The Legendary Tycoon (传奇大亨)

The Legendary Tycoon (传奇大亨)

Download Indonesian Subtitle

Release info

传奇大亨 The Legendary Tycoon E 12
传奇大亨 The Legendary Tycoon E 13
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[Viki Version] Perfectly Synced for all version. Selamat menonton:) Follow IG: @sultan_khilaf_sub

Tags

other
Published on: 2017-11-14
Downloads: 3
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sang Konglomerat Legendaris

Episode 12 -

Kau ingin berdansa denganku?

Kau saja sendiri.

Kita sudah duduk disini lebih dari satu jam namun kau tidak mengucapkan sepatah katapun padaku.

Kau memintaku datang kesini untuk bermain bersamamu

atau menemanimu mencari teman?

Menemaniku untuk bersenang-senang.

Aku akan melakukan apapun yang bisa membuatku bahagia.

Kalau kau tidak senang, kau pergi saja sekarang.

Aku hanya akan memanggil pelayannya kesini.

Nn. Wang, kebetulan sekali.

Kenapa beberapa hari ini kau tidak menemuiku?

Mari. Mari.

Aku tidak tahu cara menghubungimu.

Kau bertemu ayahku hampir setiap hari. Apa susahnya mencari cara menghubungiku?

Oke, lain kali aku akan mencarimu.

Aku ada janji bertemu teman hari ini. Kau bersenang-senang saja sendiri.

Kau tidak ada rencana mengajakku berdansa lagi?

Terakhir kita masih belum menentukan siapa yang menang.

Aku mengaku kalah. Kau lebih jago berdansa daripadaku. Permisi.

Hei! Hei!

Kenapa? Kau sudah menemukan temanmu?

Ayo. Berdansa denganku.

Bukankah kau yang tidak ingin berdansa tadi?

Aku ingin dansa sekarang. Kau tidak mau?

Aku tidak pernah menolak permintaan seorang perempuan cantik.

Ayo.

Hei... Ikutlah denganku.

Supir, hentikan mobilnya.

Saat kau melihatku tadi, sepertinya kau melihat monster.

Kenapa kau sekarang mengizinkanku untuk naik mobil denganmu?

Sulit mencari tumpangan di tempat ini. Lagipula malam sudah larut sekali.

Berbahaya bila seorang gadis jalan sendirian.

Tidak kusangka.

Kau ternyata bisa bersikap seperti laki-laki sejati.

Tidak seperti serigala berbulu domba tadi.

Hanya bisa merayuku saja.

Tapi kau juga sama saja, penakut.

Begitu?

Begitu kau tahu siapa ayahku, kau langsung takut mendekatiku.

Aku hanya menghormati ayahmu.

Sudahlah.

Kau bukan orang pertama yang bereaksi seperti itu begitu mendengar ayahku adalah Wang Ting-en.

Kalau aku bukan anaknya,

kau pasti akan mendekatiku. Benarkan?

Aku tidak mau menjawab pertanyaan hipotetis.

Kalau aku hanya orang biasa

dan aku mendekatimu, apakah kau mau menerimanya?

Ini juga pertanyaan hipotetis.

Aku sekarang sedang mendekatimu. Itu bukan pertanyaan hipotetis.

Aku tidak mau menyinggung ayahmu.

Aku sudah tahu. Ternyata benar karena ayahku.

Apanya yang lucu?

Aku sudah lama menebaknya. Pasti bukan karena aku kurang menarik,

hanya kau yang tidak punya nyali.

Jangan takut. Ayahku tidak pernah ikut campur

urusan siapa yang menjadi pacarku.

Yo, masih bangun malam-malam begini. Kau bermain keluar sampai dini hari?

Setelah berdansa, aku keluar makan kudapan dengan seorang laki-laki.

Kau baru saja putus dari pacarmu di Amerika,

sekarang sudah punya pacar baru?

Tidak bisa dibilang sebagai pacar baru.

Kau kenal dengan orang ini.

Benarkah? Siapa?

Gu Ruoxia.

Huh?

Kenapa? Kau tidak akan menentang kalau kami berkencan, kan?

Bagaimana kalau aku menentangnya?

Aku tidak peduli.

Sudahlah. Aku hanya bercanda denganmu.

Kapan aku pernah menentangmu berkencan?

Aku tahu ayah memang orang yang sangat berpikiran liberal.

Tapi kalian berdua kan belum lama kenal.

Apa kau sudah tahu sifatnya seperti apa?

Aku kencan dengannya karena aku belum memahaminya.

Kau sering bertemu dengannya. Jadi, kau tahu apa saja yang disukainya?

Misalnya, apakah dia suka minum kopi? Makanan pencuci mulut?

Atau...ada hal lain yang disukainya?

Kalian berdua yang harusnya saling mencari tahu. Kenapa bertanya padaku?

Benar juga. Tapi... Hei!

Kalau kau tahu apa saja yang disukainya,

- jangan lupa memberitahuku. - Oke.

Kalau memotong kayu bakar, bukan begitu caranya.

Bila memotong kayu bakar, kuda-kudamu harus stabil.

Dengan begitu, pinggang dan tulang selangka-mu tidak akan cedera.

Sebagai seorang perempuan, kau tidak boleh mengalami cedera di bagian itu.

Paham?

Lakukan lagi.

Cukup penuh. Tidak buruk. Tidak buruk.

Bibi Zhao.

Yang menyentuhmu itu perempuan, kau sudah malu-malu begini.

Bagaimana kalau A'Bao yang menyentuhmu?

Aku tahu kau masih perawan. Tapi sekarang kau sudah jadi istri orang.

