The first 200 lines.
Kita harus bergegas. Ini hari yang istimewa.
Baiklah.
Hari senin setelah Thanksgiving, Hari paling sibuk sepanjang tahun.
Tolong ingatkan aku, Blair, Kenapa kau bepergian hari ini?
Tahun ini akan segera berlalu. Aku akan ada di rumah saat hari natal berikutnya.
- Aku sayang padamu, Ibu. - Sayang.
Sudahlah, cukup. Dia akan baik-baik saja.
Ayah.
Aku sayang padamu.
Dah, sayang.
Aku sayang padamu.
Aku sayang padamu.
Menurutmu dia akan baik-baik saja?
- Dia akan lebih dari sekadar baik-baik saja. -Maksudku di Peru. Di hutan.
Tolong, berhentilah mengkhawatirkannya.
Korps Perdamaian tidak akan mengirimnya ke tempat berbahaya seperti itu.
Keadaannya tidak akan sama.
Apanya?
Hari natal.
Apakah aku sudah memberitahumu aku akan membuat dessert untuk makan siang besok?
Aku perlu beberapa bahan di supermarket. Ini ada tempat kosong. Di sana.
Aku perlu coklat putih dan kacang pistachio.
-Aku tidak bawa payung. -Aku perlu semua itu dari toko.
Aku tidak bawa payung.
-Yah, tapi aku tetap perlu beli. -Beli nanti saja.
-Begini saja.. kau tunggu di mobil, aku akan ambil.. -Biar aku yang pergi.
Hujannya tidak deras.
Jangan lupa, coklat putih merk Dixon, batangan satu pon...
dan kacang pistachio merk March Brothers.
Oke.
Sebaiknya kau pakai payung.
Aku hanya perlu beli coklat putih.
Ada apa?
Aku baru saja bicara dengan Blair. Dia menelpon dari pesawat.
Dia menelpon dari pesawat?
Tahukah kau seberapa mahalnya biaya menelpon dari pesawat terbang?
-Bagaimana kabarnya? -Dia baik-baik saja. dia merindukan kita.
-Aku berdiri di sana, aku tidak bisa.. -Apa? Kau tidak beli coklat putihnya kan?
Coklat putihnya tidak ada.
Sudah tanya Rex?
-Siapa itu Rex? -Tukang dagingnya.
Walaupun kedengarannya aneh, aku memang tidak tanya pada tukang dagingnya apakah mereka punya coklat putih.
-Tapi akan aku lakukan itu. -Terima kasih.
Aku akan bicara pada Rex sekarang. Mungkin dia akan heran kenapa aku basah kuyup.
Yakin kau tidak butuh...
-Bung, bisa aku ambil itu satu? -Tentu. -terima kasih.
Aku sangat yakin kau butuh payung!
Tidak! Tahu kenapa aku tidak butuh payung bodohmu itu? Karena aku...
Karena tidak mungkin aku bisa lebih basah daripada ini.
Pagi, Luther.
Halo, Tuan Krank.
Pagi, Tuan Krank.
Hari natal kali ini akan berbeda, begitu kan, Luther?
Ya, akan sangat berbeda.
Tidak ada yang sama.
Untuk pertama kalinya dalam 23 tahun, Blair tidak akan ada di sini.
Mungkin akan sedikit menyedihkan.
Banyak kesedihan di hari natal..
Yah, Begitulah...
Betapa bagusnya jka aku bisa melupakan itu.
Kau sedang lihat apa?
Kenapa menatapku seperti itu?
Habiskan pastamu.
Aku sudah selesai dengan pastanya. Sekarang urusanku adalah dengan kau.
Tunggu sebentar.
-Tunggu di sini. -Oke.
Luther?
Sedang apa kau? Ini kan belum sabtu malam.
-Aku punya ide. -Oh ya?
Ide yang cemerlang.
Pastikan tirainya tertutup.
Baiklah.
Kemari. Berbaliklah.
Sedang apa kau? Duduk sini.
Kancingkan itu dan duduklah.
Lihat ini.
Ini buku kas tentang pengeluaran kita di hari natal tahun lalu.
Coba lihat sebentar. Apa-apaan ini, $63 untuk perbaikan ornamen?
Yang benar saja. Lihat totalnya.
Kita menghabiskan $6,100 di hari natal tahun lalu.
$6,100 untuk..
Aku sudah dengar.
-Sungguh boros. -Apa maksudnya ini?
Karibia.
Pelayaran mewah selama 10 hari di hari raya.
Kapal yang paling mewah dalam armada mereka.
Pulau Cayman.
Kita pergi ke Jamaika.
Kita main windsurf, apapun itu. Lihatlah gambarnya.
Bahama. Kita duduk di bawah sinar matahari. 10 hari, pelayaran mewah, kau dan aku.
-Mungkin aku perlu turunkan berat badan sedikit. -Yah, akan kubantu.
Apa resikonya?
Menurutku bukan suatu resiko..
Kita lewati hari natal.
Kita lewati hari natal?
Kita mangkir rayakan hari natal, tabung uangnya, dan kita pakai untuk kita sendiri sebagai gantinya.
Aku tidak yakin..
Ayolah, aku mohon. Kau dan aku bisa berjemur di bawah matahari Karibia.
-Berapa biaya untuk semua ini? -$3,000.
-Kita menghemat uang? -Tentu saja.
Kita masih bisa berikan uang donasi yang biasanya...
ke rumah sakit anak-anak dan, tentu saja, ke gereja.
Jangan, ini pemboikotan total, sayang. Total.
Cuma perlu $600.
