Natsume Yuujinchou Go Ova

Natsume Yuujinchou Go Ova

Download Indonesian Subtitle

Release info

[Tompel Fansub] Natsume Yuujinchou Go Ova 1
A Commentary by ARFGhoul
http://www.tompelsub.com/2016/11/download-natsume-yuujinchou-go-ova-1.html

Tags

TS
Published on: 2016-11-16
Downloads: 39
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 192 lines.

Episode Spesial

Nyanko dan Tugas Pertama Dimulai!

Hei Manusia, terima kasih sudah menonton Musim Kelima dari anime Natsume Yuujinchou!

Hari ini seorang yang mulia, anggun, nyentrik yaitu aku akan jadi tokoh utama!

Nyanko dan Tugas Pertamanya telah dimulai, lo!

Dalam episode spesialnya!

Bersyukurlah kalian bisa menontonnya!

Dingin.

Angin musim dingin sudah terasa.

Dasar kau ini ....

Seperti biasanya kau itu selalu ngeluh.

Karena tubuh kerempengmu itulah yang membuatmu merasa mudah kedinginan.

Sensei sendiri ..., juga bermaksud untuk tidur di musim dingin, 'kan?

Tubuhmu itu sudah terlalu gendut, lo.

Apa kaubilang?!

Ini bukan tumpukan daging, tapi bulu, bulu, tahu!

Kautak tahu apa fungsi buluku ini?

Dasar kudet!

Meski begitu, akhir-akhir ini aku merasa Sensei bertambah berat.

Capung!

Ada capung lo, Natsume!

Tunggu, tunggu, tunggu!

Sensei!

Capung, tunggu aku!

Mau bagaimana lagi, deh.

Nyanko dan Tugas Pertama!

Ca ... pung!

He-hei, hentikan!

Geli, tahu!

Na-Natsume, aku tahu kalau buluku ini indah dan lembut, tapi jangan menyentuhnya.

Aku sudah nggak tahan, hentikan, Natsume!

Rakunnya ketangkep, lo!

Rakun?

Si-siapa kau?!

Ah, rakunnya ... berbicara?!

Ah, bener!

Siapa kau?!

Meow ....

Cup, cup, tidak sakit kok, tidak sakit.

Jangan nangis, dong.

Aku juga tak boleh nangis, lo.

Karena aku ini kakak.

Kalau kita menangis, setannya bisa datang, lo ....

Setan?

Ah, aku tak tahan!

Aku tak boleh berada di sini terus.

Ini kesempatanku untuk pergi diam-diam.

Manusia itu merepotkan.

Hei kalian, kalau kalian lapar, lawanlah aku!

Mereka adalah mangsaku!

Kalau tak ingin terluka, cepat cari mangsa lain, sana!

Tunggu, aku tak ingin dimakan olehnya!

Hmmp, dasar makhluk-makhluk pecundang!

Apa kamu suka makan anak-anak?

Tentu saja tidak!

Dan lagi, aku ini bukan rakun!

Dia memang bisa bicara!

Siapa kau?!

Ampun deh, tak ada pilihan lain.

Benar, benar, aku ini rakun yang bisa bicara.

Mau protes?!

Hebat, lembut banget!

Halus banget!

Dan, apa yang kalian lakukan di tengah hutan seperti ini?

Hentikan!

Halus dan lembut.

Lembut, lembut.

Kami sedang bertugas.

Kami mau pergi ke Michumonster.

Mitsumonster?

Bukan, Mitsumon Store.

Mitsumonsto?

Karena itulah aku tak suka bocah.

Yang penting, keluar dulu dari hutan penuh siluman ini

dan meminta bantuan orang mengurus mereka.

He-hei, kalau kau menariknya terlalu kuat, sakit, tahu!

Tidak, tidak, hentikan!

Dasar, Sensei tadi ke mana perginya?

Oh, Natsume?

Kenapa kau seperti orang gelisah begitu?

Apa ada cewek cantik di sini?

Bicara apa kauini?

