The first 200 lines.
Lalu...
Maukah...
...kamu menikah denganku?
Apa?
Aku bilang, "Menikahlah denganku".
Akhirnya, aku memutuskan untuk mengatakan apa yang ingin aku katakan!
Aku...
Aku...
Aku tidak mau.
Um...
Apa kamu mendengar apa yang aku katakan?
Itu tidak mungkin.
Apa ada cara menolak seperti itu?
Tentu saja ada.
Aku tadi melamarmu, kamu tahu?
Apa kamu serius mengatakan itu?
Yah...
Aku memikirkan tentang lamaran ini saat di perjalanan.
Apa yang kamu rencanakan?
Kamu berani sekali.
Tenangkan pikiranmu.
Aku menyadarinya...
...dan hatiku terdorong...
Dengan siapa?
Syukurlah.
Jadi siapapun tidak masalah, ya?
Tidak. Bukan seperti itu!
Shibata Michiko, 30 tahun. Sangat serius tentang ini!
Aku tidak mau ikut Omiai.
Tapi, aku juga tidak ingin sembarangan.
Aku pikir kalau kau jadi tunanganku itu sangat bagus.
Aku... Ingin menikah denganmu, Shunin!
Baiklah.
Shunin!
Kamu pikir aku akan mengatakan itu, Dasar bodoh!
Aku tidak berpikir begitu.
Masalah tunangan itu cuma pura-pura.
Tentu saja kamu senang.
Mau ikut Omiai atau apapun, terserah kamu. Dasar wanita 30 tahun tidak berguna.
Um...
500 yen! Bagaimana kalau 500 yen?
Hah?
Aku akan memberimu 500 yen, jadi menikahlah denganku!
Apa itu bayaranku?
"Pernikahan Satu Koin?" Apa kamu berubah pikiran?
Murah sekali.
Maaf kalau aku menyusahkanmu.
Yang aku lihat kamu akan selalu menyusahkanku di masa depan.
Aku juga.
Aku...
...tidak akan pernah mau menikah denganmu.
Itu pasti!
Canggung sekali...
Kebaikan Shunin malah terlihat jadi konyol.
Aku ceroboh sekali.
Di saat seperti ini...
Hey, kita sudah sampai. Bangun.
Kalau kamu bangun, aku akan menikah denganmu.
Ternyata benar kamu cuma pura-pura tidur.
Kamu itu berat tahu.
Dengan ini, Shibata Michiko...
...setelah melamar pria untuk pertama kalinya...
...dia pura-pura tertidur.
Kami pulang!
Selamat datang.
Ini. Oleh-oleh!
Apa ini?
Shingenmochi.
KOITA Untuk Master Silahkan nikmati bersama Michiko-san.
Lalu, Shunin bilang..
..."Dia ceria, makan banyak, masih muda, cantik, dan aku menyukainya!" tentangku.
Aku tidak mengatakan kalau kamu masih muda.
Benarkah?
Semua yang aku katakan itu hanya kebohongan untuk kebaikanmu.
Jadi begitu?
Tapi pada akhirnya, dia malah mengakui kalau aku ini bukan tunangannya.
Tapi...
Meskipun aku berbohong tentang tunanganku itu cukup membuat orang tua dan kerabatku tenang.
Mungkin kalau Terui-san ikut dengan kami juga, kakekku mungkin akan lebih bahagia.
Itu tidak mungkin!
Daripada meminta orang lain untuk berpura-pura menjadi tunanganmu...
...mungkin lebih baik memiliki yang asli.
Kamu benar juga.
Memang benar.
500 yen ini, sama sekali tidak cukup.
Pada akhirnya aku tidak mendapatkan apa-apa.
Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Shibata-san?
Tidak...
Padahal Shunin...
...pasti punya hari yang melelahkan dan menyakitkan juga.
Tapi dia tidak pernah menunjukannya.
Karena itulah...
...dia pasti bisa membuka sebuah restoran.
"Himawari" adalah tempat yang sangat nyaman.
Tidak terjadi apapun.
Seperti biasa dia hanya menyusahkan saja.
Tapi, rumah Shibata itu tempat yang sangat nyaman.
Jadi dengan melakukan apapun yang aku suka, kakakku tidak akan mengganggu hidupku lagi.
Kakakmu pasti mendengar apa yang kamu katakan.
Itu membuatku ingat dengan keluargaku.
Aku sudah lama mengenalmu...
...tapi ini pertama kalinya aku melihatmu tersenyum seperti itu, Kurosawa-san.
Ternyata Shibata-san memang hebat, bukan?
