The first 200 lines.
"Na In Woo"
"Kim Ji Eun"
"Kwon Yul"
"Bae Jong Ok"
"Lee Kyu Han"
"Jeong Sang Hun, Jang Hye Jin, Kim Hee Jung"
"Choi Kwang Il, Kim Cheol Ki, Kim Hyeong Mook, REN"
"Longing For You"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Pengadilan"
Kita akan memulai persidangan
untuk kasus pidana dipimpin oleh panel kejuruan.
Nomor kasus, 2022-3712.
Terdakwa, Bae Min Gyu, membunuh istrinya.
Untuk menutupi, dia bersekongkol dan memerintahkan dua pembunuhan.
Dia memberikan dukungan finansial untuk melakukan pembunuhan ini.
Meski lulus dari universitas ternama dan menjadi dokter gigi,
alih-alih memberi contoh yang baik kepada rekan-rekannya,
dia menggunakan kekayaan dan statusnya
untuk menghancurkan dan merusak ketertiban umum.
Terlepas dari semua perbuatannya, dia tidak menunjukkan penyesalan.
Dia mengaku depresi klinis dan tidak sehat secara mental,
agar dia bisa menghindari konsekuensi hukum.
Saya meminta pengadilan, dengan cara yang paling tulus,
untuk memisahkan terdakwa yang amat keji ini
dari masyarakat secara permanen dan menghukumnya dengan berat.
Karena itu, jaksa menuntut hukuman mati untuk terdakwa,
Bae Min Gyu.
- Apa? - Hukuman mati?
- Apa itu diperbolehkan? - Bisakah dia melakukan itu?
- Itu gila. - Astaga.
- Itu tidak terduga. - Hukuman mati?
Terdakwa, Park Ki Young,
juga bersekongkol untuk membunuh orang tidak bersalah.
Dia memanipulasi pria yang rentan secara sosial, Lee Sung Yong,
dan mengubahnya menjadi pembunuh.
Selain itu, dia menculik dan menahan sesama jaksa.
Dia juga berusaha membunuh salah satu dari mereka.
Dia mengancam kekuasaan publik dan melakukan kejahatan mengerikan.
Bagi terdakwa, jaksa menuntut
hukuman mati.
- Astaga. Sungguh? - Itu gila.
- Bukankah itu berlebihan? - Hukuman mati lagi?
- Apa ini? - Ini gila.
- Bukankah ini berlebihan? - Benar, bukan?
- Aku tidak percaya ini. - Tidak mungkin.
Dia menuntut hukuman mati untuk keduanya.
Dan Bae Tae Wook akan maju sebagai saksi.
"Dan Bae Tae Wook akan bersaksi"
"Pusat Pelayanan Sipil"
"Pusat Pelayanan Sipil"
"Tegakkan ketertiban"
"Hormati hak orang lain seperti kamu ingin hakmu dihormati"
Ki Young.
Aku gagal mengenalimu.
Aku gagal melindungimu.
Aku tidak melakukan apa pun sebagai ayahmu.
Maafkan aku.
Seharusnya kamu
bicara kepadaku.
Aku hanya berpikir
Anda punya tujuan yang sama dengan Direktur Yoo.
Aku juga tidak ragu soal itu.
Namun,
aku ingin menghubungi Anda dalam banyak kesempatan.
Namun,
aku takut
asumsiku tentang Anda akan benar.
Bayangan
untuk mengonfirmasi itu
terlalu
membuatku takut.
Ayah.
Untuk waktu yang lama,
aku ingin memanggil Anda itu
setidaknya sekali.
- Terima kasih. - Terima kasih atas makanannya.
- Sampai jumpa. - Tentu.
Sampai jumpa.
- Young Hee. Sudah dengar beritanya? - Apa?
Bantu aku membersihkan meja. Mengelola tempat ini sendiri sulit.
Dokter Chu mendapat telepon untuk bersaksi di pengadilan.
- Begitukah? - Kamu akan menghadiri persidangan?
Tentu saja.
Aku mau melihat yang bertanggung jawab atas Jin Woo mati dipenjara.
Lantas, kita bisa menumpang Dokter Chu saat dia mengemudi ke Seoul?
Aku akan naik bus.
Young Hee. Ini pendapatku.
Gunakan kesempatan ini untuk berbaikan dengan Dokter Chu.
Apa?
Young Ju pernah bilang
dia membawa beberapa saksi, berpikir mereka memihaknya.
Namun, mereka menyerangnya dengan omong kosong saat sidang.
Jadi, adakalanya sidangnya tidak berjalan sesuai harapan.
Bagaimana orang bisa melakukan itu?
Namun, itu terjadi saat sidang.
