The first 200 lines.
Tidak. Bukan itu.
Perhatikan aku baik-baik. Tarik napas dalam, tersenyumlah,
dan bayangkan kau di atas panggung,
disambut tepuk tangan 3.000 orang.
Mulai lagi. Aku akan ikut bernyanyi,
dan kali ini kau akan luar biasa.
Menurutmu bagaimana hasil kita nanti?
Aku sangat senang bernyanyi, bagiku itu tidak penting.
Sekarang kau tidak datang hanya untukku?
- Aku tidak pernah datang hanya untukmu! - Iya, terserah!
Bagaimanapun, malam ini kau hebat!
Aku bisa merasakannya.
Perlu kuantar?
Tidak, aku ingin jalan sebentar. Terima kasih.
Kau tidak apa-apa?
Fred, kan? Dia belum membalas pesanmu?
Tidak!
Dia pasti baru pulang liburan. Sudah coba menelepon?
Apa yang kau harapkan, Isa?
Kau tahu tipe orang seperti apa dia!
Kau tidak banyak mengambil risiko dengan pria!
Karena pria berisiko?
Sudahlah,
lupakan saja, Isa, dia tidak layak dipikirkan.
Hati-hati!
HIDUP
Permisi, Champs-Elysees di mana?
Bukan di daerah sini, kau harus...
Tolong!
Diam!
Jangan bergerak! Kami akan mengeroyokmu.
- Apa ini? - Ya...
Sudahlah, dia masih anak-anak.
Kalau begitu, seharusnya kau tidak datang.
- Aku bisa jadi adikmu. - Diam!
- Berhenti! - Kau juga tadi memeganginya.
Apa yang kalian lakukan?
Dia kabur!
Dia sama sekali tidak menarik bagiku.
Semuanya akan baik-baik saja.
Jangan khawatir, sayang.
Tetaplah tenang.
Aku akan mencapai puncak.
Kau sudah sampai?
Singkirkan hal itu dulu.
Tetaplah tenang.
Semuanya akan baik-baik saja.
Usir dia.
- Jangan di sini, tidak ada apa-apa. - Usir dia!
Tolong!
Bangun!
Tolong aku!
Aku diserang.
Tetaplah tenang.
Aku diperkosa!
Lagu itu berlanjut dengan lembut.
Ayo, masuklah.
Mau kuantar ke mana?
Paris...
Oh, tidak!
Kameraku!
Hal ini sulit untuk diucapkan.
Sesuatu yang serius telah terjadi.
"Apa yang membuat hidup tertahankan, katanya, adalah ide bahwa kita bisa pergi."
Atas pertanyaan
"apakah menulis membantumu?"
Cioran menjawab: "Menulis adalah penyelamat, menulis
adalah menyembuhkan."
Singkirkan hal itu dulu.
Hidup berhenti menjadi mimpi buruk saat seseorang berkata:
Sesuatu yang serius telah terjadi.
Renungkan itu. Sampai jumpa besok.
Kau makan bersama kami?
Kau tidak apa-apa?
Hal ini sulit untuk diucapkan.
Aku ingin kau bertemu pasanganku!
Hai! Paul.
Kau tidak apa-apa?
Banyak hal yang kau pelajari?
Nanti ceritakan padaku, ya?
Sekolahmu tidak begitu ceria.
- Apa jurusanmu? - Filsafat.
Paul mengurus klien, aku mengurus kurir.
Di Paris, semua orang butuh kurir.
Kami sedang menawar kantor dekat Bastille.
Mungkin percetakanmu bisa pakai jasa kami?
Bagaimana menurutmu?
Kau tidak mau bekerja dengan Ayah?
Tidak.
Bukan karena itu. Kami akur, aku hanya ingin merintis bisnis sendiri.
Lagipula, lebih baik aku tidak di sana.
Kenapa?
Tidak ada alasan.
Aku bangga padamu!
Boleh kami pinjam skuter milikmu?
- Dicuri. - Tidak!
Sudah kau laporkan?
- Masih ada yang lebih buruk! - Maksudmu?
