The first 200 lines.
Halo! Saya di sini dari Universitas Kesehatan Woosung...
Saya Shin Min Ho.
Kenapa si berengsek itu di sini?
Ada apa? Kenapa di antara kalian berdua kaku sekali?
Mungkinkah kalian sempat berkencan?
Aku...
...menyukaimu.
Aku tidak menyukaimu. Kita sangatlah berbeda.
- Bagaimanapun, kita tidak cocok. - Si berengsek ini.
Kumusnahkan kau!
Kenapa dia?
Kenapa si berengsek itu harus muncul dalam kehidupanku yang sulit?
Biar aku mengenalkannya secara resmi. Ye Jae Wook Seonsaeng.
Tahu, tahu.
Di lulusan New York University, dia memenuhi kualifikasi mengajar di seluruh dunia,
dan tidak terhitung jumlah literaturnya di SCI.
Sebentar.
Woo Bo Young Seonsaengnim?
Kuharap kita bisa bekerja sama dengan baik.
[Repo Sports Agency, Kepala Bidang Park Jae Hyun]
160...
Halo, Seonsaengnim.
Apa yang membuat Anda ke sini pagi-pagi sekali?
Aku harus mencari beberapa materi. Sampai jumpa.
Ya, kalau begitu sampai jumpa di ruang terapi.
- Ya, Park Seonsaengnim. - Untuk staff lecture hari ini...(*seminar antara sesama staf dalam satu instansi)
kau sudah menyelesaikan makalahku?
Ya, aku sudah menyelesaikannya. Aku sedang di perpustakaan sekarang, mencari referensi tambahan.
Ya.
Keparat itu. Kenapa aku yang harus menyelesaikan makalahnya?
Haruskah kukerjai saja dia?
Kenapa kau datang pagi sekali?
Biasanya kau selalu datang terlambat atau tepat saat jam operasional.
Aku akan bekerja keras mulai sekarang.
Aku memutuskan untuk tidak melukai siapa pun selama bekerja di rumah sakit ini.
Whoa, kau menjadi dewasa dalam semalam.
Whoa, ada apa dengan kalian berdua? Kalian kelihatan akrab.
Yah, karena kesalahpahaman sudah diluruskan,
mari kita coba untuk rukun, Shin Min Ho.
Baiklah, setuju.
Whoa! Hei...
Tentu tidak!
Kau lebih baik tidak berpikir kita berteman hanya karena sudah meluruskan kesalahpahaman.
Aku ingin terus melanjutkan saling mengabaikan antara kau dan aku seperti biasanya.
Ish, hentikan. Kalau masalah sudah selesai, berdamailah.
Biarkan saja.
Baiklah, aku akan terus mengabaikanmu seperti maumu.
Puas?
Maafkan aku.
Sedang apa dia?
Wah, tidak mudah menjadi lucu sepertinya.
- Aku lelah. - Bersantai saja kalau kau stres.
Baiklah, baiklah, ada yang harus kukatakan kepada kalian sebelum mulai.
Mulai sekarang, Ye Jae Wook Seonsaengnim akan melaksanakan tugasku,
dan mengambil alih sebagian pekerjaan di pusat pemulihan.
Lalu, apa yang Kepala akan lakukan?
Kenapa? Kau takut aku akan bersantai saja?
Kepala, bukan itu maksudku...
Berandal ini benar-benar.
Aku akan berbaring sebentar, jadi bawakan aku beberapa koyo, oke?
Untuk punggungku.
Punggungku nyeri.
Jelas dia akan bersantai.
Tapi, Ye Seonsaeng...
...tampaknya adalah kandidat Kepala selanjutnya.
Jika Ye Seonsaeng sungguh melatih atlet terkenal sepertimu,
bukankah ini akan menjadi masalah?
Tentu saja akan menjadi masalah besar!
Tapi, kenapa si cengeng Woo Bo Young Seonsaeng tidak mengatakan apa-apa?
Yah, aku tidak tahu harus berkata apa.
