Release info

구미호뎐1938 Tale of the Nine Tailed 1938 S02E11 230610 HDTV-NEXT
A Commentary by surya_27895
Ripped from Amazon, Resync for NEXT ver. EP11 (RT 01:10:52)

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2023-06-10
Downloads: 49
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Prajurit Bayaran Shinigami terdiri dari lima anggota, bukan empat.

Kalau begitu, di mana…

Jangan-jangan…

Tunggu apa lagi? Cepat, ayo temui Bos.

Kini prajurit bayarannya ada empat lagi, dan bosnya adalah seorang ilusionis ulung.

Jika aku tak berpindah tubuh sebelum mereka bertemu bos ini…

Sebaiknya kita tangkap si Rubah dan kedua dewa gunung itu sendiri saja.

Apa? Kenapa begitu?

Mereka membunuh Ushiuchibo dan mencederaiku.

Harta karunnya pun belum lengkap.

Nanti Bos bilang apa?

Aku takut melihat Bos marah.

Mendekatlah.

Mulai sekarang, kalian…

Tunggu. Di mana Batu Pelindung?

EPISODE 11 Subtitle by Amazon, Resync by surya_27895 for NEXT ver.

Kau bilang mereka menyerangmu. Mereka merampasnya?

Seharusnya aku yang bertanya. Kau apakan Batu Pelindung-ku?

Apa lihat-lihat? Kaulah terlalu bodoh sampai bisa dirampas.

Rupanya kau, ya?

- Serahkan. - Serahkan apa?

Harta karunku.

Kau bilang mau menangkap prajurit dahulu!

- Di mana kau menyembunyikannya? - Hei, ini milikku!

- Ini milikku! - Serahkan!

Eh, jangan pegang-pegang!

Kenapa mereka berkelahi?

Biarkan saja. Nyudo akan menangani si Rubah.

Kau mengurus si Dewi, dan aku mengurus si Dewa.

Ini milikku. Jelas?

Mereka datang.

Sekarang apa lagi?

- Lawanmu adalah aku. - Coba saja.

Rupanya ada cowok keren lagi. Tapi Yuki bukan anak kecil!

Aku sudah tahu keahlianmu, Yuki-onna.

Aku juga mau tubuh yang itu.

Bangsat!

Yah!

Dasar…

Eh, kenapa?

- Bodoh! Aku Nyudo! - Nyudo bersama kami!

- Dia Rubah Ekor Sembilan! - Dasar pembohong! Aku tak bodoh!

Ya ampun, bodohnya.

Yeon, tebas dia.

Tidak!

Es.

Yeon.

Kenapa kau malah…

Aku bukan Lee Yeon. Aku Nyudo dari Prajurit Bayaran Shinigami.

Terima kasih. Kalian boleh pergi.

Ini.

Kenapa dia tak siuman?

Tuan Lee Rang, kau juga harus meminumnya.

Kau sudah terluka parah!

- Aku tak butuh itu. - Kumohon, minumlah!

Bos harus hidup agar Ny. Bos hidup.

Aku dan Koo Shin-ju bertaruh nyawa demi menyelamatkan Bos.

Jadi tolonglah! Cepat, minum!

Astaga.

Kumohon.

Bangunlah.

Jadi kau benar-benar rekan kami?

- Harus berapa kali kukatakan? - Apa? Jadi Nyudo yang tadi adalah Rubah?

Ya, aku Nyudo.

Hong-joo, Moo-yeong… Bertahanlah sebentar lagi.

Tiga lawan satu. Menyerahlah.

Dia lumayan kuat.

Ayo!

Es.

Kena kau.

Aku membencimu.

Sekalian saja kubekukan isi paru-parumu.

Aku menemukannya!

Beraninya kau menyakiti Yuki!

Keparat itu… Bagaimana dia bisa melelehkan esku?

- Jurus-jurusmu sudah melemah? - Tidak mungkin.

Tidak, jangan!

Ini akan butuh waktu. Tubuhku cukup rusak akibat racun itu.

Berengsek.

Jadi dia bisa mengendalikan api? Wah, aku juga mau jurus itu.

Pantas saja jurusku tak mempan. Nyudo! Tukar tubuhmu dengannya!

Duh.

Sebaiknya kita rusak tubuh ini dahulu.

Yah, sayang banget.

Berengsek!

Cepatlah. Cepat, lelehkan!

Tidak!

Sekaranglah saatnya!

Keparat Sialan. Beraninya kau!

Tubuhku sudah kembali.

Oogama, biar kucoba lagi. Pegangi dia!

Bergeraklah!

Yeon!

Tidak! Nyudo…

Lepaskan!

- Moo-yeong. - Aku baik-baik saja.

- Kau sudah siuman? - Aku belum mati, 'kan?

