The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Kebodohan macam apa ini?
Jin Hae Rim yang bodoh.
Aku hanya beruntung
dan kebetulan menyaksikan tunanganmu berselingkuh.
Perhatikan ucapanmu.
Kamu di mana?
Aku tidak menyangka
selingkuhan Hae Rim tinggal di gedung apartemenku.
Apa?
Kenapa dia harus tinggal di sana?
Dia
masih hidup?
Ini semua yang kupunya.
Aku memohon kepadamu sepenuh hati.
Kumohon,
biarkan dia diadopsi di luar negeri.
Aku tidak bisa tinggal di Korea.
Sebenarnya, karena terlalu kurus dan mengidap penyakit kuning,
dia tidak akan hidup lama.
Syukurlah.
Seharusnya aku memastikan dahulu.
Itu bagus.
Kamu sudah melampaui batasmu.
Itu seloki terakhirmu.
Haruskah kubuat batas baru malam ini?
Tuangkan aku minuman, Sayang.
Tidak.
Aku tidak mau istri pecandu alkohol.
Hanya untuk hari ini.
Aku dikeluarkan dari sekolah karena menyerang anak anggota dewan
dan harus mengikuti ujian Paket C untuk lulus SMA.
Bagaimana bisa ibumu menyukaiku?
Sejujurnya, aku sangat memahaminya.
Itu bukan sesuatu yang harus kamu pahami.
Aku sudah terbiasa dan bertahan dengan itu
karena pada dasarnya, dia adalah ibuku.
Tapi pasti berat bagimu untuk menoleransi itu.
Aku tidak masalah jika itu berat bagiku.
Aku khawatir hubunganmu dengan ibumu akan renggang
karena aku.
Jangan melawannya.
Kumohon.
Orang yang menjatuhkanku
dan mengangkatku kembali adalah ibuku.
Saat kelas lima,
aku punya ayah baru.
Aku sering dipukuli.
Jika nilaiku bagus, aku dipukul karena pintar.
Jika nilaiku jelek, aku dipukul karena bodoh.
Tapi Ibu bahkan tidak bisa menghentikannya
karena tentu saja dia akan ikut dipukuli.
Itu sungguh terjadi?
Saat Ibu bercerai waktu aku SMA,
aku akhirnya terbebas dari kekerasan,
tapi masalah belum berakhir.
Saat itulah aku harus mulai menyokong ibuku.
Aku tidak punya pilihan.
Dia ibuku.
Itu tugas hidup dan takdirku.
Tapi aku tidak tahan melihatnya
membuat hidupmu sengsara juga.
Ki Suh Ra, kamu dalam masalah.
Bagaimana jika para dewa cemburu?
Aku menerima lebih banyak cinta dari orang tuaku
daripada dari saudariku
sejak kecil.
Kini aku menerima banyak cinta dari suamiku juga.
Aku akan bersikap lebih baik kepadamu
dan Ibu.
Yang kamu lakukan
sudah lebih dari cukup.
Sayang, mari hidup
panjang umur.
Sampai Hae Sol menikah dan punya anak
dan anak-anak mereka memiliki anak juga.
Serta pada saat bersamaan,
mari bergandengan seperti ini
dan meninggalkan dunia bersama.
Baik.
Mari melakukan itu.
Katanya pakaian mencerminkan orang, tapi itu tidak masuk akal.
Yang melengkapi penampilan
adalah kecantikan ini
yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Siapa yang mengirim pesan pukul sebegini?
Anda tidak melupakan janji kita, bukan?
Dia mengirim pesan terus seolah-olah aku akan mengambil keuntungannya.
Anak-anak akan membunuhku
jika tahu aku meminjam uang dari rentenir.
Itu dia.
Aku harus meminjam untuk membayar bunganya.
Jae Wook.
Jangan bilang kamu menyuruh seseorang mengikuti Hae Rim.
Itu bukan urusanmu.
Apa yang akan Kakek katakan jika dia melihat ini?
Keadaan akan menjadi cukup buruk untukmu.
Jangan biarkan imajinasimu menjadi liar.
Dia tampaknya sudah minum banyak.
Kurasa dia kebingungan.
Jika kamu mengetahui itu, kenapa dari awal menurutinya?
Jika dia mendatangimu sambil mabuk, kamu seharusnya menyuruhnya pulang.
