Release info

연애혁명-Love-Revolution-E30-END-WEB-DL-iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-12-29
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 166 lines.

Apa yang kulakukan?

- Kau sedang apa? - Apa?

- Kau harus pergi. - Kenapa? Apa ada masalah?

Tidak perlu khawatir.

Kudengar mantan pacar Gong Ju-young dan Ja-rim bertengkar.

Kau dan aku melalui banyak masalah karena mereka, bukan?

Benar.

Aku melakukan semuanya.

Hei. Apa yang kau lakukan?

Kau sibuk berkencan.

Apa? Ada masalah?

Berhentilah berusaha dipuji. Ini semua berkat aku.

- Kau mau ke mana? - Toilet. Kenapa?

Kau berdiri saat kita berbincang.

Haruskah aku bicara denganmu selagi buang air kecil?

Bisakah kau tidak bilang begitu?

Lee Gang!

Gang. Aku punya permintaan.

Aku tidak sadar kau di sini.

Kurasa kau tidak mau aku tahu kau mau bilang apa.

Aku memang berencana pergi.

- Aku mau minta tolong... - Kau merencanakan acara kejutan?

Apa? Bagaimana kau tahu?

Aku tidak memberi tahu siapa pun. Bagaimana kau...

Nada suaramu berbeda saat membicarakan kejutan dan gim.

Untuk apa acara kejutan ini?

Ini bukan hari ulang tahunnya

dan ini sudah lebih dari 200 hari.

Astaga. Bagaimana kau ingat hari jadi kami?

Itu karena kau selalu membicarakannya.

Kau memberi tahu kami saat itu hari jadi ke-100 dan ke-200.

Tidak ada yang tahu besok hari apa.

Ini hari spesial yang kubuat hanya untuk kami.

Aku yakin Ja-rim akan tersentuh saat mengetahuinya.

Bisakah kau membantuku?

Tidak! Aku tak mau membantumu. Aku tak berniat membantumu! Pergi!

Hei. Kau mau ke mana?

Aku tidak mau!

Aku harus ke toilet!

Astaga!

[Episode 30, Hari Hanya Aku yang Tahu, Rahasia Tersembunyi, Acara Kejutan]

Kau mau berfoto akhir pekan ini?

- Kenapa? - Sepupuku membuka studio foto

dan dia butuh foto untuk dipajang.

Katanya jika kuajak teman-temanku, dia akan memotret kita secara gratis.

Berarti wajah kita akan muncul di studionya.

Benar.

Memangnya kenapa? Kau cantik. Kau harus menggunakan wajahmu.

Aku bahkan akan memintanya mengambil foto KTP secara gratis.

Lagi pula, kita harus mengambil foto untuk KTP.

Sepupuku mengambil foto yang bagus.

Foto KTP gratis terdengar bagus.

Min-ji. Mari kita berfoto persahabatan akhir pekan ini.

Sepupu Jin-hee akan memotret kita.

Benarkah? Baiklah.

Tapi apa kita akan berfoto sendiri?

Lantas, siapa lagi? So Ha dan Bae Ji?

Astaga.

Kupikir jika Gong Ju-young tahu, dia ingin bergabung dengan kita.

Kau mau mengajak teman-teman pria? Akan kutanyakan di grup obrolan.

Jika Gong Ju-young tahu, dia pasti akan pergi.

Aku tahu.

Dia akan ribut bilang itu latihan untuk foto pernikahan kalian.

Berhenti mengatakan itu. Dia benar-benar akan mengatakan itu.

Asyik!

Aku dapat latihan gratis untuk pemotretan pernikahan dengan Ja-rim.

Kau selalu sesuai dengan harapanku.

Aku senang sekali. Kita akan berkencan besok.

Ini akhir pekan yang sempurna.

Ini bukan foto pernikahan. Ini hanya foto.

Kenapa kau bersemangat sekali hari ini?

Apa? Sudah habis terjual?

[Aku sudah memesan, tapi tidak tahu kapan itu akan datang.]

Baiklah.

Ini masalah sejak awal.

Hei.

Hei, di mana kau?

Aku sedang menuju warnet. Kenapa?

Ja-rim menunggu di Subyeon Arcade.

