Lookout

Lookout (파수꾼)

Download Indonesian Subtitle

Release info

파수꾼ㅡLookout The GuardianㅡE05ㅡAyra [Revised]
A Commentary by Writer_Ayra
Eps. 5 revisi, ya. Tadi banyak typo. Baru selesai ngecek. Eps. 6 nggak ada masalah. Enjoy. Sorry.

Tags

other
Published on: 2017-05-30
Downloads: 36
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Eomma!

Eomma!

Eomma!

Cepat bangunlah. Nanti terlambat.

Halmeoni, Eomma tidak mau bangun.

Yu Na! Yu Na!

Yu Na!

Tunggulah sebentar lagi.

Eomma akan menangkap penjahatnya,

dan memastikan dia mendapat hukuman.

Kemudian...

kau mau bangun, 'kan?

Aku tidak bisa memenuhi janji itu,

maafkan aku, Yu Na.

Maafkan aku.

Baiklah.

- Siapa kau? - Sebentar.

Kenapa kau membawaku kemari?

Se... sebentar, ya. Sedikit lagi aku naik level selanjutnya.

Nyawamu mungkin akan melayang. Tapi kau masih mementingkan game?

Apa?

Kita sudah saling kenal sebelumnya.

Kau tidak ingat?

Kau ingat suara ini, 'kan?

Di samping gedung tempatnya jatuh,

ada CCTV yang merekam area tersebut.

Kau orangnya?

Sekarang kau sudah ingat.

Tapi kau...

kelihatan lebih buruk dari sebelumnya.

Hei!

Dia bicara begitu karena dia peduli padamu.

Dia memang suka sok perhatian.

Aku dengar, lho!

Aku memang sengaja supaya kau dengar.

Kalian berdua diam!

Apa tujuan kalian sebenarnya?

Kau pasti penasaran.

Aku akan menjelaskan segalanya.

Tapi pertama-tama, bisa kau letakkan dulu guntingnya?

Yoon Si Wan! Keberadaan Yoon Si Wan, kami mengetahuinya.

Aku akan tunjukkan kalau kau melepasku.

Dia di sana.

Polisi melindungi dia?

Kenapa polisi melindungi pembunuh?

Kau alasan mereka melakukannya.

Pssst!

Gara-gara kau, Yoon Si Wan sekarang jadi tersangka.

Seorang polisi gila...

menembakkan peluru pada korban.

Si Wan bagaimana?

Dia masih tidur.

Ayah.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Mana mungkin baik-baik saja?

Seorang wanita gila menodongkan pistol padanya.

Anak kita hampir mati.

Kau juga ikut andil di dalamnya.

- Sayang! - Tatap aku!

Aku selalu menyuruhmu percaya diri sepanjang waktu.

Maafkan aku.

Tahu apa kesalahanmu?

Ayah sibuk sedangkan aku justru membuat masalah.

Salah. Hasilnya.

Insiden terjadi karena tindakanmu.

Karena kau kurang punya simpati,

orang-orang jadi memiliki alasan mengkritikmu.

Kau...

ingat yang selalu Ayah katakan padamu?

Aku... anak Ayah,

- yang selalu jadi pusat perhatian. - Benar.

Itu sebabnya, kau harus berhati-hati.

Kau lihat semua reporter yang menunggu di luar sana?

Simpati yang dibutuhkan untuk dapat memimpin sebuah tim!

Ya.

Mulai sekarang, aku akan lebih hati-hati.

Sayang, Si Wan sedang sakit sekarang.

Apakah sakit?

- Aku baik-baik saja. - Baguslah.

Syukurlah kau bisa melewatinya.

Ayah mencemaskanku?

Tidak juga, tidak terlalu.

Aku memercayai anakku. Kau tidak mungkin membiarkan wanita gila itu...

sampai menyakitimu, 'kan?

Aku bersyukur dia tampak lebih tenang dari bayanganku.

Karena dia anakmu.

- Segala sesuatunya terkendali sekarang? - Tentu saja.

Bukan, maksudku...

Si Wan sungguh tidak melakukannya, 'kan?

Apa maksud ucapanmu itu?

Si Wan itu anakmu. Masa kau tidak memahaminya?

Aku paham.

Dibanding siapapun, aku paling memahaminya.

- Bersiaplah. - Mereka keluar.

Aku di sini sebagai ayah anakku yang masih SMU.

Hari ini...

Aku hampir kehilangan anakku.

Seorang anak lugu berusia tujuh belas tahun...

- hampir mati. - Mau menonton yang lain saja?

Bukan hanya aku...

Detektif tersebut dikatakan meminta kekasihnya yang merupakan Jaksa...

untuk mengubah sebuah insiden kecelakaan menjadi kasus pembunuhan.

Reporter Jang melaporkan.

Anak itu selalu sendirian.

Eommanya tidak peduli padanya.

Aku sudah takut suatu hari insiden seperti itu akan terjadi.

Aksi gila Detektif Jo dilatari oleh...

rasa bersalah akibat tidak dapat melindungi anak semata wayangnya.

Ide atas pembunuhan...

