Memories of My Body

Memories of My Body (Kucumbu Tubuh Indahku)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Kucumbu Tubuh Indahku 2019 WEB-DL FMZM
A Commentary by Doyan_Nonton
Retail Sub by Goplay, Visit https://thefmzm.xyz

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-06-25
Downloads: 208
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ini rumah saya.

Rumah saya adalah tubuh saya.

Saya bisa melihat kehidupan dari lubang.

Mata saya bisa melihat apa saja.

Telinga saya bisa dengar suara radio...

suara gamelan...

Suara ayam..

Ayam jengger , jago.

di belakang rumah.

Tapi saya juga terkadang rindu dengan suara merdu bapak dan ibu.

saat memanggil saya.

Saya membayangkan, dipanggil oleh bapak ibu.

No, Juno!

Cepat pulang!

No! Juno! Pulang dulu!

Keluyuran aja! Sini pulang!

Pak, jangkrik pak.

Dua ya nak. Makasih.

Jangkrik! Masih kecil suka mengintip!

Sini!

Tolong buatkan kopi.

Duduk.

Siapa namamu?

Juno.

Itu panggilan, bukan nama. Nama lengkapmu?

Wahyu Juno.

Wahyu Juno?

Itu wahyunya Arjuna.

Perawakan yang tenang seperti air dan kuat seperti gunung.

Kamu seharusnya punya sifat seperti arti namamu. Bagus itu.

Bisa menari lengger ?

Orang kampung kok tidak bisa menari lengger .

Kamu tahu artinya lengger ?

Nduk, sini nduk.

Jok! Ambilkan ayam itu.

Lengger itu dari kata Leng .

Artinya lubang.

Tahu tidak?

Lihatlah.

Lubang kehidupan.

Ngger , itu dari kata jengger,

perlambang lelaki yang mengasai dunia, seperti Arjuno.

Badanmu itu badan penari, tahu tidak?

Sudah sana bantu kakakmu dan belajar nari juga ya.

Kalau ada apa-apa, bapak sudah titip pesan ke Mbah Atmo.

Bapak belum tahu kapan pulang.

Saya Arjuna satria di Pandawa.

Punyku...punyamu...punyaku...punyamu..

Ikuti.

Ikuti gerakannya.

Supaya bagus dibiasakan.

Kemudian dimantapkan.

Sampai semua gerakan sempurna.

Bapak mau memandikan ayam jago dulu. Besok ada adu ayam.

Kamu terus latihan ya. Badanmu bagus.

Nak, sapukan halaman dulu

Kamu mau lihat lubangku kan?

Tapi kamu tidak berani sama gurumu.

2 tahun saya ngatur pentas-pentas kalian,

tapi tidak ada yang berani menyentuh saya.

Cuma ingin saja.

Keinginan kok hanya disembunyikan dalam sarung.

Kamu takut kan? Bilang saja kalau memang mau.

Joko...

Modal orang membangun rumah tangga,

...bukan harta bukan rupa.

Hanya hati bekalnya.

Rebahanlah di balai-balai.

Gagal sekali, berhasil juga sekali.

Di balai-balai.

Jika mudah maka terasa sangat mudah.

Jika susah...

Ayo rebahan.

saya mau memijit kamu.

Siapa tahu kamu capek.

Kan baru saja melakukan hubungan intim.

Pria yang menaklukkan wanita.

Jika susah maka terasa sangat susah.

Mana jenggermu?

Jenggermu yang tidak tahu aturan.

Tidak bisa dibeli,

…dengan uang.

Itu lubangku!

Bukan lubangmu!

Punyaku! Bukan punyamu!

Juno. Kamu ngapain disitu?

Bulik kemarin kan sudah titip pesan ke Mbah atmo,

supaya kamu siap-siap.

Ayo kamu ikut bulik,

supaya tidak dapat masalah.

Sebentar lagi polisi datang.

Tapi kamu tidak usah takut.

Yang namanya hidup itu cuma numpang mengintip kehidupan.

Pisah, pindah, mati itu biasa.

Jadi anak jangan penakut.

Ayo ikut bulik, pasarnya keburu tutup.

Saya berhasrat,

selalu ingin tahu apa saja.