Bisakah habiskan waktu sekitar 30 menit bersamanya?

Apa? Apa yang kau lakukan?

Aku dapat masalah sejak awal.

Aku mau membeli kue, tapi sudah habis, jadi, aku harus ke tempat lain.

Kalau begitu, suruh Wang Ja menghampirimu.

Apa kau gila? Dia akan tahu soal kejutan ini.

Sial. Apa ini? Bagaimana dengan yang lain?

Mereka berdua ada di rumahku, tapi pasti tidur.

Hanya kau yang menjawab. Kumohon. Hanya kau.

Lupakan saja. Suruh saja dia menunggu.

Kenapa aku harus menunggu dengannya? Dia bukan anak kecil.

Waktu berlalu perlahan saat kau menunggu sendirian.

Dia pasti akan marah.

Hei, mainkan itu dengannya. Kalian bermain gim yang sama.

Kau bisa menemuinya dan melakukan itu.

Di mana kau? Aku akan mengambil kuenya.

Kau tidak akan bisa membawanya.

Aku akan membayarnya dan pergi.

Akan kuminta yang lain mengambilnya.

Baiklah.

Terima kasih. Aku akan segera ke sana.

Sial.

Baiklah.

Aku sungguh minta maaf. Kyung-woo akan pergi ke sana.

Tunggulah sebentar dengannya.

Apa? Kenapa dia datang?

Baiklah kalau begitu.

Aku akan segera ke sana. Maafkan aku.

Baiklah.

Hei.

Kenapa kau datang ke sini?

Kau tidak perlu melakukannya.

Lagi pula, aku sedang menuju warnet.

Kalau begitu, kau boleh pergi. Aku bisa menunggu sendiri.

Tidak...

Kau haus?

Apa yang dia rencanakan kali ini?

Apa? Dia menyiapkan sesuatu lagi, bukan?

Tidak. Kubilang apa yang dia lakukan sampai terlambat.

Sudah berapa hari kalian berkencan?

Sudah 244 hari.

Sudah lama.

Rasanya baru kemarin dia mencengkeram kerahmu di bus.

Kau bicara seolah-olah kau di sana.

Apa? Aku juga ada di sana. Kau tak tahu?

Aku tidak tahu.

Ingatanmu buruk

atau kau hanya memperhatikannya sejak saat itu?

Akan bagus jika aku menyukainya sejak saat itu.

Benar. Kau benar.

Kau juga akan dipotret? Yang kita bahas di grup obrolan.

Ya. Bukannya kau juga akan ikut?

Akan lebih baik jika aku tidak pergi.

Apa maksudmu?

Lupakan saja.

Dia akan segera datang. Aku pergi, ya.

Sampai jumpa.

Sayang, aku sungguh minta maaf.

Tidak apa-apa. Kenapa kau berlari?

Tidak.

Kita harus segera makan jika ingin menonton film.

- Mau pergi sekarang? - Baiklah.

- Kyung-woo tidak datang? - Dia baru saja pergi.

Dia banyak mengeluh, bukan?

Karena terlambat, aku akan memastikan harimu sempurna.

Jamuan pertama adalah restoran yang kucari.

Tempat ini sangat terkenal

- dan tidak menerima pesanan... - Restorannya tutup.

[Pemberitahuan renovasi: Kami tutup untuk renovasi. Sampai jumpa pekan depan]

Apa?

Apa? Tidak.

Sayang sekali.

Entah apa ada tempat untuk makan di sekitar sini.

Tempat lain yang kutemukan adalah...

- Jaraknya 20 menit... - Butuh 20 menit untuk sampai ke sana?

Lantas, kita mungkin tidak akan sempat menonton film.

Haruskah kita makan makanan yang dijual di bioskop?

Tapi aku ingin makan makanan enak bersamamu.

Kita bisa melakukan itu lain kali.

Ayo.

[Kenapa semuanya menjadi seperti ini hari ini?]

Kapan kita tertidur?

Hei, bangun.

- Apa kita harus pergi sekarang? - Belum.

Astaga. Apa yang kita lakukan?

Ini akhir pekan berharga kita, tapi kita membantu Gong Ju-young dengan kejutannya.

Lalu apa rencanamu, Sayang?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left