Natsume itu tak seperti dirimu.

Apa kaubilang?!

Jangan berkata begitu!

Yang tak sopan itu justru kau!

Apa kalian melihat Nyanko?

Oh, Nyan Nyan-sensei?

Hmm, aku tak melihatnya, sih.

Ada apa?

Apa dia hilang?

Apa perlu membentuk tim pencari?

Tidak, tak perlu.

Aku sudah biasa begini.

Dan kalian mau pulang, 'kan?

Benar, lagian dia pasti kembali saat makan malam, 'kan?

Soalnya dia itu suka makan.

Memang benar.

Dasar, cepatlah ketemu dengan orang yang mengenal mereka.

Di-di-di mana mereka?!

Tidak!

Hei kau, hentikan!

Hei, hei, hentikan!

Geli banget!

Le-lepaskan, hei!

Topi ....

Tidak!

Berhenti!

Topi ..., topi ....

A-akan kuambilkan.

Topi ....

Aku yang akan mengambilkannya.

Yaho!

Kenapa ..., ini harus terjadi ... padaku?

Hore!

Oh, ketemu tuan Madara.

Cuaca hari ini cerah, ya?

Hari yang cerah, cuaca yang cerah!

Kalian, ya ....

Aku selamat.

Yahoo, sekali lagi!

Benar juga, anak biasa takkan bisa melihat mereka.

Kecuali seorang yang istimewa seperti Natsume.

Kenapa membawa anak-anak itu?

Apa untuk makanan kecil?

Camilan, camilan!

Aku tak berniat membawa mereka, dasar!

Oh ya, ada yang ingin kutanyakan pada kalian.

Tumben sekali.

Apa pun yang kami tahu, akan kami beritahukan.

Apa pun, semuanya!

Siapa kau?!

Kalian mau pergi ke mana?

Katakanlah padaku!

Kenapa harus bilang?

Kami sudah memberitahukannya, 'kan?

Cepat katakan saja.

Kami mau beli daging ham dan susu!

Dan kami juga mau beli Pakurin Choco!

Pakurin cho?

Susu?

Dan, kami juga mau pergi ke Mitsu Monster!

Mama bilang tempatnya dekat.

Begitulah.

Aduh, itu terlalu sulit!

Terlalu sulit, nggak bisa!

Dasar nggak guna!

Yahoo!

O-oh iya, aku baru teringat nona Hinoe yang berada di batu besar di depan.

Dia mungkin mengetahui sesuatu!

Mungkin tahu sesuatu, tanyalah!

Sudah dapat, Hiiragi.

Ada apa?

Tidak.

Saya tak menyangka Anda menyukai yang seperti itu.

Oh, ini, kah?

Bahkan sejak kecil, aku tak bosan memakannya.

Dasar ....

Harusnya kita sudah sampai di batu besar yang mereka katakan, tapi ....

Aku sudah nggak kuat.

Gendong.

Nggak bisa, aku juga capek!

Cup, cup, tak sakit kok, tak sakit.

Me-memang nggak sakit!

Jangan nangis, dong!

Tak boleh nangis, lo!

Kalau begini, buruk!

Aku sudah lelah!

Aku lari, aku lari, lo!

Pergi!

Gendong, dong!

Gendong, gendong!

Baiklah, baiklah!

Setidaknya ..., setidaknya, biar kugendong di punggungku!

Gendong ..., gendong!

Kalau tidak salah ..., ke sini ....

Eh, Natsume, ya?

Tanuma.

Sedang jalan-jalan?

Hari ini hangat, ya.

Ya, begitulah.

Aku kehilangan jejak Sensei.

Ponta, ya?

Dari tadi ..., aku tak melihatnya, sih.

Begitu, ya.

Tidak, tak apa.

Aku sudah biasa begini.

Dia pasti akan kembali kalau sudah waktunya makan.

Benar juga.

Sensei takkan melewatkan hidangan makan malam bibi Touko.

Bener banget.

Ke-ke mana perginya?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left