Kenapa? Kau berencana mengantre di belakangnya saat dia menjadi Kepala?
Bukan begitu.
Kau bahkan tidak punya bukti konkret soal tuduhanmu.
Itu hanya soal waktu! Aku sendiri yang akan menemukan bukti konkret itu!
Aku... sudah punya bukti.
Aku sudah punya bukti yang menegaskan aku tidak melakukannya.
Omo... omo... jadi maksudnya adalah kau dekat...
...dengan para atlet terkenal ini?
Ya, aku bermain baseball sampai SMA, jadi aku mengenal banyak atlet.
- Aah, Anda bermain baseball? - Ya.
Tapi aku mengubah haluanku saat pertengahan.
Ya, meskipun begitu...
...tidak ada bukti kau tidak mendapat uang dari mereka.
Aish, hentikan!
Kalau begitu, Ye Seonsaengnim.
Saat kau sekiranya akan bertemu lagi dengan mereka,
bisa kau mengajak aku juga?
Boleh aku memberimu saran?
Cobalah untuk memahami situasinya.
Bagaimana bisa kau meminta bergabung pada pertemuan kami setelah menggosipkan aku di belakangku?
Ini semua salahmu, Park Saem!
Aku pikir beritanya benar!
Lalu apa alasan dia ke rumah sakit kita?
- Pasti ada alasan lain. - Kau sungguh ingin seperti itu?
Kau ingin meragukan dia tanpa bukti?
Hentikan dan kembalilah bekerja!
Ya, Ye Jae Wook Seonsaengnim. Aku dari Repo Sports Agency, Kepala Bidang Park Jae Hyun.
Aku rasa kau mendapatkan informasi yang salah.
Aku tidak menerima permintaan terapi pribadi.
Tolong ambil kembali hadiahnya dan jangan menghubungiku lagi.
Ya?
Ini adalah QI pusat pemulihan. Kepala menyuruhku menyerahkan kepada Anda. (*Quality Improve : Peningkatan Kualitas)
Ya, terima kasih.
Apakah Anda baik-baik saja?
Apa maksudmu?
Aku hanya khawatir Anda mungkin terluka tentang apa yang staf lain pikirkan tentang Anda.
Itu karena mereka tidak tahu terlalu banyak tahu tentang Seonsaengnim,
jadi jangan terlalu dipikirkan.
- Boleh aku memberimu saran? - Ya?
Mulai sekarang, jangan khawatirkan itu.
Aku bukan tipe orang yang memikirkan pendapat orang tentangku.
Dia bisa sukses karena tidak membiarkan apa pun mempengaruhinya.
Mulai sekarang, aku akan menjadikan dia teladanku.
- Oh, Han Joo Yong. - Yah, sudah lama, ya.
Ya, halo.
Aku sebenarnya penasaran denganmu. Bagaimana rasanya bekerja dengan Dae Bang Sunbae?
Ketidaktegasan Sunbae itu luar biasa, 'kan?
"Haruskah ini? Haruskah itu? Ini? Itu? Ini? Itu?"
- Tidakkah kau ingin sekali memukulnya? - Apa?
Yah, aku tidak merasa dia seburuk itu.
Itu benar, kok. Kenapa lagi coba semua orang di rumah sakit ini mengabaikan dia?
Kau tahu orang buangan di tempat kerja? Itulah dia.
Seburuk itukah?
Omong-omong, kau mau datang ke perjamuan Departemen MRI kita malam ini?
- Kami belum memberimu perpisahan yang baik. - Tidak perlu.
Aku harus belajar.
Tahu kan, tujuanku adalah menjadi Profesor.
Aku harus menjadi Profesor agar dapat keluar dari tempat yang sulit ini.
Aku permisi.
Han Joo Yong berandal itu masih bersikap seolah dia yang terhebat.
Iya, 'kan? Sebenarnya kita semua senang saat Han Joo Young meninggalkan departemen kita.
Tapi aku merasa agak tidak enak setelah dia pergi, jadi ingin mentraktirnya minum.
