The first 178 lines.
Kematian tiga prajurit,
merangsang perasaan Fushi.
Aku belum bilang padamu, ya?
Kami juga Tubuh Abadi.
Fushi dan prajurit yang bangkit kembali,
bertarung bersama-sama.
Bukankah sangat tidak adil
jika hanya kau yang terkena kutukan itu?
Ketika ditanya makna pertarungan ini,
Fushi tak bisa memberikan jawaban.
Saat itu, sesuatu membangunkan ingatan Fushi yang jauh.
- UNTUKMU YANG ABADI MUSIM 2 --
- Episode 17 : Sesuatu Yang Ingin Dilindungi --
March bisa membaca huruf yang berbeda.
Ini!
Jika kau merasa kami sudah mati,
maka ciptakan kami kembali dan potong kami.
Dengan begitu, kami juga bisa hidup kembali.
Teman... yang tak akan mati.
Mereka bertiga telah hidup kembali...
Kemungkinan mereka akan menjadi orang bertubuh abadi.
Aku tahu.
Sebenarnya Bon tahu sesuatu yang tak aku ketahui.
Maaf, aku datang terlambat.
Mana yang lainnya?
Sudah kembali ke posisinya masing-masing.
Apa yang dikatakan Fushi?
Dia tak bilang apa-apa.
Jika bahan abrasif terkena mata, itu akan berbahaya.
Terima kasih.
Apa yang kau lakukan?
Kuserahkan sisanya kepadamu,
aku ke kastel sebentar.
Baik.
Menyuruh orang buangan untuk mengawasiku, ya?
Awalnya aku sungguh terkejut saat melihat ketiganya hidup kembali.
Itu adalah kekuatan Fushi, 'kan?
Hal yang mustahil dia lakukan hingga kini,
tapi kau...
hanya kau dan tiga orang itu
yang tahu bagaimana menghidupkan orang mati.
Apa Fushi tahu mekanisme menghidupkan kembali orang?
Tidak, aku tak memberitahunya.
Kau sungguh licik.
Memberikan kekuatan keabadian kepada orang lain,
dan menggunakannya untuk keuntunganmu sendiri.
Kenapa kau berubah pikiran?
Tadi kau bilang Tubuh Abadi Fushi merupakan kutukan dari iblis.
Ini sama sekali tak penting!
Aku tak terima melihat Fushi menderita karena dimanfaatkan orang!
Bon, kau tak hanya membuat Fushi,
tapi juga membuat tiga orang biasa itu menanggung dosa berat.
Apa kau pernah memikirkan takdir yang akan menimpa mereka?
Bagaimana hal itu akan merampas martabat kemanusiaan mereka?
Apa yang kau lakukan di sini?
Bukankah sudah ada perintah untuk tetap diam di rumah?
Aku sudah tak punya rumah sejak lahir.
Pergilah ke gereja kalau begitu.
Di sana sudah menampung banyak orang.
Jika begitu, kumasukkan kau ke penjara atas kejahatan melakukan pencurian.
Terserah kau saja!
Tak peduli kota ini akan jadi seperti apa,
duniaku juga tak akan berubah karena itu!
Aku lahir dan besar di penjara.
Sampai berusia 15 tahun, aku akhirnya bisa kabur keluar!
Namun, penduduk tak bisa menerimaku!
Meskipun begitu, itu tak bisa menjadi alasanmu untuk menjadi pencuri.
Benar, lalu bagaimana?
Baiklah, aku akan melepaskanmu.
Terima kasih.
Semoga Dewa memberkatimu!
Cepat pergi!
Semuanya sudah dihabisi, ya?
Kuserahkan sisanya pada kalian.
Baik.
Alme.
Urusanku sudah selesai.
Ada apa raja mencariku?
Silakan kemari.
Raja... beliau sudah meninggal.
Begitu, ya?
Sayang sekali.
Raja sudah menyampaikan semua yang ingin dia katakan untukmu...
kepadaku.
