The first 200 lines.
"Episode 5"
Aku ingin kamu tinggal di sini mulai sekarang.
Aku tidak mau kamu pergi ke mana-mana.
Aku memasukkan semua bahan dasar di kulkas.
Ada juga nasi.
Aku ingin kamu membeli bahan t ambahan lewat internet.
- Jangan membawa barang yang berat. - Baik.
Kamu dilarang minum kopi, soda, alkohol, dan merokok.
Baik.
Tolong berusahalah untuk makan makanan organik dan makanan alami
karena apa yang kamu makan akan langsung diserap bayiku.
Baik.
Kamu tidak punya pacar, bukan?
Tidak.
Tapi biarkan aku memberitahumu sebelumnya, karena aku cemas.
Kamu dilarang tidur dengan pria. Apa kamu mengerti?
Aku mengerti.
Aku tidak ingin siapa pun bahkan keluargamu ke rumah ini.
Tidak akan ada yang datang berkunjung.
Tolong jangan pergi keluar.
Beri tahu aku jika kamu harus pergi ke suatu tempat. Aku akan mengantar.
Kamu harus memberitahuku apa pun yang terjadi.
Aku harus selalu tahu di mana pun kamu berada.
Bahkan setiap saat. Apa kamu mengerti?
Baik.
Dan
cobalah memikirkan hal-hal positif saja.
Tidak penting bagaimana hidupmu atau apa yang telah kamu lalui.
Tolong lakukan yang terbaik untuk bayiku yang ada di tubuhmu.
Baik.
Aku sudah selesai. Ayo keluar.
Ini.
Ini airmu.
Kamu terlihat tidak sehat.
Aku melihat sup rumput laut. Apa kamu yang membuatnya?
Aku membelinya dalam perjalanan pulang.
Begitu rupanya.
Apa kamu tiba-tiba mengidam sup rumput laut?
Kamu akan bisa makan banyak setelah melahirkan.
Apa kamu merasa sehat?
Ya.
Aku sudah menjual rumah.
Maafkan aku.
Aku akan bangkit lagi dan memberimu rumah yang lebih besar.
Kamu makan kimchi sekarang?
Aku pikir kamu tidak bisa memakannya karena baunya.
Aku tidak lagi mual.
Apa?
Maafkan aku.
Apa kamu serius?
Menurutmu, kenapa aku membuat pilihan semacam itu?
Ibumu bahkan tidak berpikir untuk membantu kita.
Kamu berharap aku bagaimana dalam situasi seperti ini?
Jangan buka matamu.
- Jangan buka dahulu. - Baik.
Sampai. Kamu dapat membuka matamu sekarang.
Kamu sudah mendekorasinya?
Aku tidak bisa menunggu.
Lihat ini. Ini lucu, bukan?
Astaga, ini menggemaskan.
Tapi
kamu membeli semuanya dalam warna biru.
Tidakkah kamu pikir itu agak terburu-buru?
Dia wanita yang seperti apa?
Apa pekerjaannya?
Karena dia sudah hamil, ini separuh dari depositnya.
Terima kasih, Bu Choi.
Tapi sebelum aku memberimu ini, aku ingin tahu apa pekerjaannya
dan di mana dia tinggal.
Aku juga ingin tahu alamatmu.
Aku hanya mempersiapkan yang terburuk.
Bu Yoon melarangku memberitahumu hal pribadi.
Apa kamu tidak ingin uang?
Dia mengajar anak-anak di sanggar seni.
Aku tidak yakin.
Dia sangat tertutup tentang informasi pribadinya.
Privasi macam apa yang dibutuhkan ibu pengganti?
Bukankah kamu sudah menyelidikinya sebelum memintanya mengandung?
Rupanya dia wanita yang baik. Kenapa Ibu tidak percaya saja?
Astaga, bagaimana ibu bisa memercayai orang seperti itu?
Dia pasti melarat hingga bersedia menjadi ibu pengganti.
Ibu ingin tahu dia orang yang seperti apa.
Tidak, Ibu tidak bisa melakukan itu. Dia tidak mau.
Dia mengandung cucuku yang berharga.
Bagaimana jika dia tiba-tiba memutuskan untuk melarikan diri?
Astaga, dia tidak akan melakukan itu.
Dia masih harus menerima separuh uangnya.
Meskipun dia tidak melakukan itu,
kamu harus temani dia untuk pastikan dia menuruti semua perintahmu,
termasuk cara dia makan,
apa yang dia lihat, dengar, dan pikirkan.
Kamu tidak punya waktu untuk semua ini.
- Aku akan mengurusnya dengan baik. - Astaga.
Astaga.
Apa gunanya memberitahumu semua ini?
Sungguh menyedihkan.
Astaga, ibuku sangat kejam.