Tentu saja, Dokter Chu tidak akan melakukan hal seperti itu.
Namun, kamu tidak pernah bisa yakin dengan orang-orang.
Maksudku, tidak ada gunanya kamu memusuhi Dokter Chu.
Untuk memenjarakan para pelaku,
setiap ucapan Dokter Chu akan sangat berarti.
Bu Hong.
Kamu datang
untuk menemuiku?
Ini? Aku kehilangan selera makan belakangan ini.
Aku belum menemukan restoran yang kusukai.
Ramyeon
tidak akan memberimu cukup energi untuk merawat pasien.
Makanlah.
"Klinik Dokter Chu"
Bu Hong.
Maafkan aku dan terima kasih.
Aku tidak akan tidak tahu malu untuk meminta pengampunanmu.
Jika kamu ingin aku pergi,
aku siap meninggalkan Woo Jin.
Kamu tidak tahu apa yang mereka lakukan.
Di satu sisi, kamu juga
ditipu oleh orang-orang itu.
Lagi pula, kita terlalu tua
untuk berlutut di lantai seperti itu.
Lututmu akan sakit.
Berdirilah sekarang.
Terima kasih, Bu Hong.
Aku merasa hidupku kembali
setelah mendengar kata-kata itu darimu.
Demi putraku, Jin Woo,
kamu harus mengatakan yang sebenarnya di persidangan.
Maaf sudah membuat Anda khawatir.
Tidak.
Aku menyadari betapa kamu peduli kepada putraku
setelah ini.
Akulah yang harus minta maaf.
Aku baik-baik saja.
Young Woon pasti sangat sedih.
Anda harus tetap di sisinya apa pun yang terjadi.
Bu.
Apa aku orang yang Anda sayangi? Atau aku orang yang Anda percayai?
Sulit untuk memilih hanya satu jawaban.
Apa jawaban yang kamu inginkan?
Yang kedua.
Kasih sayang Anda kepadaku mungkin terpengaruh oleh jarak.
Namun, jarak tidak akan memengaruhi kepercayaan Anda.
Aku meninggalkan setelan atas namamu.
Pakai itu ke persidanganmu.
Terima kasih.
"Gerbang Utama"
"Tim Perencanaan dan Kebijakan, Kantor Direktur"
"Pusat Medis Jinjin"
Permisi. Boleh aku tahu tujuan kunjunganmu?
Aku datang untuk menemui Direktur.
- Biarkan aku lewat. - Dia tidak ada di sini sekarang.
Kamu ada janji dengannya?
Janji apa?
Aku tahu dia di dalam. Jangan hentikan aku.
Kamu tidak boleh masuk.
- Biarkan aku masuk. - Tidak, Bu.
- Biarkan aku masuk. - Tidak.
Sulit dipercaya.
Tunggu.
Ya.
Itu dia.
Ayo masuk.
Silakan duduk.
Kamu sebut dirimu manusia?
Beri bawang putih ke beruang untuk agar jadi manusia akan lebih cepat.
Kamu bukan manusia.
Apa hanya putramu yang penting?
Kamu pikir anak orang lain bisa dibuang begitu saja?
Ingat yang kamu katakan saat kita berdiri di sana?
Apa ada anggota keluarga
yang menerima transplantasi organ?
Aku menjalani transplantasi ginjal
saat masih muda.
Haruskah Jin Woo melakukannya hanya karena dia mendaftar?
- Dia tidak perlu melakukannya. - Tentu saja tidak.
Itu keputusan keluarga.
Kami yang memutuskan?
Ya. Benar.
Karena aku menerima ginjal dari orang asing,
aku ingin melakukan kebaikan di dunia.
Kukira itu yang Jin Woo inginkan,
dan itu perbuatan baik.
Kamu dokter, jadi, aku memercayaimu dan membiarkanmu menanganinya.
Namun, kalian membunuh putraku saat dia baik-baik saja.
Bagaimana kamu bisa menyebut dirimu dokter?
Kamu tidak kurang dari monster yang membunuh orang.
Beri tahu aku.
Kamu sungguh membunuh Jin Woo untuk menyelamatkan putramu sendiri?
Orang kaya dan berpendidikan sepertimu pasti berpikir
bahwa orang rendah hati seperti kami tidak penting.
Bukankah karena itu kamu merenggut nyawa putraku?
Jika kamu bisa bicara, jawab aku.
Aku bukan ibu kandung Jin Woo.
Kamu pikir aku akan melupakan ini
dan melanjutkan hidupku karena aku tidak melahirkannya?
Kamu salah besar.
Kamu tahu,
aku tidak kaya sepertimu.
Aku tidak pernah punya kesempatan
No comments yet. Be the first to leave one.