Dia mengatakan...
agar kita bersaudara...
bisa mendukung negara ini bersama-sama.
Alme!
Setiap hari aku berpikir,
apa pengaruh yang terjadi atas keputusanku ini.
Oleh karena itu, aku baru menjelaskan semuanya.
Setelah mendapatkan persetujuan,
aku baru mengundang semuanya datang kemari.
Sudah ada banyak prajurit yang terluka.
Aku tak tahu bagaimana baiknya.
Meskipun begitu, aku masih belum mengatakan semuanya kepada Fushi.
Itu karena aku tak ingin Fushi terbebani.
Bahkan jika Renryrr hancur,
aku tetap ingin melindungi sisi kemanusiaan Fushi.
Tuan Fushi.
Anak itu kenapa?
Bukan begitu.
Ini hanya sebuah jasad.
Bisakah kau bantu membuangnya?
Masih ada hal lain yang harus kulakukan.
Baik.
Ini...
Aku mau keluar!
Jangan mendekati pintu!
Aku bosan sekali, bosan!
Ada apa?
Tak apa-apa...
Jika tak ada apa-apa, jangan berteriak!
Kau pasti sangat bosan, ya?
Mari, ini untukmu.
Terima kasih!
Sampai jumpa.
Aku harus bertahan.
Aku terus menerima perasaan bosan dan gelisah
dari penduduk kota ini.
Namun, jalan ini masih panjang.
Mempertahankan dinding kota,
masalah air minum,
membantu para prajurit,
banyak sekali hal yang perlu dikerjakan.
Sejujurnya, aku sangat lelah.
Pertarungan baru berjalan empat hari...
Aku tahu dengan jelas,
semua ini bisa diselesaikan
selama aku memperluas diri hingga Nokker tak punya tempat bersembunyi.
Lakukan saja.
Hanya aku yang bisa melakukan ini.
Datang lagi.
Aku harus mengirim tiga orang itu ke sana
untuk menghancurkan manjaniknya.
Tidak, mereka masih hidup,
waktunya tidak pas.
Apa boleh buat, sementara ini hanya bisa bergantung pada kekuatanku...
Tolong, siapa pun itu kemarilah!
Ada apa?
Tadi ada perampok yang masuk
dan terjadi keributan, kemudian...
Gawat, aku akan ambil kotak obat.
Tidak, tak perlu.
Tasette?
Jangan. Kau tak terluka, 'kan?
Bagaimana dengan keluargamu?
Awalnya aku dan putraku saling bergantung satu sama lain untuk hidup.
Dia adalah anak yang baik hati.
Jika aku tak melepaskan pencuri itu, semua ini tak akan terjadi.
Aku telah gagal menjadi prajurit.
Hanya tersisa kau sendiri, kau pasti merasa tidak tenang.
Maukah tinggal di gereja?
Apa yang terjadi? Bukankah sudah ada perintah evakuasi?
Kami baru saja melarikan diri dari yang disebut evakuasi itu.
Langkah kaki ini... Hairo, ya?
Kebetulan kau datang.
Manjanik musuh sudah mulai beroperasi lagi.
Bisakah minta bantuanmu untuk mengurusnya?
Aku mau menghabisi Nokker yang sekarang muncul di gereja.
Gereja? Satu kilometer di depan, ya?
Kirim aku ke sana setelah mengatur ulang tubuhku.
Lihatlah, tubuh ini sudah tak bisa bertarung lagi.
Aku mengerti.
Tolong, bunuh aku dengan itu.
Tidak, aku tak bisa melakukannya!
Tolong tembak aku dengan busur untuk melawan Nokker.
Kenapa kau sekejam itu?
Dasar iblis pembunuh!
Iblis pembunuh!
Pembunuh!
Siapa pun itu, cepat tangkap dia!
Bukan begitu, semuanya tenanglah!
Apanya yang bukan begitu?
Dia adalah iblis pembunuh!
Maaf,
sudah waktunya aku pergi.
Baik, tak apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.