kewarganegaraan Jerman kami,

diambil dari Ibu kami, orang kulit putih.

Meskipun Ayah kami keturunan Afrika,

atau bahkan tak disebutkan.

Orang sepertiku sangat sedikit,

sampai aku menginjak umur 16 tahun ini,

aku tak pernah melihat orang lain seperti diriku.

Selamat ulang tahun, gadis cantik.

Terima kasih, Ny. Heinrich.

Hitler ingin "membereskan" kami secara rahasia.

Tanpa dianggap oleh rakyat Jerman...

...sebagai serangan untuk Ibu kami yang berbangsa Arya.

Jadi meskipun kami punya kebebasan,

yang tidak dipunyai kaum Yahudi.

Tapi kami masih terus diawasi.

Terutama saat Gestapo mulai mengunjungi kami di kota Rüdesheim.

Bukan berarti aku tidak menyadari diriku berbeda.

Cuma pada saat aku menginjak umur 16 tahun,

aku baru benar-benar merasakannya.

Itu tahun dimana aku sadar bahwa...

...Hitler punya rencana untuk kami.

- Kenapa kita ke Berlin? - Agar tidak menyolok.

Jangan banyak bicara, Koen.

Baca bukumu.

Aku bawa buku gambar. Tapi tak punya pensil.

Aku tak bisa menggambar tanpa pensil.

Kau mau pensil?

Mungkin aku bisa membantumu, pria kecil.

Terima kasih. Dia tak bisa diam.

Dia anak laki-laki. Wajar dia seperti itu.

- Mana dokumen'mu? - Ya.

Tentu saja.

Aku bawa semua dokumennya.

Ini.

Schlegel?

Ya.

Jangan banyak tingkah.

TREPTOW, BERLIN

Disini berbeda dengan Rhineland.

Orang-orang tidak terganggu dengan anak sepertimu.

Atau segala omongan untuk "menyembuhkanmu".

Hidup akan kembali normal.

Aku janji.

Ada anak baru yang bergabung bersama kita hari ini.

Namanya Leyna Schlegel.

Silakan berdiri.

Schlegel adalah nama Jerman yang bagus.

Tapi wajahmu...

...bukan wajah Jerman.

Leyna punya kesamaan wajah dengan orang dari benua mana?

Greta.

- Afrika. - Benar sekali.

Jadi bagaimana bisa gadis sepertimu...

...punya nama Jerman yaitu Schlegel?

Schlegel adalah nama Ibuku.

Dan siapa nama Ayahmu?

Kapan Ibu akan cerita tentang Ayahku?

Kulitnya hitam dari ujung rambut sampai ujung kaki.

- Aku ingin mengenal Ayahku. - Leyna.

Kau sudah tahu semuanya.

Saat itu umurku...

...sedikit lebih tua dari kamu.

- Lalu berbuat kesalahan. - Kesalahan?

Bukan kamu.

Koen, tolong ambilkan air.

Dia adalah tentara yang hebat.

Tapi aku sudah ceritakan itu padamu.

Aku tak tahu harus cerita apa lagi.

Kenapa kalian tidak menikah?

Kemarin Tn. Mueller memukulku.

Karena dia bilang Leyna lebih buruk dari kaum kulit putih.

Dan lebih buruk dari orang kulit hitam.

Itulah gambaran orang Mulatto.

Tapi aku bilang itu tidak benar.

Bagiku, kau yang terbaik dari semuanya.

Rambutmu kotor.

Aku akan keramasi rambutmu malam ini.

- Heil Hitler. - Heil Hitler.

YAHUDI

Hei...bukankah seharusnya kau ikut mereka?

Dasar monyet!

Wilhelm baru saja kembali dari Vienna.

Apakah dia tahu kalau kami datang?

Tentu saja. Aku sudah memberitahunya.

Dia sungguh cantik.

Dan anak ini persis seperti Ayahnya.

Silakan duduk, Leyna.

