Single’s Inferno

Single’s Inferno (솔로지옥)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Single’s Inferno S01E02 NF-WEBDL-WEBRip
A Commentary by Sh1Ft3R
𝐍𝐅 𝐑𝐞𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞

Tags

webdl
webrip
web
BRip
WEBDL
Published on: 2022-06-15
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

KIM HYEON-JOONG

MOON SE-HOON

SHIN JI-YEON

KIM JUN-SIK

KANG SO-YEON

CHOI SI-HUN

AN YEA-WON

SONG JI-A

OH JIN-TAEK

SONG JI-A, SHIN JI-YEON

Tiga lembar?

- Tiga lembar? - Tiga lembar?

- Sungguh tiga lembar? - Tiga lembar?

Artinya satu orang tidak mendapat suara.

- Benar. - Benar, 'kan?

Tiga lembar!

Tiga lembar?

Aku sudah menduganya, tapi…

Ji-yeon juga tidak mendapatkan apa-apa.

"Meski masih hari pertama, semoga besok kita bisa banyak mengobrol.

Mari ciptakan kenangan indah bersama. Kau telah bekerja keras hari ini."

"Kau sungguh berbeda ketika tersenyum dan diam.

Aku menjadi makin penasaran tentang dirimu."

"Aku harap kita bisa mengobrol lebih banyak esok hari.

Hari ini, aku sangat gugup. Bahkan aku malu memandangmu."

Bagaimana ini?

Sudah kuduga.

3 KARTU POS

Tanpa ekspresi.

Aku sangat kaget.

Karena kupikir tak akan mendapatkan satu pun.

Sebelum datang ke sini, aku sungguh percaya diri.

Setelah datang ke sini, kurasa tidak ada yang tertarik padaku.

Karena itu aku bertanya-tanya, "Kenapa ya?"

Namun, kemudian…

aku mendapat tiga suara.

- Tunggu. - Aku kasihan dengan Ji-yeon.

- Itu tidak mungkin. - Ji-yeon tak dapat satu pun.

Tidak ada.

- Ya ampun. - Astaga.

Tidak ada.

Kosong.

0 KARTU POS

Ini pasti yang pertama kali dalam hidupnya.

- Ini pengalaman pertama dalam hidupnya. - Di luar dugaan.

Dingin sekali.

Dingin sekali di luar.

- Kau lelah? - Ya, lelah.

Di luar sungguh dingin.

- Kau kedinginan? - Dingin sekali.

- Katamu dingin, tapi kenapa begini? - Dingin.

Itu sebaliknya.

Aku sedang tidak waras.

Karena ini hari pertama.

Perlahan pasti bisa berubah, 'kan?

Aku tidak tahu.

SHIN JI-YEON

Aku tidak percaya dengan yang dialami Ji-yeon.

PULAU NERAKA PUKUL 07.00

HARI KE-2

Ini hari kedua.

Astaga.

Cantiknya.

Astaga. Lihat bulunya.

- Ternyata ada alat olahraga di sana. - Apa yang aku lihat ini nyata?

- Apa ini? - Siapa yang dadanya berambut?

Ini seperti pelatihan.

Astaga, luar biasa.

Pasti lucu jika ada satu orang yang tidak ikut olahraga.

- Apa? - Siapa?

Kuyakin kalian tak mengira

aku akan memilih So-yeon di hari pertama.

Aku tak mendadak tak tertarik lagi pada Ji-yeon

atau kesan pertamaku padanya berubah. Bukan itu alasannya.

So-yeon begitu aktif bekerja seperti memasak nasi.

Dia membuatku tertarik.

Hanya di saat itu.

Ya, hanya di saat itu.

Hari ini sepertinya akan berbeda.

Kemarin aku memilih Si-hun.

Aku dan Si-hun satu tim.

Karena itu, aku memilih dia

agar bisa mengobrol lebih banyak.

Apalagi yang aku kenal sekarang hanya Si-hun.

Aku memberi suara untuk Song Ji-a.

Alasanku memilih Ji-a adalah…

Sebenarnya aku menyukai tipe orang seperti Ji-yeon,

tapi Ji-a memberikan kesan pertama yang kuat.

Sepertinya tanganku mengganggu.

Aku bahkan tidak bisa menatap matanya karena malu.

Kurasa itu karena kesannya yang kuat.

Itu sebabnya aku memilihnya.

Aku memilih Hyeon-joong

karena tertarik pada pria tinggi

dan bertubuh atletis.

Pokoknya pria tangguh.

Pria yang mendekati tipe idealku adalah Hyeon-joong.

Aku juga penasaran dengan Si-hun.

Namun, aku tidak tahu.

Aku memilih Ji-a.

Dia sangat berkilau.

Aku juga menyukai wanita berpenampilan seperti dia.

