The first 200 lines.
Eh Mus, mau kemana mus?
ke payakumbuh, mak
Ngapain ke sana ?
Menggantikan karyawan Ajo Amaik
Baiklah. Hati-hati di jalan
Saya berangkat dulu Mak, Assalamualaikum
Waalaikumsalam
Ikan segar.. Ikan segar.. Ikan segar..
-Ikan segar.. Ikan segar.. Ikan segar.. -Apa itu Jo ?
Ikan segar Jo, mau beli ikan Jo?
Tidak Jo, terima kasih
-Mau pergi kemana Jo? -Ke Payakumbuh
-Hati-hati di jalan -Terima kasih Jo.
Ros
Samba Lado Tanak nya jangan lupa ya, Nak
Iya, Mak
Hari sudah hampir malam, kamu tidak pergi ke surau?
Iya Mak, sebentar lagi Saya mau rebus sayur ini dulu
Cepat ya, Nak
-Numpang tanya Ni. -Mau nanya apa Da?
-Rumahnya Ajo Amaik dimana ya? -Oh rumah Ajo Amaik
Dari sini Uda lurus. Rumahnya yang dekat "Surau".
-Baiklah, terima kasih, Uni. -Sama-sama Uda
SALISIAH ADAIK (SELESIH ADAT)
-Assalamu'alaikum -Wa'alaikumsalam
-Oh.. Kamu Mus. -Iya Jo.
Masuklah, silahkan duduk.
Mau dibuatkan kopi atau teh? Biar Ajo buatkan
Tidak usah Jo, tadi saya sudah banyak minum teh di jalan.
Kalau begitu Ajo ambilkan air putih saja ya.
Silahkan diminum, Mus
Uni dimana Jo?
Uni barusan pergi, adiknya melahirkan.
Bagaimana perjalananmu?
Lancar Jo
Kalau kamu mau istirahat, istirahat dulu di sini Ajo sudah sangat lelah.
Ajo tidur duluan ya.
Baik Jo, saya juga mau istirahat.
saya juga sudah mengantuk
-Ini minumannya -Terima kasih Tek
Ini gorengannya kenapa ga dimakan?
Tek Lis, saya pesan air tempayangnya satu ya. Airnya hangat kuku ya
Kamu baru bangun, Pirin?
-Tek, ayam Etek Lapeh (Lepas; Pariaman) Tek -Apa katamu!?
Kamu katakan aku lapeh (rakus; payakumbuh). Kamu ngajak berantem? Berdiri kamu!
Bagi saya Musuh pantang dicari kalau bertemu pantang mengelak
Ada apa ini? Ada apa?
Ini Mak, Dia bilang saya lapeh (Rakus; Payakumbuh) Gimana saya nggak marah.
Tenang… Tenang… Duduk dulu
Tek, mana pesanan saya Tek?
Ini, minumlah
Ooo.. pantaslah kamu marah-marah. Ternyata kamu sedang kurang sehat masih pagi sudah minum air tempayang
Sebenarnya apa yang terjadi?
Begini Mak, Saya Muslim Saya baru datang
-Dari mana asalmu? -Pariaman, Mak
Sebenarnya apa yang tadi terjadi?
Begini, Mak. Saya tadi sedang makan goreng ubi.
Saya lihat Ayam Etek Lis lapeh (Lepas; Pariaman) saya bilang ke Etek, “Tek ayam etek lapeh tek”
Eeehh dia marah sama saya. Gimana saya nggak marah?
Saya dibilangnya lapeh (raklus; Payakumbuh). Kalau Mak tidak percaya Tanyalah sama si Udin. Atau sama Tek Lih.
Dia ini tidak punya sopan santun!
-Benar seperti itu Lis? -Saya taunya udah ribut-ribut, Mak
-Lopeh atau Lapeh? -Lapeh. Lapeh yang saya dengar, Mak? Jelas sekali dia menyebut Lapeh.
ooo... Mungkin begini maksudnya
ayam itu lopeh (lepas) dari ikatnya, bukan mengatakan Pirin itu lapeh (rakus)
Mungkin karena Pirin kurang sehat, jadi bawannya marah terus.
Baiklah Mak, kalau saya salah saya minta maaf
Nah, kalau begini kan tenang
Dimana Kamanakan tinggal?