Hari ini tidak ada yang bisa ditonton di TV.

Lebih jauh lagi...

Aku melihat wanita berpistol itu.

Orang dewasa menodong pistol pada seorang pelajar?

- Itu bencana. Bencana. - Hanya dalam satu hari...

Dia kelihatan tidak waras.

Apakah ini sungguh terjadi?

Aku tidak pernah membayangkan seseorang berkeliaran bebas di Seoul membawa pistol.

Kenapa tak seorangpun membicarakan Yu Na?

Kenapa mereka tidak memberitakan perihal kematian anakku?

Kau yang membuatnya tertutupi.

Kau benar-benar tidak punya perasaan.

Sekalipun begitu kenyataannya, tidak bisakah bicara lebih halus?

Sekalipun korbannya adalah anak lain, Yoon Si Wan akan tetap bebas.

Karena sekarang, tak akan ada yang tahu sosok dia sebenarnya.

Semua gara-gara perbuatanmu.

Tidak, tidak. Kita bisa menangkapnya.

- Bagaimana caranya? - Tim kami sangat berbakat.

Aku bisa meretas apa saja,

dan dia memonitor gerak seluruh penjuru negeri.

Ditambah, pimpinan kami sangat hebat.

Kau.

Apa yang akan kau lakukan pada wanita itu?

Jika dia ditahan, ia akan kehilangan semangat hidup.

Aku akan membuat dia bangkit dan bertarung.

Aku akan membuat wanita itu menahan Yoon Seung Ro.

Wanita itu adalah seorang Eomma yang baru kehilangan anaknya!

Kau akan memanfaatkan dia demi balas dendammu?

Itu sebabnya aku memasukkan dia.

Aku memahaminya.

Kau kehilangan orang yang dicintai...

sementara pelaku tepat berada di depanmu.

Perasaan tak berdaya dan putus asa.

Aku melalui semua itu sendirian.

Itu kesalahanku.

Aku semestinya menghentikanmu.

Kau tidak bisa melakukannya.

Kau juga tak bisa membuat siapapun diampuni.

Aku,

Ayahku,

juga Yoon Seung Ro yang telah menyebabkan semua ini.

- Pimpinan? - Orang yang menyatukan kita semua.

Ya, tak ada satupun yang tidak dia ketahui.

Dia mengetahui hal-hal yang tidak diketahui orang biasa.

Kalau dia tidak membantu aku dan Bo Mi,

kami mungkin masih akan kesulitan sekarang.

Dia membantu kami membalas dendam dan sebagai gantinya kami patuh padanya.

Bagaimana? Ini kesempatan terakhirmu menangkap Yoon Si Wan.

Juru Bicara dari Istana Negara mengumumkan...

Yoon Seung Ro akan menjadi Jaksa Agung selanjutnya.

Ia lulus dari Universitas Nasional Seoul,

serta Lembaga Penelitian dan Pelatihan Peradilan.

Ia pernah bekerja di Kantor Kejaksaan Distrik Suwon,

- dan Seoul... - Wah...

Tentu saja, Geomsajangnim kita...

terlihat keren sekali di TV.

Mulai.

Dulu, ada seorang pria yang pernah membobol 100 mobil memakai sebuah koin.

Selama seminggu aku memburunya.

Rupanya, keahliannya itu sekarang berguna buatku.

Berdasarkan pengalamanku,

segala sesuatu yang dipelajari, suatu hari akan jadi keterampilan yang membantu kita bertahan hidup.

Orang tua selalu mengingatkan kita untuk memiliki keterampilan.

Tetap siagakan mata kalian lebar-lebar.

Tahu tidak hukuman untuk seorang pencuri begini?

Lalu, apa hukuman atas tindak pembunuhan sekaligus melarikan diri?

Kita fokus saja menangkap penjahatnya.

Dia orang yang benar-benar harus kita tangkap.

Pimpinan yang kalian katakan itu.

Apa dia benar-benar ada?

Kenapa dia tidak kunjung menampakkan diri padahal sudah setahun lebih?

- Tunggulah. - Sampai kapan?

Apa kalian tidak penasaran?

Apa sebenarnya yang ia inginkan sementara menampakkan diri saja tidak?

Tidak lagi.

Aku tidak penasaran. Aku tidak peduli dia menyembunyikan diri.

Tidak selama kami dapat yang kami inginkan. Bukan begitu, Bong Kyung Soo?

Apa?

Ya, kau benar,

tapi kalau kau seperti itu...

Apa aku bahkan tak boleh bertanya?

Yoon Seung Ro akan menjadi Jaksa Agung.

Berapa lama lagi kita harus menunggu?

Kyung Soo, apa sungguh tak ada jalan...

- menghubunginya duluan? - Apa?

Kurasa, sebenarnya ada. Jadi aku tidak bisa bicara tak ada.

Kita tidak usah berdebat soal itu.

Bagaimana kalau pertemuan dua wanita saja?

- Tutup mulutmu! - Tidak usah.

Aku juga tadinya diam saja dan terus meretas sebelum kalian ajak bicara.

More Indonesian subtitles for Lookout

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left