The first 200 lines.
Tagon.
Jika kau sakiti suku Wahan,
maka semua orang di Arthdal akan tahu kau adalah Igutu.
- Aramun! - Aramun!
- Aramun! - Itu Aramun Haesulla!
Aku, Aramun,
wadah yang akan menuntun kalian ke langit!
Kalian yang tercerahkan,
ikuti wadahku.
Sertai aku
untuk mencapai serikat yang perkasa!
- Aramun Haesulla! - Aramun!
- Aramun Haesulla! - Tagon!
Itu Aramun Haesulla.
Aramun Haesulla!
Aku!
Tagon!
Aku di sini!
Itu Aramun Haesulla.
Aramun!
Tagon?
Tagon!
Astaga.
Semalam, di Arthdal,
pasti ada pria yang membunuh ayahnya sendiri.
MUBAEK
Mubaek, kapan kau kembali?
Kau lihat Tagon? Tak lihat, ya?
MUGWANG
"Sertai aku untuk mencapai serikat yang perkasa!"
Mubaek, ada apa?
Sanung Niruha tewas bukan bagian rencana.
Apa yang terjadi?
Situasinya jadi agak rumit.
Jangan bohong. Katakan sejujurnya!
Bukan itu yang terjadi. Lepaskan!
Dujeumsaeng menculik Niruha...
Dan dia membunuh Sanung Niruha?
Lalu siapa lagi?
Aku kembali setelah menemui Harim.
Dokter itu?
Harim yang mengurus jasad Niruha.
Lalu kenapa?
Lukanya berupa gorokan tunggal sedalam lima chi .
Di jasad Sanung Niruha?
Itu hampir memutus tenggorokannya.
Bisakah dujeumsaeng
yang belum pernah melihat pedang perunggu seumur hidupnya
melakukan serangan seperti itu?
Sebodoh apa kau?
Kini, katakan
apa yang sebenarnya terjadi.
Sial. Lantas, kenapa?
Siapa peduli jika Tagon membunuh Sanung Niruha?
Jika tak ada Sanung Niruha,
kita berdua sudah lama mati.
Lantas dia...
memanfaatkan kita seumur hidup!
Namun, Tagon berbeda.
Dia...
Aramun Haesulla.
Tagon
adalah reinkarnasi Aramun Haesulla!
Itu Aramun Haesulla!
- Aramun. - Aramun Haesulla!
- Aramun Haesulla. - Aramun Haesulla.
- Aramun. - Itu Aramun Haesulla!
Sukar dipercaya aku mengawal Aramun Haesulla yang Agung.
Ini kehormatan.
Sudahlah.
Aku tak ingat apa pun.
Begitulah saat dewa merasuki tubuh.
Wadahnya tak ingat apa pun.
Itu sungguh menakjubkan.
Nona, kau mendengarku?
Aramun Haesulla!
"Aku adalah wadah!"
Jangan kau juga.
"Ikuti wadahku!"
- Aku! - Keluar!
Ada apa?
Apa...
Apa ini?
Dujeumsaeng itu tadi kemari.
Kita salah.
Dia tahu apa itu Igutu.
Sebenarnya, dia tahu lebih banyak daripada itu.
Dia tahu apa artinya jadi Igutu di Arthdal.
Dia berikan ini padamu dan pergi?
"Suruh dia ke tempat kami bertemu
saat bulan terbit di puncak Kuil Agung.
Sebelum itu, dia sebaiknya tak lukai satu jari,
maupun satu hidung orang suku Wahan."
Akankah Tagon menemuimu?
Pasti.
Aku yakin.
Bagaimana kau bisa begitu yakin? Apa yang kau ketahui?
Igutu.
Karena dia seorang Igutu.
CAMPURAN SARAM DAN NEANTHAL
Namun, aku heran.
Igutu dianggap berbahaya, tapi kau bersikap biasa saja.
CHAEEUN
Kau bahkan bilang Neanthal itu indah.
Kenapa begitu?
Soal itu...
Aku hanya pernah dengar kisah.
Namun, belum pernah melihatnya.
Itu cukup untukmu membantuku?
Kau hanya tampak sangat tak asing...
Omong-omong, kau tak mau bilang
- apa jaminan kau akan selamat? - Mihol.
Kau tahu siapa Mihol?
Kau sungguh tak bisa ditebak.
Putrinya ada di rumah Tagon.
Putrinya?
Taealha?
Taealha?
Ya.
Ceritakan soal mereka.
Apa yang mau kau ketahui?
Semua yang menyangkut Tagon.
Kendalikan dirimu.
Tagon, banyak yang harus kita lakukan.
Aku bisa tangani Danbyeok,
tapi ini masalahmu.
Dujeumsaeng itu tak akan mengungkap rahasiamu
selama suku Wahan hidup.
Dia minta menemuimu hari ini.
Kau harus mematuhinya.
Temui dia di sana
dan bunuh dia.
Bungkam dia untuk selamanya.
Pasti ada yang membantu dia.
Dia tahu nama ayah, menunggangi kuda, dan tahu artinya Igutu.
Dia tahu Igutu dibenci di Arthdal.
Siapa di Serikat yang mau bantu dia?
Mustahil dia mengetahui semua hal ini sendiri.
Pasti ada orang Arthdal membantunya.
- Dan... - Dia minta bertemu di pasar.
- Jika kau bunuh dia... - Yang membantunya
bisa membongkar rahasiaku.
Lalu sekarang apa?
Kita harus bagaimana?
Tagon...
- Suku Wahan. - Kenapa mereka?
Harus kuhentikan eksekusi.
Itu perintahmu?
Bawa mereka kemari.
- Ya, Pak! - Ya, Pak!
Ini waktunya memutuskan.
Hanya yang mati lengkap dengan kepalanya
yang bisa menghadap Serigala Putih Besar.
Kita tak punya waktu lagi.
Jadi, pilihannya
terserah kalian.
Aku...
harus menghadap Serigala Putih Besar.
Dunji,
aku harus
bertemu menemui Doldol lagi.
Silakan cekik aku.
Aku tak bisa.
Kumohon...
Keputusan ini dibuat demi keselamatan Wahan.
Keputusan individu mengalahkan itu.
Dia benar, Yeolson.
Terserah pemimpin
yang memutuskan untuk kami.
Dia benar.
Pemimpin harus putuskan untuk kita.
Siapkan Suku Wahan untuk eksekusi.
- Siap! - Siap!
Aku,
Yeolson,
punya keputusan yang bijaksana.
Semuanya...
akan mencekik...
orang di samping...
Ayah tak bisa.
Sebagai pemimpin,
aku selalu memutuskan untuk kita semua.
Kali ini, aku tak bisa.
Aku tak bisa melakukannya.
Ayah!
Kenapa menangis?
Semua, berhenti!
Aku tak peduli walau dipenggal
atau tak menghadap Serigala Putih Besar.
Dia...
Bajingan pembunuh Olmi dan Doldol.
Aku hanya inginkan lehernya.
Kau datang, Tagon.
Jangan! Dalsae!
Kami mau tahu lebih banyak soal Eunseom dari Wahan.
Siapa mau ikut aku?
Eunseom?
Ini yang melindungi kalian?
Aku akan ikut.
Tanya...
No comments yet. Be the first to leave one.