Release info

어느-날-우-리[Doom-At-Your-Service EPS05]NEXT-VIU 🖤
A Commentary by KUMO

Tags

other
Published on: 2021-05-25
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Diterjemahkan oleh VIU"

"Semua tokoh, lokasi, organisasi, agama"

"Dan insiden dalam drama ini adalah fiksi"

Alasan di balik semua yang menghilang.

"Aku yang pertama dan terakhir,

awal dan akhir."

Berisiko? - Begitulah aku.

Aku akan mati?

Yang terakhir. Akhir.

Dewa yang melenyapkan segalanya.

Aku mau semuanya hancur!

Hancurkan dunia ini!

Halo. - Kamu siapa?

Myul Mang. - Apa yang kamu inginkan?

Waktu kita tidak banyak. Kamu akan segera mati.

Tepat dalam 100 hari.

Kamu tidak takut kepada hal yang tidak bisa kamu lihat.

Tapi begitu hal itu terlihat,

ketakutanmu tiba-tiba menjadi nyata.

Berhenti!

Hentikan!

Seperti itu,

aku menerima uluran tangan Myul Mang.

Kenapa aku?

Kenapa? Kenapa harus aku?

Takdir.

Tidak bisa begini. Mari tinggal bersama.

Tentu.

Syaratnya adalah

aku harus memintamu

untuk menghancurkan dunia sebelum aku mati.

Kamu sedang apa?

Menanamkan rasa takut.

Keluar.

Selama masa kontrak kita, 100 hari terakhirku,

aku tidak akan merasakan sakit.

Aku pernah melihatmu.

Kamu menangis hari itu.

Kamu harus mengabulkan satu permohonanku.

Sosok sepertimu biasanya mengasihani manusia.

Terutama manusia sepertiku.

Jika melanggar ketentuan kontrak...

Aku sudah terlalu baik tanpa alasan.

Orang yang paling aku sayangi...

Aku butuh tanganmu. Ulurkan tanganmu!

Itukah keinginanmu?

Di dunia ini akan mati...

Kalau begitu, ini rencanaku.

Saat itu juga.

Rencanaku adalah mencintaimu.

Dengan begitu, aku bisa hidup.

"Kehancuran, orang yang paling kucintai"

Tanpa kehilangan apa pun.

Kamu tidak bisa mencintaiku.

Tidak ada manusia yang pernah mencintaiku sebelumnya.

Mati!

Semua orang membenciku atau menginginkanku.

Tidak ada yang mencintaiku.

Ada yang bisa melaporkan ini?

Tanganmu.

Lepas. Lepaskan!

Jangan bergerak.

Apa yang terjadi? - Jangan lihat.

Itu bahkan tidak sepadan.

Jangan bergerak. Berhenti!

Menjauh dariku!

Akan kukembalikan

apa yang kuambil darimu.

Aku sudah mengatakannya.

Mustahil mencintaiku.

Semua orang membenciku atau menginginkanku.

Atau

takut kepadaku.

"Doom at Your Service"

Kamu gila? Kenapa kamu menahannya dengan tangan kosong?

Sembuh dengan cepat.

Apa masalahmu?

Ada apa denganmu?

Satu, dua, tiga.

Kemarilah.

Beri jalan.

Ayo. - Yang lain tidak terluka?

"Yang lain"? - Orang-orang yang dia serang.

Sepasang pria dan wanita.

"Sepasang pria dan wanita"?

Siapa yang kamu bicarakan?

Apa maksudmu?

Apa?

Apa aku mengatakan sesuatu tadi?

Kupikir kamu ingin aku mati.

Kamu bilang kamu tidak bisa mati.

Jika sudah tahu, kenapa melompat ke depanku?

Mungkin seharusnya aku membiarkanmu ditikam saja.

Itu akan memberimu pelajaran.

Itu akan mengajarimu bahwa kamu bisa mati jika terlibat.

Lalu kenapa jika kamu tidak bisa mati?

Darahmu masih terus mengalir.

Aku harus menjawab apa kalau kamu bertanya kenapa aku melakukan itu

dengan wajah sedihmu itu?

Aku khawatir kamu akan lebih terluka.

Bukan aku yang sakit. - Ya, aku tahu. Aku yang sakit.

