The first 200 lines.
- Kamu kuat sekali. - OK,dorong!
Ini terakhir kalinya aku berlibur denganmu.
Bagaimana kau bisa begitu berotot?
- Ayolah. - Terus, terus, terus!
- Jangan menyerah. - Berapa jauh lagi?
Hanya dua juta mil lagi.
Dua apa?
Dua juta mil!
Kita akan berhenti di sana. Dorong terus. Jangan berhenti.
Selanjutnya Meksiko.
- Mendingan Hawaii. - Yeah!
Whoa-ho!
Tahan.Tahan. nah, cukup.
Phew!
Sekarang, apa yg mau kaulakukan?
- Aku akan mencoba mencari... - Bantuan?
Bantuan.
Ayo. Kita lempar2an bola salju.
Oh, tidak.Tidak.
Ayah! Ayah! Tolong aku!
Ow!
Tolong berikan nomor Layanan Darurat Jalan Raya.
Terima kasih, Stan.
Kalau anda butuh bantuan, panggil saya, Mr. Russell.
Tentu, terima kasih.
Mr Russell?
Ayah!
Tangkap!
Mr Russell, Saya...
Benda ini akan kubawa ke Seattle, Estencia.
Baik, Sir.
Bagus.
Setelah kejadian itu, hidupku terguncang.
Aku bergerak secara otomatis, perasaanku kebas.
Dan suatu hari, aku tersadar...
Joanna dan Kathy telah tiada.
Aku hilir mudik di apartemenku, terus mengulang kalimat itu,
"Mereka telah tiada."
Rasanya aku hampir gila.
Tapi itu sudah 4 bulan yg lalu...
Sudah waktunya untuk bangkit dari keterpurukan.
Kau mulai mengajar Senin depan.
Aku akan mengatur pertemuan dengan beberapa anggota fakultas besok.
Kebanyakan sudah kamu kenal.
Bagaimana kalau pukul 11?
Boleh, Roberts, Terima kasih. Terima kasih atas semua bantuanmu.
Ayolah. Semua orang sangat menantikan kehadiranmu.
Kamu seorang alumnus yg terkenal dan komposer termasyhur.
Kata siapa?
Termasyhur atau tidak, kami tetap senang menerimamu.
- Berikan padaku! Ayolah! Berikan! - Tidak mau!
Anak2, jangan ribut.
Pergilah ke dapur, ada kue untuk kalian.
Kira-kira berapa lama kamu akan tinggal di hotel?
Kalau mau, kamu boleh tinggal di rumah ini.
Terima kasih, Eva.
Tapi sebaiknya aku menyewa rumah sendiri. Ada musik yg ingin kukerjakan.
Aku butuh sebuah tempat, di mana aku bebas berpiano sepanjang malam.
Tempat di mana aku bisa bekerja.
Aku punya teman di Perkumpulan Pelestarian Sejarah.
Aku yakin mereka menyewakan beberapa rumah tua.
Mungkin kami bisa membantumu.
Bagus.
- Mr. Russell? - Benar.
Halo, saya Claire Norman.
Naiklah, saya antar ke sana.
Baik.
Kapan terakhir kali rumah ini dihuni?
Sekitar 12 tahun yg lalu.
Rumah ini dimiliki Perkumpulan selama 12 tahun ini.
Nah, ini dia.
Wow!
Tadinya ada rencana untuk mengubah rumah ini jadi museum.
Tapi, ya, entahlah. Rumah mestinya untuk ditinggali.
Kenapa rumah ini tak dihuni?
Yah, saya baru bergabung selama satu tahun.
Saya mendapat kesan, mereka tak terlalu menonjolkan rumah ini.
Yg jelas, rumah ini perlu dibenahi.
Yeah.
Ada beberapa perabot yg disimpan di sini.
Anda boleh memilih-milihnya.
Kalau ada yg anda mau.
Dapurnya di sini.
Apa yg diperlukan untuk perawatan rumah ini?
Oh, kami punya pengurus rumah. Mr. Tuttle.
Dan...
Ini ruang musik.
Karena inilah saya menawarkan rumah ini untuk anda.
Pianonya ditinggal di sini saat rumahnya diambil alih.
Terlalu menyusahkan untuk dipindahkan.
Pasti kondisinya sudah tak bagus.
Apa saja syarat sewanya?
