The first 200 lines.
Kau sedang apa?
Cepat minta maaf pada kepala sekolah
Sebenarnya apa yang terjadi?
Aku demi kalian
Jangan bohong lagi
apakah kau tahu apa yang kau lakukan?
Cepat minta maaf. Tak peduli apa alasanmu
Tetap salah jika memukul
Aku harus pergi
Kemana?
Ke kelas 2 B
Apa?
Aku tak mau para murid diperalat. Aku ingin mereka tahu kenyataannya
Mereka begitu senang
Aku harus minta maaf pada mereka
Kau harus minta maaf pada kepala sekolah
Aku minta maaf atas kegegabahanku
Ada apa? Kau terlihat aneh?
Sungguh maaf./ Apa yang terjadi?
Jelaskanlah pada kami
Mengenai hasil ujian
Nilai sudah diubah
Mengenai hasil ujain
Semua adalah bohong
Sungguh maaf
Apakah benar?/ siapa yang bilang?
lni..
Kepala sekolah
Dia merubah nilai, demi posisinya
Dan juga mengenai tanggung jawabnya
Begitulah..
Sungguh mirip tindakan kepala sekolah
bukan demi kita?
Sungguh keterlaluan
Sebenarnya apa yang terjadi?
Sungguh tak termaafkan
Keparat..
tunggu..
Cepat cari akal
Semua tenang
sepertinya harus panggil polisi
Tidak apa
Dengan begitu, perbuatan kepala sekolah akan terbongkar
Tidak boleh..
Panggil polisi..
beritahu perbuatan kepala sekolah
Benar
apakah ini harapan kalian
Bukan begitu bukan?
Kita ingin lindungi sekolah
Semua sekolah
Bukankah semua inginkan?
Cara kalian salah
Sebentar kau, sebentar kelas kalian
Sungguh maaf
Kau sudah minta maaf pada murid. lni tak dihormati
Benarkah?
Walau guru salah, tetap harus minta maaf
Bagi murid, ini bukanlah hal yang harus dilakukan guru
Walau ucapamu enak didengar
Tapi kau juga salah memukul kepala sekolah
tentu saja
Aku minta maaf
bukan bisa diselesaikan dengan maaf
Kau harus tanggung jawab
Benar tidak?
Mohon kau mengundurkan diri
Tunggu sebentar
Kalau begitu terlalu berlebihan
Lebih baik masalah ini, jangan di bicarakan dulu
Apakah akan di berhentikan?
Lagipula nilai tidak sampai 60
Berarti akan di bubarkan
ini belum di putuskan
bukankah sudah diputuskan?/ jangan bohongi kami lagi
Sudah tak ada cara lainkah?
Apakah menyerah begitu saja?
Aku takkan menyerah
apa gunanya kau bicara ini?
Jangan menyerah, kita cari akal
Benar
mari kita cari jalan keluar
Bagaimana kalau kita protes dengan tanda tangan
Tanda tangan yang ingin menahan sekolah
Nenekku sangat marah, dengar sekolah akan di bubarkan
Orang lain juga pasti berpikir begitu
lde bagus
Setuju..
Lakukanlah..
Para murid..
guru sangat senang..
Menjadi seperti ini, tapi semua masih berusaha
Guru juga akan berusaha
Demi semua dan sekolah
Berusahalah..
Apa rencana guru Sugi
''Yang penting sekarang adalah murid''
''Sekarang para murid bangkit kembali''
''Jadi inilah yang terpenting''
Setelah bicara ini, langsung pergi
Selalu bertindak sendiri
Apa tidak bisa pikirkan cara lain
Kau juga bantulah pikirkan jalan keluar
Tapi dibanding ini
Lebih baik kau cemaskan diri sendiri
Bagaimana rencanamu tahun depan?
Jika kau tidak menjadi pengajar. Aku takkan menikah denganmu
Tadi dia melamarku?
Bagaimanapun aku masih cemaskan kau
Cemas?
Dulu ada guru yang mirip kau
Didalam otak hanya pikirkan murid
Tak pernah pikirkan orang lain
tak pernah istirahat. Seperti hidup untuk murid
Akhirnya dia mati bunuh diri
Karena kelasnya terjadi masalah
Hidup yang hampa
Hidup demi murid. Begitu dukung mereka dan bunuh diri
Siapapun tak bisa menolongnya
Tidak
Seharusnya tidak ada yang mau menolongnya
Tidak ada satu orangpun
ayah..
Tak peduli bagaimana kau berusaha untuk murid
Semuanya sia-sia
Aku tak tahu harus bagaimana
Tapi aku tak mau menyerah
Sebagai guru, tak mau sekolah menjadi begitu
Berhentilah
Mohon tanda tanganlah
Mohon tanda tanganlah..
Ada apa ini?
apakah mereka tidak lapar?
Begitu dingin..
Mohon tandan tanganlah..
Mohon...
Mereka seriuskah?
Mohon tandan tangan untuk lindungi sekolah
Mohon tandan tanganlah..
Acara permintaan tanda tangan dilakukan setiap hari
cuaca begitu dingin
Tapi bagaimanapun tidak salah
tidak salah
Kau juga bantulah
Aku?
Santa Klaus
Aku adalah Santa Klaus
Disini masih ada
Tak sadar
Guru juga datang
Kemari..
Hebat sekali
Kami takkan puas, jika hanya sedikit
Dalam minggu ini, akan tetap minta tanda tangan
Semua sungguh serius
Aku simpan ini dulu./ Mohon padamu
Siapa yang lakukan ini?
Yang bisa lakukan ini, hanya satu orang
Aku bakar tandan tangan itu?
Apakah bukan?
Ada bukti?
Tunggulah guru Sugi tiba
apa yang terjadi?
Masalah hari ini aku akan ingat
Sungguh memalukan
Sulit mendapatkan tanda tangan
Guru Matsuwa sungguh keterlaluan
Tapi tidak ada bukti
Sudah tidak ada cara lain
Minta kau temui seseorang
Apakah kau guru Matsuwa?
Benar, siapa kau?
Aku Tamura
Murid kelas ayahmu 8 tahu lalu
Setelah guru bunuh diri
Aku selalu teringat ajaran guru
Harus berani, harus melindungi
Andai dia masih hidup
Mengerti menjaga perasaan orang lain
Selamanya takkan menyerah
Saat itu ucapan guru sangat mendukung
Sampai sekarang terus tersimpan dalam hatiku
Guru Tamura tahun ini menjadi guru
Aku ingin mengajarkan semua hal yang diajarkan guru
Dan ajarkan pada anak-anak
Penerus guru Matsuwa
Apakah ajaran guru Matsuwa masih terus tersimpan dalam hatimu?
benar
Guru Matsuwa
Juga sama dalam hatimu
Ayahmu selalu hidup
Maka kau menjadi guru
Bukankah ayahmu sudah ajari banyak hal
Ajarkan hal ini pada murid lain
Kita berusahalah bersama
Ayahmu adalah guru yang baik
Kenapa tidk seperti sebelumnya?
Kau juga sudah berubah
Yang berubah bukan kita
Tiba-tiba bicara ini, aku minta maaf
No comments yet. Be the first to leave one.