The first 200 lines.
"Halo, City Girls on the Climb"
"City Girls on the Climb pergi ke Pulau Jeju"
"Ini Jeju!"
"Apa yang mereka lakukan di Jeju?"
"Tujuan mereka adalah gunung tertinggi Korea, Gunung Halla"
"Diam-diam"
"Lalu, pendaki baru bergabung dengan mereka"
"Kim Ji Suk"
"Ini disebut Gunung Halla mini"
"Mereka berangkat ke Eoseungsaengak bersama Ji Suk"
"Namun, jalur itu lebih curam daripada yang mereka duga"
"Kamu baik-baik saja, Ji Suk?"
"Aku terlalu meremehkan oreum ini"
"Kupikir ini latihan"
"Kita makin dekat ke puncak"
Kita sudah sampai.
"Pemandangan bersalju di puncak Eoseungsaengak"
"Latihan mereka untuk Gunung Halla sukses"
"Setelah mendaki"
"Saatnya makan malam yang lezat"
"Kerja bagus hari ini"
"Kiat mendaki Gunung Halla?"
"Saran satu, jangan pamer"
"Saran dua, pertahankan kecepatanmu"
"Malam terakhir sebelum mendaki Gunung Halla"
"Bandara Internasional Jeju"
Aku gugup sekali.
"Siapa yang datang ke Pulau Jeju pada larut malam"
"Dengan berpakaian serbabiru?"
"Tinggalkan semuanya"
"Pendaki terakhir dari City Girls on the Climb"
Aku di Pulau Jeju!
Aku harus memotretnya.
Bukti.
"Dari belakang, kamu bisa tahu kalau dia sangat supel"
Bagus.
Jeju.
"Siapa pendaki kelima yang mendaki Gunung Halla bersama mereka?"
Halo.
"Inilah penari kelas dunia, Aiki"
"Dia mendominasi panggung dengan koreografi unik dan jenaka"
"Penari paling trendi"
"Dia bahkan mencuri hati Sun Bin"
Ini kali pertamamu bertemu mereka?
Aku sudah pernah bertemu Sun Bin
di MAMA.
"Dia dan Sun Bin sudah pernah bertemu"
Kami hanya berpapasan.
Bagaimana reaksi Sun Bin nanti?
Sun Bin? - Ya.
Dia akan sangat senang.
Saat MAMA,
"Saat mereka pertama bertemu untuk MAMA"
dia sangat senang bertemu denganku.
Dia sampai menumpahkan kopinya.
"Sun Bin sangat senang bertemu Aiki sampai menumpahkan kopinya"
Dia akan begitu lagi hari ini. - Ya.
Dia akan terkejut.
"Di sisi lain"
Hei.
"Sun Bin berlatih menari sebelum bertemu Aiki"
"Antusias"
Dia sudah datang?
Ya. - Apa yang terjadi?
"Ada keributan apa?"
Hei. - Kamu menirunya?
"Itu Sun Bin"
Hei. - Kamu meniru?
"Bernyanyi"
"Bahkan selarut ini pun, mereka tetap bersemangat"
Bukankah itu untuk di luar? - Hei.
Apa? - Kamu mau keluar?
Tidak. Aku harus menggoda.
Lihat. - Dia bahkan memakai parfum.
Bukan aku. Aku tidak memakai parfum.
Aku yang memakainya. - Benarkah?
Aku. - Kamu.
Ya, aku. - Kita harus
melakukan sesuatu yang istimewa di Pulau Jeju hari ini.
Orang-orang memotret untuk kenangan seumur hidup.
Mari lakukan itu di luar. Ayo.
Ayo. - Sekarang?
Ayo. - Ayo.
Bukankah dingin?
Pasti dingin. - Kamu tampak murung.
Aku lapar.
Ayo berfoto.
"Ayo"
"City Girls on the Climb mengunjungi Pulau Jeju demi mendaki Halla"
"Mereka akan membuat kenangan istimewa"
"Dengan latar belakang malam Pulau Jeju yang berlangit jernih"
Ayo.
Langitnya bagus sekali.
"Berseru"
"Berseru"
Keren sekali.
Halo. Luar biasa.
Bagus sekali.
Langit tampak indah.
Itu Aiki. Dia berjalan ke sini.
Hentikan. - Di mana?
Aku gugup sekali. - Dia juga tertipu.
Baiklah. Aku mengerti.
"Di mana?"