Maaf mengganggu kerja anda.
Tak apa2 Mr. Tuttle. Bagian ini sudah selesai.
Di depan ada lelaki pengantar tangki air.
Katanya pesanan anda.
Oh, OK.
Bagaimana penulisan musikmu?
Tersendat. Aku masih mengerjakan bagian kedua.
Mungkin mengajar bisa membantumu mengatasinya.
Sepengetahuanku...
...hanya ada...
...23 murid yg terdaftar...
...untuk mata kuliah musik tingkat lanjut.
Kita tahu saat ini tidak hujan.
Dan kecuali ada kebakaran
di bagian lain gedung,
berarti banyak orang gabut di sini.
Yah, pokoknya...
kita lihat saja nanti setelah kuliah kedua.
Aku yakin banyak di antara kalian...
mengenal melodi ini.
kedengarannya lebih baik dimainkan orkestra dibanding solo piano.
Tidak, anda memainkannya dengan baik. Kuliahnya bagus.
Rahasianya, John itu capernya alami.
Jangan keterlaluan. Permisi.
Kalau kau nanti tak kembali...
Kukirim regu pencari.
Hai!
Perkenalkan, ini ibuku.
- Apa kabar, Mrs. Norman? - Apa kabarmu?
Ini John Russell. Ingat tentang rumah Chessman?
Oh! Oh, ya. Senang bertemu dengan anda, Mr Russell.
Bagaimana rumahnya?
Baik.
Sangat luas.
Benar.
Tuan2, Nyonya2, mohon perhatiannya.
saya persembahkan pada anda, Senator Joseph Carmichael...
Ya Tuhan! Dia mau pidato lagi.
Itu tadi komentar Republikan tulen terhadap Demokrat.
O, begitu!
Kalian tahu aku benci pidato.
Tapi kalau untuk acara istimewa...
misalnya penggalangan dana untuk Simfoni Orkestra kita...
Bukankah penampilan mereka hebat?
Benar sekali.
Aku mau ambil minum.
Aku ikut denganmu.
Aku segera kembali, bu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Sebenarnya dia merupakan dewan direksi
di Perkumpulan Pelestarian Sejarah.
Bahkan, merupakan penyumbang dana terbesar.
Jadi, anda betah di rumah itu?
- Oh, ya. - Bagus.
Ada sesuatu di kantor Perkumpulan yg semestinya berada di rumah itu.
Akan kuusahakan untuk membawakannya.
Aku senang anda mau tinggal di sana.
Mr Tuttle?
Mr Tuttle?
Ya, Mr Russell?
Kau mengejutkanku.
Ada orang lain di sini?
- Mrs Rissean bersih2 hari ini? - Tidak, sir, hanya saya.
Terima kasih.
Indah sekali.
Musiknya.
- Wah, halo. - Hai.
Seperti meninabobokkan.
Kira-kira memang begitu.
Nah, ini dia yg kujanjikan.
Potret-potret yang dulu pernah menghiasi rumah ini.
Ah!
Dan ini...
Repro foto lama yang diambil di depan rumah ini.
- Bagus ya? - Indah.
Aku tadi mencoba menghubungimu, tapi nomormu belum terdaftar.
Itu perabot antik yg indah.
Kamu pelitur ulang?
Tidak.
Oh!
Itu milik Kathy, Almh.putriku.
Yah, sebaiknya aku permisi dulu.
Kuharap kamu menyukai potretnya.
Terima kasih.
Kamu hendak berkuda?
Ya.
Mau ikut?
John...
Ada apa?
Aku teringat pada putriku, Kathy.
Betapa dia menyukai kuda.
Mama!
Mama!
Ada udara yg mampet.
Bunyinya terlalu keras dan berirama.
Yah, yg penting sudah nyala.
Kenapa terjadi dua pagi berturutan?
Tepat jam 6?
Mengapa suaranya terdengar dua menitan, lalu hilang begitu saja?
Rasanya tidak masuk akal.
Perapian, tak jauh beda dengan yg lain2nya, Mr. Russel.
Punya kebiasaan sendiri.
Rumah ini sudah tua.
Banyak bunyi2annya.
Bagus sekali.
Ketukan Tanpa Aksennya masih belum kompak.
Dan kamu, sedikit terlambat pada 4 bar terakhir.
No comments yet. Be the first to leave one.