Ini namanya pemboikotan total.
Maaf, cuma itu saja pendapatku.
Yah, jangan, kalau begitu.
Benar-benar ide bodoh.
Kau akan biarkan $600 menghalangi kita pergi berlayar ke Karibia.
Bukan aku, tapi kau.
Baiklah, lihat.
Jumlah donasi tahun lalu pada gereja dan rumah sakit akan aku samakan...
tapi jangan lebih sepeserpun.
-Kapan kita berangkat? -Siang-siang, hari natal.
Ini bahkan belum hari sabtu malam.
Aku tidak akan merayakan hari natal tahun ini.
Seperti yang kalian tahu, Blair telah bergabung dengan...
Korps Perdamaian.
Jadi Nora dan aku memutuskan untuk menghindari segala ritual hari natal..
tabung uangnya dan pergi berlayar.
oleh karena itu, aku tidak akan berpartisipasi dalam ritual-ritual hari raya seperti biasa.
Aku tidak akan beli kado dan juga menerima kado. Bagaimanapun juga, terima kasih.
Aku tidak akan menghadiri acara makan malam natal yang diadakan perusahaan.
dan aku juga tidak akan berada di sini pada saat pesta kantor.
Aku tidak marah dan tidak akan marah-marah..
ataupun menggerutu pada siapapun yang menawarkan salam hari raya kepadaku.
Aku hanya sekadar melewati hari natal.
-Halo, Nyonya Krank. -Halo, Aubie, bagaimana kabarmu?
Aku sedikit prihatin mengenai kartu-kartu natalmu.
Kenapa?
Kau selalu memilih kartu-kartu yang paling bagus. Seharusnya kau membuat pesanan.
Kami sekeluarga tidak memesan kartu natal untuk tahun ini.
- Tidak akan apa? -Kau tadi dengar.
Boleh aku tahu kenapa?
Begini, aku sudah terlambat datang makan siang. Sampai nanti. Sampaikan salam untuk ibumu.
Tapi kan selalu ada band yang bermain di pelelangan.
Ya, tapi tahun lalu, bandnya menghabiskan biaya sebanyak $15,000.
Kami menyewa seorang DJ untuk Cancer Ball.
Semuanya...
-Halo, Aubie. -Halo.
Nyonya Krank, kita lupa membahas soal kartu-kartu natalmu.
Kami tidak membutuhkan itu.
-Tak ada pesta? -Tak ada pesta malam natal?
Tidak ada pesta natal tahun ini.
Dia juga tidak pesan kartu natal.
Ada apa?
Kami...
ingin istirahat.
Kami tidak merayakan natal tahun ini.
-Bagaimana bisa kau tidak merayakan natal? -Yah, lewati begitu saja.
Tapi apa yang harus dilakukan saat malam natal?
Pasti akan terpikir sesuatu. Ada banyak pesta yang lainnya.
Tapi tidak ada yang seperti pestamu.
Baik sekali kau mengatakan itu.
-Kapan kau berangkat? -Hari natal.
Hari yang aneh untuk bepergian.
Ternyata, tak begitu banyak orang bepergian pada tanggal 25 Desember.
Jadi Luther dapat tawaran bagus.
Kenapa tidak adakan pesta juga?
Karena kami tidak ingin, Merry. Kami ingin rehat.
Satu tahun rehat, tanpa hari natal atau apapun juga.
-Kita harus apa? -Aku tidak tahu.
Tuan Krank, Namaku Randy Scanlon.
Kami jual pohon natal lagi tahun ini.
Sudah kami siapkan satu untuk anda.
Pohon anda tahun lalu adalah Canadian blue spruce.
Yang ini lebih bagus. Tingginya hampir 10 kaki.
Tuan Krank suka yang besar-besar.
Bukankah mereka bagus?
-Berapa harga yang besar itu? -$90. Kami harus naikkan harga sedikit.
Kami tidak beli pohon natal tahun ini.
-Luther. -Kita sudah sepakat soal ini.
Maaf, kami harus naikkan harganya.
Pendapatan kami per pohon lebih sedikit dibanding tahun lalu.
Bukan masalah uangnya. Kami tidak rayakan natal tahun ini.
Kami akan pergi berlayar.
Kami tidak butuh pohon.
Baiklah. Kalau begitu, keluar dari mulut singa..
langsung ke mulut harimau.
Luther.
-Apa? -Kemari.
-Kenapa? -Kemari.
-Sedang apa mereka? -Siapa?
-Mereka cerita pada Frohmeyer. -Jangan sampai Frohmeyer.
Kau takut pada Vic Frohmeyer?
Sayang, dia itu sudah seperti boss jalanan tidak resmi.
Jadi Frohmeyer keberatan dengan keputusan kita melewati natal?
Memangnya dia mau mengadu pada siapa?
Tiga pria bijak? Santaklaus?
Jangan meremehkannya, sayang.
Vic Frohmeyer hidup dan bernapas demi perumahan ini.
-Harusnya kau beli saja pohonnya. -Tidak.
-Kan tidak perlu sampai dipasang. -Tidak.
-Bisa saja kita taruh di halaman belakang. -Tidak.
Kenapa kau bisik-bisik? Ini kan rumah kita.
Alasanku berbisik sama dengan alasanmu bersembunyi di belakang tirai.
Hei, tunggu.
Luther Krank baru saja menolak beli pohon natal.
Kau percaya itu, Tuan Frohmeyer?
Jangan taruh di situ. Aku mau itu diletakkan di belakang rumah.
No comments yet. Be the first to leave one.