Saya bekerja dengan Ajo Amaik
Ooooh.. Yang tukang emas?
Iya Mak, saya ke pasar dulu Mak. Mau melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.
-Tau kan jalannya? -Tau, Mak. Tadi sudah dibilang sama Ajo Amaik.
-Assalamu'alaikum, Mak -Waa'alaikum salam
Kapan sampai, Mak?
Kemarin. Hari selasa. Tapi, nanti mau kembali lagi ke Padang.
-Cepat sekali, Mak? Iya, sekarang saya terpaksa bolak-balik ke Padang
Obatnya, buk.
Obat, ni?
Adik ini, sombongnya......
Uwan melihat ke Adik, tapi Adik melihat ke bulan Dimana letak kemesraannya, Dik?
Ubek Da?
-Ini berapa, Mak? -Rp 1
-Dua ikat Rp 1 bisa, Mak? -Baiklah
Pilih yang pucuknya, Ti
-Jadih, Uni -Boleh minta tolong, Mak
Juadah ini berapa, Ni?
Ini Galamai, Nak Kenapa Anak bilangnya Juadah
-Darimana Anak berasal? -Saya dari Pariaman
Oooh.. ternyata Cik Ajo
Ini Rp 5
-Nak, ini Galamainya, Nak. -Iya, Ni
-Assalamualaikum -Waalaikum salam
-Baru balik dari pasar? -Iya, Mak. bagaimana kondisi kaki Amak?
Entahlah, dari tadi kaki Amak terasa Sakit.
Kalau begitu, biar Ros saja yang memasak. Amak istirahat saja dulu.
-Oiya Ti -Iya, Mak
tadi Amak Siti berpesan, kamu disuruh langsung pulang ke rumah Baiklah, Mak.
-Siti pulang dulu ya, Mak. -Hati-hati ya.
Iya, Mak
-Assalamualaikum -Waalaikum salam
-Dari mana kamu Mus? -Saya dari Pasar, Jo. membeli Juadah.
Juadah? Juadah apaan?
-Ini bukan juadah. Ini namanya galamai -Eeee.. cobalah Jo. Rasanya sangat enak.
Nggak usahlah, Mus Ajo sudah sering makan Galamai
Oiya Mus. Ini ada orang yang mau mematri kalungnya. Kamu bisa menyelesaikannya?
Ooooh… ini sebentar bisa selesai.
-Kapan dia jemput? -Katanya sore ini.
Segan kita, dia langganan kita.
Oke, jo. Biar saya kerjakan sekarang.
Oiya, Mus, Kalau sudah selesai bisa tolong langsung diantarkan?
Dimana rumahnya, Jo?
Nanti kamu jalan lagi ke arah Pasar Tanyakan saja Sutan Datuak Bagindo
-Semua orang tau nama beliau. -Baiklah, Jo.
Uni, numpang tanya ?
Rumah Sutan Bagindo dimana, Ni?
Eh, Uda.
Eh, Uni lagi. Ternyata Uni benar-benar tempat bertanya.
Terpaksa saya bertanya sekali lagi.
Mau nanya apa da?
Menanyakan rumah Sutan Bagindo
Oooo.. Rumah Sutan Datuak Bagindo.
Uda lurus ikuti jalan ini. Nanti uda belok kiri.
Rumahnya di belakang "surau".
Baiklah Ni.
Oiya, kalau boleh tau siapa nama Uni?
Ros, Da.
Ondeh ondeh. Pucuk dicinta ulam pun tiba ya, Uni.
Sumur digali air pun datang. Bertemu apa yang benar-benar uni inginkan.
Nanti malam Uni mengajar mengaji?
Iya Ti, memangnya kenapa ti?
-Oh ya Ni, saya permisi dulu ya Ros. -Iya Da
-Ni, besok pagi temani siti ke pasar ya. -Ngapain siti ke pasar?
-Amak menyuruh membeli “Batiah”, untuk dibawa Pak Angah ke Padang. -Baiklah, kalau kerjaan Uni tidak banyak, besok Uni temani ya.
-Ti, tolong bawakan ini ke dapur ya. -Baiklah, ni.
Bagaimana ya kabar si Mus, Bak? Semenjak dia pergi belum ada kabar.
Saya takut terjadi sesuatu pada Si Mus.
Dia kan baru pergi beberapa hari.
