Release info

비켜라 운명아 It's My Life E27 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-12-12
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"Park Yoon Jae"

"Kang Tae Sung"

"Seo Hyo Rim"

"Jin Ye Sol"

"It's My Life"

"Episode 27"

Kenapa kamu tidak bertanya kepadaku?

Karena aku tidak penasaran.

Kamu tahu

aku ingin melupakan semua masa laluku.

Aku ingin menghapus semua orang

yang berkaitan dengan keluargaku.

Aku ingin sukses dengan caraku sendiri.

Itu sebabnya aku

meninggalkan Nam Jin.

Tampaknya

dia sangat menyukaimu.

Apa aku keliru?

Aku tidak pernah menyukainya.

Apakah aku pantas dimaki

karena tidak menerima perasaannya?

Aku jatuh cinta kepada orang lain.

Memikirkan pria itu saja sudah membuatku berdebar.

Saat aku melihatnya,

jantungku berhenti berdetak.

Apa aku tidak boleh seperti ini?

Apa-apaan itu?

Itu Choi Si Woo dan Jung Jin Ah.

Nam Jin tidak boleh melihat mereka.

Ada apa, Seung Joo?

Seung Joo!

Seung Joo, kamu baik-baik saja?

- Ya, aku baik-baik saja. - Biar kulihat.

Apa ini? Kamu berdarah.

Aku harus bagaimana? Mau kubawa ke rumah sakit?

Tidak, ini salahku.

Kamu bisa pergi.

Apa tidak masalah jika aku pergi?

- Setidaknya biar kubelikan obat. - Tidak usah.

Maafkan aku.

Terima kasih.

Kakiku tidak bisa bergerak.

Bantu aku meluruskan kakiku.

Sudah kubilang, aku yang menghampirimu.

Kamu tidak bisa menunggu.

Aku ingin pindah ke tempat lain.

Kamu seharusnya lebih berhati-hati.

Kamu tidak melihat sepeda itu?

Ini salah siapa? Kenapa kamu memarahiku?

- Kamu menyalahkanku? - Lupakan saja.

Ayo.

Kamu bisa berjalan?

- Gendong aku. - Apa?

Aku tidak bisa berjalan, jadi, gendong aku.

Baiklah. Naiklah ke pundakku.

Ayo, naiklah.

Kamu sudah terbiasa digendong?

Kamu yakin tidak perlu ke rumah sakit?

Aku tidak perlu ke rumah sakit karena jatuh dan menggores lututku.

Aku hanya khawatir itu akan meninggalkan luka.

Memar cepat hilang, tapi bekas luka bertahan lama.

Kamu harus menyembuhkannya sebelum lukanya membekas

entah di hati atau di badanmu.

Jangan sampai lukanya membekas.

Semoga kamu tidak salah paham.

Perbuatanku tadi tidak ada artinya.

Aku tidak akan salah paham.

Jangan salahkan dirimu, Pak Choi.

Aku tidak akan salah paham.

Itu tidak ada artinya.

Ini kimchi dan rebusan tuna buatanku.

Inilah masakan andalanku, Bu Choi.

Kelihatannya enak.

Biar kuceritakan tentang kimchi dan rebusan tuna ini.

Saat di Tiongkok,

ini membantuku menghilangkan kesepian.

Ini enak.

Apa yang kamu lakukan?

Kenapa kamu memasukkan sendokmu

sebelum Bu Choi mencicipinya?

Bu Choi tidak bisa makan masakan pedas,

jadi, aku mencobanya lebih dahulu.

Ini tidak terlalu pedas. Kamu bisa memakannya.

Begitukah?

Ini lumayan.

Memangnya dia asistennya?

Bagaimana

kalau kita minum?

Ya, mari.

Aku akan menanyaimu sebagai sesama pria.

Apa hubunganmu dengan Bu Choi?

Bu Choi dan aku?

Kami dipekerjakan berbarengan.

Kami saling mengenal lebih dari 30 tahun.

30 tahun?

Maksudmu selama 30 tahun,

kamu menempel terus kepadanya seperti permen karet?

Aku tidak suka caramu menjelaskannya.