Hasrat itu yang menggerakkan badan saya.

Tidak ada batasan hasrat dalam badan saya.

Mata saya...

badan saya...

mengintip...

dari lubang kecil,

Hingga lubang besar.

Juno…

Ya bulIk?

Ayam yang mau bertelur dipisahkan.

Soalnya tidak mau bulik jual.

Ya.

Bulik, ayam yang kemarin beli dari Desa Jetis seminggu lagi bertelur.

Wah pintar kamu nak. bulik kalah sama kamu.

Itu pak Jambul dan bu Karsih minta ayamnya dicek juga.

Simbah Karso di belakang rumah bilang, kalau jarimu itu jari tuyul.

Enak tidak?

Enak bulik.

Ini ayamnya tolong diperiksa.

Saya tidak akan memberitahu bulik kamu.

Belum mau bertelur.

Belum mau bertelur? Wah...

Ini punya saya juga tolong dicek.

Juno...

Capek saya sama kamu.

Dikasih tahu berkali-kali tidak pernah didengar.

Tugas bulik itu menyekolahkan kamu, biar pintar.

Itu adalah pesan bapak kamu.

Bukannya malah di kandang ayam terus. Tergila-gila sama pantat ayam ya kamu?

Mana jarimu?

Bawa sini.

Kamu ingat ini?

Minggu lalu kamu sudah saya hukum,

kok diulangi lagi.

Biar kapok kamu!

Dijaga itu tanganmu!

Biar tidak jadi masalah terus.

Bau...bau...bau!

Juno maju!

Sekarang bilang sama teman-temanmu,

saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Ayo bilang.

Kenapa diam saja?

Gara-gara ini,

bikin ribut di kelas!

Ini sudah ketiga kalinya, sekali lagi saya keluarkan dari sekolah!

Tulis pakai mulut!

Sebelum dia selesai menulis, tidak ada yang boleh keluar!

Mendak (gerakan tari) kiri, mendak kanan. Ayo pinggulnya, pantatnya. Mendak lagi.

Paham ya? / Paham.

Itu tadi gerakan yang belum benar ya. Sekarang sudah paham kan? / Sudah.

Paham betul? / Betul bu.

Bagus.

Besok ibu beri tahu siapa saja yang ikut lomba di kabupaten mewakili sekolah.

Sekarang kita sudahi dulu latihan ini. Kalian boleh pulang dan istirahat.

Silakan pulang, hati-hati ya.

Juno, kamu jangan pulang dulu.

Kamu belum latihan karena datang terlambat.

Ayo latihan dulu.

Materi yang sebelumnya gimana?

Juga latihan yang tadi.

Kamu latihan sendiri dulu.

Ayo.

Yang gerakannya belum benar kemarin.

Ayo ibu mau lihat.

Liukkan dari dalam...

Putar...buka...tutup.

Bagus.

Jarinya yang kiri.

Turun, turun, turun. Naik, naik, naik...

Ayo lagi, ayo diulangi lagi yang tadi.

Tidak apa-apa Juno...

Sudah, tidak apa-apa.

Tidak usah diingat. Besok sembuh.

Sekarang tonton ibu lagi ya.

Lihat ini.

Lihat ibu.

Nasibmu itu ada di lembutnya tubuhmu.

Itu jalan hidupmu.

Kamu belum pernah menyentuh ibumu ya?

Sentuhlah.

Seret dia! Seret! Ayo bawa ke kantor polisi!

Juno!

Waktu saya kecil, saya sudah ditinggal bapak saya.

Jadi apa-apa saya lakukan sendiri.

Saya ke sawah cari daun Centhongan.

Lalu saya masak sendiri.

Memetik daun bayam lalu saya masak sendiri.

Masak air untuk mandi juga sendiri.

Saya menyimpan semua pengalaman itu...

...di tubuh saya.

Kalau dipikir-pikir, semua pengalaman itu bisa jadi pelajaran.

Untuk saya.

Sepeti memetik daun centhongan,

memetik daun bayam,

dicincang.

Semua itu sudah menjadi satu di tubuh saya.

Saya belajar dari alam.

Jadi masa kecil saya indah sekali.

Tangannya tolong ke atas.

Sekarang balik badan.

Sudah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left