The first 200 lines.
"Episode 85"
Apa maksudmu?
Go Ya, aku... Aku pasti sudah gila.
Go Ya...
Ji Seok
menjalani tes transplantasi?
Untuk Go Woon?
Apa?
Itu...
Ya.
Tapi tidak perlu cemas.
Bibi sudah menghentikannya.
Bibi melarang dia melakukannya
demi kamu dan ibunya.
- Ibu tahu soal ini? - Apa?
Tolong jangan minta Ji Seok
memberikan ginjalnya kepada adikmu.
Ayahnya tewas dalam kecelakaan mobil
dan dia memperjuangkan nyawanya di ruang perawatan intensif.
Jadi,
ibu tidak mau melihat Ji Seok
berada di meja operasi lagi.
Baik, jangan cemas. Aku berjanji.
Baiklah. Terima kasih telah mengatakan itu.
"Pusat Transplantasi Ginjal"
Transplantasi Ginjal?
Ibu.
Ibu.
"Go Ya"
Apa
yang kamu lakukan di sini?
Apa yang kamu lakukan di sini?
- Ibu, begini... - Kenapa tidak bisa bilang apa pun?
Jawab ibu.
Mari pulang. Akan kujelaskan di rumah.
Lepaskan.
Apa kamu menjalani tes untuk memberikan ginjal
kepada adik Go Ya?
Baiklah. Kamu tidak perlu menjawab.
Ibu bisa mencari tahu.
Ya.
Itu benar.
- Apa? - Tapi...
Ibu.
Teganya kamu...
- Ibu. - Dasar berandal.
Kenapa dia harus melihatku?
Ibu di mana sekarang?
Ada yang ingin kukatakan kepada Ibu.
Bagus. Ibu juga ingin bicara denganmu.
Kamu di rumah?
Baik. Ibu akan segera pulang.
Putraku yang seorang guru, bagaimana sekolah hari ini?
Ibu, aku harus bagaimana?
Ada apa?
Aku membuat kesalahan.
Apa maksudmu?
Aku ingin memberikan Go Ya hadiah rumah baru,
tapi tidak sengaja memberi tahu dia soal transplantasi ginjal Ji Seok.
Kenapa kamu bilang kepadanya?
Ji Seok tidak mau Go Ya tahu.
Aku tahu. Aku hanya terlalu berterima kasih.
Kenapa aku bicara tanpa berpikir?
Lupakanlah.
Biarkan mereka mengetahuinya
asalkan ibu Ji Seok tidak tahu.
Ya?
Ibu.
Duduklah dahulu.
Aku ingin memberi tahu Ibu...
- Ibu. - Bukankah ibu sudah bilang?
Ibu sudah memintamu untuk tidak membebani Ji Seok
dengan adikmu yang sakit.
Apa yang kamu katakan saat itu?
Kamu berjanji itu tidak akan pernah terjadi.
Beraninya kamu membuat Ji Seok
menjalani tes tanpa sepengetahuan ibu?
Aku tidak...
Aku tidak melakukannya. Ibu salah.
Berhenti berbohong!
Ibu.
Tunggu.
Ibu menamparnya?
Ya. Kenapa?
Ibu.
Apa yang coba kamu lakukan
terhadap putra ibu yang berharga?
Haruskah kamu membuatnya melakukan operasi?
- Tolong hentikan! - Tidak bisa!
Ini sebabnya
ibu menentang pernikahanmu dari awal.
Ji Seok memperjuangkan nyawanya di ruang perawatan intensif
setelah kecelakaan mobil.
Kamu tahu betapa putus asanya
ibu berdoa agar dia tidak mati?
Ibu tidak mengizinkan dia menjalani operasi lagi!
Kumohon. Go Ya tidak tahu.
Ini ideku. Aku memutuskan ini sendiri.
Siapa bilang kamu boleh melakukan itu?
Siapa bilang Ibu boleh menamparnya?
Dia berusaha membunuh putra ibu!
Ibu tidak akan diam saja!
Mengambil dia dari ibu pasti belum cukup,
kamu juga harus mengambil ginjalnya, bukan?
