The first 200 lines.
Perhatian!!! Dilarang mengcopy, mengganti credit title, mengupload ulang subtitle ini dengan alasan apa-pun.
Sial, sial!
Sudah selesai mengambil fotonya?
Sekarang lakukan kerjaan lainya.
Ambil piring-piring dari lantai atas. - Oke.
Karishma, ambilkan buah-buahan juga. - Oke baiklah.
Jika kamu berteriak, kamu akan menjadi orang yang paling mengerikan.
Halo, Putri. - Keren, Dino.
Haruskah kita lari? - Tentu saja.
Ayo.
Ayo..
K... Khalifa.
Terjemahan Indonesia asli oleh: Ainür Röfiq
Lekar Hum Deewana Dil
Khalifa... Khalifa... Kita seperti Khalifa...
Kita tidak beruntung.
Khalifa... Khalifa... Kita seperti Khalifa...
Kita berbaris di depan.
Setiap saat penuh dengan resiko.
Itu semua yang kita dambakan.
Suasana berubah menjadi sikap kita.
Ini adalah persona yang berbeda.
Khalifa... Khalifa... Kita seperti Khalifa...
Kita tidak beruntung.
Khalifa... Khalifa... Kita seperti Khalifa...
Surabaya, Maret 2015
Kita meremas langit.
Dan minum serbat biru.
Kita mengambil sepotong matahari dan...
...sepotong awan, diselipkan di jari kita dan mengunyahnya.
Khalifa... Khalifa... Kita seperti Khalifa...
Kita tidak beruntung.
Khalifa... Khalifa... Kita seperti Khalifa...
Kita berbaris di depan.
Setiap saat penuh dengan risiko.
Itu semua yang kita dambakan.
Suasana berubah menjadi sikap kita.
Ini adalah reputasi yang unik.
Khalifa... Khalifa... Kita seperti Khalifa...
Kita berbaris di depan.
Kita berbaris di depan.
Setiap saat penuh dengan risiko.
Itu semua yang kita dambakan.
Suasana berubah menjadi sikap kita.
Ini adalah reputasi yang unik.
Khalifa... Khalifa... Kita seperti Khalifa...
Copyright © Ainür Röfiq 2015
Aku sudah bilang kalau aku tidak akan pergi dengan mereka.
Karena telingaku sakit dalam pesawat.
Dan aku juga merasa mual.
Ibu, aku mohon.
Kita pergi ke Eropa selama 21 hari.
Ambillah. Ini buatan sendiri.
Bantulah dirimu sendiri.
Ibu suka bepergian.
Halo, Pak. - Ayo, Mahesh.
Apakah kamu ingin sesuatu?
Makanlah nak... buatlah dirimu nyaman... jangan malu seperti anak gadis.
Karishma.
Mari, sayang.
Lihatlah cantik, kan?
Makanlah itu, nak... jangan malu.
Kita memiliki setiap kebebasan di dunia ..
...tapi masih, menikah sebelum usia 21.
Aku tidak mengerti orang tua kita.
Tradisi Shetty.
Serius.
Ayo, mari, mari, makanan sini.
Pergi kemana kamu.
Wow, Chhotu. - Terima kasih.
Kamu begitu lama.
Aku pikir kamu akan datang besok.
Dino.
Aku tidak lapar.
Mengapa? Karena Karishma sedang ada catwalk?
Hei, virus, tidak ada seperti itu di antara Kita.
Biarlah.
Kita tahu apa yang terjadi diantara Karishma dan kamu...
...dan juga seluruh perguruan tinggi.
Tapi Tuhan tahu kapan kalian berdua akan menyadari hal ini.
Aku sangat bingung.
Apakah mereka teman, kekasih, lewat saja atau DMC.
"Dekho Maghar Chhuo" Lihat, tapi jangan sentuh.
Oh, Tuhan. Milind.
Pertama, Karishma dan aku tidak akan berselingkuh...
...hanya Karena kau bilang begitu. Oke?
Dan kedua, dia hanya membeli beberapa waktu...
...untuk menenangkan ayahnya yang pemarah.
Jadi begitu.
Hey ..
Menjijikkan ..
Ia makan seperti binatang.
Aku bersumpah ..
Bagaimana bisnisnya?
Baik-baik saja.
Seema.
Dia seperti ayahnya.
Bagaimana lisensinya? - Ini akan diselesaikan.
Sini.
Ya. Karishma, layani semua orang.
