The first 200 lines.
Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun
Pemirsa diharap bijak
Drama ini berdasarkan fakta sejarah.
Beberapa tokoh, kelompok, dan insiden hanyalah fiksi sebagai pelengkap cerita.
Bawa keluar penjahatnya.
Ya, Baginda.
Bawa keluar penjahatnya.
Bossam - Steal the Fate Episode 12 Takarir Indonesia
Benar.
Aku adalah cucu dari Kim Je Nam,
Kim Dae Seok.
Mulailah bertanya.
Ya, Baginda.
EPISODE 12
Apa benar kau Jeong Gap Nam, lahir di tahun naga biru,
tinggal di Hanseong Selatan?
Benar.
Kau mengakui menerima permintaan dari mendiang pemilik toko buku, Jo Man Su,
dan menggambar buku terlarang berjudul "Kisah Wun Yeong" untuknya.
- Apakah kau mengakui itu? - Ya.
Pernahkah kau melihat buku besar ini sebelumnya?
Ya. Ini buku akuntansi toko buku.
Kau yakin akan hal ini?
Aku yakin karena buku besar ini diperiksa setiap pembayaran diterima...
...dari penjualan buku.
Apakah ini satu-satunya buku besar?
Setahuku,
ada satu buku besar lagi.
Apa kau tahu apa yang akan terjadi jika kau berbohong?
Ya, aku tahu betul.
Baginda, ini hal yang belum pernah kulihat ataupun dengar...
...selagi penyelidikan dan interogasi pada mendiang pemilik toko buku.
Aku yakin hanya ada satu buku akuntansi.
Pasti pria ini berbohong.
Tolong disiplinkan dia dengan hukuman yang berat.
Itu tidak benar, Baginda.
Buku akuntansinya ada di sini.
Pejabat Kantor Keputusan Kerajaan yang ahli dalam tulisan tangan telah memverifikasi.
Tulisan tangan kedua buku itu sama persis.
Bawakan aku buku besar.
Bahkan di mataku,
sudah pasti kedua buku besar ini ditulis oleh orang yang sama.
- Bacakan. - Ya, Baginda.
Nyonya Jo, menantu Menteri Hukum, Han Chan Nam.
Nyonya Park, istri Menteri Pertahanan Kedua, Park Jeong Gil.
Nyonya Jeong, istri Jenderal Sensor, Yun In.
Menteri Keuangan Park Hong Do sendiri.
Apa yang terjadi? Ini berbeda dari pembicaraan kita.
Tuan!
Semua orang berkumpul di ruang rapat.
Mari kita pergi ke sana untuk saat ini.
Aku akan segera menyusulmu, jadi, pergilah ke sana duluan.
Ya. Sampai nanti.
Semua ini adalah rencana si brengsek Dae Yeop.
Pelankan suaramu.
Aku akan pergi ke ruang rapat dan menenangkan mereka.
Kau pulang duluan. Sesampainya di sana—
Aku akan mulai dengan mencari Dae Yeop.
Bergegaslah.
Apa kau membenciku?
Apa kau sungguh cucu Kim Je Nam, Kim Dae Seok?
Benar.
Menurutmu kenapa kau ada di sini?
Itu pasti karena aku bisa berguna.
Bedebah. Kau pikir sedang bicara dengan siapa?
Menurutmu, apa gunanya kau?
Apa kau tidak berniat menjadikan aku pedangmu?
Kau orang yang menarik.
Bagaimana kau bisa menjadi pedangku?
Bukankah kau akan menjadi pedang yang tak mampu menebas satu daun pun?
Pedangnya belum diasah.
Begitukah?
Lalu, apa yang bisa mempertajam pedang itu?
Tolong pulihkan namaku.
Aku akan menjadi pedang yang bisa menebas bahkan melalui kecemasan hati.
Bagaimana kabar Hwa In?
Biar kutanya sekali lagi.
Bagaimana kau bisa berhubungan dengan Hwa In?
Baiklah. Jika kau ingin mengasah pedang dengan benar,
Aku akan membuka masa ujian khusus bulan depan,
jadi, luluslah ujian militer.
Aku akan mendengar jawabanmu nanti. Bawa dia keluar.
Bagaimana dengan Dae Yeop?
Sepertinya dia merencanakan itu, lalu menghilang.
Dia bahkan membawa beberapa pakaian dan barang berharga.
Tampaknya semua ini sudah direncanakan dengan baik
Aku tidak bisa mengerti.
Kenapa Dae Yeop melakukan hal semacam itu?
Mungkinkah dia menemukan rahasia tentang dirinya?
Bibi bisa saja memberitahunya.
Kirim seseorang ke kuil Sangwon dan bawa pulang bibimu.
Ya, Ayah.
Temukan cara untuk membunuh bajingan itu.
Jika kita tak bisa menemukan Dae Yeop,
setidaknya kita harus membunuh cucu Kim Je Nam.
Jika ketahuan, segera bunuh diri.
Orang yang membuka mulutnya akan melihat keluarganya terbunuh juga.
Mundur!
Yi I Cheom mulai gelisah.
Kita tak tahu apa lagi yang mungkin dia coba, jadi, bersiaplah dengan baik.
Ya, Baginda.
Baginda, Dayang Kim datang.
Biarkan dia masuk.
Ada apa?
Kapten Kepolisian Kiri gantung diri, meninggalkan sepucuk surat.