- Tapi lihat caranya bersikap. - Tepat sekali.
Tidak ada seorangpun di rumah sakit ini menyukai berandal itu.
Dia itu benar-benar orang buangan di tempat kerja.
Apa? Joo Yong, Joo Yong kami adalah orang buangan di tempat kerja?
Seorang pasien datang untuk pemeriksaan tingkat disabilitas, jadi siapkan goniometernya.
- Baiklah. - Apa?
Fisioterapis juga memberikan penilaian tingkat disabilitas?
Tentu saja. Apa saja yang kau lakukan selama di kelas?
Sudah kukatakan padamu. Aku bermain.
Tapi apakah bagus mendapatkan tingkat disabilitas tinggi (*biasanya berkaitan dengan kompensasi yang didapatkan dari pihak ketiga)?
Semakin tinggi tingkatannya, semakin banyak uang yang mereka dapatkan.
Aiyoo... apa sebenarnya yang kau tahu?
- Bagaimanapun, aku tunggu di luar. - Ya.
Sialan.
Hei, berikan kepadaku. Panas tahu! Cepat.
- Anda terluka di bahu sebelah kanan? - Ya.
Aku hidup dari gaji demi gaji melakukan pekerjaan fisik, jadi aku merasa tidak punya harapan.
Aku berharap mendapatkan tingkat disabilitas tinggi agar tidak lagi terlalu menderita.
Ya. Kalau begitu, kita akan mulai tesnya.
Tolong naikkan lengan Anda pelan-pelan dan sentuh telinga kanan Anda.
- Tidak mau terangkat lebih tinggi. - Silakan dicoba.
Inilah yang terbaik yang kubisa. Tidak bisa lebih tinggi.
Benarkah?
- Serahkan padaku goniometernya. - Seonsaengnim, bisakah kita berhenti?
Ini terlalu sulit.
Kami tidak punya pilihan karena ini adalah tahapan wajib dalam prosesnya.
- Tolong jangan bergerak kali ini. - Baik.
Aah... sakit sekali.
Maafkan saya. Mari coba sekali lagi.
Tidak, tidak, aku tidak sanggup.
Aaah, ini tidak mau naik.
Ya, bagus sekali.
Tolong pelan-pelan.
Aaah, aaah.
Saya sudah pelan-pelan.
Aaah... aigooya...
- Tolong kencangkan perut Anda. - Kau mau stiker?
Kau mau stiker?
Ini dia. Aigoo... anak pintar.
Kau sedih? Kau sudah berusaha keras.
Ini tidak akan terlalu sakit. Kau takut, ya?
Mari kita lakukan sekali lagi. Maaf, ya.
Silakan bernapas.
Dan naikkan pantat Anda.
- Kami di sini untuk melakukan X-ray. - Oh, ya.
Baiklah, kami akan melakukan pemindaian X-ray pada dada.
Saya harus meletakkan alas yang keras di bawah Anda, jadi akan terasa agak tidak nyaman.
Mari.
Tolong jangan tegang dan coba untuk nyaman. Seperti itu.
- Aigoo, bagus sekali. - Astaga.
Bagaimana kau bisa sangat bersahabat setiap kali bertemu kami?
Aiyoo... aku bertaruh kau pasti sangat populer di antara para staf.
Populer? Ya, aku sangat populer.
Populer, omong kosong.
Silakan tunggu di luar selagi kami mengambil X-ray.
Ya.
Pasien, tolong tarik napas kemudian tahan.
Saya akan merekamnya sekarang.
Baik, Anda boleh bernapas kembali sekarang. Wali, silakan masuk!
- Ya. - Kami sudah selesai.
Pelan-pelan.
Aiyoo... kau juga bersahabat.
Seonsaengnim juga pasti populer.
Apa? Yaaah...
Populer, omong kosong.
- Malangnya Dae Bang Sunbae. - Malangnya Joo Yong, Joo Yong.
- Sangat memilukan! - Sangat memilukan!
Baiklah, mari pergi makan siang.
No comments yet. Be the first to leave one.