Aku senang kamu mengetahuinya.

Jadi, berhentilah membentakku.

Saat seseorang sakit, kamu tidak marah kepadanya,

itu sebabnya aku berusaha untuk tidak marah kepadamu.

Apa kamu yakin tidak marah sekarang?

Sudahlah. Lupakan saja.

Aku bahkan tidak tahu kenapa aku bicara denganmu.

Aku melakukannya karena ingin.

Itu saja.

Aku ingin tahu alasannya.

Kamu menanyakanku

kenapa aku harus hidup.

Aku sudah memikirkannya dan tidak bisa menemukan alasannya.

Aku hanya ingin hidup.

Mirip dengan itu. Tidak ada alasan khusus.

Aku hanya mendapati diriku berdiri di depanmu.

Kamu benar. Seharusnya aku tahu lebih baik.

Maafkan aku.

Baguslah kalau kamu tahu.

Tapi aku tidak menyesalinya.

Jadi,

cukup berterima kasih atas perbuatanku.

Pria tadi akan mati.

Kamu sudah melihat bagaimana aku membunuhnya.

Jadi, jangan mengorbankan dirimu untukku

tanpa alasan khusus.

Aku tidak sepadan.

Aku yakin

kamu melakukannya karena suatu alasan.

Kamu makhluk seperti itu.

Kakak!

Hei. Sun Kyung.

Hei, ada...

Ada apa?

Dia tahu kamu akan mati.

Hei, tenanglah.

Darah?

Darah apa itu?

Keadaan Kakak sudah seburuk itu?

Tidak... - Kakak!

Maafkan aku!

Seharusnya aku menjadi adik yang lebih baik!

Bagaimana kamu bisa tahu?

Apa itu penting? Bukan itu yang penting sekarang.

Yang penting adalah

aku melihat Kakak berlumuran darah.

Itu bukan darahku. Kebetulan mengenai bajuku.

Bisakah kamu berhenti menangis?

Bagaimana bisa aku bisa berhenti menangis?

Kakak... Kakak tidak sehat.

Jadi, bagaimana bisa aku berhenti menangis?

Kenapa? Karena aku sakit parah?

Tolong jangan bilang begitu.

Apa yang terjadi kepada kakimu?

Belok kanan. - Aku tahu.

Kakiku tidak penting.

Jika bisa membantu menyembuhkan Kakak,

aku rela mengorbankan kakiku.

Aku tahu aku akan segera mati, tapi kakimu masih penting.

Karena itu berlumuran darah.

Ya, karena berlumuran darah.

Apa maksudnya Kakak tahu akan segera mati?

Bagaimana bisa Kakak bicara begitu?

Kakak harus dirawat di rumah sakit. Putar balik.

Putar balik.

Aku tidak bisa fokus mengemudi karena kamu sangat berisik.

Jika kamu terus begini, kita semua akan mati.

Bisakah kamu berhenti membicarakan kematian?

Bisa lakukan sesuatu kepadanya? - Melakukan apa?

Seperti menghapus ingatannya atau...

Itukah keinginanmu?

Lupakan saja. Kenapa aku repot-repot bertanya?

Aku berengsek. Aku pantas mati.

Tidak. Jangan membicarakan kematian, Bodoh.

Kamu tahu kakakku sakit?

Ya.

Sejak kapan? - Sejak awal.

Kupikir kamu memanfaatkannya.

Kakak.

Kamu pria hebat.

Terima kasih, Adik Ipar.

Kamu akan terus memanggilnya begitu?

Ya, begitulah.

Tinggallah bersama. Kamu mendapat restuku.

Aku akan

mengizinkannya.

Kamu siapa sampai berhak mengizinkannya?

Aku, Tak Sun Kyung,

mendukung cinta sejati

dengan sepenuh hati.

Aku tahu tidak peduli seberapa tangguh sikap Kakak...

Tidak. Tidak ada waktu untuk ini. Aku akan pergi sekarang.

Kuserahkan dia kepadamu sekarang.

Kamu mau pergi ke mana?

Kakak, tidur saja.

Jangan cemaskan aku.

Dia yang khawatir.

Hai, Sang Geun.

Aku tidak bisa ikut les denganmu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left