Lebih buruk dari skuter dicuri.
Ya, tentu saja, tapi laporkanlah.
Untuk apa?
Untuk asuransi, ya ampun. Itu hampir baru!
Kadang aku tidak paham padamu.
Aku akan membayar.
Kau bekerja di percetakan?
Tidak, di bidang grafis.
Dia bicara begitu hanya untuk menjengkelkanku.
Semoga kau jujur, karena aku sangat menyayangi adikku.
Di sekolah kau diajari untuk menggigit?
Adikmu itu teman, dan aku jujur!
Kita berangkat?
Aku berhenti sekolah.
Kenapa?
Aku bosan, itu saja.
- Kupikir Ibu tidak akan suka itu. - Tapi dia sudah tiada.
Sesuatu yang serius telah terjadi.
Tetaplah tenang.
Claire. Aku ingin berterima kasih...
Kenapa?
Mungkin aku takkan bisa melakukannya tanpa hasil kerjamu!
Terima kasih, itu manis sekali.
Cukup saling berterima kasih!
Kita bekerja bersama tapi nyaris tidak saling kenal.
Jadi?
Aku ingin mengenalmu.
Tidak, sungguh, kita menghabiskan waktu berjam-jam untuk fotoku,
dan aku tidak tahu pendapatmu.
Kau bukan mesin!
Mungkin aku memang mesin...
Aku mengganggumu?
Kau bisa merasakannya, kan?
Apa yang sebenarnya kau harapkan?
Kau ingin mengajakku makan malam?
Untuk berterima kasih, begitu?
Kau ingin meniduriku, kan?
Kenapa aku?
Aku ingin meringkuk di pangkuanmu...
Ibu...
Ini hanya barang milik cucuku.
Bisa kupindahkan,
jika mengganggumu...
Kita bisa taruh di sana.
Tapi aku tidak mau barang itu di kamarku.
Tidak, tidak apa-apa.
Adikmu bilang untuk 2 atau 3 bulan, benar begitu?
Aku belum pernah menyewakan...
- 2.500 franc, apa tidak apa-apa? - Itu cukup.
Baiklah, aku pergi dulu.
Apakah tadi menyenangkan?
Hal ini sulit untuk diucapkan.
Aku cantik?
Tidak, sangat cantik!
Mau vodka lagi?
Tentu saja!
Apa?
Tidak ada,
aku hanya ingin bertemu denganmu, itu saja.
Itu saja?
Aku ingin kau memelukku,
Hal ini sulit untuk diucapkan.
Tunggu aku malam ini?
Dia pergi liburan bersama anak-anak.
Kau minum banyak malam ini!
Tempat ini indah.
Perubahan yang bagus dari gudang dan gang.
Sepertinya kau menyukainya!
Kenapa memakai benda itu?
Tidak, mohon, Bruno!
Mohon.
Tapi hanya ada kau di sini.
Aku lupa minum pilku.
Hal ini sulit untuk diucapkan.
Hal ini sulit untuk diucapkan.
Apa yang sedang kau pikirkan?
Tidak ada.
Aku ingin tidur.
Sesuatu yang serius telah terjadi.
Tidak!
Apa yang kau bicarakan?
Untuk bertahan hidup, bisa kau lakukan?
Sesuatu yang serius telah terjadi.
Tetaplah tenang.
Sesuatu yang serius telah terjadi.
Tidak, bukan masalah besar!
Ya! Seorang pria di klub?
Itu sudah lama sekali. Di suatu tempat.
Tapi ceritakanlah, aku tertarik!
Kau tidak pernah bercerita tentang dirimu!
Apa yang terjadi?
Maaf!
Fred,
ajak aku makan malam!
Aku tadi mau menelepon!
Bagaimana kabar Isa? Masih ikut les menyanyi?
Ya, dia hebat sekali!
Dia membacakan semua suratmu,
kau tahu sendiri sifat gadis.
Jadi aku tidak membalas. Aku butuh waktu.
Itu yang dia katakan.
Itu yang dia katakan.
No comments yet. Be the first to leave one.