Y: The Last Man

Y: The Last Man

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Y The Last Man S01E08 1080p WEB H264-CAKES
A Commentary by Vilanelle
Resync | Durasi 52:19

Tags

web
1080
Published on: 2021-10-22
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebelumnya di Y The Last Man...

Aku punya pengenal Gedung Putih, aku bekerja untuk Presiden. Nora Brady.

Kau tak ada di daftar.

- Kau cium itu? - Tak ada orang di sini.

Sepertinya kakimu terluka.

Itu terinfeksi.

Kalian tinggal di mana?

Kita bisa hidup dengan baik di sini. Kita bisa memulai kembali.

Aku tak bisa. Sial.

- Jangan! - Dia dokter!

Dia terluka, bukan? Temanmu. Dia bisa bantu.

Tidak!

- Kita bisa bantu dia. Butuh apa? - Dia butuh antibiotik.

Kami punya ranjang. Makanan.

Apa yang terjadi dengan Kate? Kalian pura-pura tak terjadi apa-apa.

Kami tak boleh berduaan denganmu.

Apa hal pertama yang biasa dikatakan lelaki?

Baik, Roxanne, cukup.

Dia kehilangan ayahnya, adiknya yang usia delapan tahun.

Dia berduka.

Selamat datang, Athena.

Tempat ini lumayan, bukan?

Aku tak diinginkan di sini.

Aku ingin kau tinggal dan bergabung. Kau bisa menjadi siapa pun di sini.

Kate, kau melampaui batas. Kau seharusnya tak di luar sini.

Aku tak bisa menjagamu jika kau tak mengikuti aturan.

Aku tak apa-apa.

Mari keringkan dirimu. Kau pasti kedinginan.

- Aku tak apa-apa! - Tidak. Kate, dengarkan aku...

- Jangan dekati aku! - Tidak. Hentikan saja. Ya?

- Aku akan pergi saja, ya? - Tidak.

- Aku tak akan beri tahu siapa pun. - Tidak. Dengarkan aku...

Kate!

Ada apa denganmu?

Sialan!

Astaga...

Sial!

- Masuk! Sekarang! - Itu bunyi tembakan?

- Semua masuk! Posisi taktis! - Apa yang terjadi?

- Siapa di luar? - Di mana Kate?

Gila.

Baik, tunggu. Taylor, tubuh bagian bawah harus mantap. Paham?

Bagian ini jangan goyah. Ya?

Lihat Jodi. Dia seperti pohon saat menembak.

Nah... Gila.

Dia tak akan macam-macam lagi.

Dia berbakat, Teman-teman.

Ya.

Pria sudah mengatur guna tubuh kalian.

Untuk dilihat, disetubuhi, dihamili, lalu dicampakkan.

Mereka tak menghormatinya, kenapa kau harus begitu?

Namun, bagaimana jika tanganmu untuk memegang,

kakimu untuk berlari, dan tubuhmu adalah milikmu?

Kita lebih kuat dari yang mereka katakan.

Benar, Hero?

Ya.

Benar. Baik, giliran kelompok berikutnya. Ayo.

Hei.

Kau harus coba ini.

Tak usah.

Kau akan menyukainya.

Aku tak tertarik. Itu...

- Coba saja... - Ada apa?

Aku tak suka senjata.

Namun, itu cuma pendapatku, jadi, silakan saja.

Apa yang kau lakukan, Sam? Sebelum semua ini.

- Aku seniman. Bekerja di teater. - Kau bekerja di teater?

Terdengar menyenangkan. Apa begitu?

Terkadang.

Yang kami lakukan saat ini adalah mencoba bertahan hidup.

Belajar melindungi diri sendiri daripada meminta orang lain melakukannya.

Kau mungkin butuh sedikit latihan.

Baik, berbaris!

Ayo, Sam.

Bersiap, bidik, tembak.

Hai, Ibu.

Kita memimpin.

Dia anak yang baik.

Kami semua menyukainya.

- Ya. Terima kasih. - Hai, Ibu.

Sudah lama dia tak sebahagia ini.

Kau mau ke mana?

Apa?

- Saat kau pergi, maksudku. - Kami berencana untuk tinggal...

Kukira Roxanne sudah bicara denganmu.

Soal apa? Nicole?

Aku seharusnya diam saja.

Sial. Maafkan aku.

Apa yang terjadi? Apa ada pengambilan suara?

Kami tak ambil suara.

Kenapa kau melakukan ini? Usianya 12 tahun.

Mack sehat. Dia sudah lebih baik. Ini memang cuma sementara.

Aku mau melakukan apa pun. Katakan saja, dan akan kulakukan.

Ini bukan untuk semua orang.

Kuberi beberapa hari lagi, lalu itu saja.

- Saatnya pergi. Bukan hal pribadi. - Terasa pribadi.

Nanti ada kelompok yang cocok.

Ini intuisimu? Kau bermimpi atau semacamnya?

Kau tak menyukaiku karena aku menyukai suamiku?

