The first 200 lines.
Aaj Se Teri Mulai hari ini
Saari Galiyan Meri Ho Gayi Semua jalan mu menjadi milik ku
Aaj Se Mera Mulai hari ini
Ghar Tera Ho Gaya Rumah ku menjadi milik mu
Aaj Se Teri Mulai hari ini
Saari Galiyan Meri Ho Gayi Semua jalan mu menjadi milik ku
Aaj Se Mera Ghar Tera Ho Gaya Mulai hari ini Rumah ku menjadi milik mu
Aaj Se Meri Mulai hari ini
Saari Khushiyaan Teri Ho Gayi Seluruh kebahagiaan ku menjadi milik mu
Aaj Se Tera Gham Mera Ho Gaya Mulai hari ini semua kesedihan mu menjadi milik ku
O Tere Kaandhe Ka Jo Til Hai Tanda lahir di bahu mu
O Tere Seene Mein Jo Dil Hai Hati yang ada di dada mu
O Teri Bijli Ka Jo Bill Hai Tagihan listrik mu
Aaj Se Mera Ho Gaya Mulai hari ini itu semua telah menjadi milik ku
O Mere Khwabon Ka Ambar Langit impian ku
O Meri Khushiyon Ka Samandar Lautan kebahagiaan ku
O Mere Pin Code Ka Number Kode pos alamat ku
Aaj Se Tera Ho Gaya Mulai hari ini, itu semua telah menjadi milik mu
Tere Maathe… Tere Maathe Ke Kumkum Ko Tanda merah di belahan rambut mu
Main Tilak Laga Ke Ghoomunga Aku akan menghiasinya di kening ku
Teri Baali Ki Chhun Chhun Ko Dentingan dari anting-anting mu
Main Dil Se Laga Ke Jhoomunga Aku akan mendekapnya di hati ku
Meri Choti Si Bhulon, Ko Tu Nadiya Mein Baha Dena Semua kesalahan kecil ku, biarkan mereka mengalir di Sungai
Tere Joode Ke Phoolon Ko, Main Apni Shirt Mein Pehnunga Bunga-bunga yang ada di untaian rambut mu, aku akan mengenakannya di kemeja ku
Bas Mere Liye Tu Maalpue Kabhi Kabhi Bana Dena Cukup kau buatkan Maalpua untuk ku
Aaj Se Meri Mulai hari ini
Saari Ratiyan Teri Ho Gayi Seluruh malam ku telah menjadi milik mu
Aaj Se Tera Mulai hari ini
Din Mera Ho Gaya Seluruh hari-hari mu telah menjadi milik ku
O Mere Khwabon Ka Ambar Langit impian ku
O Meri Khushiyon Ka Samandar Lautan kebahagiaan ku
O Mere Pin Code Ka Number Kode pos alamat ku
Aaj Se Tera Ho Gaya Mulai hari ini, itu semua telah menjadi milik mu
Tu Maange Sardi Mein Amiya Jika kau meminta mangga di musim dingin
Jo Maange Garmi Mein Mungfaliyaan Jika kau meminta kacang di musim panas
Tu Barish Mein Agar Kehde, Ja Mere Liye Tu Dhoop Khila Jika selama musim hujan kau meminta ku, untuk membuat sinar matahari
Toh Main Sooraj Maka aku akan
Toh Main Sooraj Ko Jhatak Dunga Maka aku akan membangunkan matahari
Toh Main Saawan Ko Gatak Lunga Aku akan meminum seluruh air hujan
Toh Saare Taaron Sang Chanda Dan semua bintang dan rembulan
Main Teri God Mein Rakh Dunga Aku akan menempatkan mereka di pangkuan mu
Bas Mere Liye Tu Khil Ke Kabhi Muskura Dena Cukup kau tersenyum untuk ku
Lihat bagaimana Ibu mu mengikat rakhi (Simbol Perlindungan)...
Hei Lakshmi...
Beri mereka uang.
Teruslah menjarah ku, Wanita Serakah...
Satu-satu nya warisan yang di tinggalkan Lelaki Tua itu untuk mu
Adalah 6 kaki Lakshmi (Dewi Kekayaan)
Upacara Raksha-Bandhan antara Saudara Laki-Laki
Dan Saudara Perempuan terjadi setahun sekali... Jadi bayarlah!
Aku harus melindungi mereka dan membayarnya?
Itu terjadi tidak hanya sekali, tapi dua kali setahun...
Bagaimana begitu?
Bhai Dooj? (Upacara serupa)
Mereka akan kembali lagi untuk menjarah ku!
Itu hak mereka!
Saudara... Istri mu menelepon...
Ya?
Kenapa menunggu dia memberikannya pada kami!
Ayo, makanlah!
1 atau 2?
2
Kenapa kau tidak duduk dan makan saja...
Cukup! Cukup!
- Apa yang terjadi? - Kau duduk saja
Aku akan kembali.
Biarkan aku yang memeriksanya...
Lakshmi... Duduk.
Dia akan mengurusnya.
Apa yang terjadi?
Tidak ada... Aku akan kembali
Aku ke sana...
Bu... Satu menit...
Dengarkan aku Lakshmi!
Saudara... Jangan ke sana!
Kau menjauhlah!
Kenapa?
Mohon mengertilah...
Mengerti apa?
Di mana Lakshmi?
