The first 200 lines.
Astaga!
Berpura-pura shooting untuk menambah putaran bola
agar bola melayang di udara dan ketika mendarat,
dia melakukan shooting lagi.
Tendangan seperti ini benar-benar keajaiban!
Keajaiban apa?
Mengatakan kesimpulan yang begitu murahan,
ternyata Anri memang hanya orang biasa.
Namun, trik tadi sungguh bisa disebut super shooting, bukan?
Itu pasti shooting yang sulit dilakukan.
Begitukah?
Menjadikan gol sendiri sebagai target mental
dan keahlian untuk mencapai target ini,
ditambah situasi di lapangan dan lingkungan untuk kemajuan pemain.
Berbagai kondisi ini bergabung dalam bentuk terbaik
dan hasil yang ditampilkannya,
akan melampaui pemahaman orang biasa.
Inilah yang Anri sebut dengan keajaiban.
Di dalam seleksi kali ini juga ada formula keajaiban.
Nagi, gol yang bagus.
Kita hanya kembali seri, lanjut menyerang.
Berhasil, pertama kalinya menang dari Rin.
Selama bertempur bersama Nagi,
maka bisa menyamakan posisi dengan Rin.
Namun, ini tidak bisa
menjadikanku striker nomor satu dunia.
Aku ingin mengalahkan Rin seorang diri.
Sungguh hebat.
Pesta gila para monster segera dimulai.
Baik, puncak keseruan baru akan dimulai.
Kognisi spasial-ku
dan stopping Nagi,
sudah membuktikan kemampuan kedua pihak.
Jika ditampilkan dengan sempurna dan pas,
maka akan bisa menang dari Rin.
Namun, shooting tadi bisa berhasil
karena menggabungkan banyak teknik.
TENDANGAN LURUS, KEKUATAN, STOPPING, KETINGGIAN
KOGNISI PERTAHANAN, KEAKURATAN TENDANGAN
Jika ingin mengalahkan Rin,
syarat utamanya adalah seperti itu tadi,
menguasai kemampuan yang bisa mengalahkan Rin
dan menggunakannya untuk berjuang sampai akhir dengan Rin.
Terjadinya situasi seri saat ini,
membuktikan kedua mata dan otakku sedang berevolusi
hingga tingkatan yang sama dengan Rin.
Selama di tingkatan yang sama,
maka akan bisa mencapai kemenangan dengan keahlian kami.
Namun, apa artinya itu?
Jika bukan mengalahkan Rin seorang diri,
maka aku tidak bisa menjadi striker nomor satu dunia.
Tidak bisa hanya di satu tingkat.
Membaca pikirannya dan lebih cepat darinya.
Harus lebih cepat menguasai masa depan di lapangan daripada Rin.
Bagaimana ini? Sudah dikejar sampai seri.
Pertandingan tidak akan berakhir begitu saja, bukan?
Tidak perlu beromong kosong.
Mulai sekarang, aku akan mendominasi seluruh lapangan.
Jika ingin menang, berusahalah mengikuti aku.
Sepertinya, dia marah.
Jarang melihatmu begitu bersemangat.
Bagus sekali. Keluarkan saja seluruh kemampuanmu.
Buatlah aku terpesona.
Babak kedua dimulai.
Operkan kepadaku!
Tunggu, ada gorila mengerikan di depan.
Kumohon untuk menyingkir.
Gagal mengoper bola? Aku akan menangkap bola ini dahulu.
Tidak. Akan di depan Barou...
Bola putaran terbalik yang kembali ke hadapan Tokimitsu.
Kalau seperti ini, seharusnya bisa kuterima.
Benturan bahu.
Ototnya kuat sekali.
Meminta Tokimitsu menguasai bola dahulu
agar dia bisa melakukan pemosisian dengan bebas.
Langsung mengoper bola di saat ini.
Gawat! Lebih cepat dari perkiraanku.
Berbeda dengan operan bola yang dihasilkan Meguru Bachira,
seperti sedang menguji operan bola bertekanan tinggi milikku.
Hanya ada satu pilihan.
Aku menerima tantangan.
Stopping di udara dengan dada.
Cukup hebat, tetapi aku berhasil mengejarmu.
Sungguh licik. Sudah berdiri di sana pada saat ini.
Bukankah aku hanya bisa mengoper kepadamu? Rin Itoshi!
Nagi, tahan jalur shooting Rin.
Sedang ke sana.
Di depan gawang, dua lawan dua.
Kau ingin shooting atau menggiring bola,
atau mengoper bola kepada Bachira?
Shooting.
Bukan.
Tidak boleh maju, dia hanya mengangkat kaki saja.
Gerakan tipuan?
Aku tidak akan terjebak lagi oleh tipuan yang sama.
Putaran Marseille di saat seperti ini?
Bagaimana mungkin?
Aku sudah menduganya sejak awal.