Aku memilih sesuai dengan ketertarikanku.

Kemarin, aku menulis surat untuk Ji-a.

Hari ini pun aku masih penasaran tentang Ji-a.

Wajahnya sangat berbeda ketika tersenyum dan diam.

Aku penasaran dia orang seperti apa.

Kemarin aku memilih Kim Jun-sik.

Dia sering berolahraga.

Dia termasuk memiliki kulit gelap.

Karena itu aku memilihnya.

Aku menulis surat untuk So-yeon.

Dia orang yang paling banyak mengobrol denganku.

Dilihat dari sisi penampilannya,

dia yang paling mendekati tipe idealku.

Ya, aku memilihnya.

Kemarin aku memilih Moon Se-hoon.

Dia sangat aktif dan membantuku memasak.

Dia juga mengambilkan celemek untukku dan memberikan kesan yang baik.

Itulah alasannya.

Hari ini, aku harus lebih akrab lagi dengan mereka.

Mungkin aku bisa berubah pikiran.

- Ya. - Dengan begitu, ada dua pasangan

- yang sama-sama saling menyukai. - Ada dua.

- Dua pasangan. - Benar?

Pasangan Song Ji-a dan Kim Hyeon-joong.

- Benar. - Benar.

Kemudian Kang So-yeon dan Moon Se-hoon.

Mereka saling memilih.

- Aku terkejut dengan pilihan Se-hoon. - Benar.

Dia paling banyak mengekspresikan ketertarikan kepada Ji-yeon.

- Shin Ji-yeon. - Ya, benar.

Namun, pada akhirnya dia memilih So-yeon.

Mungkin saja karena hari itu dia tertarik dengan sifatnya yang pekerja keras.

Mereka menyadari adanya kekompakan selama memasak bersama.

- Benar. - Kupikir begitu.

Bagiku, hal yang paling mengejutkan di antara semuanya

saat Ji-yeon tak dapat satu suara pun.

Benar.

Benar. Itu mengejutkan.

Kurasa Ji-yeon akan meledakkan pesonanya mulai hari kedua ini.

- Karena… - Ya, 'kan?

- dia patah hati. - Aku tidak sabar.

Dia akan mengekspos cakarnya.

Akhirnya mereka akan keluar dari Pulau Neraka hari ini

- dan pergi ke Pulau Surga. - Benar.

Kalau pergi ke Pulau Surga, mereka bisa menginap hotel mewah

dan menikmati kencan terbaik.

Namun, mereka harus menjadi pasangan lebih dahulu

- agar bisa ke Pulau Surga. - Benar.

Mereka juga bisa mengenal satu sama lain seperti usia dan pekerjaan mereka.

- Hanya mereka berdua yang tahu, 'kan? - Hanya mereka berdua.

Apa mereka yang ke Pulau Surga akan keluar dari acara ini?

- Tidak. - Kembali lagi?

- Mereka harus kembali. - Begitu, ya?

Mereka haru di sana selama sembilan hari.

Begitu rupanya. Aku mengerti sekarang.

- Kau tidak makan? - Ayo pergi.

- Ada banyak sekali. - Banyak?

Banyak.

Ada jus dan roti.

Lagi-lagi tidak ada protein.

Kita harus ke Pulau Surga kalau ingin makan protein.

Demi bertahan hidup.

- Bagus! - Aku akan mengupas apel.

- Setidaknya lebih baik, 'kan? - Ini bagus.

- Susu. - Ada yang menyediakannya.

Yang lainnya tidak makan?

Astaga!

Kau pria seksi rupanya.

Kau sedang mengolesi mentega?

Ini gula.

Apa yang lain tidak makan?

Sepertinya akan makan.

- Si-hun mau pergi ke suatu tempat. - Dia pergi.

Apa dia menemui Ji-a?

Astaga.

- Kalian memeriksa kotak surat kemarin? - Ya.

- Ya. - Ya.

Bagaimana hasilnya?

- Apa? - Bagaimana hasilnya?

Itu pengalaman menarik.

Terasa seperti acara tukar kado.

- Benar. - Kau benar.

Tukar kado? Kau sudah tua, ya?

Ya.

Jadi, lebih daripada 30 tahun, ya?

Kemarin kami menebak usia.

Lalu siapa orang yang sepertinya paling muda di antara semua wanita?

Yang termuda?

- Ji-yeon. - Ji-yeon.

- Begitu, ya. - Begitu, ya.

Ji-a.

Menurutku So-yeon.

Jangan berbohong.

- Kenapa? - Bukankah itu rayuannya?

Kenapa? Dia bisa saja berpikir begitu.

Sepertinya itu langsung keluar dari lubuk hati.

Kenapa?

More Indonesian subtitles for Single’s Inferno

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left