The first 200 lines.
Dia pengacara?
Itu sebabnya baru 3 bulan kau sudah mau menikah?
Ya ampun.
Orang tuanya tinggal di seberang samudera pasifik./ Ya ampun.
Anak bungsu dari dua bersaudara, tanpa saudara perempuan.
Benarkah?/ Dia akan segera membuka firma sendiri.
Luar biasa.
Bagaimana denganmu, Kim Jiwon? Apa kau cemburu?
Tidak, aku hanya mau bilang selamat padamu!
Kau sudah menunggu lama untuk bisa menikah.
Terserah.
Ini hanya kesepakatan besar dalam keluarga.
Ayahnya membuka firmanya sendiri dan...
...hasilnya dia menikahi putrinya.
Bagaimanapun, cobalah untuk bisa langgeng.
Jangan ganggu kami dengan perceraian atau pernikahan ulang.
Kenapa?
Kau pikir aku akan terus menghubungimu?
Aku tak mau memberi uang pernikahan dua kali.
Kalau begitu aku akan beri kalian berdua diskon 50%.
Kau tak perlu membayar setelah yang ketiga.
Gila.
Biarkan saja./ Kita tak punya pilihan lain.
Dia tetapkan tanggal setelah pertemuan ke-lima. Dia pasti sudah gila.
Dengarlah, teman-teman.
Kalian tak tahu apa-apa soal pria.
Begitu kalian bertemu seorang pria, kalian akan mengerti.
Jika di pertemuan pertama tak terlihat baik...
...meski setelah pertemuan ke-100 tetap tidak.
Kalian bertemu dengannya...
...dan "Wow!".
Kalian tak perlu ragu.
Kalian bisa lihat sekali lalu hidup bersama.
Baiklah.
Kenapa dia belum tiba?
Tunggu.
Apa mungkin...
...dia meniup balon dulu?
Itu jorok sekali!
Atau karena lilin di atas kue tak bisa nyala.
Tapi, kita tak tahu jika dia akan melamar.
Kita bahkan tak pernah membayangkannya, huh?
Mengerti, mengerti!
Bagus. Dia datang.
Sayang!
Oh sayang!
Wow... balon!!
Apa ini?
Aku benar-benar tak menyangka...
Omo, aku kaget!
Hyejoeng kau pasti sangat bahagia!
Kejutan!
Wow, aku terkejut!!
Omo!
Sayang, kapan kau menyiapkan semua ini?
Kita pergi dengan orang lain untuk cinta tapi...
...pernikahan bukan sekedar tentang cinta.
Kau mau menikah denganku?
Ketika cinta mekar lewat suatu hubungan...
dan berproses pada suatu sistem tanggung jawab...
disebut pernikahan. Wanita...
Mereka...
Mereka butuh suatu bukti.
Seumur hidup terlalu lama untuk hidup berdasarkan cinta.
Hidup selalu berbatu.
Sayang./ Ya.
Kita pasti sudah ditakdirkan untuk bersama.
Mari...
Kontraknya bukan lagi masalah.
Mari kita minum!
Oh iya...
Manager Kim bilang ia membawa formulir perencanaan asuransi bersamamu.
Asuransi, keamanan...
Apa kau punya pekerjaan sampingan?
Tidak pernah hujan jika kau punya payung.
Selalu hujan ketika kau mencuci mobil.
Itu yang kita sebut...
Hukum Murphy?/ Seperti itulah asuransi.
Tentu saja itu bagus, jaminan keamanan...
tapi asuransi seperti Hukum Murphy.
Kau mengambil perencanaan yang mahal untuk kebaikan!
Tak ada kecelakaan, tak juga pencurian.
Sungguh buang-buang uang.
Sia-sia.
Kau benar-benar sesuatu, kau tahu itu?
Biar kulihat.
Kita lupakan pembicaraan membosankan ini.
Biarkan aku menuangkan minuman untukmu.
Ya, tuangkan minuman untukku.
Kau tidak lihat ini?
Kau seharusnya mencoba untuk berhenti.
Ini.
Kau sungguh keras kepala.
Omong-omong!
Manager Tim, aku menghormatimu!
Kontrak perpanjangan dan perencanaan hukum juga!