Tugas seorang perempuan itu melahirkan anak.

Aku...

Kenapa kau bergumam saja?

Yang dikatakan Sun Tua memang benar, kau tidak tahu apa-apa.

Mari. Mari. Biar kuajari.

Lihat baik-baik. Poci teh ini

ibaratnya A'Bao, cangkir tehnya adalah kau. Pegang.

Air tehnya adalah calon keturunan A'Bao.

Kau harus cari cara agar dia bisa menuangkan seluruh tehnya

kedalam cangkirmu.

Paham? A'Bao tidak mengerti soal ini, tapi kau harusnya mengerti.

Kalau perlu, kau harus proaktif.

Kau masih muda. Semakin keras kau berusaha, hasilnya akan semakin baik.

Kota kita ini terkenal sebagai tempat yang kondusif untuk membuat anak.

Tidak ada istri yang tidak bisa memiliki anak.

Jangan jadi pengecualian.

A'Bao.

Aku juga ingin bermain denganmu.

Kau mau bermain? Ini, pengan ini.

Permainan apa?

Jangan buru-buru. Malam ini, istrimu akan mengajarimu.

- Poci teh? - Kalian berdua akan memainkan ini.

Biar kuajari.

A'Bao, dengarkan aku.

Saat kau memainkan permainan ini malam ini, tanggalkan semua pakaianmu.

Paham? Aku sudah mengajari istrimu cara memainkannya.

Ikuti saja instruksi dari istrimu.

Xiaomeng jie, ayo kita bermain sekarang.

A'Bao, aku sudah lelah sekarang. Kita bermain besok saja.

A'Bao mau main.

Xiaomeng jie, ajari aku cara bermainnya.

Kata bibi Zhao aku harus menanggalkan semua pakaianku.

Tapi dingin sekali. Aku tidak mau membuka pakaianku.

Tapi aku mau main.

Aku....dingin....

A'Bao, sini. Pakai selimut ini supaya tidak kedinginan lagi.

Pakai selimut ini...

Kata bibi Zhao kalau mau bermain,

aku harus mencopot celanaku juga. Tapi hari ini terlalu dingin untuk tidak pakai celana.

Aku tidak mau membukanya.

Xiaomeng jie, sebetulnya kita mau main apa?

Main....

Main...

poci teh dan cangkir teh.

Ha? Poci teh?

Aku tahu bagaimana cara bermain poci teh.

Lihat? Aku bahkan bisa melakukannya dengan tangan terangkat tinggi.

Aku hebat.

Aku mau pakai baju. Terlalu dingin.

Dingin sekali.

A'Bao. A'Bao.

Kau tidak boleh memberitahu siapapun mengenai permainan yang kita mainkan malam hari.

Mengerti?

Bagaimana kalau ayah bertanya?

Kau tidak boleh beritahu ayah.

Karena...

Karena ini adalah permainan rahasia antara kau dan aku.

- Permainan rahasia? - Kau tidak boleh mengatakannya.

Xiaomeng dan aku.

Permainan rahasia.

Aku tidak akan mengatakannya.

Sini. Janji dengan kelingking.

Kau tidak boleh bilang pada siapapun.

Permainan menuang teh.

Coba kau lakukan.

Xiaomeng, menuang teh.

Angkat tanganmu.

Xiaomeng hebat. Kau juga bisa melakukannya.

Hei, ini tidak buruk.

Kukira aku hanya akan jalan-jalan dengaanmu. Kenapa malah menjadi piknik untuk berempat?

Xiaoyu yang punya ide mengundangku.

Tapi kudengar Wang Jing yang mengatur semua ini.

Dia yang mengatur?

Xiaoyu, apakah benar Ruoxiao yang mengatakan padamu untuk mengundangku piknik?

Dia yang bilang pada Yanmei untuk mengundangmu.

Jadi kenapa dia tidak langsung saja mengundangku?

Mungkin dia ingin memberimu kejutan.

Sudahlah. Kalian berdua ayo kesini makan dulu.

Sudahlah.

Bau apa itu. Tajam sekali.

Aku tidak kuat dengan bau ini. Terlalu tajam!

Xiaoyu, yang benar saja.

Bau ini menusuk sekali.

Kau belum lagi makan makanan utama tapi sudah makan durian duluan?

Kalian makan saja dengan santai. Aku akan kesana untuk jalan-jalan.

Ah...kalian berdua pergi saja dulu.

Menurutmu metode ini akan berhasil?

Lihat saja saat serangan durianku keluar, mereka jadi punya kesempatan untuk berduaan.

Bukankah itu bisa dianggap sukses juga?

Maksudku bukan soal itu.

Maksudku mengenai menjodohkan mereka berdua. Apakah cocok?

Kau juga ingin hubungan diantara mereka tidak berkembang dan pelan-pelan terlupakan, benarkan?

Tidak usah terlalu dipikirkan lagi.

Jarang ada sesama pecinta durian yang bisa menemaniku makan. Kita makan saja sepuasnya.

Bersulang.

Kurasa mereka sudah selesai makan. Aku akan kembali duluan.

Hei!

Jangan ganggu mereka.

Temani aku jalan-jalan dulu.

Ganggu mereka?

Kau tidak perhatikan?

Xiaoyu mengatur acara piknik ini supaya dia bisa menghabiskan waktu dengan adikmu.

Bukankah kau yang mengaturnya?

Apa aku kelihatan seperti orang yang suka mengatur piknik?

Tidak.

Kalau kau mengundangku, biasanya untuk minum anggur dan berdansa.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left