The Art of More

The Art of More

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Art of More S02E10 720p HDTV NacitaTV ind
A Commentary by NacitaTV
visit: http://nacitatv.link

Tags

HDTV
hdtv
720p
720
HD
Published on: 2017-02-05
Downloads: 47
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebelumnya diThe Art Of More.

Uzay membunuh Elizabeth.

Sebelum kutinggalkan negara ini, aku akan membunuhnya.

Jianwun baru membeli DeGraaf's.

Miles membuka kesempatan ini.

- Aku harus menghormati itu. - Kau tersingkir, Roxanna.

Kau berhasil mengambil segalanya dariku.

Aku tahu apa yang kau lakukan terhadap Roxanna.

Aku mengajukan permohonan perceraian pagi ini.

Henry Perry.

- Dia suamiku. - Apa-apaan ini?

Persahabatan, terkadang dengan manfaat khusus.

- Ini putraku, Noah. - Olivia.

Jangan sampai orang berpikir kau hanya melakukannya demi uang.

Seakan-akan kau butuh.

Aku menawarkan informasi kepadaku.

Sam Brukner perlu belajar dia bisa dikalahkan.

Apa ini?

Kau menerobos masuk ke rumah orang. Pasti akan ada pertengkaran.

Kesepakatan dengan Rice sudah dikonfirmasi.

Kusarankan kau membunuhnya.

Bukan begitu cara kerja kami.

Tolong jangan sampai aku terbunuh.

Santai saja, Nak. Ini konsumen kami.

Sopirnya telah ditahan. Tak ada orang lain di dalam van.

Mereka tak pernah keluar dari gedung itu.

Transfer sudah selesai. Terima kasih banyak, Tn. Connor.

Kita harus pergi. Sekarang!

Kau bisa ambil barangmu sekarang. Uzay akan membantumu.

- Lantai 12. - Sampai jumpa.

Akan ada kado besar sebentar lagi.

Cukup untuk operasi yang telah kau rencanakan.

Tangga.

Kenapa kau menembaki klienku?

Katanya dia akan kembali untuk membunuhmu.

Satu-satunya orang yang kuinginkan mati adalah kau.

Kenapa begitu?

Dia membunuh kekasihku.

- Kau membuatnya mati! - Cukup!

Kalian berdua seperti sepasang anak yang bertengkar.

Hubungan buruk tak baik untuk bisnis.

Ini membuatku berpikir hal terbaik yang harus dilakukan...

...adalah membunuh kalian berdua sekarang juga agar beres.

Tapi aku tergoda untuk bekerja sama di masa depan, Graham.

Saat kali pertama kau mendatangiku untuk pekerjaan ini,...

...aku percaya kau memahami apa yang kuharap dari anak buahku.

Tidak.

- Dia berbohong kepadamu! - Tembak saja bajingan itu.

Kau menghancurkan kepercayaanku, Uzay.

Kau tahu caraku menangani masalahku.

Jangan bergerak! FBI! Jatuhkan diri ke lantai!

Abdul!

Amankan lantai ini.

Sudah berapa lama kau bekerja dengan FBI?

Sejak awal.

Ya, kita lihat saja nanti.

Kau takkan keluar dari sini dalam keadaan hidup.

Akan kupastikan itu.

"The Art Of More"

"The Art Of More"

Astaga.

Selamat datang kembali.

Hei, Bu, dia sudah siuman.

- Tommy - Hei, lbu.

Tommy.

Kenapa semuanya ada di sini?

Tommy, apa yang terjadi?

Seorang pria berusaha merampokku.

Hal terakhir yang aku ingat...

...adalah semacam tembakan pistol.

Kau hampir tewas, Tommy.

Kata Dokter, jika pelurunya melesat 1,25 cm ke atas...

Aku masih hidup.

Kau tak perlu mencemaskan apa pun.

Setuju?

Jangan cemas.

Bisa tolong ambilkan air, Ny. Connor.

Ryan.

Ayo, lbu.

- Ayo. - Tak apa-apa.

Aku sayang kau, lbu.

Baik.

Dia...

...sangat kacau selama beberapa hari terakhir.

Kami semua begitu.

Aku menghadapi lebih banyak masalah daripada yang aku katakan.

Kau pantas mendapatjawaban.

Serta permintaan maaf.

Tapi aku perlu menelepon sekarang juga.

Menelepon siapa?

FBI.

- Apa maksudmu? - lni tak berkaitan denganmu.

Graham, aku memberimu pekerjaan.

Aku memercayaimu.

Aku tak bisa menceritakan apa pun.

Kau tahu betapa buruk rasanya melihat orang yang kau sayang...

...terbaring di ranjang rumah sakit?

Aku melakukan apa yang mereka minta.

Aku melakukan semuanya.

Kini sudah berakhir.

Kini sudah berakhir.

Maafkan aku.