Kalian semua sangat kejam. - Astaga.
Kalian semua sangat kejam. - Halo.
Kenapa kamu melakukannya? - Halo.
Jangan lakukan itu. - Halo.
Hentikan.
Kalian semua jahat sekali. - Halo.
Halo. - Halo.
"Peralatan yang tampak keren"
Apa ini?
Ini untuk foto spesial. - Apa itu?
Kamu tahu apa itu light painting?
Tidak. Aku tidak tahu. - Melukis di langit dengan cahaya.
Kamu melukis di langit dengan cahaya
dan meninggalkan jejak.
"Penasaran"
"Membuat seni dengan cahaya"
"Light painting"
"Selagi membuat eksposur panjang"
"Kamera menyimpan sumber cahaya itu"
"Hanya bisa saat gelap"
"Kamu bisa mendapatkan foto unik menggunakan cahaya"
"Populer di Pulau Jeju di antara orang-orang supel"
"Dapatkan foto seumur hidup dengan menggambar di langit malam Jeju"
"Foto seperti apa yang akan dipotret City Girls on the Climb?"
Cepat. - Ayo berdiri di sini.
Ji Suk. Berdirilah di tengah. - Ya.
Kamu menyalakan lampu?
Tidak. Kamu bisa berdiri saja di sana.
Untuk foto ini,
kamu harus berdiri diam selama beberapa saat.
Kita tidak bisa berfoto cepat seperti di siang hari.
Kamu harus berdiri diam. - Maafkan aku,
tapi mereka tidak bisa diam. - Tidak. Kami bisa.
Apa mungkin? - Kami bisa.
Kamu bisa berdiri saja di sana. Lampu kilat akan menyala nanti.
Saat lampu kilat menyala, saat itulah selesai.
Baiklah. - Jangan bergerak sampai saat itu.
Bisa matikan lampu kilatnya? - Baiklah.
"Berseru"
"Selamat ulang tahun"
Ulang tahun siapa?
Kamu harus menyanyikannya saat lampu mati.
Astaga.
Itu tidak berarti apa pun. - Cepatlah.
Ayo. - Cepatlah.
Ayo duduk di sini. - Baiklah.
Kemarilah, Semuanya.
"Berkumpul"
Astaga. - Ini seperti foto keluarga.
Aku merasa seperti ayah dengan tiga putri.
Anak-anak. - Jangan bergerak.
Biar kumulai. Satu, dua.
"Melukis dengan cahaya"
Bolehkah aku berkedip? - Ya.
Ya. - Baiklah.
Sekali lagi. Aku menutup mataku.
Siapa kamu?
Semua orang berkedip. - Ini yang kamu lakukan.
Ini yang kita lakukan. Kemarilah, Semuanya.
"Berseru"
Tapi kalian terus bergerak.
Astaga. Apa itu? - Apa itu?
Apa itu? - Gunung?
"City Girls on the Climb digambar dengan cahaya"
City Girls on the Climb.
Kamu benar. - Kamu menyuntingnya?
Itu tidak disunting. Aku menggambarnya.
"City Girls on the Climb tertulis di langit malam Jeju"
Ada cahaya di langit.
Bisakah kamu memotret kami secara terpisah?
Kami tidak butuh foto grup. - Benar. Kami tidak membutuhkannya.
Ayolah. Sungguh.
Pak. Bisakah kamu memotretku?
Tidak. Letakkan tanganmu... - Agar bisa kujadikan wallpaper.
Dia ingin mengunggahnya di media sosialnya.
Benar. - Seperti ini?
Itu juga tampak bagus.
Jadi, kamu tidak memotretnya? - Luar biasa.
Jangan bergerak. Diam. - Benar.
"Seni cahaya dimulai lagi dalam kegelapan"
Pindai. - Sun Bin. Tunggu.
Selesai. - Sudah selesai.
Coba kulihat.
"Berseru"
Biar kucoba.
Sulit kupercaya.
Coba kulihat. - Lihat itu.
Luar biasa.
"Bulan terbit di hati Sun Bin"
"Eun Ji dengan cepat merebut kursi"
Biar kucoba. Bagus sekali.
Aku juga mau bulan.
Aku tidak tahu harus bagaimana kalau kamu seperti itu.
Tunggu di sini.
Tidak bisa pose ini? Maafkan aku. - Biar kuperiksa.
Kamu bisa memilih itu.
No comments yet. Be the first to leave one.