Season 3

Release info

바퀴달린집—✧House On Wheels 3✧—Episode 09✔️
A Commentary by KUMO
Untuk WEB-DL dan HDTV

Tags

other
Published on: 2022-01-06
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Malam akhir musim gugur lebih dingin dan memiliki banyak bintang"

"Setelah malam pertama di Hutan Ginkgo Hongcheon"

"Ini fajar yang masih diselimuti kegelapan"

"Semua orang tertidur lelap"

"Uee juga tertidur lelap di tenda"

"Gemeresik"

"Gedebuk"

"Dong Il bangun pagi-pagi sekali?"

"Dia menyiapkan perapian dengan hati-hati"

"Berbunyi"

"Tiba-tiba bangun"

"Suara apa ini?"

"Dong Il memakai jaket bertudung"

"Siapa itu?"

"Dia memakai kacamatanya untuk melihat dengan jelas"

"Dia pergi ke mana?"

"Dia melakukan peregangan setelah bangun"

"Dia merapikan tempat tidur dahulu"

Uee!

Bukankah dingin? Apa tidurmu nyenyak?

"Selamat pagi"

Bukankah dingin? - Hangat sekali.

Benarkah? - Punggungku hangat sekali.

"Kalau begitu, syukurlah"

Uee, duduklah. Ini hangat.

"Dia memberi Uee kursi di depan api hangat karena Uee tamu"

"Apa dia kembali ke rumah?"

"Menyelinap"

"Mengeluarkan sesuatu dari kulkas"

"Dia juga membawa peralatan masak ke luar"

Aku ingin memberi Ji Hoon sarapan sebelum dia pergi.

"Ji Hoon harus pergi lebih awal untuk syuting lain"

"Ji Hoon harus pergi pukul 7 pagi"

"Dong Il bangun pagi-pagi sekali untuk memberi Ji Hoon sarapan"

Saat kamu memasukkan dada ayam ke dalam sup daging sapi,

itu akan seperti gomtang hangat.

"Dia memasak sarapan untuk Ji Hoon"

Itu akan menjadi sup panas.

Kemari dan duduklah.

"Saatnya menghangatkan diri dengan api unggun pagi"

Pagi hari yang indah, bukan?

Kamu ingin mencoba ini, bukan? - Ya.

Aku melakukan semua yang ingin kulakukan di sini.

Ini menyenangkan.

"Udara pagi yang hanya bisa dirasakan sebelum matahari terbit"

Aku menyukainya.

Tidak sedingin itu. - Kamu benar.

Apa karena api ini? - Ini bagian yang menyenangkan.

Bayangkan dirimu di sini di waktu sepagi ini

bersama seseorang yang kamu cintai.

Aku tidak bisa sering bepergian dengan istriku.

Aku mencoba mengajaknya sekarang,

tapi tidak semudah itu.

Saat kamu punya waktu, bepergian dengan ayahmu

akan menjadi hadiah terbesar yang bisa dia bayangkan.

Hanya kamu dan ayahmu. - Aku harus mencobanya.

Saat putri-putriku dewasa,

dan bertanya, "Ayah senggang selama tiga hari?"

"Ayo bepergian bersama."

Maka aku akan mengurangi waktu tidurku untuk melakukan itu.

Aku harus bertanya kepadanya. - Ya.

Kapan lagi seorang ayah bisa bepergian

dengan putrinya yang sudah dewasa?

Kamu sering pergi bersama ayahmu?

Kamu minum bersamanya?

Jadi... - Apa kalian sering berbincang?

Sebenarnya, kami tidak... - Kalian tidak banyak bicara.

Aku bukan putri yang ramah.

Tapi kakak perempuanku ramah.

Aku tinggal di Seoul sendirian saat masih menjadi peserta didik.

Saat ayahku bertanya, aku terbiasa bilang, "Aku baik-baik saja."

Aku masih bicara lugas.

Tapi aku terbiasa memendam semuanya sendiri setelah memulai debut.

Ayahku juga tokoh masyarakat.

Jadi, dahulu Ayah sering

menepuk punggungku dan berkata, - Ayahmu?

"Ayah paham perasaanmu," dan itu rasanya berbeda dari ibuku.

Itu pasti berbeda.

"Ayahnya menghiburnya"

"Saat dia baru saja melangkah ke dunia nyata"

"Ayah dan putrinya jauh lebih dekat sekarang setelah mereka mengerti"

Aku tidak akan bisa sepenuhnya mengerti

seberapa banyak Ayah berjuang

sebagai kepala rumah tangga,

tapi terkadang aku merasa Ayah sudah melalui banyak kesulitan.

Hanya sedikit merasakannya.

"Akhirnya kamu memahami orang tuamu"

"Seiring berjalannya waktu"

"Dan satu jam kemudian..."

Ibu.

Ibu tidur nyenyak?

"Uee menelepon orang tuanya saat waktu istirahat"

Ya, aku bersenang-senang, Ayah.

Ayah, Dong Il merekomendasikan

aku berlibur bersama Ayah.