- Hai, Sam. - Hei, Josie.

- Kau tahu kau duduk di kursiku. - Kau terlambat.

Jangan memulai dengan cara seperti ini. Setuju?

Kau mau makan apa? Jacob bisa memasak apa pun.

Aku butuh lebih dari sekadar roti lapis pastrami.

Tapi ukuran makanan di sini besar.

Lebih besar daripada yang bisa dimakan sendirian oleh satu pria.

Aku menawarkan untuk berbagi denganmu.

Aku tak tertarik dengan sisa makananmu.

lni penawaran perdamaian.

Serta kurasa, ini demi kepentingan kita berdua.

Kita berdua tahu kau hanya peduli pada kepentingan dirimu sendiri.

Kau benar soal itu. ltu alasanku meminta kau kemari.

Aku akan memberimu sepuluh persen.

Dari apa? Properti rental?

- Pendapatan umum? - Maksudku roti lapis.

Ya. Roti lapisnya mengandung beberapa bahan berbeda.

Aku memang lapar.

- Dua puluh persen. - Jangan rakus.

Lima belas.

Lima belas.

Baiklah.

Aku tak merekam pembicaraan ini.

Jadi, kau bisa menghentikan omong kosongmu soal roti lapis...

...saat kita membahas detailnya.

Aku perlu tahu.

Siapa yang memberitahumu soal rencanaku?

Orang-orang mengandalkan kebijaksanaanku.

Aku yakin begitu.

Kau pengusaha yang sangat pintar. Jadi, berpikirlah dengan cara ini.

Siapa yang paling bisa menyakitimu?

Pengadu kecil itu yang memberitahumu?

Atau aku?

Arthur Davenport.

Arthur Davenport.

Kau terlihat buruk.

Kau ke mana saja?

Apa yang terjadi?

Saat ini, Paul Rice sedang ditahan oleh pemerintahan Amerika Serikat.

Terima kasih.

Ya. Kau makan waktu cukup lama untuk datang kemari.

Hei, selama ini aku sibuk.

Aku punya urusan administrasi yang perlu ditangani...

...saat kau meledakkan seluruh gedung.

Lalu Uzay?

Sudah tewas.

Bagus.

- ltu bagus. - Omong-omong,...

...kau dan aku, semuanya sudah selesai.

Selesai sungguhan?

Tak masuk penjara, tak ada riwayat, dan kau akan membebaskanku?

Kau tak mau minum bir bersama?

Tidak. Aku tak mau minum bir.

Maka pergilah.

Nikmati hidupmu. Bermain-mainlah sedikit.

Tapi bersikaplah cerdas dan bersih.

Ya, hanya itu yang kuinginkan.

Akan kupegang kata-katamu.

Aku ingin menemui Rice.

ltu ilegal, tak etis, dan sejujurnya sungguh bodoh.

Aku baru saja bilang takkan melanggar hukum.

Aku hanya mau menemuinya.

Dengar, peluru itu hampir saja membunuhmu.

Kau masih ada di sini karena jarak 1,25 cm.

Pikirkanlah itu.

Manfaatkan sebaik-baiknya.

Lanjutkan hidupmu.

Bukankah penjual biasanya menggantung karya seni di dinding?

Aku baru pergi dua bulan, tapi rasa hormatmu sudah hilang.

Sudah dua bulan di DeGraaf's tanpamu.

Aku harus meningkatkan bagi hasilku.

Aku sudah tahu perkembangannya.

Sebelum dia meninggal, aku membuat kesepakatan dengan Yves Sauvion.

Pelukis hebat.

Ya, aku sudah membaca soal dia.

Kau yakin mau membuka galeri baru dengan pameran anumerta?

Energi apa yang lebih baik...

...daripada membantu karya seseorang tetap hidup?

Astaga. Kini kau memakai ilmu batin Timur untuk melawanku.

Jangan cemas. Aku takkan mulai berceramah soal karma.

Meski sebenarnya agak pantas.

Aku minta kau menyetujui iklan Times...

...yang kita terbitkan untuk acara pembukaan.

Bisa kututup ritsletingnya dahulu?

Kurasa kau akan menyukainya.

Menurutku iklan ini akan menarik banyak orang.

Kau mulai bicara soal bisnis lagi.

- Tapi... - Celanaku belum selesai kukenakan.

lngat saran yang kau berikan saat kau mempekerjakanku?

Bergegaslah, tapi jangan melambat.

Aku sudah beradaptasi. Kau juga harus.

Kau mau pergi ke Cape denganku akhir pekan ini?

Pekerjaan kita banyak sekali.

ltu bisa dilakukan di mana saja.

Di mana saja. Tapi kita bisa sambil makan malam.

Kita bisa bangun bersama di ranjang yang sama.

Anggap saja aku gila.

Kukira kau tak keberatan dengan ini.

The Art of More subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Art of More

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left