Aku selangkah lebih cepat dari Rin.
Terlambat dua langkah.
Bolanya mana?
Mengoper kepadaku di saat seperti ini?
Kapan dia mengoper? Aku sudah ketahuan?
Ternyata begitu.
Bukan memprediksi, melainkan mengendalikan semuanya.
Ini benaran?
Baik fisik Tokimitsu,
maupun lompatan Aryu,
bahkan perkiraanku,
semuanya berada
di bawah kendali Rin Itoshi.
Inilah Rin yang menyerang dengan kekuatan penuh.
Sepak bola yang mengontrol para boneka.
Kau yang orang biasa ini,
bagaimana mungkin bisa menebakku?
Rin sungguh sadis.
Itulah dia yang mengerahkan seluruh kekuatannya,
mengontrol kondisi bola di seluruh lapangan tanpa pandang bulu.
Ayo, tos!
Tidak mau melakukan tos?
Jangan menyentuhku, orang biasa nomor dua.
Kalau dipikirkan sekarang, pertandingan pertama kali juga sama.
Inti gaya permainannya adalah tipe
yang mengikuti cara berpikir lawan,
lalu mengontrol lawan!
Sampai kini, dia baru bisa memakai ini saat menampilkan keahlian pribadinya.
Namun, kali ini dia mengontrol keseluruhan lapangan
tanpa pandang bulu.
Selain itu, setelah memahami kemampuan semua orang,
barulah dia membimbing semua orang untuk memaksimalkan kemampuan
dan menyeret semua orang
ke dalam pertandingan tingkat tinggi yang dia bayangkan.
Metode yang bisa ditampilkan
dengan menampilkan keterampilan bola, mata taktis, dan kondisi fisik.
Ternyata Rin Itoshi sehebat itu.
Mampukah kekuatanku melahap genius seperti ini?
Permainan sederhana akan terbaca olehnya,
jadi hanya bisa melampaui penglihatan yang telah dia bayangkan di dalam hatinya.
Benar,
hanya bisa menciptakan shooting yang bisa dimengerti tanpa bisa diikuti.
Meski sangat sulit,
asalkan menggabungkan dan memaksimalkan keahlian kita...
Barulah berkesempatan menerobosnya.
Ya,
ayo!
Hanya bisa melakukan ini.
Kalau masih tidak bisa, maka...
Menilai dengan hati-hati, tidak boleh ada kesalahan sedikit pun.
Memancing munculnya kekompakan untuk serangan keseluruhan.
Metode pertahanan berubah?
Rin berinisiatif menyerang, Bachira membantu.
Apa yang dia pikirkan? Aku sama sekali tidak mengerti.
Sekarang, aku mengandalkanmu, Kaki Super Cepat.
Apa hanya bisa memakai cara ini?
Cerewet.
Cara terbaik itu terobos secara vertikal, tetapi musuh akan mewaspadainya.
Kalau begitu, aku akan menendang bolanya menjauh, lalu memasuki formasi musuh
dengan secepat mungkin!
Bagus, Chigiri.
Hancurkan formasi mereka dan langsung habisi mereka.
Rin, kemampuan pertahananmu sungguh hebat.
Haruskah berduel dengannya?
Tidak, karena dia berlari ke sini,
berarti berkurangnya satu orang di dalam.
Masuk, Nagi!
Operan lengkung yang sangat jelas.
Sekarang,
duel dua lawan dua yang berpusat di tengah.
Tokimitsu yang menerobos
dan Bachira yang menunggu reaksi Nagi.
Terobos sudut butanya dan lari ke sisi luar!
Di saat Bachira bereaksi, bersiap ke arah berlawanan dengan pusat gravitasinya!
Apakah di sini?
Lalu, langsung menerobos ke formasi lawan.
Crossover!
Sangat sempurna.
Sudah masuk, selanjutnya aku akan mencetak gol.
Yang benar saja?
Kenapa dia berada di sini?
Apakah menyadari pemikiranku dari belakang,
lalu langsung datang ke tempatku dan akan menerobos pertahanan?
Bagaimana ini? Apakah menyerang?
Tidak bisa, dia menghalangi jalur shootingku.
Setidaknya, aku harus menyelamatkan bola.
Sial, tidak bisa.
Kondisi fisikku tidak bisa mengalahkannya.
Dalam mode seriusnya,
bahkan kekompakan kami yang sempurna,
hanyalah pertunjukan boneka yang ada di dalam benaknya.
Aku menang, Isagi.
Ini bolaku.
Barou?
Rekan merebut bola?
Bocah itu...
Apa serius?
Dia mematahkan prediksi Rin.
Barou terus menunggu
dalam keheningan dengan sabar,
lalu menerjang dari sudut buta mangsa
dan langsung memuaskan rasa laparnya dalam momen perburuan ini!
No comments yet. Be the first to leave one.