Kami hanya teman yang cocok.

Singkatnya, belahan jiwa.

- Bukan begitu? - Tentu saja.

"Belahan jiwa"?

Kamu sudah menikah?

Ada apa denganmu?

Pak Lee.

Ada yang kamu tidak suka darinya?

Kenapa kamu menginterogasinya?

Tidak apa-apa.

Dia tampaknya penasaran tentang diriku.

Aku akan senang menjawabnya.

Kamu bertanya apakah aku sudah menikah?

Tidak. Aku belum pernah menikah.

- Apa? Belum pernah? - Belum pernah.

Sama sekali.

Sudah pasti aku yang dirugikan.

Apa?

Apa maksudmu?

Aku

menyukai

dia.

Hei, kamu tidak apa-apa?

Mari kita bersaing secara adil.

"Secara adil"?

Kamu adalah

belahan jiwa

dan desainer terkenal.

Kamu mungkin masih bujangan.

Namun,

aku akan berusaha yang terbaik sampai akhir.

Kamu pasti mabuk. Ada apa denganmu?

Apa kamu tahu?

Bisnisku bangkrut.

Mantan istriku menceraikanku.

Aku bahkan tidak bisa bertemu satu-satunya putriku.

Aku dipekerjakan oleh Nam Jin.

Tapi perasaanku kepadamu...

Perasaan ini

sangat tulus.

Aku sangat percaya diri mengenai perasaanku kepadanya.

Ada apa dengan kalian berdua?

Astaga, aku sakit kepala.

Aku akan masuk kamar.

Kalian minum saja.

Begitulah hidupku.

Kukira kamu tidak bisa jalan. Kamu berjalan dengan normal.

Kamu memarahiku karena tidak berhati-hati,

jadi, aku sedikit memberontak.

Pulanglah. Pastikan kamu mengolesinya dengan salep.

Baiklah.

Aku bangga sekali kepadamu.

Apa maksudmu?

Kamu pasti kecewa dan sakit hati, tapi kamu bertahan.

Apa kamu tahu?

Jika badanmu terluka, kamu bisa mengoleskan salep.

Tapi kamu tahu cara menyembuhkan hati yang terluka?

Bagaimana caranya?

Melalui pelipur lara.

"Tidak apa-apa."

Seperti ini.

Kamu bisa selalu memberitahuku jika membutuhkan pelipur lara.

Sampai jumpa.

Kenapa?

Kenapa kamu melakukan itu?

Kamu sudah gila?

Jika kamu ingin tambah, beri tahu aku.

Jika kamu ingin makan sesuatu, beri tahu aku.

Akan kubuatkan apa pun yang kamu mau.

Maafkan perbuatanku kemarin.

Aku terlalu marah karena Jin Ah

dan tidak bisa mengendalikan diriku.

Aku tidak akan datang ke kantor dan mengacau lagi.

Meski begitu,

semoga kamu memperbolehkanku membawakan bekal.

Orang-orang menjadi akrab melalui makan bersama.

Aku hanya ingin Nam Jin lebih akrab dengan anggota timnya.

Melarangku melakukan itu

Beri tahu aku jika kamu juga mau bekal.

Akan kumasakkan makanan enak untukmu.

Tidak usah.

Kukira kamu menyesal.

Ini bukan urusanmu.

Aku membicarakan kejadian kemarin.

- Ada apa dengan kemarin? - Kenapa kamu melakukan itu?

Aku sudah mengabarimu via SMS bahwa aku membawa tamu.

Tapi kamu tidak menyiapkan apa pun.

Kenapa kamu malah pingsan karena mabuk di siang bolong?

Maafkan aku.

Aku terlalu mabuk sampai tidak tahu kamu mengirim SMS.

Bukankah ini ponselmu?

Ya. Kenapa ada padamu?

Tadi ada di dapur, jadi, aku mengambilnya.

Ya?

Ada apa?

Baiklah, aku akan mampir ke kantormu.

- Itu Pengacara Heo? - Ya.

Dia memintaku mampir karena ada yang ingin dia katakan.

Kira-kira soal apa?

Kemarin malam, dia meneleponmu.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left