Halo.
Kenapa kamu terlambat sarapan?
Aku tidak terlalu lapar.
Kamu tidak bisa melakukan itu.
Kamu harus makan tepat waktu demi si bayi.
Apa ini?
Aku membelikanmu banyak lauk-pauk.
Aku tidak berselera makan.
Bu Yoon.
Kamu pasti salah paham.
Ini bukan bayimu. Ini bayiku.
Apa kamu pikir aku akan memberi ini untuk bayiku?
- Maafkan aku. - Dari mana kamu mendapatkan ini?
Aku harus membuatkanmu jadwal makan.
Makanlah ini dahulu.
Aku akan membuatkanmu salad.
Aku tidak ingin makan daging.
Apa kamu tidak mengerti?
Ini bayiku.
Panggang dagingnya.
Jangan dengarkan lagu murahan seperti itu.
"Lagu murahan"?
Ya, itu benar.
Dengarkan lagu-lagu klasik.
Apa kamu tidak tahu apa-apa tentang pendidikan pranatal?
Lagu-lagu riang seperti itu juga bagus untuk bayi.
Bayi zaman sekarang sangat menyukai lagu-lagu itu.
Bayiku berbeda daripada bayi-bayi itu.
Martabat harus diajarkan sejak dari rahim.
Kurasa itu agak terlalu berlebihan.
Itu subjektif untuk menganggap bahwa musik klasik adalah...
Bu Yoon.
Apa kamu lupa bahwa kamu wajib
mengikuti perintahku sampai kamu melahirkan?
Kenapa kamu membantah?
Dia masih berupa titik kecil.
Aku ingin tahu kapan dia akan tumbuh besar.
Dia perlu makan dengan baik agar bayinya tumbuh dengan baik.
Aku ingin tahu kenapa dia tidak makan banyak.
Mungkin dia tidak peduli karena itu bukan bayinya.
Ada apa?
Si ibu pengganti tidak menjawab telepon.
Aku ingin tahu apa dia pergi ke suatu tempat.
Apa kamu pikir dia kabur?
Tidak mungkin.
Ya, Bu Choi.
Kenapa kamu begitu lama menjawab telepon?
Apa kamu tahu berapa kali aku menelepon?
Dari mana saja kamu?
Aku sedang mandi.
Mulai sekarang, aku ingin kamu melaporkan
apa yang kamu lakukan setiap dua jam.
Kirimkan aku pesan teks kapan kamu bangun dan tidur,
dan kirim pesan teks padaku setiap dua jam sekali di antaranya.
Apa itu benar-benar perlu?
Aku akan selalu berada di rumah.
Aku tidak bisa bersamamu selama 24 jam.
Jadi, itu perlu.
Jika tidak, aku harus mempekerjakan seseorang untuk mengawasimu.
Tapi bukankah itu lebih tidak nyaman?
Baik.
Sampai jumpa.
Debu kuning sangat parah belakangan ini.
Jangan pergi ke mana-mana. Itu berakibat buruk bagi si bayi.
Ini bagus.
Apa yang membawamu kemari?
Menurutmu apa? Aku datang untuk melihat bagaimana keadaanmu.
Astaga.
Hidupmu sangat makmur.
Ini lezat.
Apa kamu sudah membayar utangnya?
Ya.
Aku mengatakan kepada mereka aku akan membayar bunganya
2.500 dolar setiap bulan sampai aku memberi mereka setengahnya.
Jadi, kirimkan biaya hidup bulananmu setelah kamu menerimanya.
Baik.
Bagaimana dengan Ayah?
Dia akan segera dibebaskan. Mereka mencabut semua tuduhan.
Syukurlah.
Tempat ini bagus. Kamu memiliki kamar yang besar.
Hei, kenapa kamu tidak melakukan ini sebagai pekerjaan?
Kamu bisa hamil dengan mudah.
Apa?
Aku bercanda.
Kamu sebaiknya pergi.
Dia melarangku mengundang siapa pun.
Aku setidaknya harus mampir dan melihat di mana kamu tinggal
karena aku bertanggung jawab mengurusmu.
Ini, aku membelikanmu beberapa makanan.
Ayolah.
Lakukan yang terbaik, ya?
"Mi instan"
"Meninggalkan Segalanya"
Pak Shin.
Pak Shin, apa kamu serius meninggalkan kami?
Tentu saja. Apa kamu pikir aku akan tinggal bersama kalian?
Presdir barumu adalah temanku.
Dia setuju untuk tidak memecat siapa pun,
jadi, katakan padaku jika dia melanggar janjinya.
Aku akan memarahinya.
Apa yang akan kamu lakukan sekarang?
Aku akan berkonsentrasi melunasi utangku.
Lalu,
No comments yet. Be the first to leave one.