Release info

진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E37-NEXT-VIDIO
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi 01:10:00

Tags

other
Published on: 2023-07-30
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku…

...tidak bisa melepasmu lagi. Tidak.

Aku tidak akan melepasmu.

Karena itu, pergilah sekarang jika kamu ingin pergi.

Saat ini…

...adalah kesempatan terakhir,

bagimu untuk pergi semaumu.

Ini kesempatan terakhirmu.

Tidak.

Aku tidak akan pergi.

Maka itu, jangan khawatir.

Kini kamu tidak bisa pergi.

Aku tidak akan melepaskanmu.

Baiklah.

Aku tidak akan pergi jika kamu memintanya.

Aku tidak akan...

...menyakiti hatimu.

Hei!

Kenapa datang kemari lagi? Keluar sekarang!

Lama tidak berjumpa, Bu.

- Untuk apa kamu ke sini? - Maafkan aku.

Apa? Hei! Mau ke mana kamu?

Apa yang kamu lakukan?

Apa yang kamu lakukan di rumah orang lain?

Ke sini kamu! Mau kupanggil polisi?

Kulaporkan karena kamu memasuki rumah tanpa izin!

Yeon-Doo sungguh tidak ada di sini? Di mana kalian menyembunyikannya?

Kamu begini karena mencari Yeon-Doo?

Dia hidup atau mati, sudah kubilang aku tidak tahu!

Tidak hanya Yeon-Doo, aku juga harus menemukan anakku.

Kenapa kamu mencari anak yang bahkan belum pernah kamu lihat?

Bawa dia keluar!

- Ayo keluar. - Lepaskan aku!

Beritahu padanya jika dia menghubungimu.

Tidak ada gunanya kabur karena aku akan terus mencarinya.

- Cepat keluar! - Keluar kamu!

Nenek, ada apa dengan paman itu?

- Aku takut. - Tidak apa-apa.

Tidak perlu takut. Ada Nenek di sini.

Keluar sekarang juga!

Pergi sekarang juga! Kamu pikir sedang berada di mana?

Lepaskan aku!

Episode 37

Astaga.

Apa itu? Bukankah itu sepatu bayi?

Aku menemukannya di depan rumah Yeon-Doo.

Ini milik anakku, 'kan?

Apa? Kamu pergi ke Ilcheon?

Kamu pergi ke rumah Yeon-Doo? Kamu menemuinya?

Paman tahu keberadaan Yeon-Doo?

Sudah kuduga. Pasti dia menghubungi Paman.

Apa yang kamu katakan pada Yeon-Doo?

Untuk apa aku kemari jika sudah menemukannya?

Ada orang yang melihatnya di Seoul.

Tapi, sepertinya dia tidak ingin menemui keluarganya.

Itu bukan masalah.

Aku akan menemukannya bagaimanapun caranya.

Aku permisi.

Sejak kapan Paman tahu? Kenapa diam saja?

- Dong-Wook, dengar… - Ibu!

- Ibu! - Hei, Dong-Wook!

Apa katamu?

Paman tahu keberadaan Yeon-Doo.

Paman bilang Yeon-Doo ada di Ilcheon padahal Joon-Ha tidak mengatakan apa pun.

- Kamu… - Kak.

Katakan yang sebenarnya. Yeon-Doo sungguh ada di Ilcheon?

Dia menghubungiku setelah melahirkan.

Dia sangat merindukanmu namun tidak bisa menghubungimu.

Pasti berat baginya melahirkan sendirian. Karena itu aku menemuinya.

Siapa suruh kabur diam-diam dari keluarga? Apanya yang sulit?

Jangan bicara begitu. Yeon-Doo pasti juga punya alasan.

Kita sudah lihat Joon-Ha tadi.

Dia sedang menyusun rencana untuk merebut anaknya.

Meskipun begitu, kenapa Paman membohongi kami?

Paman tahu betapa khawatirnya kami. Kenapa merahasiakannya?

Jika mengatakannya, aku takut Yeon-Doo berhenti menghubungi.

Lalu bersembunyi tanpa ada yang tahu.

Jangan pernah lagi mengungkit namanya di rumahku. Paham?

Astaga.

Jadi, Yeon-Doo sedang berada di Seoul?

Buka mulutmu. Ayo makan.

- Apa enak? - Makanmu lahap.

Sekali lagi.

Siapa?

Itu...

Ini dari Paman.

Aku menghubunginya setelah melahirkan Ha-Neul.

Kalau begitu, terimalah. Biar aku yang menyuapi.

- Cepat. - Terima kasih.

Astaga.

- Halo, Paman. - Yeon-Doo, kamu di mana? Di Ilcheon?

Itu...

Aku di Seoul.

Seoul? Di mana tepatnya? Cepat katakan!

- Dong-Wook. - Bibi, aku rindu Bibi.

Yeon-Doo, bagaimana bisa kamu bersikap seperti ini pada kami?