Kumohon hentikan.
Aku tidak bisa melakukan operasi.
Ginjalku tidak cocok.
Jadi, kumohon berhenti mempermalukanku.
Jika ginjalmu cocok,
- kamu akan melakukan operasi? - Ya. Memangnya kenapa?
Tidak boleh?
- Dasar berandal. - Aku bisa menjelaskannya.
Tapi minta maaf kepada Go Ya dahulu.
- Apa? - Minta maaf kepadanya.
Sulit dipercaya. Apa kini itu penting?
Ya. Sekarang itu hal yang paling penting dalam hidupku.
Jadi, minta maaf karena telah memukulnya.
Tidak bisa.
Ini semua salahmu.
Kamu seharusnya tidak pernah mendekati Ji Seok.
Ibu serius?
Hanya itu yang bisa Ibu katakan? Baiklah.
Keluar dari sini sekarang.
Apa?
Ibu pemilik apartemen ini.
Tidak. Ini apartemen kami.
Jadi, tolong pergilah.
Tidak ada yang ingin kubicarakan dengan Ibu.
Teganya
dia memihak istrinya.
Setelah menghancurkan hatiku
berkeping-keping... Teganya...
Teganya dia...
Teganya...
Maaf aku membuat keputusan sendiri.
Kamu memang harus minta maaf.
Kenapa tidak bicara denganku dahulu?
Aku tidak mau kamu cemas.
Itu keputusan besar.
Aku pasti akan mengatakan,
"Terima kasih atas niat baikmu."
"Tapi kurasa kamu tidak boleh memutuskan ini sendiri."
Kenapa tidak memberiku kesempatan menyatakan pendapat?
Aku baru akan memberitahumu setelah hasil tes pertama keluar.
Maka, itu akan menjadi sebuah pengumuman.
Sebelum Ibu pulang,
San Deul kemari.
Dia bilang
ibuku berusaha menghentikanmu.
Ya. Dia melarangku menjalani tes.
Dia ingin aku fokus pada hubungan kita.
Tapi aku bersikeras menjalani tes.
Aku dengan senang hati akan memberikan ginjalku
kepada Go Woon.
- Kenapa? - Aku ingin
menyelamatkan Go Woon.
Bibiku membuat dia sakit.
Aku ingin membayar perbuatannya.
Selain itu,
kini aku menyayangi Go Woon sepenuh hati.
Aku
sungguh berterima kasih.
Tapi sebagian diriku yang lain terkejut dan kesal.
Sama seperti Go Woon yang berharga bagiku dan ibuku,
kamu juga berharga bagi ibu dan nenekmu.
Seharusnya kamu tidak membuat keputusan itu sendiri.
Kamu
mengerti?
Ya.
Maafkan aku
karena telah menyakitimu.
Ya. Itu sangat menyakitkan.
Pipiku
dan hatiku.
Aku tidak akan membiarkan ini.
Aku harus membuat Ibu meminta maaf.
- Teganya dia menamparmu. - Lantas,
bolehkah aku melakukannya?
Tidak membiarkan ini dan membuat dia meminta maaf.
Aku yang ditampar, jadi, akan kudapatkan maafnya.
Kini aku tidak memakai sepatu saat keluar.
Kamu mau keluar memakai sandal begitu?
Kakiku terlalu panas.
Kuharap Pak Min baik-baik saja.
Kuharap Pak Min baik-baik saja.
Apa katamu barusan?
Ada apa dengan gurumu?
Tampaknya hari ini dia bahkan tidak mencuci muka.
Dia memang berangkat seperti itu.
Itu semua karena aku.
Kakak benar-benar harus dirawat.
Kakak bukan tipe idealnya.
Dia menyukai wanita pendiam, pintar, dan sopan.
Bukan itu tipe wanita ideal gurumu.
Lalu?
Seseorang seperti kakak, yang seperti boneka.
Kakak membuatku takut. Ibu, kurasa Kak Go Bong sakit.
Ibu.
- Apa? - Apa yang Ibu pikirkan?
Tidak ada.
No comments yet. Be the first to leave one.