Sepertinya dia tidak bisa jauh dari Istrinya bahkan 5 hari!
Kau tidak boleh duduk di sini... Kau masuk dan makanlah!
Bicaralah pelan-pelan... Ini masalah Wanita... Tolong pergilah.
Apakah 'Masalah Wanita' akan hilang dengan duduk di Luar?
Semua Wanita di Rumah duduk di Luar...
Aku sudah coba menjelaskan pada mereka tapi mereka tidak mengerti!
Ini tradisi. Ini tidak murni. Kau masuklah ke dalam!
Ritual ini untuk Orang Bodoh!
Masuklah... Kau buatlah ritual baru...
Aku tidak menyentuh mu...
Aku menyentuh selimut.
Gayatri!
Kenapa kau bawa tehnya?
Apa yang terjadi?
Jangan sentuh itu!
Kenapa?
Ya... Itu sangat kotor!
Jangan, jangan, jangan...
Apa yang kau lakukan?
Kain kotor itu akan membuat sari mu kotor!
Sari akan menjadi kotor tanpa kain itu...
Kau bukan Perempuan. Tolong masuklah!
Gayatri...
Kau menggunakan...
...ini...
Kau menggunakan kain kotor seperti itu akhir-akhir ini?
Aku bahkan tidak membersihkan sepeda ku dengan itu! Apa yang salah dengan mu?
Tolong masuklah!
Apotek Sharma.
Ya... Apa yang bisa ku bantu?
Apa penyakitnya?
Bukan, bukan penyakit...
Itu...
Benda kecil itu...
Kondom?
Ku harap begitu!
Hal yang di pakai Perempuan...
Kau akan mendapatkannya di Toko Kaus Kaki.
Bukan, bukan itu...
Mereka menunjukkan iklan itu di TV...
Putih... Free (Nama Produk)...
Sanitary Pad (Pembalut)?
Ya! Sanitary... Pad-Pad-Pad!
Bicaralah pelan-pelan... Ada Perempuan di sini!
Tapi merekalah yang memakainya!
Apa kau memberi ku ganja?
55 Rupee
55 Rupee?
Apa ini terbuat dari emas?
Aku hanya punya 40... Boleh aku memberi mu sisanya besok?
Jangan minta pinjaman dan mempermalukan diri mu sendiri.
Bablu! Berhenti!
Buru-buru ke mana kau?
Menyaksikan drama di Dewan Desa...
Apa kau punya 15 Rupee?
Semuanya baik-baik saja?
Siapa yang sakit?
Tidak ada.
Aku harus membeli pembalut untuk Istri ku.
Beli apa?
Beri aku bola!
Sepertinya dia menikmati pukulan ku...
Dia belum pindah sejak aku mulai bermain!
Kau bodoh...
Dia punya pertandingan tes 5 hari sendiri yang sedang berlangsung...
Bagaimana dia akan pindah?
Kau tidak pergi bekerja?
Apa itu?
Buka dan lihatlah.
Untuk keamanan mu...
Kau pikir kau sangat pintar?
Tentu saja!
Aku juga sudah lihat iklannya
55 Rupee?
Apa kau memenangkan undian?
Kembalikanlah...
Aku tidak mau mendengar apa pun...
Pertama kembalikanlah ini dan mulailah bekerja.
Jadi kau akan menggunakan kain kotor itu?
Jangan terlibat dalam masalah Perempuan. Kita tahu...
Kau punya 2 Saudara Perempuan di Rumah. Bagaimana dengan mereka?
Aku akan membelikannya juga untuk mereka!
Jika semua Wanita di Rumah ini...
Menggunakan sesuatu yang sangat mahal, pikirkan berapa banyak uang yang akan kita keluarkan!
Lupakan mentega dan dadih...
Kita tidak akan mampu membeli susu!
Tapi setidaknya kau bisa memakainya...
Jika Ibu mu tahu aku harus mendengar ejekannya... Bukan diri mu.
Seperti kau sudah memberi ku beberapa perhiasan...
Sebelum Saudara Perempuan mu melihat ini, tolong kembalikanlah...
Untuk kebahagiaan ku.
- Tapi Gayatri... - 55 Rupee!
Itu bukan jumlah yang kecil.
Pergilah! Pergilah!
Jangan kembalikan barang yang sudah di beli dan mempermalukan diri mu sendiri.
Sharmaji...
Apa kau sudah menikah?
Berikan ini pada Istri mu...
Belilah dari ku 40...
Kau untung 15 Rupee...
Narmade Har! (Salam)
- Apa yang terjadi? - Apa yang terjadi?
Beri aku kain!
Bukan kain kotor!
Bukan!
Bangun. Bangun. Pelan-pelan...
Tunggu... Tunggu!
Pegang ini!
Pelan-pelan...
Lakshmi ini untuk Perempuan! Jangan gunakan itu...
- Bawa dia ke Rumah Sakit. - Ya, ayo!
Wow!
Pria Hebat mana yang menggunakan tempelan ini di lukanya?
Aku mengikat kain... Itu perbuatan Lakshmi!
Ya Tuhan, sangat banyak darah!
Lakshmi kenapa kau menggunakan benda kotor Perempuan ini di lukanya?
Dia melakukan hal yang benar!
Benda itu yang paling bersih.
Jika kau menggunakan kain kotor...
Maka karena kain itu dia bisa infeksi...
No comments yet. Be the first to leave one.