Apa kami bukan apa-apa untukmu?

Maaf. Aku minta maaf, Dong-Wook.

Masuklah. Biar Paman yang bicara dengan Yeon-Doo.

Tidak perlu. Yeon-Doo menganggapku tidak ada.

Aku juga akan menganggapnya tidak ada.

- Ayah! - Astaga.

Yeon-Doo, itu karena semua merasa lega.

Kamu dan Ha-Neul berada di tempat yang aman, 'kan?

- Ya. - Baguslah .

Ini sudah larut. Mari kita bertemu besok.

Tentu. Bisakah Paman datang ke Rumah Sakit Universitas Korea?

Ada apa? Kamu sakit?

Tidak. Teman serumahku dirawat dan aku hendak mengunjunginya.

Orang yang membantumu?

Kalau begitu, Paman akan ke sana sekalian untuk menyapa. Istirahatlah.

Apa lagi?

- Ini keponakanmu, Ha-Neul. - Apa?

Aku tidak mau lihat.

Paman tidak dengar tadi?

Aku tak punya kakak, maka aku tak punya keponakan juga.

Kakek, aku ingin lihat.

- Oh Soo-Gyeom. - Ya?

Aku tidak jadi lihat, Kakek.

Aku tahu kamu sakit hati. Namun, janganlah berlarut-larut.

Kakakmu juga menderita.

Dia tidak melakukannya jika tidak terpaksa.

Aku tidak bisa memaafkannya. Tidak akan.

Ya ampun.

Kak, ini anak Yeon-Doo.

Seorang putri bernama Ha-Neul.

Seberapa marahnya dirimu, namun dia cucumu.

Kang Dae-Sang

Simpan Bagikan

Astaga.

Jadi, kamu Ha-Neul.

Wajahnya mirip dengan Yeon-Doo saat dia bayi.

Kamu tidak menyulitkan ibumu setelah kamu lahir, 'kan?

Pasti ibumu merasa ketakutan karena melahirkanmu sendirian.

Bong-Nim, ini adalah anak Yeon-Doo.

Kang Dae-Sang

Astaga.

Dia sungguh mungil.

Ayah akan memberikan apa pun untukmu.

Kamu hanya perlu datang ke Ayah.

- Ha-Neul sudah tidur? - Ya.

Makanlah. Kamu seharian belum makan.

Ya ampun. Terima kasih.

Kamu baik-baik saja?

Rasanya pasti berat setelah mendengar suara keluargamu.

Astaga.

Sepertinya, akulah yang salah.

Kupikir semuanya akan baik-baik saja jika aku pergi.

Namun gara-gara aku, keluarga…

...bahkan dirimu, semua orang terluka.

Aku tidak tahu akan berakhir begini.

Kupikir kalian semua akan hidup dengan baik tanpaku.

Bagaimana bisa?

Kamu adalah orang yang berharga bagi keluargamu dan diriku.

Jadi, apa yang akan kamu lakukan?

Astaga.

Aku ingin menemui keluargaku.

Aku ingin meminta maaf serta mengenalkan Ha-Neul.

Dan juga…

...aku akan meyakinkan mereka tentang perasaanku padamu.

Oh ya,

lalu,

bagaimana dengan Kim Joon-Ha?

Itu...

Aku akan mencari tahu secara hukum lalu menemuinya untuk bernegosiasi.

Begini.

Aku tahu ini permintaan yang tidak tahu malu.

Bisakah kamu membantuku?

- Membantu apanya? - Ya?

Ini bukan hanya masalahmu, tapi masalahku juga.

Aku bukan membantumu, melainkan menyelesaikannya bersamamu.

Benar. Mari kita selesaikan bersama.

Aku tidak akan mundur.

Ya ampun.

Kamu sudah seperti Yeon-Doo yang kukenal sekarang.

Ya.

- Makanlah. - Ya.

Apa kamu terbangun? Kembalilah tidur.

Astaga.

Tidurlah di sini malam ini.

Aku akan memindahkan kasur bayi besok pagi.

Baiklah. Kamu juga tidurlah dengan nyenyak di kamarmu.

Ini menakjubkan.

Bagaimana bisa dia semungil ini? Mata, hidung, mulut.

Bahkan kaki dan tangannya juga.

Aku yang melahirkannya saja merasa takjub setiap hari.

Benar, 'kan?

Berbaringlah. Biar aku yang matikan lampunya.

Baiklah.

Ha-Neul, selamat tidur.

- Selamat tidur. - Kamu juga.

Sungguh sangat lama aku tidak melihat wajah ini.

Terima kasih.

Juga, maafkan aku.

Aku juga.

Astaga.

Apa ini? Kamu hanya pura-pura tidur.

- Kenapa tidur di sini? Pasti tak nyaman. - Tidak juga.

Aku tidur sangat nyenyak setelah sekian lama.

Mari pindahkan tempat tidur bayi setelah Ha-Neul bangun.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left