The first 200 lines.
"Karakter dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi"
Waktu kematian tidak bisa dipastikan, bukan?
Tirai dan pemanas mempercepat pembusukan.
Tidak mungkin
pembunuh melepas sepatunya dan meninggalkannya di sini.
Sepatu ini. Mana pasangannya?
Kamu harus ikut kami sekarang.
"Episode 9"
Aku belum mengatakan apa pun kepadanya sesuai arahan Anda.
Kamu membawa ponsel, bukan?
- Apa? - Berikan kepadaku.
Yang satu lagi.
Kamu punya satu lagi.
Buka sandinya.
Bukalah.
"Polisi"
"Riwayat Panggilan Terbaru"
"Yeon Mi Rae"
Boleh aku bertanya
ini soal apa?
Kamu ingat
Bu Yeon Mi Rae?
Yeon Mi Rae.
Ya, aku ingat dia.
Kurasa sudah setahun.
Dia menuntut kurir
karena sudah menguntitnya. Ya, itu dia.
- Setelah itu? - Itu...
Pria itu mendapat hukuman percobaan
- dan harus melakukan kerja sosial. - Bukan.
- Aku bertanya soal Bu Yeon. - Apa?
Aku yakin dia baik-baik saja.
- Bukankah kamu pernah menemuinya? - Apa?
Kenapa aku menemui seseorang yang terlibat kasus?
Apa yang kamu lakukan semalam?
Kemarin aku libur.
Aku minum-minum di rumah,
- lalu tidur. - Kamu sendirian?
Ya.
Kenapa? Terjadi sesuatu kepada Bu Yeon?
Kenapa kamu berbohong?
Kamu bertemu...
"Yeon Mi Rae"
dengan Bu Yeon.
Aku berbohong karena tidak ingin membuat masalah. Maaf.
Begini, Jaksa Eun.
Tampaknya dia sungguh tidak tahu.
Apa? Ada apa? Apa yang aku tidak tahu?
- Kumohon. - Apa?
Letnan Cha.
Bu Yeon
ditemukan tewas.
Kamu di sini sebagai tersangka.
Apa?
Kamu bilang apa? Ditemukan tewas?
Maksudmu, Mi Rae tewas?
Dong Sik. Apakah ini...
Bukan aku. Aku tidak melakukannya!
- Yang benar saja, Soo Ho! - Dong Sik.
Kumohon.
Jaksa Eun, kami membutuhkan sampel darahnya.
Darahku?
Kalian bau alkohol!
Ya, baiklah.
- Silakan? - Apa? Silakan apa?
Hei.
Apa?
- Dong Sik. - Astaga. Permisi.
Wakil Kang, apa yang terjadi?
Kenapa dia menjadi tersangka pembunuhan?
- Apa? - Astaga.
Bukankah itu aneh?
Selama ini dia memakai dua ponsel
- dan berbohong. - Itu kebiasaannya.
Dia selalu menyelingkuhi wanita, jadi, tidak ingin ketahuan.
Jadi, dia berhati-hati.
Jaksa Eun, Anda mencurigai Letnan Cha?
- Hentikan. Kamu malah memperkeruh. - Aku hanya...
- Sial. - Astaga.
Hei, tunggu.
Apa yang terjadi?
Dong Sik, ada yang tidak beres di sini.
- Aku tidak melakukannya. - Lantas kenapa...
Ada apa?
Bisa beri kami waktu sebentar?
Biarkan aku bicara dengannya.
Katakan yang sebenarnya.
- Benar bukan kamu? - Bukan.
Dong Sik.
Kamu memercayaiku, bukan?
Kemarin aku hanya minum-minum, lalu ketiduran.
Kamu ingat semuanya?
Begini, kemarin aku minum, lalu...
Lalu aku...
Dasar bodoh. Kamu pasti sudah gila.
Sadarlah.
Tatap mataku.
Kamu melakukannya atau tidak?
Astaga. Siapa itu?
Apa ini?
Darah?
Aku tidak yakin. Aku tidak bisa mengingatnya.
Dasar bodoh. Berapa banyak yang kamu minum?
Entahlah.
Aku tidak bisa mengingat
kejadian kemarin malam.
Dong Sik, bantu aku. Kamu harus membantuku. Aku takut.
Kumohon, Dong Sik. Aku tidak bisa...
