The first 154 lines.
Bibi Sharon.
Bibi Sharon menderita ALS.
Percuma. Aku tak bisa konsentrasi.
Tes ini sangat penting. Harusnya aku tahu itu.
Tes ini sangat penting.
Aku harus dapat nilai tinggi
agar aku bisa cepat mencapai bulan!
Kalau tidak...
Kalau begitu, silakan tulis nomor mereka.
Baik.
Eh?
Tak apa-apa.
Beri tahu saja, biar kutuliskan.
Baik.
Sial.
Aku tak tahu apa jawabannya.
Perkembangan ALS berbeda-beda tiap orangnya.
Beberapa orang mungkin butuh 10 tahun sebelum gejalanya memburuk.
Tapi untuk beberapa orang seperti ayahku, bahkan lebih cepat lagi.
Setelah ayahku didiagnosis, dia hanya hidup dua tahun sepuluh bulan sebelum meninggal.
Jadi tak perlu khawatir. Kau fokus saja pada latihannya, Mutta.
Tiga atau empat hari lagi,
Bibi berencana untuk ke sana menjelaskan padamu tentang proyek teleskop bulan ini.
Banyak yang harus kaupelajari.
Kau sudah siap?
Itu baru yang namanya semangat, Mutta!
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Jelas kalau semakin banyak yang kita masukkan dalam kantung
maka akan semakin berat kantung itu
Semakin keras aku berjuang, semakin dekat aku dengan tujuanku
Tapi sayangnya aku tak bisa secepat itu
Kutatap langit di malam hari, tapi tetap ku tak bisa tenang
Sampai-sampai detak jantung ini terdengar keras olehmu
Ayo kita pergi
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium mimpi dan kenyataan ini
Sekarang kuperbarui kanvas impianku
Dengan gemerlapnya alam semesta dan bumi yang biru
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium kebohongan dan kejujuran ini
Sekarang ku bicara memakai kanvas impianku
di orbit takdir ini
sambil berapi-api
#65 Pilot Kursi Roda
#65 Pilot Kursi Roda
Sekarang, apa yang kau pertimbangkan untuk menjadi bintangmu yang bersinar?
Sekarang?
Sekarang, cobalah mainkan trompetnya.
Tak apa kalau suaranya sumbang.
Takkan ada yang menyalahkanmu kalau salah, Mutta.
Kau harus membuat kebisingan dulu.
Berhasil!
Lepas landas!
Hoi, hoi, hoi, hoi!
Oh, rambutmu dipotong?
Morning!
Pagi!
Ya, ampun. Begitu lagi.
Aku heran dia belum pernah menabrak orang.
Padahal berdiri 'kan lebih aman.
Good morning!
Baiklah, para AsCans.
Pamanku senang bicara begini.
"Lihat sini, Mike.
Langitnya bagus sekali,
jadilah pilot.
Menjalani hidup ini tanpa terbang
sama seperti makan hamburger tanpa sayur!"
Yang benar bukan tanpa sayur.
Maka dari itu,
sekarang aku akan memperkenalkan instruktur yang akan mengajari kalian cara menerbangkan T-38.
Enam pria di sebelah kanan inilah orangnya!
Ayo tepuk tangan.
Kau salah, Mike.
Tujuh orang. Tujuh.
Hah?
Ada satu instruktur lagi.
Ah...
Memang benar, sepertinya ada satu orang lagi.
Tapi orang yang kita maksud itu, satu murid pun dia tak bisa menanganinya.
Aku mau enam orang yang ada di sini saja.
Mike, kita punya AsCan yang cocok untuk kakek-kakek itu.
Orang yang sedang ikut ujian remedial itu.
Mutta, ya?
Kau sudah lihat nilai dia?
Aku kaget sekali.
Memang benar, nilainya buruk sekali.
Seorang AsCan tak boleh separah itu kalau sudah sampai sini.
Padahal kalau materinya dibaca, setidaknya dapat 50 ke atas dengan mudah.
Tapi tak tahu kenapa, dia malah—
Hoi.
Kurasa sudah cukup.
Hoi, hoi. Jangan serius begitu.
Semangat,
Nanba.
Baik, waktunya habis.
Taruh pensilnya.
Kerja yang bagus.
Kau boleh pergi.
Baik.
Aku berhasil fokus.
Aku berhasil, Bibi Sharon.
Aku paham sekarang.
Kuncinya itu fokus.
Hanya itu yang kubutuhkan sekarang.
Kalau aku bisa fokus, aku bisa lakukan apa saja!
Terserah mereka mau bilang apa.
Hah?
Sialan. Kenapa, sih?
Kau tak apa-apa?
Kau orang pertama yang bergerak ke arah yang sama sepertiku.
Topi NASA.
Rolex.
Ompong.
Deneil Young!
No comments yet. Be the first to leave one.