Karena usiaku bukan 22 tahun?

Kau marah. Aku tak menyalahkanmu.

Aku tahu rasanya menghadapi kehidupan yang tak kau inginkan.

Aku tak bisa membantumu, Nora. Kau bukan kaum kami.

Kami akan mati di luar sana.

Jangan anggap remeh dirimu.

Kau sampai sejauh ini.

Polisi.

Tunjukkan dirimu, sekarang juga.

Jika kau tak mau ditembak.

Polisi.

Ada yang lihat penembaknya?

- Kami tak lihat siapa pun. - Cuma dengar suara tembakan.

Siapa di luar sana?

Entahlah. Aku tak sempat melihat mereka.

"Mereka"?

- Lebih dari satu? - Setidaknya dua.

Kalian tak bisa di sini. Tak aman.

Tak punya tempat tujuan lain.

Bagaimana dapat ini?

Dahulu aku belanja di sini.

Perabotan Rumah Tangga

Setelah kejadian itu, kupikir aku mau dapatkan persediaan,

dan berikan ke orang-orang yang membutuhkannya.

Namun, tempat ini kacau balau.

Penjarahan.

Orang berkelahi, saling menembak.

Kupikir aku wajib menjaga perdamaian.

Akhirnya, mereka paham. Berhenti datang.

Jadi, aku tetap di sini.

Ada beberapa generator di belakang, dan kupasang pemanas ruangan.

- Kau polisi? - Detektif. Pembunuhan. Sebelas tahun.

Tahu siapa yang mungkin mau menyerang tempat kalian?

Pengalamanku, kekerasan macam ini biasanya tak cuma asal pilih.

Tidak. Kami tak tahu.

Jadi, rumah yang kalian tinggali itu,

semacam rumah penampungan untuk korban KDRT?

Ya, Bu.

Hei, tak perlu memanggilku "Bu".

Kebiasaan.

- Kau tak percaya polisi, ya? - Tidak.

Aku tak menyalahkanmu.

Polisi tak selalu percaya.

Mereka tak mau terlibat dalam drama percintaan.

Namun, di pembunuhan, kami melihat akibatnya saat wanita tak didengarkan.

Kami dengar rumor bahwa ada pria yang selamat. Apa itu benar?

Ya, mungkin saja.

Salah satu pacarmu menemukanmu, coba menembaki rumahnya?

Jika ada pria yang tersisa, pacar Nicky tak termasuk.

Keparat itu pasti sudah mati. Terlalu bodoh untuk selamat.

Jadi, siapa penasihat, atau ketua kelompok?

Virginia. Dia pergi tengah malam setelah peristiwa itu.

Itu pasti menyakitkan.

- Ya. - Aku selalu benci jalang itu.

Itu bagus. Siapa namamu?

Kate.

Aku suka kau, Kate.

Rumah kalian terpencil, dengan satu jalan masuk panjang,

dikelilingi hutan, banyak jendela.

Jika tadinya, rumah itu aman, kini sudah tak aman.

Kalian bisa tinggal di sini. Bersih, hangat, sudah sangat aman.

Kami saling berjanji akan tinggal bersama selama mungkin.

Ya.

Itu indah. Sungguh.

Namun, aku mengundang kalian semua, tentunya.

Kalian diterima di sini.

Cuma ada satu polisi wanita lainnya, Petugas Patroli Janet.

Suatu hari, aku di ruang istirahat,

kudengar beberapa pria bicara tentangnya.

Bokongnya, dadanya. Komentar kotor khas pria.

Kuhampiri dia dan kuberi tahu, "Hei,

hati-hati saja dengan para bajingan itu."

Dia suruh aku menjauhinya. Katanya aku iri tak diperhatikan.

Mungkin dia cuma tak menyukaimu.

Apa itu, Sam?

Tak ada.

- Hero, giliranmu. - Tidak.

Aku memintamu.

Ceritakan soal ayahmu.

Dia dosen bahasa Inggris. Dia sangat cerdas...

Caranya perlakukan ibumu?

- Dia mencintainya. Menghormatinya... - Namun...

Entah kau mau aku bilang apa.

Kau punya saudara?

Atau mau bicara soal Sam?

- Aku punya saudara. - Saudara, baiklah. Ceritakan tentang dia.

- Dia salah satu pria yang baik. - Interogasi itu.

Aku punya banyak pria menyebalkan yang bisa kita bahas.

Orang tua kalian sama.

Sekolah yang sama.

Rumah yang sama.

Bagaimana hidupmu berbeda?

Kami hanya berbeda.

Dia yang lucu.

Menurutku kau lucu.

- Menurutku kau lucu. - Orang tuaku lebih keras terhadapku,

tetapi aku lebih sulit dihadapi.

- Karena kau perempuan. - Tidak. Karena aku menyebalkan.

Aku mudah marah. Melakukan hal-hal yang tak mereka sukai.

- Narkoba? - Tentu.

- Pria? - Ya.

More Indonesian subtitles for Y: The Last Man

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left