Tidak mungkin dia akan langsung memberikan kabar pada kita.
Dia sudah dewasa, dia lebih pintar daripada kita. Biarkan saja.
Benar, Bak. Tapi dia kan anak kita satu-satunya.
-Dan kerabat kita tidak ada pula di sana. -Pandai-pandailah dia di sana.
Kamu kan sudah tau, teman-teman sebaya dia kan sudah menikah.
Iya, bak. Tapi perasaan saya tidak enak.
Kamu tidak usah terlalu cemas.
Adik-adik, karena sudah larut kita pulang ya.
-Jangan lupa surat Ad-dhuha yang Uni ajarkan tadi tolong hafal di rumah ya -yaaaa
Sekarang kita letakkan kembali Al-Qur'an-nya ya
-Sudah selesai mengaji? -sudaaaaah
-Ros. -Eh, iya. Ada apa, Uda?
-Uni, Siti duluan ya. -Siti mau kemana? Uni cuma sebentar.
-Di sana saja Siti menunggu Uni -Di sini saja lah Siti, ngapain di sana?
Tidak usah, da. Siti menunggu di situ saja.
Oiya Ros, ada sesuatu untukmu
Ros, uda balik dulu ya.
-Oiya, Siti uda pulang dulu ya. Assalamualaikum -Waalaikum salam
-Ros, -Eh, iya uda.
Dari mana uda tau kami ada di sini?
Kemarin, uda tidak sengaja mendengar Siti minta ditemani ke Uni Ros, pergi ke pasar membeli “Batiah” Pak Angah.
-Sudah lama uda berdiri di situ? -Belum.
Mau beli apa uda ke pasar?
Tidak ada, cuma melihat-lihat
-Sudah lama udah menjadi tukang emas? -Belum juga.
Tapi kalau di pariaman uda memang menjual emas.
Berapa lama Uda di Payakumbuh?
Kata Ajo Amaik, 2 minggu untuk menggantikan kawan.. Eh karyawan Ajo Amaik yang pulang kampung
-Wah, sebentar sekali -Mau gimana lagi, semua tergantung Ajo Amaik
Uda, Uni, Siti pulang duluan ya?
-Jauh rumah Siti dari sini? -Nggak, dekat kok dari sini.
-Okelah, hati hati ya Ti -Iya Da
-Hati-hati ya Ti -Iya Ni
Oiya Ros, surat yang uda berikan sudah dibaca?
Oiya..... Siti lupa membacanya Surat apa itu, Da?
Sebenarnya ada yang ingin uda sampaikan
tapi uda takut mengatakannya secara langsung
Tapi karena kita sudah bertemu terpaksa uda katakan.
Sebenarnya Uda ingin menikahi Ros
Maukah Ros menikah dengan Uda?
Da, Ros pulang dulu ya. Tidak enak dengan warga kampung, nanti digosipkan yang tidak-tidak.
Assalamu'alaikum, Da
Wa'alaikum Salam
-Assalamu'alaikum -Wa'alaikum Salam
Ros, duduk dulu sebentar Ada yang ingin Amak bicarakan.
Ada apa, Mak?
Amak menemukan surat ini di bawah tempat tidurmu. Karena mata Amak sudah rabun, agak susah amak membacanya
Tapi Amak yakin
ini surat dari calon menantu Amak.
Kenapa kamu seperti orang yang ketakutan begitu, Nak?
Amak mengerti, kamu kan sudah dewasa sudah waktunya untuk bersuami
Dan teman-teman seumuranmu semuanya juga sudah menikah
Dan lagi, di keluarga kita cuma kamu yang Amak harapkan untuk melanjutkan garis keturunan keluarga kita
Tek malah, anaknya tiga tapi kan laki-laki semua.
Jadi, kalau rasanya cocok dan memang kamu suka dengan dia
tidak apa-apa, kita percepat saja
Satu lagi, amak selalu berdoa,
ya Allah...... sempatkanlah hamba menggendong cucu sebelum meninggal Begitu doa Amak.
Mamak-mamak mu kalau tau kamu sudah punya calon
pasti mereka akan sangat senang mendengar kabar ini
Kalau amak boleh tau siapa namanya, dimana dia bekerja?
Muslim, Mak Dia tukang emas.
No comments yet. Be the first to leave one.