Dia bilang itu akan menjadi hadiah yang bagus dari seorang putri

untuk mengajak Ayah berlibur.

Benarkah? Baiklah.

Aku akan mampir untuk makan barbeku dengan Ayah.

Baiklah. Aku sayang Ayah.

Sampai jumpa.

"Hatinya hangat di pagi hari hanya karena satu panggilan singkat"

"Ji Hoon yang menyetel alarm juga bangun"

"Dia terbangun dalam keadaan setengah tidur"

"Dan kepalanya terbentur langit-langit"

"Aduh"

"Tidak ada yang melihatnya, bukan?"

"Dia melupakan rasa sakitnya"

"Dan turun dengan kaki panjangnya"

"Ji Hoon bersiap untuk pergi"

Rain.

Kamu masih terlihat seperti Rain saat baru bangun.

"Bintang dunia selalu tampan"

Kamu tampak menawan, Ji Hoon.

Selamat pagi, Ji Hoon. - Duduklah.

"Dia menyelesaikan masakannya saat Ji Hoon bangun"

"Membumbuinya dengan jeotgal udang berusia delapan tahun"

"Mencicipi kuahnya"

"Takjub"

Ini sangat... - Enak?

Ji Hoon. Kamu tidak akan menyesalinya.

Aku sangat merekomendasikan ini.

"Dada ayam yang direbus matang"

Ini dada ayam.

Dan sup panas.

Aku tidak akan membiarkanmu pergi tanpa makan.

"Kaldu tulang sapi untuk menghangatkan perutnya"

Aku mencoba ini di rumah, dan rasanya sangat enak.

Pasti sangat mengenyangkan di pagi hari.

Cobalah kuahnya dahulu.

Ini terlihat - Ya?

seperti samgyetang dengan ginseng.

Anggap saja itu sup pagi. Panas.

"Dia mencicipi kuahnya lebih dahulu"

Kuahnya saja sudah enak. Semangkuk sup panas.

"Dia juga mencicipi dada ayam yang penuh sari"

Bukankah begitu?

Lalu kuahnya menjadikan itu gomtang ayam.

"Kamu makan dengan lahap"

"Selagi Ji Hoon mengisi perutnya dengan gomtang ayam"

"Anggota termuda bangun"

"Dia belum pergi, bukan?"

"Dia bergegas bangun"

"Kenapa dia kehilangan satu kaus kaki?"

"Di mana kaus kakiku?"

"Dia memeriksa selimutnya"

"Dia tidak bisa menemukannya di mana pun"

"Di mana kamu?"

"Apa ada di sakuku?"

"Dia melihat kaus kakinya di lantai satu"

"Kami berasumsi dia melemparnya saat tidur"

"Myoung bebas"

Selamat pagi. - Apa tidurmu nyenyak?

"Memberi hormat"

Selamat pagi.

Apa tidurmu nyenyak, Bungsu? - Ya.

Bagus. Kamu keluar untuk mengantar Ji Hoon.

Dia harus pergi sekarang.

Terima kasih atas makanannya. Sampai jumpa.

Sampai jumpa di lokasi syuting. - Sampai jumpa.

Sampai jumpa lagi.

Kami tidak bisa mengantar terlalu jauh. Gerbangnya terlalu jauh.

Jangan mengkhawatirkan itu. Gerbangnya ada di sini.

Benar. Kami tidak bisa pergi sejauh itu.

"Aku harus berpamitan dengan Hee Won"

Jangan mengkhawatirkan Hee Won.

"Aku akan bilang kamu sudah pergi"

Silakan.

Sampai jumpa. - Sampai jumpa, Ji Hoon.

Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Sampai jumpa. - Kamu pergi pukul 7.05 pagi.

Datanglah lagi.

Bawa sisi lain iganya. - Baiklah.

Aku akan datang lagi.

"Hati-hati di jalan"

Dia harus segera bekerja saat tiba di sana.

"Mencemaskan Ji Hoon"

Ini syuting iklan. Dia harus pergi.

Andai aku bisa pergi sepagi ini untuk syuting iklan.

"Kamu tidak serius"

Duduklah.

Dia tidak berperasaan. Dia benar-benar pergi.

"Bisakah anggota keluarga lainnya menikmati pagi ini?"

Uee, mainkan musik.

Apa pun yang ingin kamu dengarkan.

"Memilih lagu dengan antusias"

"Apa lagu pagi pilihan Uee?"

Aku suka lagu ini belakangan ini. Aku mendengarkannya tiap pagi.

Benarkah?

Saat aku ingin memulai hari dengan ceria.

"'Traffic Light' oleh Lee Mu Jin"

Ritmemu bagus.

"Menjadi bersemangat"

"Aku juga mau ikut"

"Dia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya"

"Pagi yang menyenangkan di hutan pohon ginkgo"

"Anggota termuda juga menari"

Ritmemu juga bagus.

"Malu"

"Saat mereka mendengarkan musik sambil mengikuti irama"

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left