Tadi nyaris, tapi kau masih hidup.

Kau terluka gara-gara aku?

- Lihatlah kondisimu. - Aku baik-baik saja.

Kau sudah siuman. Itulah yang paling penting.

Aku takut sekali

tak akan pernah bertemu denganmu lagi.

Aku sudah berjanji akan mengikutimu ke Akhirat.

Aku mencintaimu.

Apa?

Aku mencintaimu, Rang.

Astaga.

Astaga, kita bertiga babak belur.

Tapi tetap saja, kita menang.

Kita sudah kembali ke hotel.

Malam ini benar-benar panjang.

Aduh. Ayo ke Myoyeongak dan obati luka kita dahulu.

Tunggu. Aku harus memastikan Rang baik-baik saja dahulu.

Astaga.

Semua Yacha sudah tak ada.

Astaga, berandal itu… Sudah kuduga dia bisa mengatasinya.

Mau makan siang dengan apa?

- Nyonya, ada yang ingin membuat pesanan. - Kita tak menerima tamu pekan ini.

- Bilang saja bosmu habis ditikam. - Pesanan untuk grup.

Grup? Untuk berapa orang?

Grup, ya? Kalau begitu, akan kuterima saja.

Mana si Bangsat, Cheon Moo-yeong?

Astaga. Dia terpaksa melakukannya.

Alah, basi. Kami nyaris mati gara-gara dia.

Biar aku yang urus.

Dia tak boleh pulang hidup-hidup.

- Aku tak akan sudi. - Baiklah.

- Siapa sih itu? - Siapa?

Yang membunuh semua Yacha sekaligus.

Ternyata anggotanya lima orang. Mungkin itu dia.

Bos Prajurit Bayaran Shinigami.

- Hei, kau berdarah! - Astaga. Semoga tak infeksi.

- Rang. - Ya?

Kenapa kau tak punya bayangan?

Apa maksudmu?

Sinar mataharinya cerah, tapi…

Teman-Teman!

Mengagetkan saja. Ada apa?

Apa kalian ingat bagaimana kita kembali ke Myoyeongak?

- Kenapa tiba-tiba menanyakan itu? - Beri tahu aku!

Setelah bertarung semalaman, kita kembali ke Kamar 404, lalu…

- Benar juga. Bagaimana cara kita kembali? - Kenapa kita tak ingat?

Tunggu. Diam.

- Kalian mendengar itu? - Musik ini.

Kenapa itu ada di kamarku?

- Ini bukan Myoyeongak. - Apa?

Kita…

masih di Kamar 404.

Aduh.

- Ya ampun. - Siapa kau?

Komunitas Hipnosis.

Mari bicara baik-baik! Aku putra semata wayang di keluargaku.

Aku bos Prajurit Bayaran Shinigami.

Namaku Satori.

Mulai sekarang, kalian tak bisa keluar dari kamar ini.

Sampai mati.

- Coba saja. - Oh, sebelum itu…

serahkan harta karunmu.

Dasar sinting, aku jadi mau tertawa.

Satu, dua, tiga.

- Yeon! - Kau sudah gila?

Tak usah kaget.

Teman kalian ini sudah kuhipnosis sejak awal.

Satu, dua, tiga.

Santai saja dong.

- Yeon. - Apa ini?

- Apa yang kulakukan? - Aku menyadarkanmu agar kau menonton ini.

Oke, aku mau kalian saling mencekik.

Satu, dua, tiga.

Moo-yeong, jangan!

Hong-joo!

Hei, jangan! Lepaskan!

Percuma, aku juga sudah menghipnosis mereka.

Satu, dua, tiga.

Satu, dua, tiga.

Hei, sadarlah!

Seru, 'kan?

Mengecewakan sekali.

Kau membunuh kedua anggota kami dengan teknik bertarung semacam ini?

Cukup.

Aku sudah memberimu harta karun itu, jadi tolong hentikan.

Sungguh mengesankan. Dewa Gunung Joseon memohon kepadaku.

Tapi sayang sekali.

Belum ada seorang pun yang meninggalkan medan perangku dengan selamat.

- Hentikan. - Kau menyerah?

Tidak.

Hore.

Apa?

Kubilang, "Hore."

Hore.

Dasar bodoh… Apa-apaan! Apa yang kaulakukan?

Es.

Apa yang kau…

Kau mungkin belum tahu rubah ekor sembilan punya jurus serupa.

Mulai sekarang, kalian…

Saat kubilang "hore" tiga kali, orang di depanku adalah musuh.

Tak usah banyak bertanya. Langsung habisi saja dia.

- Moo-yeong. - Hong-joo.

Jangan pernah remehkan dewa gunung Joseon lagi, Nak.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left