Beritahu aku jika ada masalah.
Kamu bisa makan semua setelah pernikahan... anakku, bicaralah dengannya.
Pasangan serasi. Kita tidak akan menemukan pasangan serasi meskipun di kuil Subramaniam.
Anak itu tidak makan apa-apa.
Dan untuk Shetty, sari lipit emas itu suatu kebanggaan.
Sexy!
Kamu tidak...
Kamu ingin air?
Apa yang salah dengan dia?
Beri dia beberapa wiski.
Itu masalahnya. Dia tidak minum minuman keras.
Jadi kamu mencintainya? - Tentu saja aku mencintainya.
Maksudku... seperti seorang teman.
Tapi aku tidak tahu ..
Bisa jadi sesuatu yang lain.
Tapi bagaimana aku bisa tahu.
Kita cocok dengan satu sama lain.
Tapi cinta dan semua...
Mengapa kamu mengajukan pertanyaan bodoh?
Diam dan main game saja. - Maaf.
Ayo. - Jangan marah.
Dinesh!
Dinesh!
Dinesh, bangun.
Bangunlah, Dinesh. Bangun.
Dinesh sudah mati, ibu.
Dia dijodohkan dengan kelas menengah murahan...
...dan aku ingin bunuh diri. - Diam.
Dino tidur. Selamat Malam.
Aku akan menamparmu kembali ke kenyataan.
Apa ini?
Apa ini?
Jika kamu memutuskan untuk merusak diri sendiri.
Dino, mana headphoneku?
Kenapa ada di sini.
Dev. - Iya.
Dev, lihat.
Lihat apa yang aku temukan di balkon.
Dia telah memakainya.
Tunggu. Biarkan aku lihat.
Bro, rokok? Yang murah.
Kamu harusnya merokok di kelas kamu saja.
Dev, kamu? - Ibu, mungkin aku...
Mother India, dia sudah berusia 25 tahun.
Dia tahu apa yang terbaik baginya.
MBA. Kerja dengan multi-nasional.
Wisata asing.
Dan kamu prihatin tentang rokok di balkon.
Dia anak Ibu yang patuh.
Waku luang dia kali ini.
Dia tidak akan merokok lagi di rumah.
Benar, AP?
Kamu sialan - Tidak akan ada yang memarahi kamu.
Kamu akan membunuhku suatu hari nanti.
jangan pukul aku.
Aku punya sakit kepala, mohon jangan pukul.
Bagaimana kamu bisa sakit kepala?
Kamu ditakdirkan membuat orang lain sakit kepala, kamu bodoh.
Oke, oke.
Gila.
Meski dibersihkan tetap saja berantakan seperti...
...kapal pecah.
Nina.
Nina... apa ini?
Apakah ini kamar atau tempat sampah?
Apa yang kamu harapkan dariku?
Dia tidak pernah mendengarkanku.
Apa yang kamu lakukan?
Sikat gigi dulu sana.
Semua pakaian yang berserakan di tempat tidur.
Di mana dia tidur?
Di dalam lemari.
Mr. Bholu, bisa ambilkan kecap?
...atau aku menunggu hingga musim panen? - Baik Tuan.
Oke, papa. - Mau berangkat anakku.
Oke. Semoga perjalananmu menyenangkan.
Semoga kamu sukses. - Terima kasih.
Telepon aku segera setelah kamu sampai di sana. - Jangan khawatir.
Hati-hati. Oke.
Apakah kamu tidak mengantarkan sampai bandara?
Tidak, sebenarnya aku sangat sibuk hari ini.
Mengapa? apakah kamu ada kuliah hari ini.
Tepat, kalau tidak aku akan mengantarkan dia.
Papa, tidak apa-apa.
Aku sudah terlambat. Aku akan naik taksi saja.
Yuck. Apa yang kamu lakukan, man?
Bye, BA.
Menjijikkan
Bye, ibu. - Bye, anakku.
Bye...BA.
BA "Bigdi Aulaad" (Anak Manja)
Dev benar tentang dirinya.
Ia tidak berguna bagi siapapun.
Dev memenuhi semua tanggung jawabnya...
...meskipun dia sibuk.
Dan anak ini...
Semua yang dia lakukan adalah duduk-duduk di rumah tanpa melakukan apa-apa.
Tunggu, tunggu, aku akan mengantarkanmu.
Dua jam perjalanan ini lebih baik daripada...
...bosan mendengarkan...
No comments yet. Be the first to leave one.