Bagaimana bisa sesama saudara melakukan ini karena satu gadis?
Jangan bilang
kamu belum bisa melupakannya.
Biar kutanya sesuatu.
Apa masalahmu?
Kamu akan menikahinya,
tapi masih belum meraih hatinya?
Apa? /- Kini dia milikmu sesuai maumu,
jadi, pastikan hatinya tidak pergi.
Pastikan dia tidak datang kepadaku lagi!
Kamu bermain-main dengan perasaan Hae Rim.
Kamulah yang menolak melepaskannya!
Kamu setakut itu?
Lantas, batalkan pernikahannya.
Memang kamu tidak mencintainya?
Jangan bersikap arogan.
Kamu dicampakkan wanita yang kamu percayai.
Berhenti berlagak percaya diri. Hadapi kenyataan hidup pecundang!
Apa? /- Aku benar.
Kamu bukan lagi dokter.
Kamu mantan narapidana payah yang melakukan malapraktik medis.
Sebuah kegagalan dalam hidup.
Seorang pecundang payah yang dikhianati pasangannya!
Kamu mengerti sekarang?
Kamu benar.
Jadi,
jangan bersikap seperti ini kepada pecundang payah
dan jaga Hae Rim.
Siapa kamu sampai berhak mengkhawatirkan pasanganku?
Kamu lupa? Hae Rim adalah pasanganku.
Iparmu.
Berlatihlah
Kelak jangan sampai salah.
Aku tidak akan memaafkanmu jika itu terjadi.
Aku mabuk. Anggap seperti itu.
Wanita biasa melakukan hal gila seperti itu sebelum pernikahannya.
Maaf.
Sudah larut.
Kamu di mana? /- Di rumah.
Aku pulang lebih cepat karena lelah.
Lebih cepat?
Bagus.
Aku di depan. Keluarlah. Aku mau menemuimu.
Aku sudah di ranjang.
Sampai jumpa besok. /- Hae Rim.
Kamu menyesalinya? /- Apa maksudmu?
Kamu menyesal
memilih bersamaku?
Bagaimana jika ya?
Lantas apa?
Kamu akan melepaskanku?
Tentu saja tidak.
Kita sudah mengirim undangan.
Pertanyaan tidak bermakna dan jawaban jelas seperti itu
melelahkan bagi kita berdua.
Hati-hati dalam perjalanan pulang.
Mari berbincang besok.
Ya?
Jika masih bangun, bisakah kamu membuatkan teh?
Tentu. Ayah mau apa?
Bagaimana kondisi di rumah sakit?
Sejujurnya aku tidak enak.
Aku sibuk dengan pernikahan
sampai ceroboh.
Jadi, ayah berpikir,
kenapa kamu
tidak cuti dan berfokus pada pernikahan saja?
Cuti?
Kamu tidak punya ibu
yang bisa membantumu seperti anak perempuan lainnya.
Walaupun ayah tahu ibu Jae Wook selalu merawatmu,
ayah ingin kamu bebas dari rumah sakit sementara waktu
dan berfokus pada masa depanmu saja.
Jae Wook juga akan butuh bantuanmu ke depannya.
Akan kulakukan sesuai perintah Ayah.
Baiklah. Pemikiran bagus.
Perlakukan Jae Wook dengan baik.
Ini nyaman dan baik. Kurasa karena kami teman.
Mereka mungkin bersaudara, tapi Jae Wook amat berbeda
dari In Wook.
Pimpinan khawatir dengan ambisi Jae Wook,
tapi ayah tidak.
Titik awal kesuksesan adalah impian dan ambisi.
Jika diasah dengan baik,
dia pasti akan menjadi pimpinan berikutnya.
Kamu harus membantunya.
Kuharap dia bisa membantu Ayah.
Omong-omong, In Wook sungguh membutuhkan awal baru.
Pimpinan amat khawatir.
Hidupnya terlalu kacau sejak malapraktik itu.
Ayah penasaran apa dia bisa pulih.
Kamu terlambat, tapi prediksiku benar.
Minumlah.
Tidak ada yang mengalahkan ini untuk melupakan kesedihanmu.
Mi Ryung.
Kamu lebih keji daripada kelihatannya.
Kamu menggunakan ini
No comments yet. Be the first to leave one.