Aku tak menyangka kau datang bersama anakmu.

Hari ini orang melihat Negro datang. Besok bisa saja orang Yahudi yang datang.

Tak ada yang melihat kami, Hida.

Leyna, tolong aku.

Tolong belikan...

...roti yang enak sebelum toko tutup.

Ajak Koen bersamamu.

Lina...

...tolong lewat pintu belakang.

Kerstin, harap kau pahami kalau aku tidak membenci keluargamu.

Dan pilihan antara anakmu dan kami...

Aku sadar tak punya pilihan sama sekali.

Tapi aku turut berjuang untuk pimpinan Jerman.

Dan bulan lalu mereka menahan Ayahku yang sakit selama 2 malam.

Karena ada orang yang bilang bahwa ibunya keturunan Yahudi.

Dan sekarang kau bawa anakmu yang Negro itu kemari.

Kau membahayakan diriku...

...dan saudarimu tanpa berpikir lebih jauh.

Wilhelm.

Tolong dengar dulu...

...dan kau tak akan melihat kami lagi.

- Aku butuh dokumen... - Kerstin.

...yang menyatakan kalau Leyna sudah disterilisasi.

Kau memang agak unik.

Wilhelm, kau punya kuasa untuk melakukannya.

Dokumen Gestapo yang menyatakan perubahan fisiknya.

Kau bisa melakukannya.

Aku tahu kau bisa.

- Kau harus pergi, Kerstin. - Kumohon, Hida!

Aku kira perintah itu tak sampai ke Berlin.

Aku kira dia akan aman disini.

Tapi 2 hari yang lalu Gestapo datang.

Leyna sedang keluar. Aku bilang dokumennya sedang dibawa.

Tapi aku takut.

Aku takut...

Gestapo akan menculiknya saat di jalan.

Dari sekolah.

Atau di manapun yang aku tak bisa melindunginya.

- Leyna, ayo pergi. - Kenapa kau menyekolahkannya?

- Ada apa denganmu? - Hida!

Aku tak bisa menyembunyikannya.

Jika dia tidak disekolahkan, kau bagaimana nasibnya nanti?

Semua gadis harus ikut pelayanan kerja. Tak ada perlakuan khusus.

Kau ingin dia dibedakan?

Tidak.

Aku ingin dia seperti yang lain.

Biasa-biasa saja.

Berarti dia tak akan lolos dari perang seolah-olah hal itu tidak terjadi.

Tak ada yang mampu menghindarinya, Kerstin.

Günter.

Darimana...?

Darimana suara itu berasal?

Ah...

Tolong ambilkan roti, Günter.

Apa kabarmu? Baik? Sudah betah disini?

Aku rindu kampung halaman.

- Selamat pagi. - Apakah itu...?

Ya, aku rasa itu senyuman.

Nah, itu lebih baik.

Banyak orang yang antre.

Aku selalu menyimpan roti yang enak untuk nanti.

Tapi kau boleh membawanya sekarang.

Dengarkan aku. Jika saudarimu lupa tersenyum,

Ingatkan dia tentang mukanya Günter.

Lucu, kan?

Ya.

Boleh aku pergi sekarang?

Ya, kau boleh pergi dengan anak-anak itu.

Pergilah.

Koen.

Koen...

Aku tak punya pilihan lain.

Hukum mewajibkan kau untuk pergi.

Tapi tempat yang kau tuju nanti...

...akan mengajarimu banyak hal.

Hal-hal yang yang masuk akal dan terasa baik.

Tapi banyak juga hal yang akan membingungkan...

...karena akan berbeda dari...

...yang pernah kau pelajari disini.

Di rumah ini.

Aku aku mau kau mengerti.

Tak seorang pun bisa mengenal seorang anak lebih baik dari Ibunya.

Entah itu guru atau kepala regu.

Aku harap kau tak pernah melupakan hal ini.

Kau harus selalu ingat yang aku ajarkan padamu.

Di pikiranmu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left