Hari ini pukulan ganda lagi!
Fax salinannya pada sekertaris besok.
Lakukan sendiri!/ Ya!
Manager Tim.
Kau tak akan mendapat taksi, aku akan berimu tumpangan.
Aku punya supir sendiri.
Apa yang dia bicarakan?
Aku kencing kemana?
Kau tidak mau melihatku?
Berat badanmu turun banyak sekali.
Pegal sekali./ Maksudku...
Kita tidak bertemu dalam beberapa hari.
Tapi...
Kau bilang aku cantik meskipun aku gemuk.
Aku tak pernah bilang kau cantik.
Kubilang tak ada yang salah denganmu.
Jangan berusaha untuk berkelit seperti itu.
Sekarang apa?
Waktu itu aku tanya, kenapa kau menikahiku?
Maaf, ini semua salahku.
Jadi...
kau ingin tahu kenapa aku mau menikahimu?
Kenapa 'malam' kita sebut 'malam'?
Karena malam.
Kalau begitu kau tahu.
Han Seunguk!
Katakan dengan benar.
Lebih meyakinkan! Emosional! Hot!
Heyjeong...
Apa dia menikahi pecundang sukses?
Kenapa kau membicarakan dia sekarang?
Dan juga, apa pecundang bisa sukses?
Ya ampun!
Tes pernapasan di akhir pekan?
Siapa yang peduli? Aku yang mabuk.
Tunggu... Apa kau...
Apa?
Aku tak bisa memberi selamat dengan minum air!
Aigoo... Kim Jiwon?/ Bagaimana ini?
Semua ini salahmu!
Tolong tiup. Anda harus meniupnya.
Tiup saja, sekarang sudah terlambat.
Kubilang tiuplah, cepat!
Aku sangat lelah.
Berikan padaku.
Buka... tiup.
Tiup!
Tunggu, kau belum menjawab pertanyaanku!
Kenapa kau mau menikah denganku?
Katakan!
Cepat jawab aku!
Alasan Diriku M enikah
Ini dia.
Kau bodoh. Kenapa menyetir kalau kau mabuk?
Mereka hanya memberi kita peringatan jadi berhentilah mengomel.
Apa? Bodoh?
Hei!
Aku akan menikahimu meskipun kau bodoh. Jangan khawatir.
Aku sudah bilang simpan kaos kakimu dengan benar!
Apa ini?
Kambing hitam lagi?
Aku tak bisa melakukan 2 pekerjaan tanpa itu.
Cobalah untuk berteman dengan itu.
Mereka bilang itu bagus untuk tubuhku.
Aku benci baunya!
Membuatku ingin muntah!
Katakan.
Aku atau kambing hitam?
Aku tak bisa hidup di rumah yang sama dengan ini.
Sungguh?/ Ouch, kau mau mati?
Hei, ini dan warna itu...
Orang akan salah paham dan mengira aku tak normal.
Kita buang saja persoalan "cantik" ini.
Persoalan cantik?
Orang-orang yang saling mencintai berakhir...
...dengan pertengkaran karena persoalan "cantik".
Kita harus berusaha untuk saling membiasakan diri.
Hei! Kau...
Aku kenapa?
Apa?
Lupakan.
Hei.
Kau mau hidup dengan wanita lain?
Kau ingin aku memberimu kesempatan? Ya?
Benarkah?/ Beraninya kau?
Tidak apa-apa, aku bisa mengatasinya.
Kau belum berubah sejak 6 tahun terakhir.
Aku benar-benar sudah kenyang.
Beberapa waktu lalu aku sudah menyadarinya...
Kau membuatku berteriak. Aku sangat lapar.
Hei.
Aku sudah bilang makanlah. Kenapa kau ingin terus kelaparan?
Lupakan soal gaunnya.
Pria tak suka wanita berpakaian lengkap.
Mereka lebih memilih telanjang.
Bicara soal itu, kemarilah.
Dasar! Han Seunguk!
Aku pergi.
Menginaplah.
Lupakan.
Kau menyuruhku untuk menginap karena kau merasa tak enak...
kau tak mau repot mengantarku pulang.
Aku pergi.
Menginaplah!
No comments yet. Be the first to leave one.