Itu karena dia sangat bodoh.
Aku tidak punya pilihan lain selain menertawakannya, kan?
Shunin. Pizza ini enak sekali!
Keju punya aroma yang sama dengan daging, ya?
Lihat, kan?
Pizza ini, Koita-san yang membuatnya, kan?
Benar.
Dia pergi kemana?
Ah, Koita-san?
Saat dia dapat telepon di restoran, dia langsung buru-buru pergi.
Dia pergi sangat terburu-buru.
Kemana?
Entahlah.
Shunin.
Jadi Koita-san yang mengajarimu membuat pizza, ya?
Putar, putar, putar!
Itu tidak mungkin.
Sudah aku bilang, jangan seperti itu.
Apa yang aku lakukan?
Aku...
...tidak akan pernah mau menikah denganmu.
Itu pasti!
Setan!
Apa dia tidak bisa menjawab dengan lebih halus?
Eigo...
Meskipun dia dilamar oleh seorang wanita...
Apa mungkin aku yang salah tempat?
Kenapa dia tiba-tiba melamarku?
Dame na Watashi ni Koishite Kudasai Episode 9
Enak sekali!
Tentu saja.
Ayo kita buat ini sebagai hidangan di rumah kita nanti.
Hah?
Aku selalu memikirkannya...
Jika kamu menikahiku dan menjadikanku istrimu..
...bukankah itu akan membuat moodmu lebih baik?
Itu tidak mungkin.
Aku menolak untuk menjadi suamimu.
Keberhasilan seorang suami itu tergantung sama istrinya lho?
Pertama-tama, bayar dulu hutangmu.
Daripada mengatakan lelucon konyol, cepat makan dan pergi ke kantormu agar cepat mendapatkan gaji. Dasar tidak berguna.
Tapi itu bukan lelucon.
Perencanaa produk yang aku buat?
Ini.
Gantungan untuk pakaian dalam.
Ini terpilih sebagai salah satu calon produk terbaru.
Benarkah?
Jika produk ini berhasil, ini pertama kalinya di departemen kita.
Benarkan? Jika kamu bekerja, waktu berlalu begitu saja, kan?
Terima kasih.
Semoga beruntung!
Selamat!
Masih ada seleksi terakhir yang harus dilewati.
Sepertinya mantan pacarmu juga berusaha keras.
Mantan pacarku?
Mereka berencana untuk menjual satu set peralatan rumah tangga, jadi mereka bekerja dengan beberapa toko interior.
Bukankah kamu melepaskan ikan yang sangat besar?
Hubungan cinta setelah putus itu, aku rasa hubungan yang lebih baik.
Apa kamu sedang mencoba menghiburku?
Aku jadi galau sendiri.
Mogami-kun.
Shibata-san, aku sudah mendengar kalau perencanaan produk yang kamu buat terpilih masuk seleksi terakhir.
Kamu juga.
Kamu juga berencana untuk menjual satu set peralatan rumah tangga.
Saat ini, mungkin aku berusaha keras dalam pekerjaanku untuk menyembuhkan patah hatiku ini.
Bercanda.
Sampai nanti.
Mogami-kun!
Ini.
Shingenmochi?
Aku pulang ke rumahku di Yamauchi.
Apa orang tuamu tidak marah?
Aku sudah bilang kalau aku akan menemui mereka, tapi...
Itu bukan salahmu, Mogami-kun.
Tapi, Shunin datang dan berpura-pura menjadi tunanganku.
Pada akhirnya, aku ketahuan juga.
Jadi begitu?
Tapi...
Aku sudah mejelaskannya pada orang tuaku.
Mungkin mereka senang aku kembali kesana?
Apa kamu...
...tinggal bersama dengan Shunin-san lagi?
Hmm.
Sama seperti sebelumnya...
...aku hanya menumpang.
Apa itu, "Pernikahan Satu Koin"?
Saat aku mengungkapkan itu padanya, aku tidak menyadariya.
Apa ada hal aneh lain yang kamu katakan?
Ngomong-ngomong...
Ternyata sifat burukmu tidak pernah hilang, ya?
Itu patah hati yang sangat tiba-tiba.
Apa itu yang disebut patah hati tiba-tiba?
Maaf, aku tidak mengerti apa yang kamu katakan.
Saat kamu ikut pesta perjodohan, kamu akan mengerti.
Manusia itu, untuk menikah atau jatuh cinta, itu hal yang sangat sulit untuk di dapatkan.
Ngomong-ngomong, Akira-san...
Entah kenapa, auramu sedikit berubah.
No comments yet. Be the first to leave one.