Dia bunuh diri usai meninggalkan catatan yang tertulis semuanya adalah kesalahannya?
Ya. Sepertinya mereka mengkambing hitamkannya.
Yi I Cheom benar-benar putus asa.
Bagaimana Anda ingin merespon?
Beritahu Kim Ja Jeom untuk memobilisasi faksi Barat dan cendekiawan Konfusianisme.
Jika kita kehilangan kesempatan ini, kita tak tahu kapan lagi akan datang.
Kita harus menempatkan Yi I Cheom dan faksi Utara di tempatnya.
Kita perlu menunjukkan pada para cedekiawan Konfusianisme...
... bahwa kita, faksi Barat, masih hidup.
Satukan kekuatan kalian. Kalian paham?
Mari kita curahkan kekuatan kita!
Paham!
Ayo lakukan itu!
Ada petisi tak henti-henti untuk memecat kepala polisi kiri dan mengasingkannya.
Dia sudah terlalu kelewatan dengan insiden ini.
Aku tak mengungkit ini untuk menjaga martabatmu.
Tapi buku besar ini juga berisi nama istrimu.
Orang-orang yang bertanggung jawab dalam penyelidikan ini mengecewakan.
Aku suruh kucing bertanggung jawab menjaga ikan.
Aku merasa terharu, Baginda.
Jika aku ingin menenangkan orang Barat...
...tampaknya setidaknya aku harus melepas gelarnya dan membuangnya.
Menurutmu bagaimana aku harus menangani masalah ini?
Jika aku ingin menenangkan orang Barat, aku membutuhkan ikan yang cukup besar.
Ah, iya.
Di antara permintaan orang Barat...
...ada permintaan memulihkan gelar...
...semua yang terlibat dalam insiden dengan Pangeran Agung Yeongchang.
Kalau dipikir-pikir, kebanyakan sudah dibunuh atau diampuni...
...kurasa tak akan ada penolakan serius.
Bagaimana menurutmu?
- Tapi Baginda... - Sebagai gantinya,
seperti yang terus kau tekankan, aku takkan membebaskan Fraksi Barat.
Aku tidak punya waktu...
...segera kau buat keputusan.
Ya, Baginda.
Majulah, Kepala Polisi Kiri.
Sebagai Kepala Polisi Kiri...
...kau tak bisa mempertanggung jawabkan posisimu dan membuat negara kacau.
Apa kau mengakui kesalahanmu sendiri?
Ya, Baginda.
Kepala polisi kiri Yi Won Yeop...
...tak bisa mempertanggung jawabkan posisinya, dia akan diturunkan satu pangkat.
Namun, kesalahan tindakan tidak cukup serius untuk membenarkan pemecatanmu dari kantor.
Jadi, aku takkan memecatmu untuk ini.
Rahmat Anda tak terukur.
Dan para cendekiawan Konfusianisme terus memprotes.
Kudengar ini mungkin terjadi juga di kediaman Akademi Kerajaan.
Jadi, kurasa aku akan memberikan pengampunan besar-besaran untuk menenangkan mereka.
Pulihkan peringkat semua orang...
...yang terlibat kasus Kim Jae Nam selama pelengseran Pangeran Yeongchang!
- Rahmat Anda tak terukur! - Rahmat Anda tak terukur!
Kau dan gelar keluargamu sudah dipulihkan.
Selamat.
Orang-orang Barat sedang menunggu di luar,
melemaskan leher untuk melihat dan memberi selamat kepadamu.
Cepat pergi.
Tidak. Aku akan pergi melalui pintu belakang.
Bahkan sampai kemarin, aku tak punya tempat untuk pulang ke faksi mana pun...
...dan mendadak aku menjadi orang Barat sekarang.
Maafkan aku.
Apa rencanamu kedepannya?
Orang yang memberitahu ayahku(raja) identitasmu adalah Kim Ja Jeom.
Kenapa kau menatapku seperti itu?
Aku hanya berterima kasih. Itu saja.
Aku hanya melakukan yang perlu kulakukan.
Jangan terlalu dipikirkan.
Lalu kau mau ke mana?
Aku harus menemui keluargaku dulu.
YI MOOK JI SHIN
Angkat kepalamu.
YI MOOK JI SHIN
Kata-kata politisi bernilai layaknya seribu koin.
Katamu orang seperti itu tidak boleh berbohong,
dan Baginda juga berjanji padaku akan melakukan hal yang sama.
Apa kau yakin bahwa aku menyimpan kebohongan di mulutku?
Aku akan memberi tahumu apa artinya "Yi Mook Ji Shin".
Aku akan membuka masa ujian khusus bulan depan,
jadi, kau harus lulus ujian militer.
Buktikanlah kalau kau sungguh berada di pihak Hwa In dan aku.
Lulus ujian,
dan jadilah pedang dan perisaiku di sisiku.
Bisakah kau melakukan itu?
Ya.
Serta...
...kau harus melaporkan setiap hal kecil yang ayahmu lakukan padaku.
Ayah!
Selamat.
Terima kasih.
Kami memberi Man Soo Hyung-nim pemakaman yang layak.
Maaf, Hyung-nim.
Tidak apa. Yang penting kau kembali dengan selamat.
Yah~ Jadi, apa kini kamu seorang bangsawan?
Dan Cha Dol juga akan menjadi tuan muda!
Cha Dol, jangan mentang-menang kamu sekarang tuan muda,
No comments yet. Be the first to leave one.