Kumohon bantu aku. Aku tidak...
- Apa yang sudah kamu lakukan? - Aku tidak melakukannya.
- Tenanglah. - Lepaskan aku!
Dan kamu.
Kamu seniornya.
Bagaimana bisa kamu memintaku tenang saat juniormu seperti ini?
Aku juga sama frustrasinya! Aku kemari hanya untuk...
- Ini juga membuatku gila. - Lupakan saja!
Dasar Bodoh. Sungguh.
Kamu.
Pastikan kamu melakukan semuanya dengan benar.
Dan berhentilah menangis!
Astaga.
Astaga.
Pembusukan adalah musuh ilmu forensik.
Tongkat pengukur.
Semua yang tadinya ada di tubuh mulai hilang
dan yang tadinya tidak ada mulai muncul.
Begitulah cara kelahiran mayat.
Luka sayat nomor tiga, kedalamannya 2,3 cm.
"Luka sayat nomor tiga, kedalamannya 2,3 cm."
- Berapa kali dia ditikam? - 16 kali.
Ini pasti dendam karena hubungan asmara.
- Ini berlebihan. - Kamu benar.
Kembali bekerja.
Baik, Pak.
Mata pisaunya ada di atas. Apakah pelaku memegangnya terbalik?
Tidak.
"Luka sayat, Luka yang disebabkan benda tajam."
- Balikkan tubuhnya. - Baik.
"Partners for Justice"
"Luka Terbuka, Luka Terbuka karena tikaman atau sayatan"
Menurutmu bagaimana?
Dia tewas karena kehabisan napas akibat adanya tekanan.
Dia dicekik.
- Dicekik dengan tangan. - Tapi dia ditikam 16 kali.
Tidak ada luka yang serius.
Pelaku bermain-main dengan korban selagi menikamnya.
Wajahnya juga dipukuli.
Wajahnya membusuk dengan cepat
karena dia banyak mengeluarkan darah.
Lalat biasanya bertelur di luka terbuka dengan darah.
- Belatung. Kamu ingat, bukan? - Tentu.
Siapa tersangka yang kamu sebut kita mengenalnya?
Letnan Cha Soo Ho.
Baguslah.
- Apa? - Aku tidak perlu melihatnya lagi.
Bagaimana bisa kamu bilang begitu?
Korban sudah jelas dibunuh.
Kamu selalu bersimpati kepada korban.
Kini karena kamu mengenal tersangka, kamu tidak memedulikan korban?
Bagaimana denganmu? Kamu tidak memedulikan rasa sakit si Korban.
Aku harus berpikir seperti pelaku saat melakukan autopsi.
Dengan begitu, aku bisa tahu cara mayat ini dilukai.
Jika pelaku menikamnya sebanyak itu,
bukankah itu kejahatan karena dorongan emosi?
Biasanya akan ada banyak luka terbuka
- di kasus yang melibatkan dendam. - Jangan menyimpulkan dahulu.
Serta...
Tidak apa-apa. Lupakan saja.
Tunggu, Dokter Baek.
- Halo. - Hai.
Kalian menemukan sesuatu?
Kami sedang mengumpulkan bukti pembanding.
- Dia banyak minum... - Kembali bekerja!
Sudah memakai sarung tangan?
- Sudah. - Ya.
Sudah selesai.
Sudah selesai.
- Kamu sudah selesai? - Ya.
- Sudah diperiksa dengan teliti? - Ya.
Minggir.
Apa ini?
- Apa itu? - "Apa itu?"
Sisir TKP.
Mau kubacakan panduannya?
- Tadi aku melihat... - Mau kubacakan?
- Maaf, Pak. - Bungkus ini.
Kita pergi.
Lalu apa gunanya kamera CCTV? Untuk hiasan?
Kenapa Anda memarahiku? Aku hanya pegawai.
Sudah rusak berapa lama?
Sudah beberapa hari.
Seluruh server dihapus.
Tukang reparasinya datang pekan depan. Memang sering rusak.
Tidak ada rekaman malam itu.
Ini membuatku gila.
Mari temui saksi rujukan.
Kim Joon Tae, 22 tahun.
Kekasih Yeon Mi Rae tiga bulan terakhir.
Mi Rae.
Aku sangat merindukannya.
No comments yet. Be the first to leave one.